Dalam publikasi ilmiah, nama penulis tidak hanya menunjukkan siapa yang terlibat dalam penelitian. Urutan nama dan peran setiap penulis juga dapat menggambarkan kontribusi, tanggung jawab, serta keterlibatan mereka selama proses publikasi. Dua posisi yang sering dibahas adalah corresponding author dan first author. Keduanya memiliki peran penting, tetapi tanggung jawab yang dijalankan tidak selalu sama.
Memahami perbedaan corresponding author vs first author menjadi penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan siapa pun yang ingin menerbitkan artikel di jurnal ilmiah. Kesalahpahaman mengenai kedua peran tersebut dapat menimbulkan persoalan saat menentukan urutan penulis, mengirimkan manuskrip, atau membagi tugas dalam tim penelitian. Selain itu, setiap jurnal dapat memiliki ketentuan yang berbeda mengenai pencantuman nama dan tanggung jawab penulis.
Secara umum, first author sering dikaitkan dengan kontribusi utama dalam penelitian dan penulisan artikel. Sementara itu, corresponding author bertugas menjadi penghubung utama antara tim penulis dan pihak jurnal. Meskipun demikian, pembagian tanggung jawab tersebut tidak selalu berlaku secara mutlak karena bergantung pada kontribusi nyata setiap penulis dan kebijakan jurnal yang dituju. Dengan memahami perbedaannya, penulis dapat menentukan peran secara lebih adil dan menghindari konflik selama proses publikasi.
Memahami Peran First Author dalam Publikasi Ilmiah
First author adalah penulis yang namanya ditempatkan pada urutan pertama dalam daftar penulis artikel ilmiah. Dalam banyak bidang penelitian, posisi ini menunjukkan bahwa seseorang memberikan kontribusi besar terhadap pelaksanaan penelitian dan penyusunan manuskrip. Kontribusi tersebut dapat berupa pengembangan gagasan, pengumpulan data, analisis hasil, hingga penulisan draf artikel. Namun, urutan nama penulis tetap harus ditentukan berdasarkan kesepakatan tim dan aturan yang berlaku dalam bidang keilmuan masing-masing.
Dalam praktiknya, first author sering menjadi orang yang paling banyak terlibat dalam pekerjaan teknis dan akademik penelitian. Misalnya, seorang mahasiswa yang menyusun skripsi menjadi artikel jurnal dapat berperan sebagai first author apabila kontribusinya merupakan yang utama. Ia mungkin bertanggung jawab mengolah data, menyusun bagian pendahuluan, menjelaskan metode penelitian, dan menulis pembahasan hasil. Meskipun demikian, status sebagai first author tidak otomatis berarti bahwa orang tersebut mengerjakan seluruh penelitian sendirian.
Tanggung jawab first author juga berkaitan dengan kualitas isi artikel yang ditulis. Ia perlu memastikan bahwa uraian penelitian disusun secara logis, data disajikan dengan benar, dan kesimpulan sesuai dengan hasil yang ditemukan. Selain itu, first author perlu memahami isi manuskrip agar dapat menjelaskan alasan pemilihan metode serta interpretasi hasil penelitian. Apabila terdapat pertanyaan dari rekan penulis atau reviewer mengenai substansi tertentu, first author biasanya berperan besar dalam menyiapkan penjelasan yang diperlukan.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Memahami Peran Corresponding Author dalam Proses Publikasi
Corresponding author adalah penulis yang ditunjuk sebagai kontak utama antara tim penulis dan pihak jurnal. Peran ini biasanya mencakup komunikasi dengan editor, pengelolaan proses submission, serta penyampaian informasi terkait status manuskrip. Corresponding author juga dapat menerima pemberitahuan mengenai hasil pemeriksaan awal, permintaan revisi, keputusan editorial, dan tahapan penerbitan berikutnya. Karena itu, posisi ini membutuhkan ketelitian administratif, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap prosedur publikasi ilmiah.
