Pengertian Fast Track Jurnal

Uji Asumsi dalam Pengujian Empiris

Fast track jurnal merupakan sebuah mekanisme atau jalur percepatan publikasi artikel ilmiah dalam sebuah jurnal akademik. Umumnya, proses penerbitan artikel di jurnal ilmiah memerlukan waktu yang panjang, bisa berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, karena harus melalui beberapa tahap seperti pengiriman naskah, pemeriksaan awal oleh editor, proses peninjauan sejawat (peer review), revisi oleh penulis, hingga tahap finalisasi dan publikasi. Dalam skema fast track, beberapa tahapan tersebut dipercepat atau dipersingkat sehingga artikel dapat diterbitkan dalam waktu yang jauh lebih singkat. Konsep ini muncul sebagai respons atas kebutuhan peneliti untuk mempublikasikan temuannya secara cepat, terutama untuk bidang-bidang ilmu yang bersifat dinamis dan cepat berkembang.

Dalam jalur fast track, jurnal biasanya memberikan prioritas khusus kepada artikel yang dianggap memiliki nilai kebaruan tinggi, relevansi penting terhadap isu terkini, atau mendesak untuk segera disebarluaskan. Contohnya, pada saat terjadi situasi darurat kesehatan global, banyak jurnal mempercepat publikasi artikel terkait penyakit baru agar dapat segera diakses komunitas ilmiah dunia. Dengan demikian, fast track jurnal berfungsi untuk menjembatani kebutuhan akan kecepatan dan kebutuhan akan kualitas dalam publikasi ilmiah. Meskipun begitu, mekanisme percepatan ini tidak berarti mengabaikan kualitas karena setiap artikel tetap harus melewati proses peninjauan ilmiah yang ketat meskipun waktunya lebih singkat.

Baca juga: Jurnal Gratis: Akses Pengetahuan Tanpa Batas

Tujuan dan Manfaat Fast Track Jurnal

Tujuan utama dari adanya fast track jurnal adalah untuk mempercepat proses penyebaran informasi ilmiah yang dianggap krusial. Dalam dunia penelitian, kecepatan publikasi bisa menjadi faktor penting karena hasil penelitian yang relevan perlu segera diketahui oleh para peneliti lain agar dapat dimanfaatkan, dikembangkan, atau diuji ulang. Fast track juga menjadi solusi untuk mengurangi ketertinggalan waktu publikasi yang bisa merugikan peneliti, terutama bila ada kompetisi untuk menjadi yang pertama memublikasikan penemuan baru.

Manfaat lainnya adalah meningkatkan visibilitas peneliti karena artikel yang diterbitkan dengan cepat akan segera tersedia di basis data jurnal dan dapat segera disitasi oleh peneliti lain. Hal ini berdampak positif pada reputasi peneliti maupun institusi tempat mereka bernaung. Selain itu, dari sisi jurnal, menyediakan layanan fast track dapat menarik lebih banyak penulis berkualitas yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya dengan cepat, sehingga meningkatkan reputasi jurnal itu sendiri. Dengan kata lain, mekanisme ini menguntungkan kedua belah pihak, baik penulis maupun penerbit.

Karakteristik Utama Fast Track Jurnal

Sebuah jurnal yang menyediakan layanan fast track biasanya memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jalur publikasi reguler. Pertama, waktu proses review yang sangat singkat, bisa hanya dalam hitungan hari hingga beberapa minggu. Untuk mencapai hal ini, jurnal telah menyiapkan tim editor dan reviewer khusus yang siap meninjau naskah dengan cepat. Kedua, adanya biaya tambahan yang harus dibayar oleh penulis untuk menggunakan layanan fast track. Biaya ini digunakan untuk membiayai percepatan proses editorial dan kompensasi bagi reviewer yang bekerja dalam waktu singkat.

Ketiga, ada prioritas penerbitan dimana artikel fast track akan mendapat tempat terlebih dahulu dalam edisi terdekat, sehingga tidak perlu menunggu giliran sebagaimana artikel reguler. Keempat, proses komunikasi antara penulis, editor, dan reviewer lebih intensif dibandingkan jalur biasa, agar proses revisi berjalan cepat. Karakteristik-karakteristik tersebut menjadikan fast track sebagai jalur publikasi yang istimewa, meski tidak semua jurnal menyediakannya. Biasanya hanya jurnal yang telah mapan dan memiliki sumber daya editorial yang kuat yang mampu menyediakan layanan ini.

Jenis-Jenis Fast Track dalam Jurnal Ilmiah

Terdapat beberapa jenis pendekatan fast track yang diterapkan oleh jurnal-jurnal ilmiah, dan setiap jenisnya memiliki mekanisme yang sedikit berbeda. Memahami jenis-jenis ini penting agar penulis dapat menyesuaikan strategi pengajuan naskahnya.

