Dalam dunia penelitian, setiap studi yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ilmiah tertentu, tetapi juga untuk membuka jalan bagi penelitian-penelitian lanjutan. Penelitian yang baik akan meninggalkan “ruang eksplorasi” atau celah-celah ilmiah yang belum tersentuh secara mendalam. Oleh karena itu, bagian rekomendasi untuk penelitian selanjutnya menjadi penting karena memberikan panduan kepada peneliti lain untuk melanjutkan atau memperluas studi yang telah dilakukan.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang makna, jenis, bentuk, serta strategi dalam menyusun rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Harapannya, artikel ini dapat menjadi panduan praktis bagi mahasiswa, dosen, atau peneliti pemula dalam menutup penelitiannya dengan baik dan ilmiah.
Baca juga: Menarik Kesimpulan yang Signifikan
Pengertian Rekomendasi Penelitian Selanjutnya
Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya merupakan bagian penting dalam laporan atau karya ilmiah yang berisi saran-saran terkait topik, pendekatan, atau aspek yang bisa diteliti lebih lanjut oleh peneliti lain. Ini muncul karena keterbatasan penelitian, perubahan zaman, ataupun dinamika sosial yang terus berkembang. Rekomendasi ini tidak hanya menunjukkan kejujuran akademik, tetapi juga kontribusi intelektual dari peneliti dalam membangun keilmuan secara berkelanjutan.
Fungsi dan Tujuan Rekomendasi Penelitian
Bagian ini berfungsi sebagai jembatan antara penelitian yang sudah dilakukan dan penelitian yang akan dilakukan. Adapun beberapa tujuan dari rekomendasi ini, antara lain:
- Mengembangkan Keilmuan: Penelitian adalah proses kumulatif. Rekomendasi membuka peluang untuk memperluas atau memperdalam teori dan praktik yang relevan dengan tema penelitian.
- Menyempurnakan Temuan Sebelumnya: Tidak semua aspek dapat dijawab dalam satu penelitian. Dengan memberi rekomendasi, peneliti menunjukkan bahwa temuan yang ada masih bisa ditingkatkan.
- Menjadi Panduan bagi Peneliti Lain: Peneliti pemula atau peneliti yang ingin fokus pada topik sejenis akan terbantu dengan arahan yang jelas dari rekomendasi ini.
Alasan Mengapa Rekomendasi Diperlukan
Pada bagian ini, kita akan melihat beberapa alasan mendasar mengapa suatu penelitian perlu memberikan rekomendasi. Tiap alasan biasanya muncul dari dinamika dalam pelaksanaan penelitian itu sendiri.
1. Keterbatasan Penelitian
Tidak ada penelitian yang sepenuhnya sempurna. Dalam prosesnya, peneliti seringkali dihadapkan pada keterbatasan yang bisa berupa waktu, biaya, lokasi, atau metode. Rekomendasi diperlukan agar kekurangan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh peneliti lain.
2. Perkembangan Teori atau Fenomena Baru
Ilmu pengetahuan berkembang terus-menerus. Hal yang dianggap mutakhir hari ini bisa jadi sudah tidak relevan besok. Rekomendasi akan membantu menyelaraskan studi yang dilakukan dengan perkembangan yang terjadi.
3. Ditemukannya Variabel atau Dimensi Baru
Selama penelitian berlangsung, peneliti mungkin menemukan variabel atau aspek baru yang belum sempat digali secara mendalam. Ini bisa menjadi bahan yang layak untuk dijadikan fokus dalam penelitian berikutnya.
Jenis-jenis Rekomendasi Penelitian
Rekomendasi bisa disampaikan dalam berbagai bentuk, tergantung pada karakteristik studi dan arah pengembangannya. Berikut beberapa jenis rekomendasi yang umum dijumpai dalam laporan penelitian.
1. Rekomendasi Substansial
Rekomendasi ini berfokus pada isi atau materi dari penelitian. Peneliti menyarankan untuk menggali lebih dalam aspek teoritis atau fenomena yang belum tersentuh secara optimal.
Contoh: “Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji hubungan antara literasi digital dan keterlibatan politik di kalangan generasi Z.”
2. Rekomendasi Metodologis
Jenis ini berkaitan dengan pendekatan atau metode yang digunakan. Peneliti menyarankan untuk mencoba metode lain yang mungkin lebih efektif atau relevan.
Contoh: “Studi lanjutan dapat menggunakan metode kualitatif agar mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait perilaku konsumen.”
3. Rekomendasi Praktis
Bentuk rekomendasi ini diarahkan kepada implementasi kebijakan, praktik lapangan, atau strategi intervensi yang bisa diuji oleh peneliti berikutnya.
Contoh: “Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang menguji efektivitas program pelatihan berbasis online terhadap peningkatan kompetensi guru.”
