Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia berinteraksi, bekerja, belajar, bahkan berbelanja. Internet kini bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ada tantangan besar yang harus dihadapi: literasi digital. Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga melibatkan kemampuan berpikir kritis, memahami etika digital, menjaga keamanan data pribadi, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif.
Di Indonesia, literasi digital menjadi isu strategis karena jumlah pengguna internet yang terus meningkat setiap tahun. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet pada 2024 mencapai lebih dari 221 juta jiwa, atau sekitar 79,5% dari total penduduk. Angka ini mengindikasikan bahwa mayoritas masyarakat terhubung dengan dunia digital. Sayangnya, tingginya angka pengguna internet belum sebanding dengan tingginya kualitas literasi digital masyarakat.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang literasi digital di Indonesia, meliputi pengertian, manfaat, tantangan, upaya pemerintah, peran masyarakat, hingga proyeksi masa depannya.
Baca juga: Literasi Digital Generasi Z: Kunci Menavigasi Dunia Digital dengan Bijak
Pengertian Literasi Digital
Literasi digital dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk menggunakan teknologi digital secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab. Kemampuan ini tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai etika, hukum, keamanan, dan budaya digital.
Menurut UNESCO, literasi digital adalah bagian dari literasi informasi yang mencakup keterampilan menggunakan teknologi digital untuk mencari, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi. Dengan kata lain, literasi digital menuntut seseorang tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat, tetapi juga memahami dampak sosial dan budaya dari penggunaannya.
Di Indonesia, literasi digital semakin relevan karena:
- Arus informasi yang sangat cepat dan luas.
- Meningkatnya aktivitas ekonomi berbasis digital.
- Tantangan misinformasi dan hoaks yang merajalela.
- Kebutuhan akan keamanan siber yang lebih ketat.
Manfaat Literasi Digital
Literasi digital memiliki manfaat besar bagi individu, masyarakat, dan negara. Beberapa manfaatnya antara lain:
1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Dengan literasi digital, siswa dan mahasiswa dapat mengakses sumber belajar dari seluruh dunia. Guru dan dosen juga dapat menggunakan platform digital untuk mengajar secara interaktif. Misalnya, penggunaan Learning Management System (LMS), video pembelajaran, atau aplikasi kuis daring.
2. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi digital di Indonesia berkembang pesat, terutama di sektor e-commerce, fintech, dan industri kreatif. Literasi digital membantu pelaku usaha memanfaatkan media sosial, website, dan marketplace untuk memperluas pasar.
3. Memperkuat Demokrasi
Masyarakat yang melek digital dapat berpartisipasi secara lebih efektif dalam proses demokrasi, seperti memahami kebijakan publik, mengikuti diskusi politik secara sehat, dan memerangi berita bohong.
4. Meningkatkan Keamanan Pribadi
Dengan literasi digital, seseorang lebih waspada terhadap ancaman penipuan daring (phishing), pencurian identitas, atau penyalahgunaan data pribadi.
Tingkat Literasi Digital di Indonesia
Walaupun penetrasi internet di Indonesia tinggi, kualitas literasi digital masih perlu ditingkatkan. Sebuah survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Katadata Insight Center pada 2023 menunjukkan skor literasi digital Indonesia berada di angka 3,65 dari 5. Skor ini tergolong sedang, artinya kemampuan digital masyarakat belum merata.
Survei tersebut mengukur empat pilar literasi digital:
- Digital Skills (Keterampilan Digital): Kemampuan mengoperasikan perangkat dan aplikasi.
- Digital Safety (Keamanan Digital): Kemampuan melindungi data dan privasi.
- Digital Ethics (Etika Digital): Kemampuan berperilaku santun dan bertanggung jawab di ruang digital.
- Digital Culture (Budaya Digital): Kemampuan memahami nilai dan budaya di dunia digital.
Pilar digital safety dan digital culture cenderung memiliki skor lebih rendah, menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya keamanan data dan etika bermedia.
Tantangan Literasi Digital di Indonesia
Beberapa tantangan utama literasi digital di Indonesia antara lain:
- Kesenjangan Akses Internet: Meskipun penetrasi internet tinggi di kota-kota besar, daerah terpencil masih mengalami kesulitan akses. Infrastruktur telekomunikasi yang belum merata menjadi hambatan utama.
