Cara Menyusun Tujuan Penelitian Berdasarkan Fokus yang Sudah Ditentukan

fokus penelitian dan tujuan

Menyusun tujuan penelitian merupakan salah satu tahap penting dalam proses penyusunan karya ilmiah. Setelah peneliti menentukan fokus penelitian, langkah berikutnya adalah menerjemahkan fokus tersebut menjadi tujuan yang jelas, terarah, dan dapat dicapai melalui proses penelitian. Tujuan penelitian menjadi pedoman yang membantu peneliti menjaga pembahasan agar tetap sesuai dengan masalah yang hendak dikaji.

Kesalahan dalam menyusun tujuan dapat membuat penelitian kehilangan arah meskipun topik yang dipilih sebenarnya sudah menarik. Tujuan yang terlalu luas, tidak sesuai dengan fokus, atau sulit diukur dapat menyebabkan rumusan masalah, metode, hingga pembahasan menjadi tidak selaras. Karena itu, memahami cara menyusun tujuan penelitian berdasarkan fokus yang telah ditentukan penting bagi mahasiswa, peneliti pemula, maupun siapa saja yang sedang menyusun karya ilmiah.

Artikel ini membahas hubungan antara fokus dan tujuan penelitian, prinsip penyusunannya, langkah-langkah yang dapat digunakan, hingga contoh penerapannya dalam berbagai bidang. Dengan memahami proses tersebut, peneliti dapat menghasilkan tujuan yang lebih spesifik dan memiliki hubungan yang jelas dengan arah penelitian.

 

Memahami Hubungan Fokus dan Tujuan Penelitian

Fokus penelitian menunjukkan bagian tertentu dari suatu fenomena atau permasalahan yang ingin dikaji secara lebih mendalam. Fokus membantu membatasi ruang lingkup penelitian sehingga pembahasan tidak melebar ke berbagai persoalan yang tidak berkaitan langsung. Sementara itu, tujuan penelitian menjelaskan apa yang hendak dicapai melalui kegiatan penelitian berdasarkan fokus tersebut.

Hubungan keduanya bersifat sangat erat karena tujuan seharusnya tidak muncul secara terpisah dari fokus penelitian. Jika fokus membahas pengalaman siswa dalam menggunakan platform pembelajaran digital, misalnya, tujuan penelitian dapat diarahkan untuk memahami pengalaman tersebut, faktor yang memengaruhinya, atau bentuk pemanfaatannya. Dengan demikian, fokus menjadi dasar untuk menentukan arah tindakan penelitian, sedangkan tujuan menggambarkan hasil yang ingin diperoleh.

Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit

Mengapa Tujuan Harus Berdasarkan Fokus Penelitian?

Fokus penelitian berfungsi sebagai batas yang membantu peneliti menentukan informasi apa yang relevan dan apa yang berada di luar cakupan penelitian. Ketika tujuan disusun berdasarkan batas tersebut, penelitian akan memiliki arah yang lebih konsisten sejak tahap perencanaan hingga penyusunan kesimpulan. Hal ini juga memudahkan peneliti memilih data, metode, dan teknik analisis yang sesuai.

Tujuan yang tidak mengikuti fokus dapat menyebabkan penelitian memiliki terlalu banyak pertanyaan yang harus dijawab. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang tetapi tidak mendalam karena peneliti mencoba mengakomodasi berbagai persoalan sekaligus. Oleh sebab itu, fokus yang sudah ditentukan perlu diterjemahkan secara hati-hati menjadi tujuan yang realistis dan relevan.

Menentukan Unsur Penting dalam Tujuan Penelitian

Sebelum menulis tujuan penelitian, peneliti perlu mengidentifikasi unsur utama yang terdapat dalam fokus penelitian. Unsur tersebut biasanya mencakup fenomena atau objek yang dikaji, aspek tertentu yang ingin diketahui, serta konteks tempat atau subjek penelitian. Identifikasi ini membantu mengubah fokus yang masih bersifat umum menjadi tujuan yang lebih operasional.

Sebagai contoh, fokus penelitian dapat berupa “penggunaan media sosial sebagai sarana promosi usaha kecil”. Dari fokus tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi objek berupa media sosial, konteks berupa usaha kecil, dan aspek yang dikaji berupa pemanfaatannya untuk kegiatan promosi. Ketiga unsur tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam merumuskan tujuan penelitian secara lebih spesifik.

Langkah-Langkah Menyusun Tujuan Penelitian

Menyusun tujuan penelitian tidak harus dilakukan dengan langsung membuat kalimat akhir. Proses yang lebih sistematis dapat dimulai dengan membaca kembali fokus, menentukan aspek yang ingin diketahui, lalu memilih kata kerja yang sesuai. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan tujuan yang dibuat terlalu umum atau justru keluar dari batas penelitian.

