Multiple affiliation jurnal merupakan kondisi ketika seorang penulis mencantumkan lebih dari satu institusi dalam artikel ilmiah. Situasi ini dapat terjadi karena penulis memiliki hubungan akademik dengan dua perguruan tinggi, bekerja sama dengan lembaga penelitian, atau menjalankan penelitian melalui kolaborasi antarinstitusi. Pencantuman beberapa afiliasi membantu menjelaskan hubungan kelembagaan penulis secara lebih lengkap.
Dalam publikasi ilmiah, informasi afiliasi tidak hanya berfungsi sebagai identitas tambahan. Afiliasi juga menjadi bagian dari metadata yang membantu penerbit mengenali institusi terkait penelitian dan mengelola informasi publikasi. Karena itu, penulis perlu memastikan bahwa setiap institusi yang dicantumkan memang memiliki hubungan yang dapat dipertanggungjawabkan dengan dirinya atau penelitian yang dilaporkan.
Mencantumkan lebih dari satu institusi membutuhkan ketelitian karena setiap jurnal dapat menerapkan aturan berbeda. Sebagian penerbit mengizinkan beberapa afiliasi untuk satu penulis, sedangkan penerbit lain meminta penulis menentukan institusi utama dan menjelaskan afiliasi tambahan sesuai kondisi tertentu. Dengan memahami aturan tersebut, penulis dapat menyusun multiple affiliation jurnal secara tepat, konsisten, dan sesuai dengan etika publikasi ilmiah.
Pengertian Multiple Affiliation dalam Artikel Jurnal
Multiple affiliation adalah pencantuman dua atau lebih institusi yang memiliki hubungan relevan dengan seorang penulis dalam sebuah publikasi ilmiah. Institusi tersebut dapat berupa universitas, lembaga penelitian, rumah sakit, pusat studi, atau organisasi lain yang berkaitan dengan kegiatan akademik penulis. Informasi ini menunjukkan bahwa hubungan penulis dengan penelitian tidak selalu terbatas pada satu lingkungan kelembagaan.
Sebagai contoh, seorang dosen dapat bekerja di sebuah universitas sekaligus menjalankan penelitian bersama lembaga riset. Jika kedua institusi memang memiliki hubungan yang relevan dengan penelitian atau kedudukan akademik penulis, keduanya mungkin dapat dicantumkan sebagai afiliasi. Namun, keputusan tersebut tetap perlu mengikuti kebijakan jurnal dan ketentuan masing-masing institusi.
Multiple affiliation juga berbeda dari penambahan nama penulis dalam artikel. Afiliasi menjelaskan hubungan institusional seseorang, sedangkan kepengarangan berkaitan dengan kontribusi dan tanggung jawab terhadap penelitian. Oleh sebab itu, pencantuman institusi tambahan tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai penulis artikel atau memberikan hak untuk mengubah susunan penulis.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Alasan Penulis Mencantumkan Lebih dari Satu Institusi
Salah satu alasan penggunaan multiple affiliation jurnal adalah adanya hubungan akademik dengan lebih dari satu institusi. Seorang peneliti mungkin memiliki jabatan di universitas sekaligus berafiliasi dengan pusat penelitian yang berbeda. Dalam keadaan tersebut, pencantuman beberapa institusi dapat membantu menjelaskan latar belakang profesional dan lingkungan penelitian yang berkaitan dengan artikel.
Alasan lain adalah kolaborasi penelitian antarlembaga. Sebuah penelitian dapat melibatkan fasilitas, keahlian, atau dukungan dari dua institusi yang berbeda. Jika seorang penulis memiliki hubungan resmi dengan kedua institusi tersebut, afiliasi ganda dapat digunakan selama sesuai dengan kebijakan jurnal dan aturan penggunaan nama institusi.
Selain itu, afiliasi ganda dapat berkaitan dengan status akademik tertentu, seperti peneliti tamu atau mahasiswa yang mengikuti program bersama. Namun, status tersebut tidak selalu berarti kedua institusi harus dicantumkan pada setiap publikasi. Penulis perlu memeriksa apakah hubungan tersebut masih berlaku, relevan dengan artikel, dan memenuhi persyaratan afiliasi yang ditetapkan oleh penerbit.
