PENELITIAN ETNOGRAFI PENDIDIKAN: MEMAHAMI INTERAKSI SOSIAL DAN KONTEKS BUDAYA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

kata kunci :Penelitian etnografi pendidikan , Interaksi Sosial, Konteks Budaya 

Penelitian etnografi pendidikan merupakan pendekatan kualitatif yang bertujuan memahami realitas pendidikan melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, serta konteks budaya tempat proses pembelajaran berlangsung. Dalam pendekatan ini, peneliti terlibat secara aktif dalam kehidupan masyarakat atau kelompok yang diteliti untuk memahami bagaimana norma, nilai, dan praktik sosial mempengaruhi sistem pendidikan.

Penelitian etnografi pendidikan berakar pada antropologi budaya dan menekankan pada pemahaman mendalam terhadap sistem pendidikan dalam konteks sosial dan budaya tertentu. Studi ini berfokus pada observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen untuk memahami dinamika pendidikan yang terjadi di dalam kelas maupun di lingkungan yang lebih luas.

Artikel ini akan membahas konsep dasar penelitian etnografi pendidikan, interaksi sosial dalam proses pembelajaran, serta bagaimana konteks budaya memengaruhi pendidikan. Studi kasus dari penelitian sebelumnya juga akan disertakan untuk memberikan gambaran nyata tentang penerapan etnografi dalam dunia pendidikan.

Baca Juga : Metode penelitian pendidikan

Konsep Dasar Penelitian Etnografi Pendidikan

1. Pengertian dan Karakteristik Penelitian Etnografi Pendidikan

Penelitian etnografi pendidikan adalah studi yang mendokumentasikan dan menganalisis kehidupan sosial dalam setting pendidikan. Berbeda dengan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada data numerik, etnografi menekankan pengalaman langsung dan interaksi sosial untuk memahami sistem pendidikan secara mendalam.

Karakteristik utama penelitian etnografi pendidikan meliputi:

  1. Observasi partisipatif: Peneliti terlibat dalam lingkungan yang diteliti untuk memahami proses sosial yang terjadi.

  2. Analisis kualitatif: Data dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola interaksi dan budaya yang berpengaruh dalam pendidikan.

  3. Perspektif emik: Penelitian mengutamakan pandangan dan pengalaman individu dalam lingkungan tersebut.

  4. Kontekstualisasi: Studi dilakukan dalam lingkungan alamiah tanpa manipulasi terhadap variabel penelitian.

2. Metode Penelitian Etnografi Pendidikan

Metode yang digunakan dalam penelitian etnografi pendidikan meliputi:

  1. Observasi Partisipatif: Peneliti mengamati dan berinteraksi langsung dengan peserta didik, pendidik, serta lingkungan sekitar untuk memahami pola interaksi sosial.

  2. Wawancara Mendalam: Wawancara dilakukan dengan guru, siswa, orang tua, dan komunitas untuk memahami persepsi mereka terhadap pendidikan.

  3. Analisis Dokumen: Peneliti menganalisis dokumen seperti kurikulum, catatan kelas, dan kebijakan pendidikan yang berlaku dalam suatu lingkungan.

Interaksi Sosial dalam Konteks Pendidikan 

Interaksi sosial dalam dunia pendidikan memainkan peran penting dalam proses pembelajaran. Interaksi ini tidak hanya terjadi antara guru dan siswa, tetapi juga melibatkan hubungan antara siswa, orang tua, serta komunitas pendidikan lainnya.

1. Peran Guru dalam Interaksi Sosial

Guru memiliki peran penting dalam membentuk pola interaksi sosial di dalam kelas. Melalui metode pengajaran yang digunakan, guru dapat mendorong komunikasi aktif, kolaborasi, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. Penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi guru berpengaruh terhadap keterlibatan siswa dalam proses belajar.

2. Interaksi Sosial Antar Siswa

Interaksi antar siswa mencerminkan dinamika sosial yang terjadi dalam lingkungan pendidikan. Dalam pembelajaran kolaboratif, siswa dapat saling bertukar ide, mendukung satu sama lain, serta membangun keterampilan sosial yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

3. Pengaruh Konteks Sosial terhadap Pembelajaran

Lingkungan sosial, baik di dalam maupun di luar kelas, mempengaruhi proses pembelajaran. Misalnya, budaya gotong royong dalam suatu komunitas dapat tercermin dalam metode pembelajaran berbasis proyek yang menekankan kerja sama antar siswa.

Konteks Budaya dalam Pendidikan 

Budaya merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan, karena menentukan nilai-nilai, norma, serta praktik yang diterapkan dalam proses pembelajaran.