Berikut langkah yang dapat digunakan:

  1. Baca kembali fokus penelitian

    Pastikan peneliti memahami secara tepat fenomena atau masalah yang menjadi pusat kajian. Perhatikan objek, subjek, konteks, serta aspek tertentu yang sudah dibatasi dalam fokus.

  2. Tentukan hal yang ingin diketahui

    Tanyakan apa yang sebenarnya ingin diperoleh dari penelitian tersebut. Hal yang ingin diketahui dapat berupa proses, pengalaman, hubungan, faktor, bentuk, strategi, pengaruh, atau kondisi tertentu, tergantung pendekatan dan karakter penelitian.

  3. Hubungkan dengan rumusan masalah

    Tujuan penelitian harus memiliki hubungan langsung dengan rumusan masalah. Jika rumusan masalah menanyakan bagaimana suatu fenomena berlangsung, tujuan dapat diarahkan untuk mendeskripsikan atau memahami proses tersebut.

  4. Pilih kata kerja yang tepat

    Gunakan kata kerja yang menunjukkan hasil yang ingin dicapai. Beberapa kata yang dapat digunakan antara lain mengidentifikasi, menganalisis, mendeskripsikan, mengetahui, memahami, mengeksplorasi, mengkaji, atau menjelaskan.

  5. Batasi ruang lingkup

    Pastikan tujuan tidak memasukkan aspek yang berada di luar fokus. Pembatasan ini penting agar penelitian dapat diselesaikan dengan sumber daya, waktu, data, dan metode yang tersedia.

  6. Periksa kembali kesesuaiannya

    Bandingkan tujuan dengan fokus, rumusan masalah, dan rencana metode penelitian. Jika salah satu bagian tidak memiliki hubungan yang jelas, tujuan perlu diperbaiki sebelum penelitian dilanjutkan.

Memilih Kata Kerja dalam Tujuan Penelitian

Pemilihan kata kerja merupakan bagian yang sering dianggap sederhana, padahal dapat memengaruhi makna tujuan penelitian. Kata “mengetahui”, misalnya, memiliki cakupan yang cukup luas sehingga kurang memberikan gambaran tentang proses atau hasil yang hendak dicapai. Kata kerja yang lebih spesifik dapat membantu pembaca memahami arah penelitian sejak awal.

Beberapa kata kerja dapat digunakan sesuai karakter penelitian:

Kata kerja Penggunaan umum
Mengidentifikasi Menemukan atau mengenali unsur, faktor, atau karakteristik tertentu
Mendeskripsikan Menggambarkan suatu kondisi atau fenomena
Menganalisis Mengkaji data atau fenomena secara lebih mendalam
Menjelaskan Menguraikan hubungan, proses, atau alasan suatu fenomena
Memahami Menggali makna atau pengalaman dari sudut pandang subjek
Mengeksplorasi Menggali fenomena yang masih membutuhkan pemahaman lebih luas
Mengkaji Menelaah suatu persoalan berdasarkan data atau sumber tertentu

Pemilihan kata tersebut tetap harus disesuaikan dengan desain penelitian. Penelitian kualitatif, kuantitatif, maupun penelitian pengembangan dapat menggunakan kata kerja yang berbeda sesuai karakter tujuan dan data yang dikumpulkan.

Menyesuaikan Tujuan dengan Jenis Penelitian

Jenis penelitian turut menentukan cara tujuan dirumuskan. Dalam penelitian kualitatif, tujuan sering diarahkan untuk memahami pengalaman, makna, proses, atau fenomena berdasarkan perspektif subjek penelitian. Karena itu, kata seperti memahami, mengeksplorasi, dan mendeskripsikan sering digunakan ketika sesuai dengan rancangan penelitian.

Dalam penelitian kuantitatif, tujuan dapat berkaitan dengan pengukuran variabel, pengujian hubungan, atau analisis pengaruh antarvariabel. Misalnya, fokus penelitian mengenai hubungan penggunaan aplikasi pembelajaran dengan motivasi belajar dapat diterjemahkan menjadi tujuan untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Namun, pemilihan kata tetap harus mengikuti desain dan teknik analisis yang benar-benar digunakan.

Pada penelitian pengembangan, tujuan dapat diarahkan pada proses menghasilkan atau menguji suatu produk, media, sistem, maupun model. Fokus penelitian menjadi dasar untuk menentukan karakter produk yang dikembangkan serta aspek yang akan diuji. Dengan demikian, tujuan tidak hanya menyebut produk yang dibuat, tetapi juga menjelaskan capaian penelitian yang berkaitan dengan proses pengembangan tersebut.

