Kutipan MLA Style: Panduan Lengkap Menulis Kutipan dalam Karya Ilmiah

Kata kunci: kutipan MLA Style, format penulisan ilmiah, cara membuat daftar pustaka

Dalam penulisan akademik, penggunaan kutipan merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. Kutipan memberikan dasar yang kuat pada argumen yang diajukan dan menunjukkan bahwa penulis telah melakukan riset yang memadai. Salah satu gaya kutipan yang banyak digunakan, khususnya dalam bidang humaniora seperti sastra, seni, dan sejarah, adalah MLA Style. MLA adalah singkatan dari Modern Language Association, organisasi yang mengembangkan dan memperbarui panduan penulisan ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan sederhana mengenai kutipan MLA Style, termasuk pengertian, cara penggunaan, manfaat, serta kesalahan umum yang perlu dihindari.

Baca Juga : Kutipan APA Style: Panduan Lengkap Menulis Kutipan dalam Karya Ilmiah

Pengertian Kutipan MLA Style

Kutipan MLA Style adalah metode pengutipan yang menekankan pada penulisan sumber di dalam teks secara ringkas dan daftar pustaka di akhir tulisan. Gaya ini menempatkan informasi penting seperti nama belakang penulis dan nomor halaman dari sumber yang dikutip langsung di dalam teks, tepat setelah pernyataan yang dikutip. Contohnya, jika seseorang mengutip kalimat dari buku karya T.S. Eliot di halaman 45, maka kutipan dalam teks akan ditulis seperti ini: (Eliot 45). Format ini tidak menggunakan tanda koma antara nama dan nomor halaman serta tidak menyertakan tahun publikasi dalam kutipan di dalam teks.

Jenis Kutipan dalam MLA Style

Kutipan dalam MLA Style dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung digunakan ketika penulis mengutip secara persis kata-kata dari sumber asli. Jika panjang kutipan kurang dari empat baris, maka cukup diletakkan dalam tanda kutip dan diintegrasikan ke dalam kalimat. Jika lebih dari empat baris, kutipan harus ditulis terpisah sebagai blok kutipan tanpa tanda kutip dan diberi indentasi satu inci dari margin kiri. Di sisi lain, kutipan tidak langsung adalah ketika penulis merangkum atau memparafrasekan ide penulis lain dengan kata-kata sendiri. Dalam hal ini, penulis tetap harus mencantumkan nama belakang dan nomor halaman sebagai sumber kutipan.

Pentingnya Konsistensi dan Ketelitian

Konsistensi adalah hal yang sangat penting dalam penggunaan kutipan MLA Style. Penulis harus menggunakan satu gaya kutipan secara konsisten dalam seluruh dokumen. Ini menciptakan kesan profesional, mempermudah pembaca dalam melacak sumber informasi, dan menghindari kesalahan yang dapat dianggap sebagai plagiarisme. Meskipun tampak sederhana, banyak penulis yang masih melakukan kesalahan seperti lupa mencantumkan nomor halaman, menambahkan tahun publikasi di dalam kutipan teks, atau menggunakan tanda baca yang tidak sesuai.

Penyusunan Daftar Pustaka (Works Cited)

Daftar pustaka dalam MLA Style disebut sebagai “Works Cited”. Bagian ini berisi daftar lengkap semua sumber yang dikutip dalam teks. Setiap entri dimulai dengan nama belakang penulis, diikuti oleh nama depan, judul sumber dalam format miring, informasi publikasi, dan tahun terbit. Misalnya, kutipan dari sebuah buku akan ditulis sebagai berikut:

Eliot, T.S. The Waste Land. Harcourt, 2001.

Jika sumber berasal dari situs web, maka penulisannya akan berbeda, mencakup nama penulis (jika ada), judul artikel atau halaman dalam tanda kutip, nama situs web dalam huruf miring, tanggal publikasi, dan tautan URL.

Hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa hanya sumber yang dikutip dalam teks yang boleh dimasukkan ke dalam bagian Works Cited. Jika sumber hanya dibaca sebagai referensi tetapi tidak dikutip, maka tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.

Manfaat Menggunakan MLA Style

Mengapa penting menggunakan MLA Style dalam penulisan ilmiah? Pertama, karena gaya ini memudahkan pembaca untuk memahami dari mana ide atau informasi berasal. Kedua, MLA Style memberikan struktur yang jelas dan rapi pada penulisan akademik. Ketiga, penggunaan gaya kutipan yang standar seperti ini membantu menghindari tuduhan plagiarisme, karena semua informasi yang berasal dari sumber lain telah diakui secara eksplisit.

