Menulis artikel ilmiah membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari menentukan topik penelitian hingga menyusun hasilnya menjadi manuskrip yang siap dipublikasikan. Namun, kualitas penelitian saja belum tentu cukup untuk memastikan artikel dapat diproses oleh jurnal tujuan. Penulis juga perlu memahami pedoman penulisan jurnal yang ditetapkan oleh penerbit agar manuskrip sesuai dengan standar ilmiah dan persyaratan teknis yang berlaku.
Setiap jurnal memiliki karakteristik dan ketentuan yang berbeda. Ada jurnal yang membatasi jumlah kata, menetapkan struktur artikel tertentu, atau menggunakan gaya sitasi khusus. Selain itu, beberapa penerbit meminta dokumen tambahan, seperti surat pengantar, pernyataan konflik kepentingan, dan informasi kontribusi penulis. Jika persyaratan tersebut tidak diperhatikan, manuskrip dapat dikembalikan untuk diperbaiki sebelum memasuki tahap penilaian ilmiah.
Memahami pedoman penulisan jurnal sejak awal dapat membantu penulis menghemat waktu dan mengurangi kesalahan selama proses pengiriman artikel. Penulis juga dapat menyesuaikan penyajian hasil penelitian tanpa mengubah makna atau mengurangi kualitas ilmiahnya. Melalui pemahaman yang tepat, proses persiapan manuskrip menjadi lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan penerbit.
Memahami Pedoman Penulisan Jurnal Sebelum Menyusun Manuskrip
Pedoman penulisan jurnal merupakan seperangkat ketentuan yang mengatur cara penulis menyiapkan dan mengirimkan artikel ilmiah. Pedoman ini biasanya tersedia pada halaman resmi jurnal dengan nama seperti Author Guidelines, Instructions for Authors, atau Submission Guidelines. Isinya dapat mencakup ruang lingkup penelitian, format manuskrip, struktur artikel, sistem referensi, ketentuan gambar, dan dokumen pendukung. Oleh karena itu, penulis sebaiknya membaca seluruh ketentuan yang relevan sebelum mulai menyesuaikan naskah.
Langkah pertama adalah memastikan bahwa topik penelitian sesuai dengan ruang lingkup jurnal. Jurnal yang berfokus pada pendidikan, misalnya, mungkin lebih tertarik pada penelitian yang membahas proses pembelajaran, evaluasi pendidikan, atau kebijakan akademik. Artikel yang memiliki metode kuat belum tentu sesuai jika pertanyaan penelitiannya berada di luar fokus penerbit. Dengan memeriksa ruang lingkup sejak awal, penulis dapat memilih jurnal yang lebih relevan dan mengurangi risiko penolakan karena ketidaksesuaian topik.
Selanjutnya, penulis perlu memahami perbedaan antara persyaratan wajib dan rekomendasi penyajian. Persyaratan wajib biasanya mencakup batas panjang naskah, format berkas, kelengkapan metadata, dan dokumen yang harus disertakan. Sementara itu, rekomendasi penyajian dapat berkaitan dengan gaya penulisan, cara menyajikan argumen, atau bentuk visualisasi data yang disarankan. Walaupun terlihat sederhana, kedua jenis ketentuan tersebut perlu diperhatikan agar manuskrip tidak hanya sesuai secara teknis, tetapi juga nyaman dibaca oleh editor dan reviewer.
Pedoman jurnal juga dapat berubah seiring waktu. Penerbit mungkin memperbarui kebijakan etika, format referensi, persyaratan data, atau prosedur pengiriman artikel. Karena itu, penulis sebaiknya menggunakan panduan terbaru yang tersedia pada situs resmi jurnal, bukan hanya mengandalkan template lama atau petunjuk dari artikel terdahulu. Jika terdapat informasi yang tidak konsisten, hubungi pengelola jurnal untuk memperoleh penjelasan sebelum melakukan submission.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Menyesuaikan Struktur Artikel dengan Ketentuan Penerbit
Struktur artikel ilmiah merupakan salah satu aspek utama dalam pedoman penulisan jurnal. Artikel penelitian empiris sering menggunakan susunan Introduction, Methods, Results, and Discussion atau IMRaD. Struktur tersebut membantu pembaca memahami latar belakang masalah, prosedur penelitian, temuan yang diperoleh, dan makna hasilnya. Namun, tidak semua jenis artikel menggunakan susunan yang sama sehingga penulis perlu mengikuti format yang ditentukan oleh jurnal tujuan.