Berbeda dari first author yang sering berfokus pada kontribusi utama dalam penelitian, corresponding author memiliki tanggung jawab tambahan dalam mengoordinasikan komunikasi. Ia perlu memastikan bahwa informasi yang diberikan kepada jurnal telah disepakati oleh seluruh penulis. Sebelum mengirimkan manuskrip, misalnya, corresponding author harus memeriksa kelengkapan dokumen, urutan nama penulis, afiliasi, pernyataan konflik kepentingan, dan dokumen pendukung lain yang diwajibkan. Dengan koordinasi yang baik, proses pengajuan artikel dapat berjalan lebih teratur.
Meskipun demikian, corresponding author tidak selalu merupakan penulis dengan kontribusi penelitian terbesar. Dalam sebuah penelitian kolaboratif, posisi ini dapat dipegang oleh dosen pembimbing, ketua tim, atau peneliti yang memiliki pengalaman dalam mengelola publikasi. Orang tersebut mungkin tidak menulis sebagian besar manuskrip, tetapi bertanggung jawab menjaga kelancaran komunikasi dengan jurnal. Hal terpenting adalah penunjukan corresponding author dilakukan berdasarkan kesepakatan tim, kesiapan menjalankan tugas, dan ketentuan penerbit, bukan semata-mata berdasarkan jabatan akademik.
Perbedaan Tanggung Jawab Corresponding Author dan First Author
Perbedaan corresponding author vs first author dapat dilihat melalui fokus pekerjaan, keterlibatan dalam penelitian, dan tanggung jawab selama proses penerbitan. Walaupun keduanya dapat mengerjakan tugas yang sama pada beberapa tahap, terdapat sejumlah perbedaan yang perlu dipahami sebelum sebuah artikel dikirimkan ke jurnal.
- First author berfokus pada kontribusi utama penelitian. Perannya dapat mencakup pelaksanaan penelitian, pengolahan data, interpretasi hasil, dan penyusunan sebagian besar manuskrip. Tingkat kontribusinya tetap harus dinilai berdasarkan pekerjaan yang benar-benar dilakukan.
- Corresponding author berfokus pada komunikasi dengan jurnal. Ia menyampaikan manuskrip, menerima korespondensi editorial, mengoordinasikan tanggapan terhadap permintaan revisi, dan memastikan informasi dari penerbit diteruskan kepada rekan penulis.
- First author biasanya memiliki keterlibatan besar dalam pengembangan isi artikel. Ia perlu memahami latar belakang penelitian, metode, hasil, dan pembahasan agar isi manuskrip dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
- Corresponding author perlu memastikan kelancaran administrasi publikasi. Ia memeriksa kesesuaian dokumen dengan pedoman jurnal, mengelola komunikasi, dan membantu memastikan bahwa semua penulis mengetahui keputusan yang diterima.
- First author dapat menjadi pihak yang menyiapkan jawaban teknis terhadap komentar reviewer. Sementara itu, corresponding author umumnya mengoordinasikan penyusunan tanggapan, menyampaikan berkas revisi, dan mengirimkan respons resmi kepada jurnal.
- Kedua penulis tetap bertanggung jawab atas integritas ilmiah artikel sesuai dengan kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. Perbedaan posisi tidak membebaskan salah satu pihak dari kewajiban memastikan bahwa publikasi dilakukan secara etis.
- First author maupun corresponding author dapat berbagi tugas dalam penulisan, revisi, dan pemeriksaan akhir. Pembagian tersebut sebaiknya disepakati sejak awal agar tidak terjadi anggapan bahwa seluruh pekerjaan hanya menjadi tanggung jawab satu orang.
Tabel Perbandingan First Author dan Corresponding Author
Agar perbedaan kedua peran lebih mudah dipahami, perbandingan berikut merangkum tanggung jawab yang umum ditemukan dalam publikasi ilmiah. Tabel ini dapat digunakan sebagai panduan awal ketika tim penelitian menentukan pembagian tugas sebelum submission. Namun, penulis tetap perlu membaca pedoman jurnal karena beberapa penerbit menerapkan ketentuan khusus mengenai peran dan pencantuman nama penulis.
