Surat pengantar merupakan salah satu jenis surat resmi yang umum digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari urusan administratif pemerintahan, pendidikan, hingga keperluan profesional di perusahaan. Fungsi utama surat ini adalah untuk memperkenalkan atau menginformasikan maksud tertentu dari pengirim kepada pihak penerima. Karena sifatnya yang formal, menyusun surat pengantar harus memperhatikan struktur, bahasa, serta konteks penggunaannya agar tepat sasaran dan profesional.
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh mengenai penyusunan surat pengantar, mulai dari pengertian, tujuan, jenis-jenis, struktur, langkah penyusunan, hingga tips agar surat terlihat profesional dan efektif.
Baca juga: Memilih Jurnal yang Tepat
Pengertian Surat Pengantar
Surat pengantar adalah surat resmi yang dibuat untuk menyampaikan atau memperkenalkan sesuatu, seperti dokumen, seseorang, atau maksud tertentu dari pengirim kepada penerima surat. Dalam praktiknya, surat ini sering digunakan sebagai penghubung atau perantara antara dua pihak yang memiliki kepentingan administratif.
Surat pengantar bukanlah surat sembarangan karena keberadaannya bisa menjadi penentu apakah permintaan atau kepentingan yang disampaikan akan diterima dengan baik. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara cermat dan sesuai kaidah formal.
Tujuan Penyusunan Surat Pengantar
Setiap surat pengantar ditulis dengan maksud tertentu. Tujuan penyusunan surat ini tidak hanya sebagai formalitas administratif, tetapi juga sebagai representasi profesionalisme instansi atau individu pengirim.
Berikut adalah beberapa tujuan utama dari penyusunan surat pengantar:
- Memperkenalkan Diri atau Instansi: Surat ini menjadi sarana untuk memperkenalkan siapa pengirim surat serta maksud kedatangannya kepada pihak penerima.
- Menjelaskan Maksud dan Tujuan Surat: Surat pengantar digunakan untuk menyampaikan informasi singkat mengenai dokumen atau seseorang yang dikirimkan atau diperkenalkan.
- Menjadi Bukti Resmi: Surat pengantar dapat menjadi bukti bahwa dokumen atau perorangan dikirim atau hadir dengan izin dan tujuan yang jelas.
- Menjalin Hubungan Formal: Surat ini membantu menjaga komunikasi resmi antara dua pihak yang terlibat, baik itu lembaga pemerintahan, perusahaan, maupun lembaga pendidikan.
Jenis-jenis Surat Pengantar
Surat pengantar hadir dalam berbagai bentuk tergantung pada konteks dan keperluannya. Setiap jenis surat pengantar memiliki ciri khas tersendiri dan cara penulisan yang menyesuaikan tujuannya.
Berikut adalah beberapa jenis surat pengantar yang umum digunakan:
- Surat Pengantar Dokumen: Digunakan untuk menyertai pengiriman dokumen penting seperti berkas lamaran, laporan, proposal, dan sebagainya.
- Surat Pengantar Kerja Praktek atau Magang
Dibuat oleh lembaga pendidikan untuk memperkenalkan mahasiswa yang akan melaksanakan kerja praktek atau magang di suatu instansi. - Surat Pengantar Dinas: Dikeluarkan oleh instansi untuk menginformasikan bahwa seseorang ditugaskan untuk kepentingan tertentu atas nama instansi tersebut.
- Surat Pengantar Kelurahan atau RT/RW: Biasanya digunakan untuk mengurus administrasi kependudukan seperti pengurusan KTP, KK, surat nikah, atau surat keterangan lainnya.
- Surat Pengantar Lamaran Pekerjaan: Umumnya berupa surat motivasi yang menjelaskan ketertarikan dan kualifikasi pelamar terhadap pekerjaan yang dilamar.
Struktur Surat Pengantar
Agar surat pengantar mudah dipahami dan sesuai dengan standar formal, penting untuk mengikuti struktur penulisan yang benar. Struktur ini terdiri dari beberapa bagian penting yang harus diperhatikan dalam penyusunannya.
Berikut adalah struktur umum dari surat pengantar:
- Kop Surat (Jika Resmi atau Dinas): Berisi nama instansi, alamat, kontak, dan logo (jika ada). Ini menunjukkan asal surat dan keabsahan surat.
- Tanggal dan Nomor Surat: Mencantumkan tanggal pembuatan surat dan nomor surat sebagai arsip resmi.
- Lampiran dan Hal: Menunjukkan jumlah lampiran yang disertakan dan topik utama surat.
- Alamat Tujuan: Ditujukan kepada instansi atau pihak penerima secara formal dan jelas.
- Salam Pembuka: Berupa sapaan formal yang sopan, seperti “Dengan hormat”.
- Isi Surat: Menjelaskan maksud dan tujuan surat secara ringkas, padat, dan jelas.
- Penutup Surat: Berisi ucapan terima kasih, harapan, dan salam penutup.
- Tanda Tangan dan Nama Pengirim: Termasuk jabatan, stempel (jika instansi), dan NIP atau identitas lain jika diperlukan.
Langkah-langkah Menyusun Surat Pengantar
Dalam menyusun surat pengantar yang baik, ada beberapa langkah sistematis yang sebaiknya diikuti agar hasilnya sesuai dengan standar dan tidak menimbulkan ambiguitas.
