Tata Bahasa pada Simpulan

Tata Bahasa pada Simpulan

Simpulan merupakan bagian akhir dari suatu tulisan, baik berupa esai, artikel ilmiah, laporan, hingga karya ilmiah akademik. Di dalam simpulan, penulis merangkum hasil pemikiran, temuan, atau argumen yang telah dipaparkan di bagian sebelumnya. Karena letaknya yang berada di akhir, simpulan berfungsi sebagai penegas pesan utama tulisan, dan kerap kali menjadi bagian yang paling diingat oleh pembaca. Oleh karena itu, tata bahasa dalam simpulan harus disusun dengan cermat, lugas, dan tepat.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai bagaimana tata bahasa berperan dalam penyusunan simpulan, mulai dari pengertian dasar, fungsi simpulan dalam tulisan, unsur kebahasaan yang harus diperhatikan, hingga strategi menulis simpulan yang efektif dan sesuai kaidah.

Baca juga: Tata Bahasa pada Hasil dan Pembahasan

Pengertian Simpulan dalam Tulisan

Sebelum memahami bagaimana tata bahasa digunakan dalam simpulan, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu simpulan. Simpulan adalah pernyataan akhir yang dirumuskan berdasarkan uraian, data, atau argumen yang telah disampaikan dalam bagian isi sebuah tulisan.

Simpulan bukan hanya pengulangan, melainkan bentuk pemadatan dari keseluruhan isi dengan menyampaikan inti utama secara ringkas. Oleh karena itu, simpulan tidak boleh menyimpang dari isi tulisan dan harus relevan serta konsisten dengan pembahasan sebelumnya.Simpulan bukan hanya pengulangan, melainkan bentuk pemadatan dari keseluruhan isi dengan menyampaikan inti utama secara ringkas. Oleh karena itu, simpulan tidak boleh menyimpang dari isi tulisan dan harus relevan serta konsisten dengan pembahasan sebelumnya.

Fungsi Simpulan dalam Tulisan

Simpulan memiliki beberapa fungsi penting dalam sebuah tulisan, baik ilmiah maupun non-ilmiah. Pengantar berikut ini akan menjelaskan berbagai peran yang dimainkan oleh simpulan dalam mendukung keseluruhan isi tulisan.

  1. Memberikan Penegasan Akhir: Simpulan menjadi tempat untuk menegaskan kembali argumen atau hasil penelitian yang telah dibahas. Hal ini memberikan kesan akhir yang kuat dan mengingatkan pembaca pada gagasan utama tulisan.
  2. Merangkum Isi Tulisan: Melalui simpulan, pembaca dapat melihat ringkasan dari seluruh isi tulisan. Ini penting terutama untuk tulisan panjang seperti skripsi atau artikel ilmiah, di mana simpulan menyajikan gambaran umum dari semua temuan atau argumen.
  3. Menyampaikan Implikasi atau Rekomendasi: Dalam karya ilmiah, simpulan juga dapat digunakan untuk memberikan saran, rekomendasi, atau implikasi dari hasil temuan. Meskipun tidak semua jenis tulisan memerlukan rekomendasi, ini umum digunakan dalam laporan penelitian.

Ciri-ciri Kebahasaan Simpulan yang Baik

Tata bahasa dalam simpulan harus disusun dengan memperhatikan aspek-aspek kebahasaan yang mendukung efektivitas komunikasi. Pengantar ini akan membahas beberapa ciri utama kebahasaan yang umumnya digunakan dalam simpulan yang baik.

  1. Menggunakan Kalimat Efektif: Kalimat dalam simpulan harus efektif, artinya hemat kata tetapi tetap mengandung makna yang lengkap. Kalimat tidak boleh berbelit-belit dan harus menyampaikan gagasan secara langsung.
  2. Menghindari Kalimat Baru yang Belum Pernah Dibahas: Simpulan bukan tempat memperkenalkan ide baru. Tata bahasa dalam simpulan harus menunjukkan bahwa semua informasi yang disebutkan telah dibahas sebelumnya di bagian isi.
  3. Menggunakan Kata Penghubung yang Tepat: Penggunaan konjungsi atau kata penghubung seperti “dengan demikian,” “oleh karena itu,” “sebagai kesimpulan,” atau “maka dapat disimpulkan bahwa” sangat penting untuk memperjelas bahwa bagian tersebut adalah simpulan.
  4. Menjaga Konsistensi Tense dan Sudut Pandang: Dalam tulisan ilmiah, simpulan biasanya menggunakan kalimat deklaratif dalam bentuk waktu lampau atau present tense. Konsistensi sudut pandang penulis juga perlu dijaga agar tidak membingungkan pembaca.

Struktur Kalimat dalam Simpulan

Struktur kalimat yang digunakan dalam simpulan sangat memengaruhi kejelasan pesan akhir yang ingin disampaikan penulis. Berikut ini pengantar untuk memahami struktur kalimat yang umum dan ideal dalam simpulan.

  1. Kalimat Deklaratif: Jenis kalimat yang paling umum dalam simpulan adalah kalimat deklaratif. Kalimat ini menyatakan sesuatu secara langsung dan tanpa keraguan. Misalnya: “Hasil penelitian menunjukkan bahwa…” atau “Dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran ini efektif…”
  2. Kalimat Kompleks dengan Klausa Penjelas: Sering kali, simpulan membutuhkan kalimat kompleks yang terdiri dari klausa utama dan klausa penjelas. Hal ini bertujuan untuk memberikan pernyataan yang lebih rinci tanpa perlu membuat banyak kalimat.
  3. Hindari Kalimat Tanya dan Kalimat Imperatif: Simpulan bukan tempat untuk bertanya atau memberi perintah. Kalimat tanya sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan ambiguitas. Demikian pula, kalimat perintah biasanya tidak cocok kecuali dalam simpulan editorial atau opini.