Cara Mencantumkan Multiple Affiliation Jurnal dengan Benar
Sebelum mencantumkan beberapa institusi, penulis perlu memastikan bahwa setiap afiliasi memiliki dasar yang jelas. Jangan menambahkan institusi hanya karena pernah mengikuti kegiatan singkat atau memiliki hubungan informal dengan lembaga tersebut. Berikut langkah yang dapat digunakan untuk menyusun informasi afiliasi secara tepat.
- Periksa kebijakan jurnal. Baca panduan penulis untuk mengetahui apakah penerbit mengizinkan beberapa afiliasi bagi satu orang. Perhatikan juga aturan mengenai urutan institusi, penanda angka, dan format nama resmi.
- Pastikan hubungan dengan setiap institusi. Cantumkan institusi yang benar-benar memiliki hubungan akademik atau profesional yang relevan dengan penulis maupun penelitian. Jika diperlukan, periksa ketentuan internal institusi tentang penggunaan nama dalam publikasi.
- Tentukan afiliasi utama. Jika penulis memiliki beberapa institusi, tentukan institusi utama berdasarkan hubungan yang paling relevan dan ketentuan jurnal. Jangan memilih institusi hanya berdasarkan reputasi atau pertimbangan untuk meningkatkan citra artikel.
- Gunakan nama resmi setiap institusi. Periksa situs resmi lembaga untuk memastikan ejaan dan bentuk nama yang benar. Jika tersedia nama resmi dalam bahasa Inggris, gunakan bentuk tersebut sesuai persyaratan jurnal.
- Susun afiliasi secara konsisten. Pisahkan setiap institusi dengan format yang jelas, misalnya menggunakan angka superskrip pada nama penulis. Pastikan setiap penanda mengarah pada afiliasi yang benar.
- Periksa informasi dalam sistem submission. Beberapa sistem meminta afiliasi dimasukkan secara terpisah untuk setiap penulis. Pastikan data dalam sistem sesuai dengan informasi yang tercantum pada manuskrip.
- Mintalah konfirmasi jika masih ragu. Jika status afiliasi tidak jelas, hubungi editor atau bagian administrasi institusi terkait. Konfirmasi sebelum pengiriman dapat mengurangi risiko koreksi setelah artikel diterbitkan.
Contoh Format Multiple Affiliation dalam Artikel Ilmiah
Format multiple affiliation jurnal dapat berbeda menurut templat penerbit dan jumlah institusi yang terlibat. Beberapa jurnal menampilkan setiap afiliasi pada baris terpisah, sedangkan jurnal lain menggunakan penomoran untuk menghubungkan nama penulis dengan institusinya. Contoh berikut menggunakan nama institusi ilustratif agar pola penulisannya mudah dipahami.
| Kondisi penulis | Contoh format afiliasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Dosen dengan dua afiliasi | Fakultas Ekonomi, Universitas Nusantara, Indonesia; Pusat Riset Bisnis, Lembaga Riset Nusantara, Indonesia | Kedua institusi perlu memiliki hubungan yang relevan |
| Peneliti universitas dan rumah sakit | Fakultas Kedokteran, Universitas Nusantara, Indonesia; Rumah Sakit Nusantara, Indonesia | Gunakan nama resmi kedua institusi |
| Peneliti tamu | Departemen Biologi, Universitas Nusantara, Indonesia; Pusat Penelitian Hayati, Universitas Samudra, Indonesia | Pastikan status peneliti tamu masih berlaku dan dapat dicantumkan |
| Penulis dari program bersama | Fakultas Teknik, Universitas Nusantara, Indonesia; School of Engineering, Samudra University, Malaysia | Ikuti aturan program dan kebijakan kedua institusi |
| Beberapa penulis dari institusi berbeda | Penulis A¹, Penulis B²; ¹Universitas Nusantara, Indonesia; ²Universitas Samudra, Indonesia | Setiap penulis dihubungkan dengan penanda yang sesuai |
Contoh tersebut merupakan gambaran umum, bukan format wajib untuk semua jurnal. Penulis perlu mengikuti templat yang ditetapkan oleh penerbit karena penggunaan tanda baca, penomoran, dan urutan institusi dapat berbeda. Jika jurnal menggunakan sistem pengisian afiliasi tersendiri, data dalam sistem tersebut juga perlu diperiksa agar sesuai dengan manuskrip.