Bagian pendahuluan biasanya menjelaskan latar belakang, masalah penelitian, kesenjangan pengetahuan, dan tujuan studi. Penulis perlu menyusun argumen secara runtut agar pembaca memahami alasan penelitian dilakukan. Pendahuluan yang terlalu panjang dapat mengaburkan fokus, sedangkan pendahuluan yang terlalu singkat mungkin tidak memberikan konteks yang memadai. Oleh sebab itu, panjang bagian ini perlu disesuaikan dengan batas kata dan karakteristik artikel yang diminta penerbit.
Bagian metode menjelaskan bagaimana penelitian dilaksanakan sehingga prosedurnya dapat dinilai dan, jika memungkinkan, direplikasi. Informasi yang dicantumkan dapat meliputi desain penelitian, sumber data, karakteristik sampel, instrumen, prosedur pengumpulan data, serta teknik analisis. Penulis perlu memastikan bahwa penjelasan tersebut cukup rinci tanpa memasukkan informasi yang tidak relevan. Apabila jurnal menetapkan subjudul khusus untuk bagian metode, gunakan susunan tersebut selama tetap sesuai dengan isi penelitian.
Hasil penelitian perlu disajikan secara jelas dan berdasarkan data yang benar-benar diperoleh. Tabel, gambar, atau grafik dapat digunakan untuk membantu pembaca memahami temuan yang kompleks. Namun, visualisasi tidak seharusnya sekadar mengulang seluruh informasi yang sudah dijelaskan dalam teks. Penulis perlu memilih cara penyajian yang paling efektif dan mengikuti ketentuan penerbit mengenai penomoran, judul, keterangan, serta penempatan setiap elemen.
Pembahasan berfungsi menjelaskan makna temuan dan hubungannya dengan penelitian terdahulu. Pada bagian ini, penulis dapat membandingkan hasil dengan literatur yang relevan, membahas kemungkinan penyebab, serta menjelaskan implikasi dan keterbatasan penelitian. Kesimpulan kemudian merangkum jawaban terhadap tujuan penelitian tanpa memperkenalkan klaim baru yang belum dibahas. Jika jurnal memiliki ketentuan khusus mengenai subjudul atau panjang setiap bagian, penyesuaian harus dilakukan tanpa menghilangkan unsur ilmiah yang penting.
Mengikuti Format Teknis dalam Pedoman Penulisan Jurnal
Selain struktur isi, pedoman penulisan jurnal mengatur aspek teknis yang memengaruhi konsistensi manuskrip. Ketentuan tersebut dapat mencakup jenis dan ukuran huruf, spasi, margin, sistem penomoran halaman, format tabel, serta aturan penulisan judul. Penulis dapat menggunakan template resmi untuk mempercepat proses penyesuaian. Meskipun demikian, template tetap perlu diperiksa karena beberapa jurnal memiliki aturan tambahan yang tidak tercakup di dalamnya.
Berikut beberapa aspek teknis yang sebaiknya diperiksa sebelum manuskrip dikirimkan.
- Format dokumen. Pastikan jenis berkas sesuai dengan ketentuan penerbit, misalnya DOCX atau format lain yang secara resmi diterima. Periksa juga apakah jurnal meminta naskah utama dipisahkan dari dokumen pendukung.
- Judul artikel. Gunakan judul yang informatif, spesifik, dan mencerminkan fokus penelitian. Hindari judul yang terlalu panjang atau menggunakan singkatan yang tidak umum.
- Abstrak. Periksa batas kata, susunan informasi, dan ketentuan penggunaan abstrak terstruktur atau tidak terstruktur. Pastikan abstrak memuat tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan sesuai kebutuhan jurnal.
- Kata kunci. Pilih istilah yang mewakili topik, variabel, metode, atau bidang penelitian. Gunakan jumlah kata kunci yang diminta dan hindari istilah yang terlalu umum.
