Status publikasi ilmiah perlu diperiksa sebelum sebuah artikel digunakan sebagai sumber penelitian, bahan tinjauan pustaka, atau rujukan dalam penulisan akademik. Salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian adalah artikel retracted, yaitu artikel yang telah ditarik dari publikasi karena ditemukan masalah tertentu setelah artikel diterbitkan. Jika status ini tidak diketahui, peneliti dapat menggunakan sumber yang sudah tidak dianggap layak sebagai publikasi ilmiah yang dapat diandalkan.
Cara cek artikel retracted menjadi penting karena informasi mengenai penarikan artikel tidak selalu terlihat dari judul atau halaman pertama naskah. Artikel yang telah ditarik terkadang masih dapat ditemukan melalui mesin pencari, database akademik, atau salinan yang beredar di internet. Oleh karena itu, pemeriksaan status publikasi perlu dilakukan secara khusus sebelum sebuah artikel dijadikan dasar argumen ilmiah.
Memahami proses pemeriksaan status artikel juga membantu pembaca membedakan artikel aktif, artikel yang mengalami correction, dan artikel yang sudah mengalami retraction. Dengan pemeriksaan yang tepat, risiko menggunakan referensi bermasalah dapat dikurangi. Artikel ini membahas langkah pemeriksaan, sumber informasi yang dapat digunakan, tanda-tanda retraction, serta hal yang perlu dilakukan setelah status artikel diketahui.
Memahami Status Artikel Retracted
Artikel retracted adalah artikel ilmiah yang secara resmi ditarik oleh penerbit atau jurnal setelah ditemukan persoalan yang memengaruhi integritas, keandalan, atau kelayakan publikasinya. Penarikan dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti kesalahan serius, pelanggaran etika penelitian, manipulasi data, plagiarisme, atau masalah lain yang membuat artikel tidak lagi dapat dipertahankan sebagai publikasi yang valid. Retraction berbeda dari sekadar perbaikan kecil karena status artikel berubah secara lebih mendasar.
Penting untuk memahami bahwa artikel yang sudah retracted tidak selalu hilang dari internet. Penerbit biasanya tetap mempertahankan rekam publikasinya agar riwayat artikel dapat dilacak dan pembaca mengetahui bahwa artikel tersebut telah ditarik. Karena itu, menemukan artikel melalui Google atau database akademik bukan berarti artikel tersebut masih berstatus aktif dan aman digunakan sebagai rujukan.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Mengapa Status Publikasi Perlu Diperiksa
Pemeriksaan status publikasi merupakan bagian dari proses evaluasi sumber ilmiah. Artikel yang terlihat relevan belum tentu masih memiliki status publikasi yang sama seperti ketika pertama kali diterbitkan. Peneliti perlu memastikan apakah terdapat correction, expression of concern, atau retraction yang diterbitkan setelah artikel tersebut muncul.
Pengecekan menjadi semakin penting ketika artikel akan digunakan untuk mendukung pernyataan utama dalam penelitian. Kesalahan dalam memilih sumber dapat memengaruhi kualitas tinjauan pustaka, argumentasi, dan kesimpulan penelitian. Dengan memeriksa status publikasi sejak awal, penulis dapat menghindari ketergantungan pada sumber yang memiliki masalah integritas atau keandalan.
Memeriksa Halaman Resmi Jurnal
Langkah pertama dalam cara cek artikel retracted adalah membuka halaman resmi artikel pada situs jurnal atau penerbit. Halaman tersebut biasanya memuat informasi bibliografis seperti judul, nama penulis, DOI, tanggal publikasi, dan keterangan mengenai status artikel. Jika artikel telah ditarik, penerbit dapat menampilkan pemberitahuan retraction secara jelas pada halaman tersebut.
Periksa seluruh bagian halaman, bukan hanya abstrak atau judul. Keterangan mengenai retraction dapat muncul dalam bentuk label status, notice, catatan editorial, atau tautan menuju dokumen penarikan. Beberapa penerbit juga menambahkan keterangan langsung pada file PDF agar pembaca tidak keliru menganggap artikel tersebut masih berstatus normal.
Langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Buka situs resmi jurnal atau penerbit.
- Cari artikel berdasarkan judul atau DOI.
- Periksa halaman artikel secara keseluruhan.
- Cari istilah seperti “Retracted”, “Retraction”, atau “Retraction Notice”.
- Periksa apakah terdapat tautan menuju pemberitahuan penarikan.
- Cocokkan judul, penulis, DOI, dan informasi publikasi.
- Catat tanggal dan alasan retraction jika tersedia.
Mengecek DOI Artikel
DOI dapat digunakan sebagai salah satu cara paling efektif untuk memastikan identitas sebuah artikel. DOI merupakan pengenal digital yang menghubungkan sebuah publikasi dengan rekam metadata tertentu. Karena judul artikel dapat berubah dalam tampilan database atau muncul dalam berbagai versi, DOI membantu memastikan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap artikel yang tepat.
Masukkan DOI ke layanan DOI atau buka halaman artikel yang terhubung dengan DOI tersebut. Setelah halaman terbuka, periksa apakah terdapat informasi mengenai status artikel atau hubungan dengan dokumen retraction. Jangan hanya mencocokkan judul karena beberapa artikel dapat memiliki judul yang mirip.
Perhatikan beberapa informasi berikut:
- DOI artikel.
- Judul lengkap artikel.
- Nama penulis.
- Nama jurnal.
- Volume dan nomor terbitan.
- Tahun publikasi.
- Status atau catatan editorial.
Jika seluruh informasi tersebut sesuai, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke sumber lain untuk memastikan status publikasinya.
Menggunakan Database dan Indeks Ilmiah
Database ilmiah dapat membantu memperkuat hasil pemeriksaan karena informasi publikasi sering dikumpulkan dari berbagai jurnal dan penerbit. Beberapa database menyediakan penanda tertentu ketika sebuah artikel mengalami perubahan status. Namun, tampilan dan kelengkapan informasi dapat berbeda antara satu database dengan database lainnya.
Cari artikel menggunakan judul, DOI, atau nama penulis. Setelah artikel ditemukan, periksa metadata dan catatan yang berhubungan dengan status publikasi. Jika terdapat informasi retraction, bandingkan dengan halaman resmi jurnal untuk memastikan bahwa informasi tersebut sesuai.
Pemeriksaan melalui database dapat dilakukan dengan urutan berikut:
- Masukkan DOI atau judul artikel.
- Buka rekam publikasi yang sesuai.
- Periksa status artikel.
- Lihat apakah terdapat catatan editorial.
- Bandingkan informasi dengan situs jurnal.
- Gunakan sumber resmi sebagai acuan utama apabila terdapat perbedaan informasi.
Database sangat berguna sebagai alat pemeriksaan tambahan, tetapi halaman resmi penerbit tetap penting. Status publikasi dapat berubah setelah artikel diterbitkan sehingga pemeriksaan perlu mempertimbangkan informasi terbaru.
Memeriksa Retraction Notice
Retraction notice merupakan dokumen atau pemberitahuan resmi yang menjelaskan bahwa sebuah artikel telah ditarik. Dokumen ini dapat memberikan informasi penting mengenai alasan penarikan dan pihak yang mengambil keputusan. Membaca notice secara langsung membantu pembaca memahami apakah masalah berkaitan dengan data, metodologi, etika, kepengarangan, proses editorial, atau faktor lainnya.
Setelah menemukan retraction notice, cocokkan informasi di dalamnya dengan artikel yang diperiksa. Pastikan judul, penulis, DOI, dan informasi jurnal sesuai. Perhatikan pula apakah notice menyebutkan alasan penarikan dan tanggal berlakunya status tersebut.
Informasi yang sebaiknya dicatat antara lain:
- Judul artikel yang ditarik.
- Nama penulis.
- DOI.
- Nama jurnal.
- Tanggal retraction.
- Alasan penarikan.
- Pihak yang menerbitkan notice.
- Keterangan mengenai penggunaan artikel setelah ditarik.