| Aspek | First Author | Corresponding Author |
|---|---|---|
| Posisi nama | Biasanya tercantum pada urutan pertama | Dapat berada di urutan pertama atau urutan lainnya |
| Fokus utama | Kontribusi utama terhadap penelitian dan penulisan | Komunikasi dengan jurnal dan koordinasi publikasi |
| Kegiatan penelitian | Sering terlibat besar dalam pelaksanaan dan analisis penelitian | Dapat terlibat langsung atau mengambil peran koordinasi tambahan |
| Penulisan manuskrip | Sering menyusun sebagian besar draf artikel | Memeriksa, mengoordinasikan, atau turut menyusun manuskrip |
| Proses submission | Membantu menyiapkan isi dan dokumen yang diperlukan | Biasanya mengirimkan manuskrip dan melengkapi proses pengajuan |
| Komunikasi dengan editor | Dapat membantu menyiapkan jawaban substansial | Menjadi kontak utama untuk korespondensi editorial |
| Revisi artikel | Membantu memperbaiki isi, metode, analisis, dan pembahasan | Mengoordinasikan tanggapan serta pengiriman berkas revisi |
| Persetujuan penulis | Memastikan kontribusi dan isi yang ditulis sesuai dengan kesepakatan | Membantu memastikan persetujuan dan informasi penulis terkoordinasi |
| Pengakuan akademik | Sering dipandang sebagai indikator kontribusi utama | Menunjukkan tanggung jawab korespondensi dan pengelolaan publikasi |
| Tanggung jawab etis | Bertanggung jawab atas bagian yang dikerjakan dan komitmen sebagai penulis | Bertanggung jawab atas tugas korespondensi serta komitmen sebagai penulis |
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa first author dan corresponding author tidak dapat dinilai hanya berdasarkan banyaknya tugas administratif atau posisi nama. First author sering menunjukkan kontribusi utama terhadap pekerjaan penelitian, sedangkan corresponding author menjalankan fungsi komunikasi yang mendukung proses publikasi. Namun, kedua peran dapat saling tumpang tindih apabila satu orang mengerjakan penelitian sekaligus mengelola korespondensi dengan jurnal.
Apakah First Author Bisa Menjadi Corresponding Author Sekaligus?
First author dapat sekaligus menjadi corresponding author apabila ia memenuhi persyaratan jurnal dan tim penulis menyepakati pembagian tugas tersebut. Situasi ini cukup masuk akal, terutama ketika penulis pertama juga memimpin penyusunan manuskrip dan memahami seluruh detail penelitian. Dengan memegang kedua peran, ia dapat menjelaskan substansi artikel sekaligus mengelola komunikasi dengan editor. Akan tetapi, tanggung jawab tambahan tersebut membutuhkan pengaturan waktu dan koordinasi yang baik.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa melakukan penelitian, mengolah data, dan menulis artikel berdasarkan hasil tugas akhirnya. Jika mahasiswa tersebut memahami proses submission dan memiliki kesiapan untuk berkomunikasi dengan editor, ia dapat menjadi first author sekaligus corresponding author apabila aturan jurnal mengizinkannya. Dosen pembimbing atau anggota tim lainnya tetap dapat membantu memeriksa isi artikel dan menyiapkan jawaban terhadap komentar reviewer. Dengan pembagian tugas yang jelas, proses publikasi tidak harus bergantung sepenuhnya pada satu orang.
Di sisi lain, ada situasi ketika kedua posisi lebih tepat dipegang oleh orang yang berbeda. Penelitian dengan banyak anggota tim mungkin memerlukan seseorang yang berpengalaman mengelola komunikasi editorial, sementara penulis pertama berfokus pada analisis dan penyempurnaan isi artikel. Pembagian ini dapat membantu mempercepat koordinasi, terutama ketika reviewer meminta perubahan yang membutuhkan diskusi antarpakar. Oleh karena itu, keputusan mengenai penulis pertama dan corresponding author sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan penelitian, kemampuan anggota tim, dan ketentuan penerbit.
Cara Menentukan First Author dan Corresponding Author secara Adil
Penentuan peran penulis sebaiknya dilakukan sejak tahap perencanaan penelitian atau ketika tim mulai menyusun manuskrip. Pembicaraan awal dapat membantu setiap anggota memahami kontribusi yang diharapkan dan tanggung jawab yang akan dijalankan. Selain itu, kesepakatan sejak awal dapat mengurangi risiko perselisihan ketika artikel sudah hampir selesai atau diterima oleh jurnal. Penetapan tersebut juga perlu ditinjau kembali apabila kontribusi anggota tim berubah secara signifikan selama penelitian berlangsung.