- Subjudul. Terapkan hierarki judul secara konsisten sesuai template atau panduan. Hindari penggunaan format yang berbeda untuk bagian dengan tingkat kepentingan yang sama.
- Tabel dan gambar. Berikan nomor, judul, keterangan, serta sumber jika diperlukan. Pastikan setiap tabel atau gambar disebutkan dalam teks dan memenuhi ketentuan kualitas berkas.
- Satuan dan singkatan. Gunakan satuan pengukuran secara konsisten dan jelaskan singkatan saat pertama kali muncul. Ikuti konvensi ilmiah yang berlaku pada bidang penelitian.
- Penamaan berkas. Gunakan nama berkas yang jelas dan profesional sesuai petunjuk submission. Hindari nama berkas yang membingungkan atau memuat informasi yang tidak diperlukan.
Pemeriksaan teknis sebaiknya dilakukan setelah isi manuskrip relatif stabil. Dengan cara ini, penulis tidak perlu mengulang terlalu banyak pekerjaan pemformatan setiap kali ada perubahan substansial. Namun, jika jurnal mewajibkan penggunaan template sejak awal, penulis dapat menggunakannya selama proses penyusunan. Prinsip utamanya adalah menjaga konsistensi dan memastikan semua persyaratan teknis terpenuhi sebelum pengiriman.
Menyesuaikan Sitasi dan Daftar Pustaka
Sitasi merupakan bagian penting dari penulisan ilmiah karena menunjukkan sumber informasi dan menghubungkan penelitian dengan pengetahuan yang sudah tersedia. Setiap jurnal dapat menggunakan sistem referensi yang berbeda, seperti APA, Vancouver, Harvard, atau gaya khusus yang ditetapkan penerbit. Perbedaan tersebut dapat terlihat pada cara mencantumkan nama penulis, tahun publikasi, nomor halaman, dan urutan daftar pustaka. Oleh karena itu, penulis perlu memastikan bahwa seluruh sitasi mengikuti gaya yang diwajibkan.
Dalam sistem author-date, seperti beberapa variasi gaya APA, nama penulis dan tahun publikasi umumnya dicantumkan di dalam teks. Sebaliknya, sistem numerik menggunakan nomor yang merujuk pada daftar pustaka. Penulis tidak sebaiknya mencampurkan kedua sistem dalam satu manuskrip kecuali jurnal secara khusus mengizinkannya. Jika sebelumnya menggunakan gaya referensi lain, lakukan penyesuaian secara menyeluruh agar tidak ada format yang tertinggal.
Kesesuaian antara sitasi dan daftar pustaka juga harus diperiksa. Setiap sumber yang dikutip dalam teks umumnya perlu dicantumkan dalam daftar pustaka, sedangkan setiap entri daftar pustaka seharusnya benar-benar digunakan dalam manuskrip, kecuali jurnal menetapkan aturan berbeda. Periksa ejaan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, serta DOI jika tersedia. Kesalahan kecil dalam informasi bibliografi dapat menyulitkan pembaca menemukan sumber asli.
Perangkat manajemen referensi seperti Zotero atau Mendeley dapat membantu mengatur sumber dan menerapkan gaya sitasi. Namun, hasil otomatis tetap perlu diperiksa karena metadata yang tersimpan mungkin tidak lengkap atau keliru. Pastikan nama jurnal, kapitalisasi judul, tanda baca, dan informasi DOI sesuai dengan pedoman penerbit. Pemeriksaan manual menjadi langkah penting untuk menjaga akurasi referensi sebelum manuskrip diserahkan.
Memenuhi Persyaratan Etika dan Dokumen Pendukung
Pedoman penulisan jurnal tidak hanya berkaitan dengan tampilan artikel, tetapi juga dengan etika penelitian dan publikasi. Penerbit dapat meminta pernyataan mengenai konflik kepentingan, sumber pendanaan, kontribusi penulis, persetujuan etik, serta ketersediaan data. Persyaratan tersebut membantu memastikan bahwa penelitian dilaporkan secara transparan dan dapat dinilai secara bertanggung jawab. Penulis sebaiknya menyiapkan informasi yang diperlukan sejak awal agar tidak terburu-buru menjelang submission.
