Studi Literatur Sekunder: Konsep, Jenis, dan Penerapannya dalam Penelitian Akademik

Jurnal Teknik: Peran, Jenis, dan Pentingnya dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Dalam dunia akademik, penelitian merupakan salah satu cara untuk mengembangkan pengetahuan. Penelitian tidak selalu harus dilakukan melalui eksperimen atau observasi langsung, melainkan juga dapat dilakukan dengan cara meninjau kembali sumber-sumber pengetahuan yang telah ada. Salah satu metode yang sering digunakan dalam hal ini adalah studi literatur sekunder. Studi literatur sekunder merujuk pada proses pengumpulan, penelaahan, dan analisis data atau informasi yang berasal dari penelitian maupun karya orang lain yang telah dipublikasikan sebelumnya. Dengan metode ini, peneliti tidak harus turun langsung ke lapangan, melainkan dapat memperoleh pemahaman mendalam melalui kajian literatur yang tersedia.

Studi literatur sekunder menjadi penting karena dapat membantu peneliti mengidentifikasi kesenjangan penelitian, membangun kerangka teori, hingga menyusun landasan konseptual yang kuat. Tanpa adanya tinjauan literatur yang memadai, penelitian akan kehilangan arah dan berpotensi mengulang hal-hal yang sudah pernah dilakukan. Oleh sebab itu, pembahasan mengenai studi literatur sekunder tidak hanya relevan bagi mahasiswa atau akademisi, tetapi juga bagi praktisi yang ingin memahami perkembangan suatu bidang ilmu.

Baca juga: Penelitian Tindakan: Konsep, Jenis, dan Implementasinya

Pengertian Studi Literatur Sekunder

Studi literatur sekunder adalah pendekatan penelitian yang menggunakan sumber data yang sudah ada sebelumnya. Data tersebut bisa berasal dari buku, jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dokumen resmi, maupun arsip digital. Disebut sekunder karena data yang digunakan bukan hasil dari pengumpulan langsung oleh peneliti, melainkan hasil kerja orang lain yang terdokumentasi. Metode ini berbeda dengan studi literatur primer yang menekankan pada pengumpulan data asli dari lapangan atau eksperimen.

Dalam praktiknya, studi literatur sekunder tidak hanya sekadar membaca sumber-sumber ilmiah, tetapi juga menganalisis, membandingkan, serta menarik kesimpulan dari berbagai temuan penelitian terdahulu. Hal ini membuat studi literatur sekunder menjadi jembatan penting dalam membangun fondasi penelitian baru. Seorang peneliti dapat memperkaya pengetahuan mereka tanpa harus mengulang penelitian dari awal, asalkan mampu memanfaatkan sumber sekunder dengan bijak.

Tujuan Studi Literatur Sekunder

Tujuan dari studi literatur sekunder sangat beragam, tergantung pada konteks penelitian yang dilakukan. Secara umum, ada beberapa tujuan utama, yaitu:

  1. Menyediakan Landasan Teori

Studi literatur sekunder bertujuan menyediakan dasar teoritis yang kuat bagi penelitian baru. Dengan mempelajari penelitian terdahulu, peneliti dapat memahami teori, konsep, maupun kerangka berpikir yang relevan. Landasan teori yang baik akan memperkuat posisi penelitian dalam diskursus akademik.

  1. Mengidentifikasi Kesenjangan Penelitian

Salah satu peran penting studi literatur sekunder adalah menemukan celah atau kesenjangan dalam penelitian sebelumnya. Dengan menelaah hasil penelitian terdahulu, peneliti dapat mengetahui aspek apa yang belum diteliti atau masih menimbulkan perdebatan. Hal ini sangat membantu dalam menentukan arah penelitian baru.

  1. Menghindari Duplikasi Penelitian

Melakukan studi literatur sekunder juga bermanfaat untuk menghindari pengulangan penelitian yang sudah ada. Jika sebuah topik sudah banyak dibahas dengan hasil yang konsisten, peneliti dapat memilih untuk mengeksplorasi aspek yang berbeda atau memperdalam kajian pada konteks yang lebih spesifik.

