Menulis artikel ilmiah tidak hanya membutuhkan isi penelitian yang kuat. Penulis juga perlu memastikan naskah mengikuti format jurnal yang dituju. Setiap jurnal memiliki template dan aturan penulisan yang dapat berbeda, mulai dari struktur artikel hingga gaya referensi. Karena itu, memahami cara menggunakan template jurnal SINTA menjadi langkah penting sebelum artikel dikirim kepada editor.
Template jurnal berfungsi sebagai panduan agar artikel memiliki format yang seragam. Di dalamnya biasanya terdapat aturan mengenai jenis huruf, ukuran tulisan, margin, judul, abstrak, tabel, gambar, dan daftar pustaka. Penulis perlu mengikuti ketentuan tersebut secara konsisten. Jika format artikel terlalu berbeda dari pedoman, naskah dapat dikembalikan untuk diperbaiki sebelum masuk ke proses review.
Bagi mahasiswa dan penulis pemula, menyesuaikan artikel dengan template terkadang terasa membingungkan. Banyak bagian harus diperiksa secara detail agar tidak ada aturan yang terlewat. Namun, proses tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan sistematis. Artikel ini membahas cara membaca template, menyesuaikan struktur artikel, mengatur format, hingga melakukan pemeriksaan akhir sebelum naskah dikirim.
Apa Itu Template Jurnal SINTA?
Template jurnal SINTA adalah dokumen yang digunakan oleh pengelola jurnal sebagai pedoman format penulisan artikel. Template tersebut biasanya tersedia pada website resmi jurnal dan dapat diunduh oleh calon penulis. Isinya memberikan contoh sekaligus aturan mengenai tampilan dan susunan artikel. Meskipun sama-sama terakreditasi SINTA, setiap jurnal dapat menggunakan template yang berbeda.
Template tidak hanya mengatur tampilan tulisan. Beberapa jurnal juga memberikan petunjuk tentang struktur abstrak, jumlah kata, penggunaan kata kunci, sistem sitasi, dan format tabel. Karena itu, penulis perlu membaca template bersama author guidelines. Keduanya saling melengkapi dalam membantu penulis menyiapkan artikel yang sesuai dengan ketentuan jurnal.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Mengapa Template Jurnal Perlu Diikuti?
Mengikuti template membantu artikel terlihat sesuai dengan standar penerbitan jurnal. Editor dapat lebih mudah memeriksa naskah karena struktur dan formatnya sudah mengikuti pola yang ditetapkan. Selain itu, penulis dapat mengurangi kesalahan teknis sebelum artikel masuk ke tahap berikutnya. Dengan demikian, waktu untuk melakukan perbaikan administratif dapat diminimalkan.
Format yang sesuai juga membuat artikel lebih nyaman dibaca. Judul, subjudul, tabel, gambar, dan referensi memiliki tampilan yang konsisten. Hal tersebut mendukung penyajian informasi penelitian secara lebih teratur. Oleh sebab itu, template sebaiknya digunakan sejak proses penulisan, bukan hanya setelah artikel selesai.
Cara Menemukan Template Jurnal yang Tepat
Langkah pertama adalah menentukan jurnal tujuan. Setelah menemukan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian, kunjungi website resminya. Cari menu seperti Author Guidelines, Template, atau For Authors. Pastikan template yang diunduh berasal dari sumber resmi dan merupakan versi yang masih digunakan.
Perhatikan beberapa hal berikut saat mencari template:
- Nama jurnal sesuai dengan jurnal tujuan.
- Template tersedia pada website resmi.
- File template dapat dibuka dengan baik.
- Tahun atau versi template masih relevan.
- Format template sesuai dengan author guidelines.
- Ketentuan terbaru tidak bertentangan dengan isi template.
Jangan menggunakan template dari jurnal lain meskipun tampilannya terlihat serupa. Setiap jurnal dapat memiliki aturan yang berbeda. Jika tersedia beberapa template, pilih template yang sesuai dengan jenis artikel. Setelah itu, baca petunjuk penggunaannya sebelum mulai memindahkan isi penelitian.
Membaca Struktur Template Sebelum Mengedit Artikel
Template sebaiknya tidak langsung digunakan dengan cara menyalin seluruh isi artikel. Penulis perlu memahami struktur yang tersedia terlebih dahulu. Perhatikan urutan bagian, gaya heading, posisi abstrak, dan format referensi. Dengan memahami susunannya, proses pemindahan isi akan menjadi lebih mudah.