Perbedaan Multiple Affiliation dan Perubahan Afiliasi
Multiple affiliation berarti seorang penulis mencantumkan lebih dari satu institusi yang relevan pada artikel yang sama. Sementara itu, perubahan afiliasi terjadi ketika hubungan institusional penulis berubah, misalnya karena pindah tempat kerja atau menyelesaikan pendidikan. Kedua kondisi ini memiliki tujuan berbeda sehingga tidak seharusnya diperlakukan sebagai hal yang sama.
Jika seorang penulis berpindah universitas setelah penelitian selesai, institusi tempat penelitian dilakukan mungkin tetap perlu dicantumkan. Institusi baru dapat ditambahkan sebagai afiliasi kedua atau dijelaskan melalui catatan alamat saat ini, bergantung pada kebijakan jurnal. Penulis sebaiknya tidak langsung mengganti afiliasi lama dengan institusi baru karena tindakan tersebut dapat mengaburkan konteks penelitian.
Sebaliknya, jika penulis memang memiliki hubungan aktif dengan dua institusi selama penelitian berlangsung, multiple affiliation mungkin lebih sesuai. Penulis perlu menjelaskan hubungan tersebut secara akurat dan mengikuti persyaratan penerbit. Jika terdapat keraguan mengenai institusi yang harus dicantumkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan editor sebelum manuskrip dikirimkan.
Penentuan Urutan Institusi dalam Multiple Affiliation
Urutan institusi dapat memengaruhi cara informasi afiliasi ditampilkan dan dibaca. Beberapa jurnal meminta institusi utama dicantumkan terlebih dahulu, sedangkan jurnal lain mengikuti urutan yang ditetapkan oleh penulis atau sistem submission. Karena tidak ada satu urutan yang berlaku untuk seluruh penerbit, penulis perlu membaca pedoman jurnal secara cermat.
Jika jurnal tidak memberikan aturan khusus, penulis dapat mempertimbangkan institusi yang memiliki hubungan paling langsung dengan penelitian sebagai afiliasi utama. Pertimbangan tersebut dapat mencakup tempat penelitian dilaksanakan, kedudukan akademik penulis, atau hubungan kelembagaan yang relevan. Namun, keputusan ini sebaiknya tetap memperhatikan kebijakan institusi dan kesepakatan yang berlaku dalam kolaborasi.
Untuk artikel dengan beberapa penulis, urutan afiliasi perlu disusun secara konsisten dan mudah dipahami. Setiap nama penulis harus memiliki penanda yang mengarah pada institusi yang benar. Pemeriksaan bersama seluruh penulis dapat membantu mencegah kesalahan penempatan angka atau ketidaksesuaian antara daftar nama dan afiliasi.
Kesalahan yang Harus Dihindari saat Mencantumkan Beberapa Afiliasi
Kesalahan pertama adalah mencantumkan institusi yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengan penulis atau penelitian. Penulis mungkin tergoda menambahkan nama lembaga terkenal agar artikel terlihat lebih meyakinkan. Padahal, afiliasi harus mencerminkan hubungan yang sebenarnya dan tidak boleh digunakan untuk memberikan kesan dukungan institusi yang tidak pernah diberikan.
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan nama institusi dalam bentuk yang tidak konsisten. Sebagai contoh, nama resmi sebuah universitas ditulis dalam bahasa Indonesia pada satu bagian dan diterjemahkan secara bebas pada bagian lain. Hal ini dapat menyulitkan pengelolaan metadata dan membuat identitas institusi lebih sulit dikenali oleh pembaca maupun sistem pengindeksan.