  1. Membandingkan Temuan

Tujuan lainnya adalah membandingkan temuan dari berbagai penelitian. Dengan membandingkan, peneliti dapat melihat konsistensi atau kontradiksi antarhasil penelitian. Proses ini akan memperkaya analisis dan memperluas pemahaman terhadap suatu fenomena.

  1. Mendukung Argumentasi Penelitian

Studi literatur sekunder juga menjadi dasar dalam menyusun argumen akademik. Dengan merujuk pada penelitian terdahulu, peneliti dapat memperkuat posisi mereka serta menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan bukan tanpa dasar, melainkan berakar pada diskusi akademis yang sudah ada.

Jenis-Jenis Studi Literatur Sekunder

Studi literatur sekunder dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, tergantung pada tujuan dan cara penggunaannya. Berikut ini adalah jenis-jenis yang umum dikenal:

  1. Studi Naratif

Studi naratif adalah bentuk studi literatur sekunder yang berfokus pada penyajian ringkasan temuan-temuan penelitian terdahulu dalam bentuk cerita atau narasi. Jenis ini tidak terlalu menekankan pada metode sistematis dalam pencarian data, melainkan lebih menonjolkan alur penjelasan yang runtut. Studi naratif biasanya digunakan dalam penulisan esai, artikel opini ilmiah, maupun kajian awal sebelum masuk ke penelitian mendalam. Meskipun cenderung lebih fleksibel, kelemahan studi naratif adalah potensi adanya bias dari penulis dalam memilih literatur.

  1. Studi Sistematis

Berbeda dengan studi naratif, studi sistematis dilakukan dengan pendekatan yang lebih terstruktur. Peneliti biasanya menetapkan kriteria tertentu dalam memilih literatur, seperti tahun publikasi, kata kunci, maupun jenis penelitian. Studi sistematis sering digunakan dalam bidang kesehatan, psikologi, maupun ilmu sosial, karena memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan obyektif. Jenis ini dianggap lebih kuat secara metodologis dibandingkan studi naratif.

  1. Meta-Analisis

Meta-analisis adalah studi literatur sekunder yang menggabungkan data kuantitatif dari berbagai penelitian untuk menghasilkan analisis statistik baru. Dengan cara ini, peneliti dapat melihat pola umum atau kekuatan hubungan antarvariabel dari sekumpulan penelitian. Misalnya, meta-analisis sering digunakan untuk menilai efektivitas obat atau metode terapi tertentu dengan menggabungkan hasil penelitian klinis. Kelebihannya adalah hasil yang lebih obyektif karena berbasis data kuantitatif, namun kelemahannya adalah membutuhkan literatur dengan data yang kompatibel.

  1. Studi Scoping

Studi scoping digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai suatu topik penelitian. Fokusnya bukan pada kedalaman analisis, melainkan pada cakupan luas literatur yang tersedia. Dengan studi scoping, peneliti dapat mengetahui sejauh mana sebuah topik telah diteliti, teori apa yang digunakan, serta pendekatan metodologis yang dominan. Studi ini biasanya dilakukan pada tahap awal penelitian agar peneliti memiliki peta konseptual yang jelas.

  1. Studi Historis

Jenis studi literatur sekunder lainnya adalah studi historis. Studi ini bertujuan menelusuri perkembangan suatu konsep, teori, atau fenomena dari waktu ke waktu. Peneliti meninjau berbagai literatur yang diterbitkan dalam kurun waktu tertentu untuk melihat bagaimana pemahaman terhadap suatu hal berubah. Studi historis banyak digunakan dalam bidang pendidikan, filsafat, maupun sejarah ilmu pengetahuan.

Proses Pelaksanaan Studi Literatur Sekunder

Pelaksanaan studi literatur sekunder tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tahapan sistematis yang perlu diikuti agar hasil kajian memiliki validitas akademis yang tinggi.