Informasi tersebut dapat membantu peneliti menentukan apakah artikel harus sepenuhnya dihindari atau masih relevan untuk dibahas sebagai bagian dari kajian mengenai masalah publikasi ilmiah.
Mengenali Tanda Artikel Telah Diretract
Tidak semua artikel retracted memiliki tampilan yang sama. Ada penerbit yang memberikan label besar pada halaman artikel, sedangkan penerbit lain menampilkan pemberitahuan melalui catatan editorial atau dokumen terpisah. Karena variasi tersebut, pemeriksaan tidak sebaiknya bergantung pada satu indikator saja.
Beberapa tanda yang dapat diperhatikan adalah:
- Muncul label “Retracted” pada halaman artikel.
- Terdapat tautan menuju “Retraction Notice”.
- PDF artikel diberi tanda bahwa publikasi telah ditarik.
- Metadata artikel memuat catatan mengenai retraction.
- Terdapat dokumen editorial yang menjelaskan penarikan.
- Database ilmiah memberikan status retracted.
- DOI tetap aktif tetapi halaman artikelnya menunjukkan status penarikan.
Keberadaan DOI yang masih dapat dibuka bukan bukti bahwa artikel tersebut masih valid sebagai publikasi aktif. DOI berfungsi untuk mempertahankan identitas dan jejak publikasi, sedangkan status artikel harus dilihat dari informasi editorial yang menyertainya.
Membedakan Retracted, Corrected, dan Expression of Concern
Status retraction perlu dibedakan dari correction karena keduanya memiliki konsekuensi berbeda. Correction biasanya digunakan untuk memperbaiki kesalahan tertentu dalam artikel tanpa berarti keseluruhan publikasi harus ditarik. Sebaliknya, retraction menunjukkan bahwa penerbit telah mengambil tindakan yang lebih serius terhadap artikel tersebut.
Expression of concern juga memiliki arti berbeda. Pernyataan ini biasanya digunakan ketika terdapat kekhawatiran mengenai artikel yang sedang diperiksa, tetapi proses investigasi belum menghasilkan keputusan akhir. Oleh sebab itu, pembaca tidak seharusnya menyamakan expression of concern dengan retraction.
| Status | Makna umum | Dampak terhadap penggunaan |
|---|---|---|
| Published | Artikel diterbitkan tanpa pemberitahuan khusus | Dapat digunakan setelah evaluasi kualitas |
| Corrected | Terdapat kesalahan yang telah diperbaiki | Gunakan versi yang telah dikoreksi |
| Expression of Concern | Ada kekhawatiran yang sedang diperiksa | Perlu kehati-hatian tinggi |
| Retracted | Artikel telah ditarik secara resmi | Jangan digunakan sebagai bukti ilmiah yang valid tanpa konteks yang jelas |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa status publikasi perlu dibaca secara hati-hati. Peneliti sebaiknya tidak langsung menganggap semua catatan editorial sebagai retraction. Setiap istilah memiliki fungsi dan konsekuensi yang berbeda.
Mengecek Artikel Berdasarkan DOI dan Judul Sekaligus
Pencarian berdasarkan DOI dan judul dapat memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan hanya menggunakan salah satunya. DOI membantu mengidentifikasi artikel secara spesifik, sedangkan judul dapat membantu menemukan pemberitahuan atau dokumen terkait yang tidak langsung muncul melalui halaman utama. Kombinasi keduanya juga mengurangi risiko salah mengidentifikasi artikel dengan judul serupa.
Gunakan DOI terlebih dahulu jika tersedia. Setelah menemukan rekam artikel, cocokkan judul dan nama penulis, lalu cari dokumen yang berkaitan dengan status publikasi. Jika hasil pencarian menunjukkan adanya retraction notice, buka dokumen tersebut dan pastikan identitas artikelnya sama.
Memeriksa Artikel Sebelum Memasukkannya ke Daftar Pustaka
Pemeriksaan status artikel sebaiknya dilakukan sebelum artikel dimasukkan ke daftar pustaka, bukan setelah naskah selesai. Langkah ini membantu mencegah penulis membangun argumen berdasarkan sumber yang ternyata telah ditarik. Proses tersebut juga menghemat waktu karena referensi bermasalah dapat diganti sejak tahap awal penelitian.