Contoh Menurunkan Fokus Menjadi Tujuan Penelitian

Memahami proses perubahan fokus menjadi tujuan akan lebih mudah jika dilihat melalui contoh. Misalnya, seorang mahasiswa memiliki fokus penelitian tentang pengalaman siswa dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring selama proses belajar. Fokus tersebut belum secara langsung menunjukkan apa yang akan dilakukan peneliti, sehingga perlu diterjemahkan menjadi tujuan.

Proses penyusunannya dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Fokus penelitian: pengalaman siswa dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring.
  • Aspek yang dikaji: pengalaman penggunaan, kemudahan, kendala, dan manfaat.
  • Subjek: siswa.
  • Konteks: proses pembelajaran daring.
  • Tujuan: mendeskripsikan pengalaman siswa dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring selama proses pembelajaran.
  • Tujuan tambahan: mengidentifikasi kemudahan dan kendala yang dialami siswa selama menggunakan aplikasi tersebut.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa tujuan tidak perlu memasukkan seluruh kemungkinan persoalan yang berkaitan dengan aplikasi pembelajaran. Peneliti cukup mengambil aspek yang memang sudah ditetapkan dalam fokus. Dengan cara tersebut, penelitian memiliki ruang lingkup yang lebih terkendali.

fokus penelitian dan tujuan

Menyelaraskan Tujuan dengan Rumusan Masalah

Rumusan masalah dan tujuan penelitian merupakan dua bagian yang saling berkaitan. Rumusan masalah berbentuk pertanyaan mengenai persoalan yang hendak dijawab, sedangkan tujuan menyatakan capaian yang ingin diperoleh untuk menjawab persoalan tersebut. Keduanya tidak harus memiliki susunan kata yang sama, tetapi maknanya harus konsisten.

Contohnya, rumusan masalah dapat berbunyi “Bagaimana strategi pemasaran digital yang digunakan oleh usaha kecil dalam meningkatkan jangkauan konsumen?” Tujuan yang sesuai adalah “Menganalisis strategi pemasaran digital yang digunakan oleh usaha kecil dalam meningkatkan jangkauan konsumen.” Perubahan dari bentuk pertanyaan menjadi pernyataan tersebut menunjukkan hubungan yang jelas antara masalah dan tujuan.

Pengecekan sederhana dapat dilakukan dengan memasangkan setiap rumusan masalah dengan tujuan yang relevan. Jika terdapat pertanyaan yang tidak memiliki tujuan, struktur penelitian perlu diperiksa kembali. Sebaliknya, jika terdapat tujuan yang tidak memiliki dasar dalam rumusan masalah atau fokus, tujuan tersebut kemungkinan perlu dipersempit atau dihapus.

Menghindari Tujuan Penelitian yang Terlalu Luas

Tujuan yang terlalu luas biasanya ditandai dengan penggunaan istilah yang mencakup banyak aspek sekaligus. Misalnya, tujuan “menganalisis seluruh faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran siswa” dapat menjadi terlalu besar apabila penelitian hanya dilakukan pada satu kelas dan dalam waktu terbatas. Pernyataan tersebut perlu dipersempit berdasarkan fokus yang telah ditentukan.

Pembatasan dapat dilakukan dengan menentukan subjek, lokasi, periode, variabel, atau aspek tertentu. Misalnya, tujuan dapat diarahkan pada analisis faktor tertentu yang berhubungan dengan keberhasilan pembelajaran siswa pada konteks yang telah ditetapkan. Semakin jelas batasnya, semakin mudah peneliti menentukan data yang benar-benar dibutuhkan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menyusun Tujuan

Kesalahan pertama adalah membuat tujuan yang hanya mengulang judul penelitian tanpa menjelaskan capaian yang hendak diperoleh. Judul biasanya memberikan gambaran mengenai topik, sedangkan tujuan harus menjelaskan apa yang akan dilakukan terhadap topik tersebut. Keduanya memiliki fungsi berbeda meskipun saling berkaitan.

Kesalahan berikutnya adalah memasukkan terlalu banyak tujuan yang tidak semuanya berkaitan dengan fokus. Hal ini dapat terjadi ketika peneliti menemukan banyak hal menarik selama membaca literatur dan kemudian memasukkannya ke dalam tujuan. Literatur memang bisa membuka banyak pintu, tetapi bukan berarti semuanya harus dimasukkan ke dalam penelitian yang sama.