1. Peran Budaya dalam Kurikulum dan Metode Pengajaran

Kurikulum pendidikan sering kali dirancang dengan mempertimbangkan budaya lokal. Metode pengajaran yang digunakan juga dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya yang dianut oleh masyarakat setempat. Misalnya, dalam budaya yang menekankan hormat kepada orang tua dan guru, metode pengajaran cenderung lebih bersifat otoritatif.

2. Studi Kasus: Implementasi Budaya dalam Pendidikan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hidayati, Lubis, dan Qalbi (2021) menunjukkan bahwa di Nagari Saribu Rumah Gadang, Solok Selatan, budaya dendang saluang digunakan sebagai media untuk pendidikan karakter anak usia dini. Melalui nyanyian tradisional ini, anak-anak diajarkan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, penelitian oleh Wala dan Koroh (2022) di SMK Negeri 2 Loli menyoroti bagaimana budaya sekolah berkembang dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Studi ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap budaya sekolah sangat penting dalam keberhasilan penerapan kurikulum baru.

Penerapan Penelitian Etnografi Pendidikan dalam Pembelajaran Digital

Dalam era digital, penelitian etnografi pendidikan juga dapat diterapkan untuk memahami bagaimana teknologi mempengaruhi proses pembelajaran. Dengan meningkatnya penggunaan platform pembelajaran daring, interaksi sosial dan konteks budaya dalam pendidikan mengalami perubahan yang signifikan.

1. Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring membawa tantangan baru dalam interaksi sosial antara siswa dan guru. Kurangnya kontak fisik dapat mengurangi keterlibatan siswa dalam proses belajar, sehingga diperlukan strategi interaktif untuk mempertahankan keterlibatan mereka.

2. Pengaruh Budaya Digital terhadap Pendidikan

Budaya digital mempengaruhi cara siswa berinteraksi dan memahami materi pelajaran. Penggunaan media sosial, video pembelajaran, dan aplikasi interaktif dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam hal perhatian dan disiplin belajar.

3. Studi Kasus Pembelajaran Digital dalam Konteks Etnografi

Studi etnografi yang meneliti pembelajaran daring menemukan bahwa siswa dari latar belakang budaya yang berbeda memiliki pendekatan yang berbeda terhadap teknologi. Misalnya, siswa dari komunitas yang lebih terbiasa dengan interaksi langsung mungkin merasa kurang nyaman dalam pembelajaran daring dibandingkan dengan mereka yang sudah terbiasa dengan teknologi sejak dini.

Tantangan dalam Penelitian Etnografi Pendidikan 

Meskipun memberikan wawasan yang mendalam, penelitian etnografi pendidikan memiliki beberapa tantangan, antara lain:

  1. Bias peneliti: Interpretasi data dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan perspektif pribadi peneliti.

  2. Etika penelitian: Menjaga kerahasiaan data dan memperoleh izin dari peserta penelitian merupakan aspek penting dalam etnografi.

  3. Keterbatasan waktu dan sumber daya: Penelitian etnografi memerlukan waktu yang panjang dan sumber daya yang cukup untuk mendapatkan data yang akurat.

NVivo Analisis: Panduan Lengkap untuk Penelitian Kualitatif

Baca Juga : Panduan Lengkap Meneliti bagi Pemula: Strategi dan Langkah Awal

Penelitian etnografi pendidikan adalah pendekatan yang efektif untuk memahami bagaimana interaksi sosial dan konteks budaya memengaruhi sistem pendidikan. Dengan menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang praktik pendidikan dalam berbagai setting sosial dan budaya.

Solusi Jurnal siap membantu Anda dalam pembuatan jurnal ilmiah, artikel penelitian, serta analisis dan interpretasi data. Dengan tim ahli berpengalaman, kami menyediakan layanan penulisan, penyuntingan, dan analisis data sesuai standar publikasi. Hubungi kami sekarang di WA: +6281330760697 untuk konsultasi!

Daftar Pustaka 

Hidayati, D., Lubis, R. R., & Qalbi, N. (2021). Pendidikan karakter berbasis budaya lokal: Studi kasus penggunaan dendang saluang di Nagari Saribu Rumah Gadang. Thufula: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 9(1), 13-27. Diakses dari https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/thufula/article/download/11499/pdf

Wala, Y. L., & Koroh, R. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMK Negeri 2 Loli: Sebuah pendekatan etnografi pendidikan. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(2), 45-60. Diakses dari https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/download/1675/1588

Penulis : Anisa Okta Siti Kirani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solusi Jurnal