- Rendahnya Kesadaran Keamanan Digital: Banyak pengguna internet yang membagikan informasi pribadi secara sembarangan di media sosial. Hal ini membuka peluang terjadinya pencurian data dan penipuan.
- Penyebaran Hoaks dan Disinformasi: Media sosial sering menjadi sarang berita bohong yang cepat menyebar. Minimnya keterampilan verifikasi informasi membuat masyarakat mudah terpengaruh.
- Kesenjangan Keterampilan Generasi: Generasi muda umumnya lebih cepat menguasai teknologi, sementara generasi tua cenderung tertinggal. Hal ini menciptakan digital divide antar generasi.
- Etika dan Budaya Digital yang Lemah: Komentar kasar, ujaran kebencian, dan perundungan siber (cyberbullying) masih sering ditemukan di ruang digital.
Upaya Pemerintah Meningkatkan Literasi Digital
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan literasi digital, di antaranya:
- Program Literasi Digital Nasional: Diluncurkan pada 2021 oleh Kominfo, program ini bertujuan memberikan pelatihan kepada jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. Materi yang diberikan mencakup keterampilan digital, etika, keamanan, dan budaya digital.
- Penguatan Infrastruktur Telekomunikasi: Proyek Palapa Ring dan pengembangan jaringan 4G/5G diharapkan dapat memperluas akses internet hingga ke pelosok negeri.
- Edukasi Anti-Hoaks: Kominfo bekerja sama dengan platform media sosial untuk memerangi berita bohong, misalnya melalui fitur fact-checking dan kampanye edukasi.
- Integrasi Literasi Digital di Pendidikan: Kurikulum Merdeka Belajar mengintegrasikan materi literasi digital di berbagai mata pelajaran untuk membekali siswa sejak dini.
Peran Masyarakat dalam Literasi Digital
Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital. Peran tersebut meliputi:
- Menjadi Pengguna Cerdas: Individu harus proaktif belajar teknologi, mengkritisi informasi yang diterima, dan menjaga privasi.
- Edukasi Keluarga: Orang tua harus mengawasi aktivitas digital anak-anak dan mengajarkan etika bermedia sejak dini.
- Partisipasi dalam Komunitas: Bergabung dengan komunitas literasi digital dapat memperluas wawasan dan keterampilan teknologi.
- Melakukan Kampanye Positif: Konten positif di media sosial dapat menjadi contoh bagi orang lain untuk menggunakan internet secara bijak.
Literasi Digital dan Dunia Pendidikan
Dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi melek digital. Penerapan literasi digital di sekolah dan kampus dapat dilakukan melalui:
- Pelatihan guru dalam penggunaan teknologi pembelajaran.
- Pengenalan aplikasi edukatif kepada siswa.
- Kegiatan project-based learning yang melibatkan riset daring.
- Pembelajaran etika digital dan keamanan siber.
Literasi Digital dan Dunia Kerja
Di era industri 4.0, keterampilan digital menjadi syarat utama dalam dunia kerja. Perusahaan membutuhkan karyawan yang:
- Menguasai perangkat lunak perkantoran.
- Mampu menggunakan alat kolaborasi daring seperti Google Workspace atau Microsoft Teams.
- Memahami keamanan data perusahaan.
- Mampu beradaptasi dengan teknologi baru.
Karyawan yang memiliki literasi digital baik akan lebih kompetitif dan mudah berkembang dalam kariernya.
Masa Depan Literasi Digital di Indonesia
Ke depan, literasi digital di Indonesia akan semakin penting karena:
- Transformasi digital akan merambah semua sektor, dari pemerintahan hingga UMKM.
- Kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
- Ancaman siber akan semakin kompleks, sehingga keamanan digital harus menjadi prioritas.
Dengan strategi yang tepat, Indonesia berpeluang menjadi negara dengan sumber daya manusia yang unggul di bidang digital.
Baca juga: Kecakapan Digital Generasi Muda: Kunci Sukses di Era Teknologi
Kesimpulan
Literasi digital di Indonesia merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Meski jumlah pengguna internet terus bertambah, kualitas literasi digital harus ditingkatkan agar teknologi dapat digunakan secara aman, produktif, dan bertanggung jawab.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