Induktif Analisis: Konsep, Jenis, dan Penerapannya dalam Penelitian

  1. Menentukan Topik dan Pertanyaan Penelitian

Langkah pertama adalah menetapkan topik yang jelas serta merumuskan pertanyaan penelitian. Topik yang terlalu luas akan menyulitkan proses pencarian literatur, sedangkan pertanyaan penelitian membantu mempersempit fokus kajian.

  1. Menyusun Kriteria Pemilihan Literatur

Tahap berikutnya adalah menetapkan kriteria pemilihan literatur, misalnya tahun terbit, jenis publikasi, bahasa, atau relevansi dengan topik. Kriteria ini akan membantu peneliti memilah literatur yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  1. Mencari dan Mengumpulkan Literatur

Proses pencarian literatur dapat dilakukan melalui basis data akademik seperti Google Scholar, Scopus, atau PubMed, serta melalui perpustakaan digital. Pengumpulan literatur harus dilakukan secara sistematis agar hasil kajian lebih kredibel.

  1. Mengevaluasi Kualitas Literatur

Tidak semua literatur memiliki kualitas yang sama. Peneliti harus mampu mengevaluasi apakah sumber yang digunakan berasal dari jurnal bereputasi, memiliki metodologi yang kuat, serta relevan dengan topik penelitian. Evaluasi ini penting agar hasil studi literatur tidak bias.

  1. Menganalisis dan Mensintesis Temuan

Tahap ini melibatkan proses membaca, menganalisis, serta membandingkan temuan dari berbagai sumber. Peneliti kemudian menyintesis informasi tersebut untuk menemukan pola, persamaan, maupun perbedaan.

  1. Menyusun Laporan Studi Literatur

Tahap terakhir adalah menyusun laporan studi literatur dalam bentuk tulisan ilmiah. Laporan harus disusun secara runtut, mencakup latar belakang, metode pencarian literatur, hasil analisis, serta kesimpulan yang relevan dengan pertanyaan penelitian.

Kelebihan dan Kelemahan Studi Literatur Sekunder

Studi literatur sekunder memiliki sejumlah kelebihan dan kelemahan yang perlu dipahami peneliti.

Kelebihannya antara lain efisiensi waktu dan biaya karena peneliti tidak perlu turun langsung ke lapangan, ketersediaan data yang melimpah dari berbagai sumber, serta kemampuannya memberikan gambaran komprehensif mengenai suatu topik. Selain itu, studi literatur sekunder juga membantu peneliti membangun argumen ilmiah yang lebih kuat.

Namun, metode ini juga memiliki kelemahan. Salah satunya adalah ketergantungan pada ketersediaan literatur. Jika literatur yang relevan terbatas, maka hasil penelitian bisa kurang mendalam. Selain itu, ada risiko bias karena peneliti mungkin hanya memilih literatur yang mendukung argumennya saja. Kelemahan lainnya adalah potensi adanya ketidaksesuaian data antarpenelitian yang membuat analisis menjadi kompleks.

Penerapan Studi Literatur Sekunder dalam Penelitian

Studi literatur sekunder banyak diterapkan dalam berbagai bidang ilmu. Dalam bidang kesehatan, studi ini digunakan untuk meninjau efektivitas metode pengobatan atau terapi. Dalam ilmu sosial, studi literatur sekunder membantu memahami fenomena masyarakat melalui penelitian terdahulu. Dalam bidang pendidikan, metode ini digunakan untuk menilai kurikulum, strategi pembelajaran, maupun perkembangan teori pendidikan. Penerapan yang luas ini menunjukkan bahwa studi literatur sekunder memiliki peran vital dalam memperkaya penelitian

Baca juga: Ilmu kedokteran merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan yang paling cepat berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia akan layanan kesehatan yang lebih baik.

Kesimpulan

Studi literatur sekunder merupakan metode penelitian yang sangat penting dalam dunia akademik. 

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

 

Solusi Jurnal