Struktur artikel yang umum dapat mencakup:
| Bagian | Isi yang Umumnya Dicantumkan |
|---|---|
| Judul | Topik utama penelitian |
| Identitas penulis | Nama, afiliasi, dan informasi terkait |
| Abstrak | Ringkasan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan |
| Kata kunci | Istilah utama yang mewakili penelitian |
| Pendahuluan | Latar belakang dan tujuan penelitian |
| Metode | Prosedur dan rancangan penelitian |
| Hasil | Temuan penelitian |
| Pembahasan | Interpretasi hasil |
| Kesimpulan | Ringkasan temuan dan implikasi |
| Referensi | Sumber yang digunakan |
Struktur tersebut dapat berubah sesuai kebijakan jurnal. Karena itu, jangan menjadikannya sebagai aturan mutlak. Gunakan struktur pada template jurnal yang dipilih sebagai acuan utama. Jika ada bagian yang tidak tersedia, ikuti format yang diberikan oleh jurnal tersebut.
Menyesuaikan Judul Artikel dengan Template
Judul menjadi bagian pertama yang perlu diperiksa ketika menyesuaikan artikel. Template biasanya menentukan posisi, ukuran, jenis huruf, dan format judul. Selain itu, jurnal dapat memberikan batas tertentu mengenai panjang judul. Penulis perlu memperhatikan aturan tersebut agar judul tidak terlalu panjang atau tidak sesuai format.
Isi judul tidak perlu diubah hanya untuk mengikuti tampilan template. Yang perlu disesuaikan adalah format dan penempatannya. Pastikan setiap kata ditulis dengan gaya yang diminta jurnal. Setelah itu, periksa kembali apakah judul pada file artikel sama dengan judul yang akan dimasukkan ke sistem submission.
Menyesuaikan Identitas Penulis
Identitas penulis harus ditempatkan sesuai dengan format template. Informasi yang diminta dapat mencakup nama lengkap, afiliasi, email, dan ORCID. Tidak semua jurnal membutuhkan seluruh informasi tersebut. Karena itu, penulis perlu mengikuti kolom yang tersedia pada template.
Periksa penulisan nama secara konsisten. Nama pada artikel harus sesuai dengan informasi yang digunakan pada sistem jurnal. Afiliasi juga perlu ditulis dengan format yang benar. Jika artikel memiliki beberapa penulis, pastikan urutan nama sudah disepakati sebelum naskah disiapkan.
Menyesuaikan Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak perlu mengikuti ketentuan jumlah kata dan struktur yang ditentukan jurnal. Beberapa jurnal meminta abstrak dalam satu paragraf, sedangkan jurnal lain dapat menggunakan struktur tertentu. Isi abstrak harus tetap mewakili penelitian secara ringkas. Jangan menambahkan informasi yang tidak dibahas dalam artikel.
Kata kunci juga perlu mengikuti jumlah dan format yang ditentukan. Pilih istilah yang benar-benar berhubungan dengan topik penelitian. Hindari menggunakan kata yang terlalu umum jika tidak membantu menggambarkan isi artikel. Setelah selesai, periksa kembali abstrak dan kata kunci agar konsisten dengan naskah utama.
Menyesuaikan Bagian Pendahuluan
Pendahuluan biasanya berisi latar belakang masalah, kajian singkat penelitian terdahulu, celah penelitian, dan tujuan penelitian. Namun, struktur tersebut dapat berbeda sesuai bidang dan kebijakan jurnal. Template dapat memberikan batas panjang atau gaya tertentu. Karena itu, penulis perlu menyesuaikan isi dengan aturan yang tersedia.
Gunakan paragraf yang saling terhubung. Hindari membuat pendahuluan menjadi kumpulan kutipan tanpa alur. Jelaskan masalah penelitian secara bertahap agar pembaca memahami alasan penelitian dilakukan. Pada bagian akhir pendahuluan, tujuan penelitian sebaiknya disampaikan secara jelas jika memang diminta oleh jurnal.
Menyesuaikan Metode Penelitian
Bagian metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan. Informasi yang diberikan harus cukup untuk membantu pembaca memahami proses penelitian. Format metode dapat berbeda antara penelitian kuantitatif, kualitatif, eksperimen, studi literatur, dan jenis penelitian lainnya. Karena itu, penulis harus menyesuaikan struktur metode dengan karakter penelitian.
Perhatikan format subbagian jika template menyediakannya. Misalnya, jurnal dapat meminta informasi mengenai desain penelitian, sampel, instrumen, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Tidak semua penelitian membutuhkan seluruh bagian tersebut. Tuliskan hanya informasi yang relevan dengan metode yang benar-benar digunakan.