4. Rekomendasi Teoritis
Rekomendasi ini berkaitan dengan pengembangan teori atau model konseptual. Seringkali diberikan ketika peneliti merasa bahwa teori yang ada belum sepenuhnya menjelaskan fenomena yang diteliti.
Contoh: “Disarankan untuk menyusun model teoretis baru mengenai motivasi kerja di kalangan pekerja informal.”
Langkah-Langkah Menyusun Rekomendasi Penelitian
Agar rekomendasi yang dibuat benar-benar bermakna dan aplikatif, peneliti perlu memperhatikan beberapa langkah berikut ini:
- Mengkaji Ulang Temuan Penelitian: Sebelum membuat rekomendasi, peneliti harus meninjau ulang seluruh temuan yang telah diperoleh. Hal ini penting agar rekomendasi yang diberikan benar-benar relevan dan kontekstual.
- Identifikasi Keterbatasan Penelitian: Tentukan apa saja batasan dalam penelitian yang belum bisa dijawab secara maksimal. Keterbatasan ini bisa menjadi titik tolak utama bagi penelitian berikutnya.
- Menyesuaikan dengan Isu Kontemporer: Peneliti harus peka terhadap isu terkini yang mungkin berkaitan dengan tema yang diangkat. Ini dapat memperkuat urgensi dari rekomendasi yang diberikan.
- Menggunakan Bahasa yang Akademik dan Terstruktur: Rekomendasi harus ditulis dengan bahasa yang lugas, jelas, namun tetap mengikuti kaidah akademik. Hindari kalimat ambigu atau terlalu normatif.
Contoh Kalimat Rekomendasi Penelitian
Untuk memperjelas bagaimana menuliskan rekomendasi dalam laporan penelitian, berikut ini beberapa contoh kalimat yang bisa digunakan:
- “Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas wilayah studi agar hasilnya lebih representatif secara geografis.”
- “Disarankan untuk menggunakan metode longitudinal guna melihat perubahan perilaku dalam jangka waktu tertentu.”
- “Variabel moderasi seperti gender dan usia dapat ditambahkan pada studi lanjutan untuk mendapatkan hasil yang lebih variatif.”
- “Studi ini masih terbatas pada pendekatan kuantitatif. Penelitian berikutnya dapat mencoba pendekatan campuran (mixed methods) untuk hasil yang lebih komprehensif.”
Kesalahan Umum dalam Menyusun Rekomendasi
Sebagian peneliti terkadang kurang teliti dalam merumuskan rekomendasi, sehingga bagian ini menjadi lemah dan tidak bermakna. Berikut ini beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari:
- Terlalu Umum atau Klise: Kalimat seperti “Penelitian selanjutnya agar lebih baik lagi” terlalu normatif dan tidak memberikan arah yang jelas.
- Tidak Berdasarkan Data: Rekomendasi yang tidak berdasar pada temuan atau keterbatasan penelitian cenderung menjadi asumsi belaka.
- Tidak Relevan dengan Topik: Ada peneliti yang memberi rekomendasi yang menyimpang jauh dari fokus penelitian. Hal ini membuat rekomendasi tampak tidak nyambung dan tidak ilmiah.
- Terlalu Banyak Poin: Terlalu banyak rekomendasi justru membingungkan pembaca. Lebih baik menyampaikan 2–3 rekomendasi yang fokus dan mendalam.
Strategi Memperkuat Rekomendasi Penelitian
Agar bagian rekomendasi dalam laporan penelitian tidak dianggap sebagai formalitas semata, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- Koneksikan dengan Literatur Sebelumnya: Tunjukkan bagaimana rekomendasi yang diajukan berkaitan dengan kajian pustaka yang telah dibahas dalam bagian teori.
- Gunakan Data Temuan Sebagai Dasar: Setiap rekomendasi sebaiknya memiliki dasar dari hasil analisis data, bukan sekadar opini.
- Libatkan Konteks Sosial dan Praktik Nyata: Jika memungkinkan, jelaskan bagaimana rekomendasi akan bermanfaat dalam dunia nyata, baik untuk kebijakan, pendidikan, maupun masyarakat luas.
Pentingnya Rekomendasi bagi Peneliti Pemula
Bagi mahasiswa atau peneliti pemula, bagian rekomendasi sering dianggap “sisa” atau “tambahan”. Padahal, bagian ini sangat penting dalam menunjukkan keluasan wawasan dan kemampuan berpikir kritis seorang peneliti.
Dengan membuat rekomendasi yang kuat, peneliti menunjukkan bahwa ia tidak hanya menyelesaikan penelitiannya, tetapi juga mampu melihat potensi ilmiah dari temuannya. Ini akan memberi kesan bahwa ia siap untuk melanjutkan ke penelitian yang lebih besar dan kompleks.
Baca juga: Menyusun Kesimpulan dan Rekomendasi
Penutup
Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya bukan sekadar formalitas dalam laporan ilmiah, tetapi menjadi penanda penting bahwa penelitian adalah proses berkesinambungan.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