Sebelum menggunakan artikel, lakukan pemeriksaan sederhana terhadap judul, DOI, jurnal, tahun publikasi, dan status editorial. Jika artikel memiliki correction, pastikan versi yang digunakan sudah mempertimbangkan koreksi tersebut. Jika ditemukan retraction, cari sumber pengganti yang memiliki informasi dan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apa yang Dilakukan Jika Artikel Ternyata Retracted
Menemukan artikel retracted tidak selalu berarti informasi mengenai artikel tersebut harus dihapus dari semua pembahasan. Dalam penelitian tentang sejarah publikasi, integritas akademik, atau kasus retraction, artikel yang ditarik justru dapat menjadi objek analisis. Namun, status retracted harus disebutkan dengan jelas agar pembaca tidak menganggapnya sebagai bukti ilmiah yang masih berlaku.
Jika artikel tersebut digunakan untuk mendukung argumen penelitian, sebaiknya cari sumber alternatif yang kredibel. Periksa apakah terdapat penelitian lain yang memberikan bukti serupa tanpa masalah yang sama. Jika artikel tetap perlu dibahas, jelaskan status retraction dan gunakan sumber resmi untuk menerangkan konteksnya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengecek Status Artikel
Kesalahan umum dalam pemeriksaan status publikasi adalah menganggap hasil pencarian pertama sebagai informasi final. Mesin pencari dapat menampilkan salinan artikel, repositori, atau halaman lama yang tidak menunjukkan status terbaru. Karena itu, pemeriksaan perlu dilanjutkan ke sumber penerbit dan dokumen editorial.
Kesalahan lain adalah menganggap artikel yang masih tersedia dalam bentuk PDF sebagai artikel yang masih sah digunakan. Ketersediaan file tidak otomatis menunjukkan bahwa status publikasinya masih aktif. Peneliti juga perlu berhati-hati terhadap informasi yang hanya berasal dari forum, unggahan pribadi, atau sumber yang tidak mencantumkan bukti editorial.
Pentingnya Verifikasi Sebelum Menggunakan Referensi
Verifikasi status publikasi merupakan bagian dari kebiasaan akademik yang baik. Kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh jumlah referensi, tetapi juga oleh kualitas dan status sumber yang digunakan. Referensi yang relevan tetapi telah ditarik dapat menimbulkan masalah jika digunakan tanpa penjelasan yang tepat.
Dengan membiasakan diri melakukan pemeriksaan sebelum mengutip, penulis dapat membangun daftar pustaka yang lebih dapat dipercaya. Proses ini juga membantu menjaga ketelitian akademik dan mengurangi kemungkinan kesalahan dalam penyusunan argumen. Pada akhirnya, pemeriksaan status publikasi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas sebuah karya ilmiah.
Baca juga: Penarikan Artikel Jurnal dan Prosedur yang Biasanya Diterapkan oleh Penerbit
Kesimpulan
Cara cek artikel retracted dapat dilakukan dengan memeriksa halaman resmi jurnal, DOI, database ilmiah, serta retraction notice yang diterbitkan oleh penerbit. Pemeriksaan perlu dilakukan dengan mencocokkan judul, penulis, DOI, jurnal, dan informasi editorial agar tidak terjadi kesalahan identifikasi. Status retracted juga harus dibedakan dari correction dan expression of concern karena masing-masing memiliki arti yang berbeda.
Peneliti sebaiknya melakukan pemeriksaan status publikasi sebelum menggunakan artikel sebagai sumber utama dalam karya ilmiah. Jika sebuah artikel ternyata telah diretract, sumber tersebut tidak sebaiknya digunakan sebagai bukti ilmiah yang masih berlaku, kecuali pembahasannya memang berkaitan dengan kasus penarikan tersebut. Kebiasaan memeriksa status publikasi secara rutin akan membantu menghasilkan penelitian yang lebih teliti, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