Konflik kepentingan perlu diungkapkan apabila terdapat hubungan keuangan, profesional, atau kepentingan lain yang berpotensi memengaruhi penelitian. Pengungkapan tidak selalu berarti penelitian bermasalah, tetapi memberikan informasi yang dibutuhkan pembaca untuk menilai konteks penelitian. Jika tidak terdapat konflik kepentingan, gunakan pernyataan yang sesuai dengan instruksi jurnal. Jangan menghilangkan informasi yang diwajibkan hanya karena dianggap tidak berkaitan langsung dengan hasil penelitian.
Untuk penelitian yang melibatkan manusia atau hewan, jurnal dapat meminta informasi tentang persetujuan etik dan persetujuan partisipan. Persyaratan tepatnya bergantung pada jenis penelitian, aturan institusi, dan kebijakan penerbit. Penulis perlu memastikan bahwa prosedur yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dilaporkan secara akurat. Jika penelitian tidak memerlukan persetujuan etik, jelaskan status tersebut sesuai pedoman dan aturan institusi, bukan berdasarkan asumsi pribadi.
Selain itu, penerbit mungkin meminta surat pengantar atau cover letter yang menjelaskan relevansi artikel dengan jurnal tujuan. Dokumen ini sebaiknya menyampaikan kontribusi utama penelitian secara ringkas dan tidak sekadar mengulang abstrak. Penulis juga perlu memastikan bahwa manuskrip tidak sedang dipertimbangkan oleh jurnal lain apabila kebijakan penerbit melarang pengiriman secara bersamaan. Seluruh pernyataan dalam dokumen pendukung harus sesuai dengan kondisi penelitian yang sebenarnya.
Tabel Pemeriksaan Manuskrip Sebelum Submission
Agar penyesuaian manuskrip lebih terarah, penulis dapat menggunakan daftar pemeriksaan berdasarkan aspek yang biasanya tercantum dalam pedoman penulisan jurnal. Daftar berikut merupakan panduan umum, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan penerbit yang dipilih.
| Aspek pemeriksaan | Hal yang perlu dipastikan | Tindakan sebelum pengiriman |
|---|---|---|
| Kesesuaian topik | Artikel sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal | Baca bagian aims and scope dan periksa artikel yang pernah diterbitkan |
| Panjang manuskrip | Jumlah kata memenuhi batas yang ditetapkan | Periksa jumlah kata sesuai bagian yang dihitung oleh jurnal |
| Struktur artikel | Semua bagian wajib tersedia dan tersusun tepat | Sesuaikan urutan bagian dengan instruksi penulis |
| Judul dan abstrak | Informasi jelas dan sesuai batas kata | Periksa ketepatan isi, panjang, dan penggunaan istilah |
| Kata kunci | Jumlah dan istilah sesuai ketentuan | Pilih kata kunci yang mewakili fokus penelitian |
| Format dokumen | Jenis berkas dan tata letak sesuai panduan | Gunakan template resmi jika tersedia |
| Sitasi | Seluruh kutipan mengikuti gaya referensi | Periksa konsistensi nama, tahun, dan format sitasi |
| Daftar pustaka | Informasi sumber lengkap dan akurat | Cocokkan daftar pustaka dengan sitasi dalam teks |
| Tabel dan gambar | Nomor, judul, kualitas, dan sumber sudah benar | Periksa format serta ketentuan berkas terpisah |
| Etika penelitian | Pernyataan yang diwajibkan sudah tersedia | Siapkan informasi persetujuan etik dan perlindungan data jika relevan |
| Kepengarangan | Semua penulis memenuhi kriteria dan menyetujui naskah | Pastikan urutan penulis dan kontribusi telah disepakati |
| Konflik kepentingan | Informasi diungkapkan sesuai kebijakan | Cantumkan pernyataan yang benar |
| Pendanaan | Sumber dukungan penelitian dilaporkan | Periksa format pengungkapan pendanaan |
| Dokumen pendukung | Semua berkas wajib tersedia | Periksa cover letter, formulir, dan lampiran yang diminta |
| Pemeriksaan akhir | Manuskrip bebas dari kesalahan yang dapat dihindari | Lakukan penyuntingan bahasa dan pemeriksaan konsistensi |
Tabel tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu sebelum membuka sistem pengiriman artikel. Penulis dapat menambahkan kolom status untuk menandai bagian yang sudah diperiksa dan bagian yang masih memerlukan perbaikan. Cara ini membuat proses pemeriksaan lebih sistematis, terutama ketika manuskrip dikerjakan oleh beberapa orang. Namun, daftar umum tidak dapat menggantikan instruksi resmi karena setiap jurnal mungkin memiliki persyaratan khusus.