Dalam menentukan first author, tim dapat mempertimbangkan besarnya kontribusi terhadap rancangan penelitian, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan penyusunan manuskrip. Sementara itu, pemilihan corresponding author perlu memperhatikan kesiapan mengelola komunikasi, ketelitian administratif, serta kemampuan mengoordinasikan persetujuan seluruh penulis. Kedua penilaian tersebut sebaiknya didasarkan pada kontribusi dan tanggung jawab yang nyata, bukan semata-mata senioritas atau kedudukan seseorang dalam institusi. Tim juga dapat menggunakan pedoman kontribusi penulis yang disediakan oleh jurnal untuk membantu proses pengambilan keputusan.
Jika terjadi perbedaan pendapat, anggota tim perlu membicarakannya secara terbuka dengan mengacu pada catatan kontribusi dan kebijakan yang berlaku. Diskusi dapat dilakukan dengan membandingkan pekerjaan yang telah diselesaikan, tanggung jawab yang masih harus dijalankan, dan harapan setiap penulis terhadap publikasi tersebut. Apabila diperlukan, tim dapat meminta masukan dari pembimbing atau pihak institusi yang berwenang. Pendekatan ini lebih baik daripada mengubah urutan penulis secara sepihak setelah manuskrip dikirimkan.
Hubungan Kedua Peran dengan Etika Publikasi Ilmiah
Perbedaan first author dan corresponding author tidak mengubah prinsip dasar bahwa kepengarangan harus mencerminkan kontribusi yang dapat dipertanggungjawabkan. Seseorang tidak seharusnya dicantumkan sebagai penulis hanya karena memiliki jabatan, menyediakan fasilitas, atau memberikan dukungan administratif tanpa memenuhi kriteria kepengarangan yang berlaku. Sebaliknya, orang yang memberikan kontribusi intelektual penting tidak boleh dihilangkan dari daftar penulis tanpa alasan yang dapat dibenarkan. Penentuan nama dan urutan penulis perlu mengikuti pedoman jurnal serta standar etika yang relevan dengan bidang penelitian.
Kedua peran juga harus memahami pentingnya persetujuan terhadap versi akhir manuskrip. Sebelum submission, semua penulis perlu mengetahui isi artikel, menyetujui pencantuman nama dan afiliasi, serta memahami tanggung jawab mereka. Corresponding author sering membantu mengumpulkan persetujuan tersebut, tetapi tugas ini tidak berarti bahwa ia dapat mengambil keputusan sendiri atas nama anggota tim. First author juga perlu memastikan bahwa bagian yang disusunnya tidak mengandung kesalahan, manipulasi data, atau penggunaan materi pihak lain tanpa pengakuan yang sesuai.
Selain itu, komunikasi yang transparan dapat membantu menjaga kepercayaan di antara anggota tim. Jika terdapat perubahan pada urutan penulis, penambahan kontributor, atau revisi substansial setelah submission, keputusan tersebut sebaiknya dibicarakan dan didokumentasikan. Penerbit tertentu mungkin meminta persetujuan tertulis dari semua penulis sebelum menyetujui perubahan kepengarangan. Karena itu, tim sebaiknya tidak menganggap perubahan nama sebagai urusan administratif sederhana yang dapat dilakukan tanpa persetujuan pihak terkait.
Pengaruh Posisi Penulis terhadap Rekam Jejak Akademik
Dalam lingkungan akademik, first author sering memperoleh perhatian karena posisinya dapat menjadi salah satu indikator kontribusi utama dalam sebuah publikasi. Peneliti yang menempati urutan pertama mungkin menggunakan publikasi tersebut sebagai bagian dari portofolio penelitian, laporan akademik, atau persyaratan pendidikan. Namun, makna posisi penulis dapat berbeda menurut disiplin ilmu, kebiasaan kolaborasi, dan kebijakan lembaga. Oleh sebab itu, penilaian kontribusi sebaiknya tidak hanya mengandalkan urutan nama.