Relevansi dan Penggunaan MLA di Dunia Akademik

Meskipun MLA Style banyak digunakan dalam bidang humaniora, tidak sedikit juga institusi pendidikan yang mengadopsinya untuk keperluan penulisan ilmiah umum. Oleh karena itu, mahasiswa dan peneliti perlu membiasakan diri dengan panduan MLA sejak dini. Keterampilan ini akan sangat berguna, tidak hanya dalam penulisan tugas akhir atau artikel jurnal, tetapi juga dalam presentasi akademik, seminar, dan berbagai bentuk publikasi ilmiah lainnya.

Perkembangan Terbaru dalam MLA Style

Sebagian besar penulisan MLA saat ini telah mengikuti edisi ke-9 dari panduan resmi MLA Handbook. Versi terbaru ini menyederhanakan beberapa elemen dalam daftar pustaka dan memberikan lebih banyak contoh yang sesuai dengan jenis sumber baru, termasuk media digital. Misalnya, dalam edisi sebelumnya, penulisan URL dalam daftar pustaka bersifat opsional, namun dalam edisi terbaru, penyertaan URL sangat dianjurkan untuk mempermudah akses.

Perbandingan dengan Gaya Kutipan Lain

Salah satu hal yang membedakan MLA Style dari gaya kutipan lainnya seperti APA atau Chicago adalah penekanan pada nama penulis dan nomor halaman saja dalam kutipan teks, tanpa menyertakan tahun. Ini memudahkan pembaca dalam membaca alur teks tanpa terganggu oleh informasi tambahan yang tidak terlalu penting dalam konteks humaniora. Selain itu, penulisan judul karya dalam daftar pustaka juga memiliki aturan khusus, seperti kapitalisasi hanya pada huruf pertama dan penggunaan huruf miring untuk judul utama.

Menghadapi Sumber Tak Lengkap

Dalam praktiknya, banyak mahasiswa yang merasa bingung dalam mengatur kutipan sesuai MLA Style, terutama saat menghadapi sumber-sumber yang tidak memiliki penulis atau berasal dari platform online. Dalam kasus seperti ini, MLA Style memberikan solusi dengan menggunakan judul karya sebagai pengganti nama penulis dalam kutipan teks. Misalnya, jika artikel tidak memiliki nama penulis, maka kutipan ditulis sebagai: (“Cara Membuat Kutipan” 3). Di bagian daftar pustaka, urutan alfabet tetap diikuti berdasarkan judul.

Baca Juga : Contoh Kutipan dalam Karya Ilmiah: Panduan Lengkap dan Praktis

Kesimpulan

Pemahaman menyeluruh terhadap kutipan MLA Style sangat penting untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah. Dengan memahami dan menerapkan panduan ini secara tepat, penulis dapat menunjukkan integritas akademik dan kemampuan dalam menyusun argumen berdasarkan referensi yang kuat. Selain itu, pembaca akan lebih menghargai tulisan yang disusun secara sistematis, karena lebih mudah diikuti dan ditelusuri.

Dalam era digital saat ini, di mana akses terhadap sumber informasi semakin luas dan cepat, kemampuan menilai dan mengutip sumber secara tepat sangat dibutuhkan. Penulis harus mampu memilah informasi yang relevan, memastikan keakuratannya, dan mengintegrasikannya dalam tulisan dengan format yang sesuai. Di sinilah kutipan MLA Style memainkan peran penting sebagai alat bantu yang efisien dan efektif.

Dengan latihan yang berkelanjutan dan referensi terhadap panduan resmi MLA, penulis akan semakin terbiasa dan mahir dalam menerapkan gaya ini. Pada akhirnya, keterampilan ini tidak hanya berguna dalam dunia akademik, tetapi juga dalam dunia profesional di mana penulisan formal dan dokumentasi sumber informasi menjadi bagian penting dari pekerjaan.

Daftar Pustaka

wikiHow. “Cara Membuat Kutipan dalam Teks dengan Format MLA.” wikiHow, 2023. https://id.wikihow.com/Membuat-Kutipan-dalam-Teks-dengan-Format-MLA

Universitas Amikom. Panduan Penulisan Kutipan. Amikom Yogyakarta, 2012. https://amikom.ac.id/public/docs/2012/Panduan%20Penulisan%20Kutipan.pdf

Penulis : Anisa Okta Siti Kirani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solusi Jurnal