Menyesuaikan Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian perlu disajikan dengan struktur yang mudah dipahami. Data dapat ditampilkan melalui paragraf, tabel, atau gambar sesuai kebutuhan. Setiap tabel dan gambar harus diberi keterangan yang jelas. Jangan memasukkan tabel hanya untuk memenuhi tampilan template.
Pembahasan kemudian digunakan untuk menjelaskan arti dari hasil penelitian. Hubungkan temuan dengan teori atau penelitian terdahulu yang relevan. Hindari mengulang seluruh data hasil penelitian dalam bentuk kalimat yang sama. Dengan begitu, bagian pembahasan dapat memberikan interpretasi yang lebih bermakna.
Mengatur Tabel dan Gambar
Tabel dan gambar sering menjadi bagian yang membutuhkan penyesuaian khusus. Template dapat menentukan posisi judul tabel, ukuran huruf, garis tabel, serta cara penomorannya. Gambar juga dapat memiliki ketentuan mengenai ukuran dan kualitas. Penulis perlu mengikuti aturan tersebut secara konsisten.
Sebelum memasukkan tabel atau gambar, periksa beberapa hal berikut:
- Nomor tabel atau gambar sudah berurutan.
- Judul tabel atau gambar sudah jelas.
- Sumber data dicantumkan jika diperlukan.
- Tabel atau gambar disebutkan dalam teks.
- Ukurannya tidak melebihi batas halaman.
- Tulisan di dalamnya masih mudah dibaca.
- Formatnya sesuai dengan template.
Setelah semua diperiksa, pastikan tabel dan gambar berada dekat dengan pembahasan yang berkaitan. Penempatan tersebut membuat alur artikel lebih mudah diikuti. Hindari memisahkan tabel dari paragraf yang menjelaskannya terlalu jauh. Jika template memberikan aturan khusus, gunakan aturan tersebut sebagai prioritas.
Menyesuaikan Gaya Sitasi dan Referensi
Referensi merupakan bagian penting dalam artikel ilmiah. Jurnal dapat menggunakan APA, IEEE, Vancouver, Chicago, atau gaya lainnya. Jangan menentukan gaya sitasi berdasarkan kebiasaan pribadi. Ikuti sistem referensi yang tercantum pada author guidelines.
Periksa kesesuaian antara kutipan dalam teks dan daftar pustaka. Setiap sumber yang dikutip sebaiknya tercantum dalam referensi jika aturan jurnal mengharuskannya. Sebaliknya, hindari memasukkan banyak sumber yang tidak pernah digunakan dalam pembahasan. Penggunaan reference manager dapat membantu menjaga konsistensi format.
Menggunakan Template Tanpa Merusak Format
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengubah format template secara tidak sengaja. Hal tersebut dapat terjadi ketika penulis menyalin teks dari dokumen lain. Font, ukuran tulisan, spasi, atau heading dapat berubah ketika proses tersebut dilakukan. Karena itu, proses pemindahan teks perlu dilakukan secara hati-hati.
Gunakan fitur paste yang mempertahankan format template jika tersedia. Setelah teks masuk, periksa kembali setiap bagian. Jangan mengatur seluruh dokumen secara manual jika template sudah menyediakan style. Penggunaan style dapat membantu menjaga konsistensi format artikel.
Menyesuaikan Panjang Artikel
Jurnal dapat memiliki batas jumlah halaman atau kata. Informasi tersebut biasanya tersedia pada author guidelines. Penulis perlu memeriksa batas tersebut sebelum melakukan finalisasi. Artikel yang terlalu panjang atau terlalu pendek dapat membutuhkan penyesuaian.
Jika artikel terlalu panjang, jangan langsung menghapus bagian penting. Periksa kalimat yang berulang dan informasi yang tidak berhubungan langsung dengan tujuan penelitian. Jika artikel terlalu pendek, jangan menambahkan isi yang tidak relevan hanya untuk memenuhi jumlah halaman. Kualitas dan relevansi tetap menjadi prioritas utama.
Mengecek Format Artikel Sebelum Submission
Setelah semua bagian disesuaikan, lakukan pemeriksaan akhir. Tahap ini bertujuan memastikan artikel sudah mengikuti template secara menyeluruh. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dari halaman pertama hingga halaman terakhir. Jangan hanya memeriksa bagian yang dianggap penting.
Gunakan checklist berikut:
- Judul sesuai template.
- Identitas penulis sudah benar.
- Abstrak mengikuti ketentuan.
- Kata kunci sudah sesuai.
- Heading konsisten.
- Font dan ukuran tulisan sesuai.
- Spasi dan margin sesuai.
- Tabel dan gambar sudah rapi.