Kesalahan lain muncul ketika penulis tidak memeriksa kembali afiliasi pada sistem submission. Informasi dalam formulir pengiriman mungkin berbeda dari manuskrip, terutama jika penulis memperbarui dokumen setelah data awal dimasukkan. Untuk menghindari masalah tersebut, periksa kedua sumber sebelum mengirimkan artikel dan pastikan seluruh penanda afiliasi sudah sesuai.
Dampak Multiple Affiliation terhadap Metadata dan Rekam Akademik
Informasi afiliasi merupakan bagian dari metadata artikel yang digunakan untuk menjelaskan identitas institusional penulis. Ketika terdapat beberapa afiliasi, setiap institusi perlu ditulis secara akurat agar hubungan tersebut dapat dipahami dengan benar. Kesalahan penulisan dapat menyebabkan informasi publikasi tidak tercatat secara konsisten dalam sistem penerbit atau layanan pengindeksan.
Multiple affiliation juga dapat membantu menggambarkan kolaborasi akademik yang melibatkan beberapa lembaga. Data tersebut dapat digunakan dalam pemetaan kerja sama penelitian, analisis produktivitas institusi, dan pelaporan kegiatan ilmiah. Namun, pencantuman dua institusi tidak otomatis membuktikan bahwa keduanya memberikan dukungan pendanaan atau fasilitas untuk penelitian yang dilaporkan.
Jika kesalahan baru ditemukan setelah artikel diterbitkan, penulis sebaiknya menghubungi penerbit untuk menanyakan prosedur koreksi. Perubahan perlu dilakukan melalui jalur resmi agar halaman artikel dan metadata dapat diperbarui sesuai kebijakan. Penulis juga dapat memeriksa profil akademik yang digunakan untuk memastikan informasi publikasi sudah tercatat dengan benar.
Etika dan Tanggung Jawab dalam Penggunaan Multiple Affiliation
Pencantuman beberapa afiliasi harus didasarkan pada hubungan yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan. Penulis tidak sebaiknya menggunakan nama institusi tanpa izin atau tanpa hubungan akademik yang relevan hanya untuk meningkatkan reputasi publikasi. Dalam beberapa keadaan, institusi juga memiliki kebijakan internal mengenai penggunaan nama, logo, atau identitas kelembagaan pada karya ilmiah.
Penulis perlu membedakan afiliasi dari pengakuan atas pendanaan atau dukungan penelitian. Jika suatu lembaga hanya memberikan dana, fasilitas, atau bantuan teknis, kontribusi tersebut mungkin lebih tepat dijelaskan pada bagian ucapan terima kasih atau pernyataan pendanaan. Afiliasi sebaiknya menunjukkan hubungan institusional penulis, bukan menggantikan keterangan mengenai sumber dukungan penelitian.
Selain itu, semua penulis perlu menyepakati informasi afiliasi sebelum artikel dikirimkan. Kesepakatan tersebut membantu menghindari perbedaan pemahaman tentang institusi yang dicantumkan dan urutan penulisannya. Dengan komunikasi yang jelas, multiple affiliation dapat digunakan secara tepat tanpa menimbulkan persoalan administratif maupun etika publikasi.
Baca juga: Cara Menulis Multiple Affiliation untuk Penulis dengan Lebih dari Satu Institusi
Kesimpulan
Multiple affiliation jurnal memungkinkan seorang penulis mencantumkan lebih dari satu institusi yang memiliki hubungan relevan dengan dirinya atau penelitian. Pencantuman tersebut perlu memperhatikan kebijakan penerbit, nama resmi institusi, urutan afiliasi, dan konsistensi informasi dalam manuskrip maupun sistem submission. Penulis juga perlu memahami perbedaan antara afiliasi ganda, perubahan institusi, dan pengakuan atas dukungan penelitian agar informasi yang disajikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Sebelum mengirimkan artikel, periksa kembali hubungan dengan setiap institusi dan pastikan seluruh afiliasi dapat dipertanggungjawabkan. Gunakan pedoman resmi jurnal sebagai acuan, lalu mintalah konfirmasi kepada editor atau institusi jika terdapat ketidakjelasan. Dengan penulisan yang akurat dan transparan, afiliasi dapat menggambarkan identitas akademik penulis serta hubungan kelembagaan penelitian secara lebih jelas.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