Kesalahan lain adalah menggunakan kata kerja yang tidak sesuai dengan metode penelitian. Misalnya, tujuan menyatakan akan menguji pengaruh, tetapi penelitian tidak menggunakan desain atau analisis yang memungkinkan pengujian tersebut. Oleh karena itu, tujuan harus diperiksa bersama rancangan metode agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara apa yang ingin dicapai dan apa yang benar-benar dapat dilakukan.

Mengecek Kesesuaian Tujuan Sebelum Penelitian Dimulai

Sebelum tujuan dimasukkan ke dalam proposal atau karya ilmiah, lakukan pemeriksaan terhadap beberapa bagian utama penelitian. Pemeriksaan ini berguna untuk memastikan seluruh komponen memiliki arah yang sama. Peneliti tidak perlu menunggu sampai tahap pembahasan untuk menyadari bahwa tujuan, metode, dan fokus ternyata berjalan ke arah berbeda.

Gunakan pemeriksaan berikut:

  • Apakah tujuan berasal langsung dari fokus penelitian?
  • Apakah setiap tujuan berkaitan dengan rumusan masalah?
  • Apakah kata kerja yang digunakan sesuai dengan jenis penelitian?
  • Apakah tujuan dapat dicapai melalui data yang tersedia?
  • Apakah ruang lingkup tujuan sesuai dengan waktu dan sumber daya penelitian?
  • Apakah metode yang dipilih mampu menjawab tujuan tersebut?
  • Apakah tujuan menghasilkan capaian yang dapat dijelaskan dalam bagian hasil dan pembahasan?

Jika sebagian besar pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan jelas, tujuan penelitian sudah memiliki dasar yang cukup kuat. Jika belum, peneliti sebaiknya memperbaikinya sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Pembahasan Akhir: Tujuan sebagai Pengarah Penelitian

Tujuan penelitian bukan sekadar bagian administratif dalam proposal atau skripsi. Tujuan berfungsi sebagai pengarah yang membantu peneliti menentukan data apa yang perlu dikumpulkan dan bagaimana data tersebut akan dianalisis. Ketika tujuan dirumuskan dengan baik, proses penelitian menjadi lebih terarah karena peneliti memiliki gambaran mengenai capaian yang harus diperoleh.

Hubungan antara fokus dan tujuan juga membantu menjaga konsistensi penelitian dari awal hingga akhir. Fokus menentukan batas persoalan, rumusan masalah mengubah persoalan tersebut menjadi pertanyaan, sedangkan tujuan menunjukkan capaian yang hendak diperoleh. Rangkaian tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemilihan metode, pengumpulan data, analisis, dan penyusunan kesimpulan.

Memastikan Tujuan Tetap Konsisten hingga Kesimpulan

Tujuan penelitian sebaiknya tidak hanya diperiksa ketika proposal dibuat, tetapi juga digunakan sebagai acuan selama proses penelitian berlangsung. Ketika data mulai terkumpul, peneliti dapat menemukan berbagai informasi baru yang menarik untuk dibahas. Namun, informasi tersebut tetap perlu diseleksi berdasarkan relevansinya dengan tujuan dan fokus yang telah ditetapkan.

Pada tahap akhir, kesimpulan harus mampu menunjukkan bagaimana tujuan penelitian telah dijawab melalui hasil penelitian. Jika terdapat tujuan yang tidak memperoleh jawaban, peneliti perlu menjelaskan penyebabnya dan melakukan evaluasi terhadap proses penelitian. Konsistensi ini membuat karya ilmiah lebih mudah dipahami dan menunjukkan bahwa penelitian berjalan berdasarkan arah yang jelas.

Baca juga: Cara Menurunkan Fokus Penelitian Menjadi Rumusan Masalah

Kesimpulan

Cara menyusun tujuan penelitian berdasarkan fokus yang sudah ditentukan pada dasarnya dimulai dengan memahami batas dan aspek utama dari fokus penelitian. Fokus kemudian diterjemahkan menjadi hal-hal yang ingin diketahui atau dicapai dengan menggunakan kata kerja yang sesuai dengan karakter penelitian. Setelah itu, tujuan perlu diselaraskan dengan rumusan masalah, metode, data, serta ruang lingkup penelitian agar seluruh bagian memiliki hubungan yang konsisten.

Tujuan yang baik bukanlah tujuan yang panjang atau menggunakan istilah akademik sebanyak mungkin, melainkan tujuan yang jelas, spesifik, relevan, dan dapat dicapai. Peneliti sebaiknya memeriksa kembali hubungan antara fokus, rumusan masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan sebelum penelitian dilaksanakan. Dengan alur yang konsisten tersebut, penelitian akan memiliki arah yang lebih terukur dan pembahasannya dapat tetap fokus pada persoalan utama yang sejak awal hendak dikaji.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.