Berikut adalah langkah-langkah penyusunan surat pengantar:
- Menentukan Tujuan Surat: Langkah pertama adalah memahami secara pasti untuk apa surat tersebut dibuat. Apakah untuk pengantar dokumen, memperkenalkan seseorang, atau lainnya.
- Mengidentifikasi Pihak Penerima: Ketahui siapa yang akan menerima surat tersebut. Hal ini penting agar surat bisa ditujukan secara tepat dan sopan.
- Mengumpulkan Informasi Penting: Sertakan informasi yang relevan seperti nama dokumen, identitas orang yang diperkenalkan, atau agenda yang akan dilaksanakan.
- Menulis Draf Awal: Mulailah menulis berdasarkan struktur umum surat pengantar. Gunakan bahasa yang baku, singkat, dan tidak bertele-tele.
- Melakukan Penyuntingan: Periksa kembali ejaan, susunan kalimat, serta kelengkapan informasi. Koreksi kesalahan penulisan atau informasi yang tidak jelas.
- Memberikan Tanda Tangan dan Stempel: Jika surat berasal dari instansi, pastikan surat ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan diberi stempel untuk memperkuat legalitasnya.
Ciri-ciri Surat Pengantar yang Baik
Surat pengantar yang baik bukan hanya formal, tetapi juga mampu menyampaikan maksud secara jelas dan meyakinkan. Terdapat beberapa ciri khas yang menandai surat pengantar yang efektif.
Berikut ciri-ciri surat pengantar yang baik:
- Bahasa Baku dan Formal: Menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD dan gaya penulisan formal.
- Singkat dan Padat: Informasi yang disampaikan tidak bertele-tele, namun cukup menjelaskan tujuan surat.
- Jelas dan Spesifik: Tujuan surat, nama pihak yang diperkenalkan, serta dokumen yang dilampirkan disebutkan dengan jelas.
- Tata Letak Rapi: Surat disusun dengan tata letak yang sesuai, tidak acak-acakan, dan mudah dibaca.
- Identitas Pengirim Lengkap: Nama, jabatan, serta instansi pengirim disebutkan dengan rinci.
Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Menyusun Surat Pengantar
Meski terlihat sederhana, banyak orang yang masih melakukan kesalahan dalam penyusunan surat pengantar. Kesalahan ini bisa menurunkan kredibilitas pengirim atau menimbulkan salah paham pada pihak penerima.
Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sebaiknya dihindari:
- Salah Menulis Nama atau Jabatan Penerima: Kesalahan ini bisa dianggap kurang sopan atau menunjukkan kurangnya ketelitian.
- Informasi Tidak Lengkap: Surat yang tidak menyebutkan dokumen yang dilampirkan atau tujuan pengantaran akan membingungkan penerima.
- Bahasa Tidak Baku: Penggunaan bahasa tidak formal, seperti singkatan tidak resmi atau gaya santai, akan membuat surat terlihat tidak profesional.
- Tidak Ada Tanda Tangan atau Stempel: Terutama untuk surat resmi, ketiadaan tanda tangan atau stempel akan meragukan keabsahan surat tersebut.
- Tata Letak Amburadul: Format surat yang tidak rapi akan menyulitkan pembacaan dan mengurangi kesan profesional.
Tips Menyusun Surat Pengantar yang Profesional
Agar surat pengantar terlihat profesional dan berkesan bagi penerima, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Gunakan Template Resmi: Memakai format atau template surat resmi dapat membantu menjaga kerapian dan formalitas surat.
- Sebutkan Data Secara Akurat: Nama lengkap, jabatan, serta dokumen yang dilampirkan harus ditulis dengan tepat.
- Periksa Kembali Sebelum Dikirim: Lakukan proofreading untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan atau kekeliruan informasi.
- Sertakan Kontak yang Bisa Dihubungi: Bila perlu, cantumkan nomor telepon atau email untuk memudahkan pihak penerima menghubungi pengirim.
- Gunakan Kertas dan Tata Letak Resmi: Cetak surat pada kertas berkop jika dari instansi, dan gunakan margin serta spasi yang sesuai standar surat resmi.
Contoh Situasi Penggunaan Surat Pengantar
Untuk memperjelas bagaimana surat pengantar digunakan dalam kehidupan nyata, berikut beberapa contoh situasi umum:
- Mahasiswa mengajukan magang: Pihak kampus mengeluarkan surat pengantar kepada perusahaan tempat magang sebagai bentuk perkenalan dan pengesahan mahasiswa.
- Warga mengurus dokumen di kantor kecamatan: RT atau RW menerbitkan surat pengantar agar warga dapat diproses lebih cepat di tingkat kelurahan/kecamatan.
- Karyawan menghadiri pelatihan: Perusahaan membuat surat pengantar yang menyatakan bahwa karyawan tersebut ditugaskan untuk mengikuti pelatihan resmi.
Baca juga: Mempersiapkan Paper untuk Dikirim ke Jurnal
Penutup
Menyusun surat pengantar adalah keterampilan administratif yang penting dimiliki oleh siapa saja yang berkecimpung dalam dunia profesional, pendidikan, maupun pelayanan masyarakat.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