Corresponding author juga dapat memiliki nilai penting dalam rekam jejak akademik. Peran tersebut menunjukkan bahwa peneliti dipercaya mengelola komunikasi publikasi dan mengoordinasikan proses editorial. Dalam proyek kolaboratif, tanggung jawab ini dapat memperlihatkan pengalaman dalam mengelola manuskrip bersama peneliti lain. Meski demikian, status corresponding author tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang memiliki kontribusi ilmiah yang lebih besar daripada seluruh penulis lainnya.
Saat mencantumkan publikasi dalam CV atau laporan akademik, penulis sebaiknya menuliskan informasi secara akurat sesuai dengan versi artikel yang diterbitkan. Jika formulir penilaian meminta penjelasan tentang kontribusi, uraian yang spesifik akan lebih informatif daripada sekadar menyebut posisi penulis. Misalnya, seseorang dapat menjelaskan bahwa ia bertanggung jawab atas analisis data, penyusunan draf awal, atau koordinasi korespondensi editorial. Dengan demikian, pembaca dapat memahami kontribusi sebenarnya tanpa membuat asumsi yang berlebihan berdasarkan urutan nama.
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menentukan Peran Penulis
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap first author selalu menjadi peneliti paling senior atau corresponding author harus selalu merupakan dosen pembimbing. Padahal, kedua posisi seharusnya ditentukan berdasarkan kontribusi, kebutuhan tim, kesepakatan, dan ketentuan jurnal. Dalam banyak penelitian mahasiswa, mahasiswa dapat menjadi first author ketika kontribusinya memang paling besar. Dosen pembimbing dapat menjadi corresponding author apabila tanggung jawab tersebut sesuai dengan kesepakatan dan aturan penerbit.
Kesalahan lainnya adalah memilih corresponding author hanya karena alamat surelnya mudah digunakan atau dianggap lebih bergengsi. Padahal, orang yang ditunjuk perlu bersedia memantau komunikasi, menyampaikan informasi kepada anggota tim, dan membantu menyelesaikan kebutuhan editorial. Jika tanggung jawab tersebut tidak dijalankan dengan baik, permintaan revisi atau pemberitahuan penting dapat terlambat ditanggapi. Oleh karena itu, kesiapan menjalankan tugas harus menjadi pertimbangan utama ketika menunjuk corresponding author.
Tim penulis juga sebaiknya menghindari perubahan urutan nama secara mendadak tanpa diskusi. Perubahan yang tidak transparan dapat menimbulkan konflik dan berpotensi melanggar kebijakan penerbit. Sebelum manuskrip dikirimkan, setiap anggota perlu memeriksa nama lengkap, afiliasi, alamat surel, urutan penulis, serta penetapan corresponding author. Pemeriksaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi masalah administratif dan memastikan bahwa informasi kepengarangan telah disetujui bersama.
Baca juga: Peran Corresponding Author dalam Submission dan Komunikasi dengan Editor
Kesimpulan
Corresponding author vs first author merupakan dua peran penting yang memiliki fokus tanggung jawab berbeda dalam publikasi ilmiah. First author biasanya menunjukkan kontribusi utama terhadap penelitian dan penyusunan manuskrip, sedangkan corresponding author bertugas mengelola komunikasi dengan jurnal serta membantu mengoordinasikan proses publikasi. Meskipun demikian, kedua peran dapat dipegang oleh orang yang sama apabila sesuai dengan kesepakatan tim dan ketentuan penerbit. Perbedaan posisi tersebut tidak menghapus tanggung jawab setiap penulis terhadap integritas dan kualitas artikel.
Sebelum melakukan submission, tim penelitian sebaiknya mendiskusikan pembagian tugas, menetapkan urutan penulis secara adil, dan membaca pedoman jurnal yang dituju. Keputusan tersebut perlu didasarkan pada kontribusi nyata, kesiapan menjalankan tanggung jawab, serta persetujuan seluruh penulis yang terlibat. Dengan memahami perbedaan first author dan corresponding author, penulis dapat bekerja sama secara lebih profesional dan mengurangi risiko konflik kepengarangan. Pada akhirnya, publikasi ilmiah yang baik bukan hanya bergantung pada posisi nama, tetapi juga pada kontribusi yang jelas, komunikasi yang bertanggung jawab, dan komitmen bersama terhadap etika penelitian.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