Menggunakan Template dan Sistem Submission dengan Tepat
Template jurnal dapat membantu penulis menyesuaikan manuskrip tanpa harus mengatur seluruh format secara manual. Biasanya, template menyediakan contoh penulisan judul, abstrak, subjudul, tabel, dan daftar pustaka. Meskipun demikian, penulis perlu memastikan bahwa template berasal dari situs resmi jurnal atau penerbit. Template dari sumber tidak resmi mungkin sudah usang atau tidak sesuai dengan kebijakan terbaru.
Jika template tersedia, salin isi manuskrip ke bagian yang sesuai dan pertahankan struktur yang diwajibkan. Perhatikan penggunaan gaya paragraf, ukuran huruf, penomoran, dan format elemen visual. Hindari mengubah pengaturan template secara sembarangan hanya untuk membuat tampilan terlihat lebih menarik. Tujuan utama penyesuaian adalah memenuhi persyaratan penerbit, bukan membuat desain yang berbeda dari standar jurnal.
Setelah manuskrip siap, penulis dapat memulai proses submission melalui sistem yang digunakan jurnal. Sistem tersebut biasanya meminta informasi judul, abstrak, kata kunci, afiliasi, daftar penulis, dan berkas utama. Data yang dimasukkan ke dalam formulir harus sama dengan informasi pada manuskrip agar tidak terjadi perbedaan metadata. Periksa kembali ejaan nama, alamat surel, dan urutan penulis sebelum menyelesaikan pengiriman.
Beberapa sistem juga meminta penulis memilih kategori artikel atau mengunggah dokumen tambahan secara terpisah. Pastikan setiap berkas dimasukkan ke kategori yang benar, misalnya manuskrip utama, gambar pendukung, atau surat pengantar. Jika jurnal menggunakan proses penilaian anonim, ikuti instruksi mengenai penghapusan identitas penulis dari berkas yang akan ditinjau reviewer. Ketelitian pada tahap ini membantu mengurangi kesalahan administratif yang dapat memperlambat proses editorial.
Menghadapi Pemeriksaan Awal dan Revisi dari Editor
Setelah submission, manuskrip biasanya menjalani pemeriksaan awal oleh editor atau tim editorial. Pada tahap ini, mereka dapat menilai kesesuaian topik, kelengkapan dokumen, kepatuhan terhadap pedoman, dan kelayakan awal artikel untuk diproses lebih lanjut. Manuskrip yang belum memenuhi persyaratan dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki sebelum masuk ke penilaian sejawat. Karena itu, kepatuhan terhadap pedoman tetap penting meskipun penelitian telah disusun dengan baik.
Jika editor meminta perbaikan format atau dokumen, baca setiap instruksi secara cermat. Buat daftar perubahan yang diperlukan agar tidak ada permintaan yang terlewat. Apabila komentar berkaitan dengan substansi penelitian, diskusikan dengan anggota tim dan tentukan revisi berdasarkan bukti serta tujuan studi. Hindari mengubah hasil atau kesimpulan hanya untuk memenuhi harapan tertentu apabila perubahan tersebut tidak didukung data.
Ketika manuskrip memasuki proses peer review, reviewer dapat memberikan komentar tentang metode, analisis, literatur, dan kejelasan argumentasi. Penulis sebaiknya menjawab setiap komentar secara sistematis, menjelaskan perubahan yang dilakukan, dan memberikan alasan ilmiah jika suatu saran tidak diterapkan. Gunakan bahasa yang profesional serta tunjukkan bagian manuskrip yang telah diperbaiki. Tanggapan yang jelas membantu editor menilai apakah revisi telah menjawab persoalan utama.