Pertama adalah fast track penuh (full fast track). Dalam jenis ini, seluruh proses publikasi dipercepat dari awal hingga akhir. Penulis akan mendapatkan keputusan awal dari editor dalam waktu sangat singkat, kemudian reviewer ditugaskan untuk memberikan penilaian dalam beberapa hari saja, dan jika naskah diterima maka artikel akan langsung diterbitkan secara daring dalam waktu kurang dari sebulan. Skema ini banyak digunakan untuk artikel-artikel yang bersifat sangat mendesak.

Kedua adalah fast track parsial (partial fast track). Jenis ini hanya mempercepat sebagian tahapan saja, misalnya hanya mempercepat proses review tetapi tidak mempercepat proses produksi setelah artikel diterima. Artinya, artikel mungkin akan selesai direview dengan cepat, namun masih harus menunggu giliran terbit di edisi reguler. Jenis ini cocok bagi penulis yang ingin mendapatkan kepastian penerimaan naskah dengan cepat, walau publikasinya tetap menunggu jadwal.

Ketiga adalah fast track khusus (special fast track). Skema ini biasanya hanya dibuka pada situasi tertentu, misalnya saat jurnal mengadakan edisi khusus (special issue) mengenai suatu topik tertentu yang sedang hangat. Artikel yang relevan akan diberikan prioritas untuk diproses lebih cepat agar seluruh edisi khusus tersebut dapat diterbitkan tepat waktu. Skema ini bersifat temporer dan tidak selalu tersedia setiap saat.

Langkah-Langkah dalam Proses Fast Track

Proses fast track dalam jurnal ilmiah memiliki alur yang pada dasarnya mirip dengan publikasi reguler, hanya saja setiap tahapannya dilakukan dalam waktu lebih singkat dan lebih terkoordinasi. Berikut ini adalah beberapa langkah penting dalam proses fast track yang dijelaskan secara naratif:

Pertama, penulis mengajukan naskah dengan menandai bahwa mereka ingin menggunakan layanan fast track. Biasanya penulis harus melengkapi formulir tambahan dan membayar biaya percepatan. Setelah itu, editor melakukan seleksi awal untuk menilai apakah naskah tersebut layak masuk jalur fast track, baik dari segi kualitas maupun urgensinya. Jika lolos, editor akan langsung mengirimkan naskah ke reviewer yang telah disiapkan sebelumnya. Reviewer akan diminta memberikan tanggapan dalam waktu yang sangat singkat, misalnya hanya 3 hingga 7 hari.

Kemudian, editor akan mengompilasi hasil review dan memberikan keputusan kepada penulis. Jika naskah perlu direvisi, penulis diberi batas waktu yang juga ketat, misalnya hanya satu minggu untuk mengirim revisi. Setelah revisi diterima dan disetujui, artikel langsung masuk ke proses produksi (penyuntingan, tata letak, dan finalisasi). Dalam banyak kasus, seluruh proses ini bisa selesai dalam waktu kurang dari satu bulan, jauh lebih cepat dibandingkan proses reguler yang bisa memakan waktu beberapa bulan hingga satu tahun.

Kelebihan Menggunakan Fast Track Jurnal

Menggunakan jalur fast track dalam publikasi ilmiah memiliki beberapa kelebihan yang signifikan. Salah satu kelebihannya adalah kecepatan publikasi yang memungkinkan hasil penelitian segera tersedia bagi komunitas ilmiah. Hal ini sangat penting jika hasil penelitian memiliki implikasi langsung terhadap kebijakan publik, kesehatan masyarakat, atau teknologi yang sedang berkembang cepat. Dengan publikasi cepat, peneliti juga dapat lebih dahulu mengklaim penemuan mereka sebelum peneliti lain menerbitkan temuan serupa.

Kelebihan lainnya adalah meningkatkan peluang untuk mendapatkan sitasi lebih awal karena artikel tersedia lebih cepat di basis data ilmiah. Semakin cepat artikel dipublikasikan, semakin besar kemungkinan artikel tersebut disitasi oleh peneliti lain yang sedang mencari referensi terbaru. Jalur fast track juga dapat mempercepat pengembangan karier akademik peneliti, karena publikasi merupakan salah satu indikator utama penilaian kinerja dosen atau peneliti di berbagai lembaga. Dengan demikian, fast track dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempercepat kenaikan pangkat atau reputasi akademik.

Kekurangan dan Risiko Fast Track Jurnal

Meskipun memiliki banyak kelebihan, fast track jurnal juga tidak lepas dari berbagai kekurangan dan risiko. Salah satu risikonya adalah kemungkinan terjadinya penurunan kualitas proses review karena keterbatasan waktu. Reviewer yang terburu-buru bisa saja melewatkan kesalahan penting dalam naskah, sehingga artikel yang diterbitkan tidak sebaik yang seharusnya. Risiko ini memang dapat diminimalkan dengan memilih reviewer berpengalaman, namun tetap menjadi perhatian utama dalam skema fast track.

