Proses Publikasi Jurnal SINTA: Tahapan Submit hingga Artikel Terbit

proses publikasi jurnal SINTA

Publikasi artikel ilmiah tidak selesai ketika naskah penelitian telah ditulis. Setelah artikel siap, penulis masih perlu melewati beberapa tahapan sebelum naskah dapat diterbitkan. Proses publikasi jurnal SINTA biasanya melibatkan submission, pemeriksaan editor, review, revisi, hingga penerbitan. Setiap tahap memiliki tujuan dan ketentuan yang perlu dipahami oleh penulis.

Bagi penulis pemula, alur tersebut terkadang terasa membingungkan. Status artikel dapat berubah beberapa kali selama proses berlangsung. Penulis juga dapat menerima permintaan revisi dari editor atau reviewer. Karena itu, memahami setiap tahapan sejak awal dapat membantu penulis mengikuti proses dengan lebih tenang.

Proses publikasi juga tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama. Lama setiap tahap bergantung pada kebijakan jurnal, ketersediaan reviewer, jumlah naskah yang masuk, dan kebutuhan revisi. Artikel yang sudah dikirim belum tentu langsung diterima. Melalui artikel ini, setiap tahapan akan dijelaskan secara runtut agar penulis memiliki gambaran yang lebih jelas dari submit hingga artikel terbit.

Apa yang Dimaksud dengan Publikasi Jurnal SINTA?

SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem yang digunakan untuk mengindeks dan menampilkan informasi mengenai publikasi serta kinerja penelitian di Indonesia. Jurnal yang terakreditasi memiliki peringkat sesuai hasil penilaian yang berlaku. Penulis dapat memilih jurnal terakreditasi SINTA sebagai salah satu media untuk menyebarkan hasil penelitian. Namun, proses penerbitannya tetap mengikuti kebijakan masing-masing jurnal.

Publikasi jurnal SINTA bukan berarti artikel akan otomatis diterima setelah dikirim. Naskah tetap harus melalui pemeriksaan dan penilaian sesuai prosedur jurnal. Editor dapat menilai kesesuaian artikel sebelum menentukan apakah naskah dilanjutkan ke tahap review. Karena itu, penulis perlu memahami bahwa akreditasi jurnal dan proses penerimaan artikel merupakan dua hal yang berbeda.

Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit

Gambaran Umum Proses Publikasi

Proses publikasi jurnal SINTA dapat dipahami sebagai rangkaian tahapan yang saling berkaitan. Setiap tahap dilakukan sebelum naskah berpindah ke tahap berikutnya. Penulis perlu mengikuti instruksi jurnal pada setiap proses. Kesalahan administrasi dapat menyebabkan naskah dikembalikan untuk diperbaiki.

Secara umum, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Menentukan jurnal tujuan.
  2. Melakukan submission.
  3. Mendapatkan konfirmasi pengiriman.
  4. Menunggu pemeriksaan awal editor.
  5. Masuk ke proses peer review.
  6. Menerima keputusan editor.
  7. Melakukan revisi jika diminta.
  8. Mengirimkan naskah hasil revisi.
  9. Menunggu keputusan akhir.
  10. Masuk ke tahap produksi.
  11. Melakukan proofreading.
  12. Artikel diterbitkan.

Urutan tersebut dapat berbeda pada jurnal tertentu. Ada jurnal yang memiliki beberapa tahap tambahan setelah artikel diterima. Ada pula jurnal yang menggunakan istilah status berbeda pada sistemnya. Karena itu, penulis perlu membaca panduan jurnal agar dapat memahami setiap status naskah.

Tahap Submission Artikel

Submission merupakan tahap ketika penulis mengirimkan artikel melalui sistem jurnal. Sebagian besar jurnal menggunakan platform pengelolaan jurnal secara daring. Penulis biasanya perlu membuat akun terlebih dahulu sebelum mengirimkan naskah. Setelah login, penulis dapat mengikuti instruksi submission yang tersedia.

Pada tahap ini, penulis tidak hanya mengunggah file artikel. Sistem dapat meminta judul, abstrak, kata kunci, identitas penulis, afiliasi, dan informasi lainnya. Semua data harus diisi dengan benar. Informasi yang dimasukkan ke sistem sebaiknya sama dengan data yang terdapat dalam artikel.

Tahapan submission umumnya meliputi:

  1. Membuat atau masuk ke akun jurnal.
  2. Memulai proses pengiriman artikel.
  3. Mengisi informasi judul dan abstrak.
  4. Memasukkan nama serta data penulis.
  5. Mengunggah file artikel.
  6. Mengunggah dokumen pendukung jika diminta.
  7. Memeriksa seluruh data.
  8. Menyelesaikan pengiriman naskah.