Selama revisi, penulis tetap perlu menjaga konsistensi dengan pedoman jurnal. Perubahan isi dapat memengaruhi abstrak, tabel, kesimpulan, dan daftar pustaka sehingga seluruh bagian perlu diperiksa kembali. Jika revisi mengubah kontribusi anggota tim atau informasi lain yang diwajibkan, pastikan pembaruan dilakukan sesuai kebijakan penerbit. Dengan demikian, proses revisi tidak hanya memperbaiki substansi, tetapi juga mempertahankan kepatuhan terhadap persyaratan publikasi.
Strategi Menjaga Kualitas dan Konsistensi Manuskrip
Menyesuaikan manuskrip dengan pedoman jurnal akan lebih mudah jika penulis membuat rencana kerja sejak awal. Setelah menentukan jurnal tujuan, catat batas kata, struktur artikel, gaya referensi, dan dokumen yang harus disiapkan. Gunakan catatan tersebut sebagai acuan selama proses penulisan, bukan hanya ketika artikel sudah selesai. Strategi ini dapat mengurangi pekerjaan berulang dan membantu penulis menjaga fokus pada kualitas penelitian.
Penyuntingan sebaiknya dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama berfokus pada substansi, seperti ketepatan pertanyaan penelitian, kekuatan argumen, validitas metode, dan kesesuaian kesimpulan dengan data. Tahap berikutnya memeriksa alur paragraf, kejelasan bahasa, konsistensi istilah, dan keterbacaan artikel. Setelah itu, lakukan pemeriksaan teknis terhadap format, sitasi, tabel, gambar, dan kelengkapan dokumen.
Kolaborasi dengan rekan penulis juga dapat meningkatkan ketelitian pemeriksaan. Setiap anggota tim dapat meninjau bagian yang sesuai dengan keahliannya, misalnya metode, analisis statistik, atau kajian literatur. Namun, pemeriksaan sebaiknya tetap dikoordinasikan agar tidak muncul format yang saling bertentangan atau perubahan yang tidak disepakati. Sebelum submission, lakukan pemeriksaan akhir terhadap satu versi manuskrip yang telah disetujui seluruh penulis.
Terakhir, penulis perlu menghindari kebiasaan memilih jurnal hanya berdasarkan reputasi atau perkiraan peluang penerimaan. Kesesuaian ruang lingkup, transparansi proses editorial, kebijakan etika, dan kemampuan memenuhi persyaratan penerbit juga harus menjadi pertimbangan. Jika terdapat biaya publikasi, periksa informasi resmi mengenai besaran biaya, waktu pembayaran, dan kemungkinan pembebasan biaya apabila tersedia. Pemilihan jurnal yang tepat akan membantu penulis mengarahkan upaya publikasi kepada penerbit yang relevan dan kredibel.
Baca juga: Format Penulisan Sesuai Pedoman Jurnal dan Cara Menyesuaikan Manuskrip
Kesimpulan
Pedoman penulisan jurnal menjadi acuan penting untuk memastikan manuskrip memenuhi standar ilmiah, teknis, dan etika yang ditetapkan penerbit. Penulis perlu memeriksa ruang lingkup jurnal, struktur artikel, format dokumen, gaya sitasi, serta persyaratan administratif sebelum melakukan submission. Selain itu, kelengkapan pernyataan etika, kontribusi penulis, pendanaan, dan konflik kepentingan perlu diperhatikan sesuai kebijakan jurnal. Persiapan yang terencana dapat mengurangi kesalahan teknis dan membantu editor memproses manuskrip dengan lebih lancar.
Agar proses penyesuaian berjalan efektif, gunakan panduan resmi dan template terbaru sebagai acuan utama. Lakukan pemeriksaan secara bertahap, mulai dari kualitas isi hingga detail teknis, kemudian pastikan seluruh penulis menyetujui versi final. Jika terdapat persyaratan yang belum jelas, mintalah penjelasan kepada pengelola jurnal daripada mengandalkan asumsi. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, penulis dapat menghasilkan manuskrip yang lebih rapi, konsisten, dan siap dinilai secara ilmiah.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