- Sitasi mengikuti gaya jurnal.
- Daftar pustaka sudah diperiksa.
- Jumlah halaman atau kata sesuai.
- File dapat dibuka tanpa masalah.
Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan beberapa kali. Pertama, fokus pada struktur dan format. Kedua, periksa isi dan konsistensi informasi. Terakhir, lakukan proofreading untuk menemukan kesalahan ejaan atau tanda baca.
Cara Membuat Artikel Lebih Konsisten dengan Template
Konsistensi menjadi kunci ketika menggunakan template jurnal. Semua heading harus memiliki gaya yang sama. Jarak antarparagraf juga perlu mengikuti aturan yang ditetapkan. Selain itu, format tabel, gambar, kutipan, dan referensi harus seragam dari awal sampai akhir.
Jika menggunakan Microsoft Word, manfaatkan fitur Styles untuk mengatur format. Dengan fitur tersebut, penulis dapat menerapkan gaya yang sama pada bagian yang memiliki fungsi serupa. Cara ini lebih efektif daripada mengubah format satu per satu. Setelah itu, periksa kembali dokumen untuk memastikan tidak ada bagian yang tertinggal.
Kesalahan Umum Saat Menggunakan Template
Menggunakan template tidak selalu berarti artikel otomatis sesuai dengan aturan jurnal. Penulis masih dapat melakukan kesalahan ketika memindahkan isi atau mengubah format. Kesalahan tersebut biasanya muncul karena template hanya digunakan sebagai contoh tampilan. Padahal, beberapa elemen di dalamnya memiliki aturan teknis tertentu.
Kesalahan yang perlu dihindari antara lain menghapus style bawaan template, mengubah ukuran margin secara manual, dan menggunakan font yang berbeda. Penulis juga perlu menghindari menyalin tabel tanpa menyesuaikan formatnya. Selain itu, jangan mengabaikan author guidelines hanya karena sudah memiliki template. Template dan pedoman penulis sebaiknya digunakan secara bersamaan.
Final Checking Sebelum Artikel Dikirim
Pemeriksaan terakhir menjadi tahap penting sebelum artikel masuk ke proses submission. Pada tahap ini, penulis tidak hanya memeriksa tampilan, tetapi juga memastikan semua informasi sudah konsisten. Judul, nama penulis, afiliasi, abstrak, tabel, gambar, dan referensi perlu diperiksa kembali. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi revisi administratif setelah artikel dikirim.
Sebaiknya lakukan final checking dengan menggunakan tampilan dokumen secara keseluruhan. Perhatikan pula nomor halaman, posisi tabel, jarak antarbagian, dan halaman yang kosong. Setelah itu, buka file dari perangkat atau aplikasi lain untuk memastikan tampilannya tetap normal. Jika semua bagian sudah sesuai, simpan versi final dengan nama file yang jelas dan mudah dikenali.
Tips Agar Penyesuaian Template Lebih Efisien
Menyesuaikan artikel akan lebih mudah jika dilakukan sejak awal. Jangan menunggu sampai naskah selesai untuk memindahkannya ke template. Gunakan template sebagai kerangka ketika mulai menyusun artikel. Cara ini dapat mengurangi pekerjaan format ulang pada tahap akhir.
Beberapa kebiasaan sederhana juga dapat membantu. Simpan template asli sebelum melakukan perubahan. Buat salinan khusus untuk naskah penelitian dan pertahankan file asli sebagai cadangan. Selain itu, lakukan pemeriksaan setiap kali menyelesaikan satu bagian artikel agar kesalahan format tidak menumpuk.
Baca juga: Cara Submit Jurnal SINTA: Panduan Pengiriman Artikel untuk Penulis
Kesimpulan
Template jurnal SINTA membantu penulis menyesuaikan artikel dengan standar format yang ditetapkan oleh jurnal. Penulis perlu memeriksa template, author guidelines, struktur artikel, format tabel, gaya sitasi, dan ketentuan jumlah kata atau halaman. Setiap bagian harus disesuaikan secara konsisten agar naskah terlihat rapi dan mudah dibaca. Dengan memahami aturan sejak awal, proses penyusunan artikel dapat dilakukan secara lebih efisien.
Menyesuaikan template bukan hanya soal mengubah jenis huruf atau ukuran tulisan. Penulis juga perlu memastikan struktur dan isi artikel sesuai dengan karakter jurnal yang dituju. Lakukan final checking sebelum submission dan simpan versi naskah dengan rapi. Dengan persiapan tersebut, artikel akan lebih siap dikirim dan risiko kesalahan teknis dapat diminimalkan.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