Setelah proses selesai, simpan informasi submission. Beberapa sistem memberikan nomor identifikasi atau ID naskah. Informasi tersebut dapat digunakan ketika penulis ingin memantau perkembangan artikel. Simpan pula email konfirmasi yang dikirim oleh sistem jurnal.

Konfirmasi Setelah Submission

Setelah artikel berhasil dikirim, penulis biasanya memperoleh pemberitahuan melalui sistem atau email. Pemberitahuan tersebut menunjukkan bahwa naskah telah masuk ke dalam sistem jurnal. Namun, konfirmasi submission tidak berarti artikel telah diterima. Naskah masih harus melewati pemeriksaan berikutnya.

Penulis perlu memeriksa status artikel pada akun jurnal. Jika status belum berubah dalam waktu tertentu, jangan langsung menganggap terjadi masalah. Setiap jurnal memiliki alur kerja yang berbeda. Jika terdapat kendala teknis, penulis dapat menghubungi pengelola melalui kontak resmi.

Pemeriksaan Awal oleh Editor

Setelah submission, artikel dapat masuk ke tahap pemeriksaan awal. Editor akan melihat kesesuaian naskah dengan fokus jurnal dan pedoman penulisan. Pemeriksaan juga dapat mencakup kelengkapan file serta aspek administratif. Tahap ini membantu editor menentukan apakah naskah layak diteruskan ke proses review.

Naskah dapat dikembalikan jika terdapat masalah yang perlu diperbaiki. Misalnya, format artikel belum sesuai atau dokumen pendukung belum lengkap. Pada kondisi tertentu, artikel juga dapat ditolak pada tahap awal. Keputusan tersebut dapat terjadi karena topik tidak sesuai atau naskah belum memenuhi standar awal jurnal.

Editorial Screening dan Desk Evaluation

Editorial screening merupakan proses penilaian awal sebelum artikel masuk ke reviewer. Editor dapat melihat kualitas dasar artikel, relevansi topik, dan kepatuhan terhadap pedoman. Tahap ini tidak selalu memiliki nama yang sama pada setiap jurnal. Namun, tujuannya tetap berkaitan dengan penyaringan awal naskah.

Penulis perlu memahami bahwa artikel yang masuk ke jurnal belum tentu langsung dikirim kepada reviewer. Editor memiliki kewenangan untuk menentukan kelanjutan naskah. Karena itu, artikel perlu dibuat sesuai dengan bidang jurnal dan pedoman yang berlaku. Kesesuaian tersebut membantu naskah melewati tahap awal dengan lebih baik.

Tahap Peer Review

Jika artikel lolos pemeriksaan awal, naskah dapat dikirim kepada reviewer. Reviewer merupakan pihak yang menilai artikel berdasarkan aspek ilmiah dan ketentuan jurnal. Mereka dapat memberikan komentar mengenai metode, data, teori, hasil, pembahasan, atau aspek lain. Proses ini bertujuan membantu editor menilai kelayakan artikel untuk diterbitkan.

Jumlah reviewer dan metode penilaian dapat berbeda pada setiap jurnal. Beberapa jurnal menggunakan sistem double blind review, sedangkan jurnal lain dapat menggunakan model berbeda. Penulis tidak perlu menebak sistem yang digunakan. Informasi mengenai proses review biasanya tersedia dalam kebijakan jurnal.

Hal yang Dinilai Reviewer

Reviewer dapat memberikan perhatian pada beberapa aspek utama dalam artikel. Mereka dapat melihat apakah masalah penelitian memiliki dasar yang jelas. Metode juga perlu sesuai dengan tujuan penelitian. Selain itu, hasil dan pembahasan harus didukung oleh data serta referensi yang relevan.

Beberapa aspek yang dapat diperhatikan reviewer meliputi:

Aspek Fokus Penilaian
Topik Kesesuaian dengan bidang jurnal
Pendahuluan Masalah, konteks, dan tujuan
Metode Kejelasan proses penelitian
Data Kesesuaian dan penyajian data
Hasil Kejelasan temuan penelitian
Pembahasan Analisis dan hubungan dengan penelitian terdahulu
Referensi Relevansi dan kualitas sumber
Bahasa Kejelasan penyampaian artikel

Daftar tersebut bukan standar yang sama untuk semua jurnal. Reviewer dapat menggunakan formulir penilaian yang telah ditetapkan oleh pengelola. Karena itu, komentar yang diterima setiap artikel dapat berbeda. Penulis perlu membaca setiap masukan secara menyeluruh.

Menerima Keputusan dari Editor

Setelah proses review selesai, editor akan menentukan keputusan berdasarkan hasil penilaian. Keputusan dapat berupa diterima, revisi, atau ditolak. Beberapa jurnal dapat menggunakan istilah keputusan yang lebih spesifik. Penulis perlu membaca keterangan pada sistem atau email dengan teliti.