Selain itu, biaya fast track yang cukup tinggi bisa menjadi beban bagi penulis, terutama peneliti dari negara berkembang atau lembaga kecil yang tidak memiliki dana besar untuk publikasi. Ada pula kekhawatiran bahwa fast track dapat menciptakan kesenjangan, di mana hanya peneliti yang memiliki dana cukup yang bisa memanfaatkan layanan ini, sedangkan yang lain harus menunggu jalur reguler yang lebih lama. Risiko lain adalah potensi penyalahgunaan, misalnya jurnal predator yang menawarkan fast track hanya untuk menarik pembayaran tanpa memberikan proses review yang layak. Oleh karena itu, penulis perlu berhati-hati dan memilih jurnal yang bereputasi baik.

Poin-Poin Penting yang Perlu Diperhatikan Penulis

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan penulis sebelum memutuskan untuk menggunakan jalur fast track dalam publikasi jurnal ilmiah. Pertama, penulis harus menilai apakah naskah mereka memang layak untuk fast track, yaitu memiliki nilai kebaruan tinggi dan urgensi untuk segera dipublikasikan. Artikel yang biasa-biasa saja sebaiknya tidak menggunakan fast track karena biayanya tidak sebanding dengan keuntungannya.

Kedua, pastikan bahwa jurnal yang dipilih benar-benar bereputasi baik dan terindeks di basis data bereputasi seperti Scopus atau Web of Science. Ini penting agar publikasi fast track tidak sia-sia karena diterbitkan di jurnal abal-abal. Ketiga, siapkan naskah sebaik mungkin sejak awal karena waktu untuk revisi sangat terbatas. Naskah yang masih banyak kesalahan akan sulit lolos fast track karena tidak ada waktu untuk perbaikan besar. Keempat, siapkan dana publikasi yang memadai karena layanan fast track biasanya memerlukan biaya tambahan di luar biaya publikasi biasa. Dengan memperhatikan hal-hal ini, penulis dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan manfaat dari layanan fast track.

Jurnal Nasional: Definisi, Karakteristik, dan Perannya dalam Dunia Akademik

Etika dan Standar dalam Fast Track Jurnal

Aspek etika sangat penting dalam pelaksanaan fast track jurnal. Meskipun prosesnya dipercepat, jurnal tetap wajib menjaga standar etika publikasi ilmiah, seperti kejujuran ilmiah, orisinalitas naskah, dan ketelitian dalam proses review. Jurnal tidak boleh mengurangi ketelitian hanya demi mengejar kecepatan, karena hal ini dapat merusak kredibilitas ilmiah. Penulis pun harus memastikan bahwa naskah yang dikirim tidak mengandung plagiarisme, manipulasi data, atau pelanggaran etika lainnya.

Selain itu, reviewer dan editor harus transparan dalam proses penilaian, misalnya dengan tetap memberikan umpan balik yang konstruktif meskipun waktunya singkat. Banyak jurnal bereputasi yang memiliki pedoman etika publikasi yang mengacu pada standar dari Committee on Publication Ethics (COPE). Pedoman ini mengatur bahwa setiap artikel harus dinilai secara objektif, tidak memihak, dan bebas dari konflik kepentingan, baik dalam jalur reguler maupun fast track. Dengan mematuhi etika ini, kecepatan publikasi tidak akan mengorbankan kualitas dan integritas ilmiah.

Perbandingan Fast Track dan Jalur Reguler

Perbedaan paling mencolok antara fast track dan jalur reguler terletak pada waktu proses. Jalur reguler bisa memakan waktu 3 hingga 12 bulan, sedangkan fast track dapat selesai dalam 2 hingga 4 minggu. Selain itu, komunikasi antara penulis, editor, dan reviewer dalam jalur fast track lebih intens dan terjadwal ketat. Namun dari sisi substansi, kedua jalur ini sebenarnya sama-sama harus memenuhi standar kualitas dan melewati peer review. Jadi perbedaannya hanya pada kecepatan, bukan pada standar ilmiah yang digunakan.

Dari sisi biaya, fast track umumnya memerlukan biaya tambahan, sedangkan jalur reguler tidak. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi penulis, terutama yang tidak memiliki pendanaan khusus. Dari sisi peluang diterima, jalur fast track tidak selalu menjamin penerimaan artikel; artikel tetap bisa ditolak jika tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, fast track bukan jalan pintas untuk menghindari kualitas, melainkan hanya jalur percepatan bagi artikel yang memang sudah berkualitas tinggi sejak awal.

Baca juga: Skripsi penelitian

Kesimpulan

Fast track jurnal merupakan inovasi dalam dunia publikasi ilmiah yang bertujuan mempercepat penyebaran pengetahuan, terutama untuk artikel-artikel yang memiliki urgensi tinggi.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

Solusi Jurnal