Kaidah Tata Bahasa yang Harus Diperhatikan

Tata bahasa mencakup banyak unsur, dari struktur kalimat hingga pemilihan kata. Pada bagian ini, akan dibahas beberapa kaidah penting yang perlu diperhatikan saat menulis simpulan.

  1. Subjek dan Predikat Harus Jelas: Kalimat yang tidak memiliki subjek atau predikat yang jelas akan membingungkan pembaca. Oleh karena itu, setiap kalimat simpulan harus menyertakan keduanya secara eksplisit.
  2. Penggunaan Ejaan yang Sesuai PUEBI: Tata bahasa juga mencakup ejaan. Gunakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai acuan agar tidak terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, maupun kapitalisasi dalam simpulan.
  3. Hindari Ambiguitas: Gunakan kata-kata yang tidak menimbulkan makna ganda. Misalnya, hindari penggunaan kata “itu” secara berlebihan tanpa kejelasan rujukannya.
  4. Gunakan Diksi yang Formal: Dalam tulisan akademik, simpulan harus disampaikan dengan diksi atau pilihan kata yang formal. Hindari kata-kata slang, ungkapan tidak baku, atau gaya bahasa sehari-hari.

Kesalahan Umum dalam Menulis Simpulan

Banyak penulis yang kurang memperhatikan tata bahasa ketika menyusun simpulan, sehingga mengurangi kekuatan penutup tulisan. Berikut ini pengantar mengenai beberapa kesalahan umum yang sering terjadi.

  1. Menyertakan Informasi Baru

Ini adalah kesalahan paling umum. Simpulan tidak boleh menyertakan ide atau data baru yang tidak pernah dijelaskan sebelumnya.

     2. Menggunakan Kalimat Terlalu Panjang

Simpulan harus ringkas. Kalimat yang terlalu panjang dan kompleks dapat membuat pembaca kehilangan fokus.

     3. Terlalu Klise dan Umum

Mengakhiri tulisan dengan simpulan yang terlalu umum seperti “demikian tulisan ini dibuat semoga bermanfaat” tidak memberikan nilai tambah.

     4. Tidak Konsisten dengan Isi Tulisan

Simpulan harus sesuai dengan argumen dan data yang telah dibahas. Inkonsistensi antara simpulan dan isi akan melemahkan tulisan secara keseluruhan.

Contoh Kata-kata Transisi untuk Simpulan

Kata transisi berfungsi sebagai jembatan antara isi tulisan dan simpulan. Penggunaan kata-kata transisi yang tepat menunjukkan bahwa tulisan akan segera berakhir dan penulis sedang menyampaikan inti sari pemikiran.

Beberapa contoh kata transisi yang umum digunakan antara lain:

  • “Sebagai kesimpulan,…”
  • “Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa…”
  • “Maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa…”
  • “Dengan demikian,…”
  • “Berdasarkan pembahasan sebelumnya,…”

Penggunaan kata transisi ini membantu pembaca memahami bahwa mereka sedang memasuki bagian akhir dari sebuah tulisan, dan siap untuk menerima rangkuman utama.

Strategi Menulis Simpulan yang Efektif

Menyusun simpulan yang baik tidak hanya membutuhkan pemahaman tentang isi tulisan, tetapi juga keterampilan kebahasaan. Berikut ini beberapa strategi praktis yang dapat membantu dalam menulis simpulan secara efektif.

  1. Baca Ulang Isi Tulisan: Sebelum menulis simpulan, pastikan untuk membaca ulang bagian isi agar simpulan yang dibuat benar-benar mencerminkan keseluruhan pembahasan.
  2. Soroti Poin-Poin Kunci: Identifikasi argumen atau temuan utama dan susun dalam satu atau dua kalimat yang mewakili esensi tulisan.
  3. Gunakan Bahasa yang Tegas dan Pasti: Simpulan yang ragu-ragu akan membuat pembaca kehilangan kepercayaan. Gunakan ungkapan pasti seperti “hasilnya menunjukkan…” atau “dapat disimpulkan bahwa…”
  4. Jangan Ulangi Kata per Kata: Parafrase isi tulisan dengan gaya bahasa berbeda agar tidak terkesan hanya mengulang kalimat sebelumnya.

Contoh Simpulan Berdasarkan Jenis Tulisan

Tata bahasa dalam simpulan juga bisa disesuaikan dengan jenis tulisan yang dibuat. Berikut adalah beberapa contoh singkat:

  1. Tulisan Ilmiah

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode blended learning secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa SMA.”

      2. Artikel Opini

“Dengan melihat kenyataan tersebut, sudah saatnya pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi pangan di wilayah pedalaman.”

      3. Laporan Praktik Kerja

“Berdasarkan pelaksanaan praktik kerja industri selama tiga bulan, penulis memperoleh pengalaman langsung mengenai sistem pelayanan pelanggan di perusahaan retail.”

Baca juga: Tata Bahasa pada Metode

Penutup: Pentingnya Tata Bahasa dalam Simpulan

Tata bahasa bukan hanya sekadar aturan teknis, melainkan alat komunikasi yang menyampaikan makna secara efektif. Dalam simpulan, penggunaan tata bahasa yang tepat akan menentukan apakah pesan utama tulisan sampai dengan baik kepada pembaca.

Kesalahan kecil dalam struktur kalimat, pilihan kata, atau ketidakjelasan subjek dapat membuat simpulan kehilangan kekuatannya. Oleh karena itu, penulis perlu memperlakukan simpulan sebagai bagian penting dari tulisan, bukan sekadar formalitas di akhir.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solusi Jurnal