Jika artikel memperoleh keputusan revisi, penulis perlu memperbaiki bagian yang diminta. Jika artikel diterima, naskah dapat masuk ke tahap penerbitan berikutnya. Sementara itu, artikel yang ditolak dapat dievaluasi kembali berdasarkan komentar yang diberikan. Setiap keputusan memiliki proses lanjutan yang berbeda.

Memahami Berbagai Jenis Revisi

Revisi dapat memiliki tingkat perubahan yang berbeda. Minor revision biasanya berkaitan dengan perbaikan yang lebih terbatas. Major revision dapat membutuhkan perubahan yang lebih besar pada artikel. Namun, istilah tersebut dapat digunakan dengan cara berbeda pada setiap jurnal.

Penulis sebaiknya tidak hanya memperbaiki bagian yang terlihat mudah. Semua komentar reviewer perlu diperiksa agar tidak ada masukan yang terlewat. Buat daftar komentar sebelum mulai melakukan revisi. Cara ini membuat proses perbaikan lebih teratur dan mudah dilacak.

Menyusun Tanggapan kepada Reviewer

Selain memperbaiki artikel, penulis dapat diminta memberikan tanggapan terhadap komentar reviewer. Tanggapan tersebut perlu dibuat secara jelas dan profesional. Jelaskan perubahan yang dilakukan pada setiap komentar. Jika ada saran yang tidak dapat diterapkan, berikan alasan akademik yang masuk akal.

Struktur tanggapan dapat dibuat sederhana:

  1. Tuliskan komentar reviewer.
  2. Jelaskan respons penulis.
  3. Sebutkan perubahan yang dilakukan.
  4. Cantumkan lokasi perubahan jika diperlukan.

Tanggapan yang terstruktur membantu editor melihat proses revisi. Penulis juga dapat menggunakan dokumen tersebut sebagai catatan perubahan. Setelah semua komentar ditanggapi, periksa kembali artikel secara menyeluruh. Pastikan perubahan pada satu bagian tidak menimbulkan ketidaksesuaian pada bagian lain.

Mengirimkan Naskah Revisi

Setelah revisi selesai, naskah perlu dikirim kembali melalui sistem jurnal. Beberapa jurnal menyediakan menu khusus untuk mengunggah versi revisi. Penulis perlu memastikan file yang dikirim merupakan versi terbaru. Jangan sampai file lama terunggah kembali secara tidak sengaja.

Sebelum mengirim, periksa kembali komentar reviewer dan perubahan yang telah dibuat. Pastikan semua bagian yang diminta sudah diperbaiki. Jika jurnal meminta dokumen respons reviewer, unggah dokumen tersebut sesuai instruksi. Setelah submission revisi selesai, simpan bukti pengirimannya.

Review Ulang Setelah Revisi

Pada beberapa kondisi, artikel hasil revisi dapat diperiksa kembali oleh reviewer. Tahap ini bertujuan melihat apakah masukan sebelumnya telah ditindaklanjuti. Reviewer dapat memberikan komentar tambahan jika masih terdapat bagian yang perlu diperbaiki. Proses tersebut dapat berlangsung lebih dari satu putaran.

Penulis tidak perlu menganggap revisi lanjutan sebagai sesuatu yang tidak biasa. Artikel ilmiah dapat membutuhkan beberapa kali perbaikan sebelum memenuhi standar jurnal. Setiap putaran revisi memberikan kesempatan untuk memperjelas isi penelitian. Karena itu, penulis sebaiknya tetap mengikuti instruksi editor secara sistematis.

Keputusan Akhir Artikel

Setelah proses evaluasi selesai, editor akan memberikan keputusan akhir. Jika artikel diterima, penulis biasanya mendapatkan pemberitahuan melalui sistem atau email. Keputusan tersebut menjadi tanda bahwa naskah dapat dilanjutkan ke tahap penerbitan. Namun, artikel belum tentu langsung muncul dalam edisi jurnal pada hari yang sama.

Pada beberapa jurnal, artikel yang diterima masuk ke tahap produksi terlebih dahulu. Editor atau staf penerbitan dapat melakukan penyuntingan dan tata letak. Penulis mungkin menerima versi akhir untuk diperiksa. Tahap ini perlu diperhatikan agar kesalahan teknis dapat ditemukan sebelum artikel dipublikasikan.

Tahap Copyediting dan Layout

Copyediting merupakan proses penyuntingan yang dapat dilakukan setelah artikel diterima. Pada tahap ini, aspek bahasa, konsistensi, dan format dapat diperiksa kembali. Setelah itu, artikel dapat masuk ke proses layout. Hasilnya adalah tampilan artikel yang menyerupai versi yang akan diterbitkan.

Penulis perlu membaca versi hasil layout dengan teliti jika jurnal meminta proofreading. Periksa nama penulis, afiliasi, judul, tabel, gambar, dan informasi lainnya. Kesalahan pada tahap ini sebaiknya segera dilaporkan kepada pengelola. Dengan demikian, versi yang diterbitkan dapat memiliki informasi yang lebih akurat.

Proofreading Sebelum Terbit

Proofreading menjadi pemeriksaan akhir sebelum artikel diterbitkan. Penulis perlu membaca naskah dari awal hingga akhir. Fokuskan pemeriksaan pada kesalahan yang mungkin muncul setelah proses layout. Jangan melakukan perubahan besar pada isi jika tidak diminta oleh editor.

Bagian yang perlu diperiksa antara lain:

  • Nama dan urutan penulis.
  • Afiliasi dan informasi kontak.
  • Judul dan abstrak.
  • Tabel dan gambar.
  • Nomor halaman atau bagian.
  • Referensi.
  • Ejaan dan tanda baca.
  • Informasi tambahan dari penerbit.

Setelah proofreading selesai, kirimkan konfirmasi sesuai instruksi jurnal. Jika tidak ada kesalahan, artikel dapat dilanjutkan ke tahap penerbitan. Penulis perlu mengikuti batas waktu yang diberikan pengelola. Keterlambatan respons dapat memengaruhi proses produksi.

Artikel Dinyatakan Terbit

Tahap akhir adalah ketika artikel resmi dipublikasikan oleh jurnal. Artikel dapat muncul pada edisi tertentu sesuai jadwal penerbitan. Beberapa jurnal juga dapat menerbitkan artikel secara online sebelum masuk ke edisi tertentu. Bentuk penerbitan tersebut bergantung pada kebijakan jurnal.

Setelah artikel terbit, periksa halaman publikasinya. Pastikan metadata artikel sudah benar dan dapat diakses dengan baik. Jika jurnal menyediakan DOI, periksa pula apakah DOI tersebut mengarah ke halaman artikel. Simpan tautan dan informasi publikasi untuk dokumentasi.

Memantau Status Naskah Selama Proses Publikasi

Pemantauan status naskah membantu penulis mengetahui perkembangan artikel. Sistem jurnal biasanya menampilkan status tertentu setelah submission. Status tersebut dapat berubah ketika artikel berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Namun, istilah yang digunakan dapat berbeda pada setiap platform.

Penulis tidak perlu memeriksa status setiap saat. Cukup lakukan pengecekan secara berkala dan perhatikan email dari jurnal. Jika terdapat permintaan tindakan, segera baca instruksi yang diberikan. Dengan cara tersebut, penulis dapat mengikuti proses tanpa merasa terlalu terbebani.

Menyimpan Rekam Publikasi Setelah Artikel Terbit

Setelah artikel terbit, penulis sebaiknya menyimpan seluruh informasi publikasi. Data tersebut dapat berguna untuk dokumentasi akademik dan kebutuhan penelitian berikutnya. Simpan judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, tahun, halaman jika tersedia, dan DOI. Informasi tersebut juga memudahkan penulis ketika perlu mencantumkan publikasi dalam dokumen akademik.

Selain menyimpan data, penulis dapat memeriksa kembali profil publikasi pada layanan indeks yang relevan. Pastikan metadata artikel tercatat dengan benar jika artikel kemudian diindeks. Jika terdapat ketidaksesuaian data, ikuti prosedur pembaruan yang disediakan layanan terkait. Dokumentasi yang rapi akan memudahkan pengelolaan rekam publikasi dalam jangka panjang.

Baca juga: Jurnal SINTA Tanpa Biaya Publikasi: Cara Menemukan dan Mengeceknya

Kesimpulan

Proses publikasi jurnal SINTA terdiri dari beberapa tahapan yang saling berkaitan. Proses dimulai dari submission, pemeriksaan awal editor, peer review, keputusan, revisi, dan evaluasi ulang jika diperlukan. Setelah artikel diterima, naskah dapat masuk ke copyediting, layout, proofreading, hingga akhirnya diterbitkan. Setiap jurnal dapat memiliki alur dan istilah yang berbeda, sehingga penulis perlu mengikuti pedoman resmi jurnal tujuan.

Penulis juga perlu memahami bahwa proses publikasi membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Artikel yang masuk belum tentu langsung diterima karena harus melewati evaluasi sesuai kebijakan jurnal. Setelah terbit, informasi artikel sebaiknya disimpan dengan rapi untuk kebutuhan dokumentasi akademik. Dengan memahami setiap tahap dari submit hingga artikel terbit, penulis dapat mengikuti proses publikasi dengan lebih siap dan terarah.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.