Fenomena publikasi ilmiah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya tuntutan akademik. Mahasiswa, dosen, dan peneliti dituntut untuk menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk artikel jurnal sebagai bukti kontribusi keilmuan. Sayangnya, di tengah kebutuhan yang semakin besar ini, muncul praktik tidak etis yang dikenal dengan istilah jurnal predator. Jurnal predator sering menjanjikan proses publikasi yang sangat cepat, biaya yang tidak transparan, hingga kualitas editorial yang buruk.
Dalam banyak kasus, jurnal predator menjadi jebakan bagi penulis pemula yang tergiur dengan tawaran cepat publish. Artikel yang seharusnya melalui proses penyaringan ketat seperti peer review justru langsung diterbitkan tanpa evaluasi berarti. Dampaknya bukan hanya merugikan penulis secara finansial, tetapi juga merusak reputasi akademik dan integritas penelitian. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu jurnal predator cepat publish, ciri-cirinya, jenis-jenisnya, serta cara menghindarinya agar penulis tidak terjebak dalam jebakan akademik ini.
Baca juga: Publisher Jurnal Predator: Ancaman bagi Dunia Akademik
Apa Itu Jurnal Predator Cepat Publish?
Jurnal predator adalah jurnal yang mengabaikan etika publikasi dan hanya berorientasi pada keuntungan finansial. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Jeffrey Beall, seorang pustakawan dari University of Colorado, yang membuat daftar jurnal predator berdasarkan kriteria tertentu. Ciri utama jurnal predator adalah menawarkan publikasi dalam waktu sangat singkat, biasanya hanya beberapa hari hingga satu minggu, tanpa melalui proses peer review yang benar.
Publikasi cepat publish memang terdengar menggiurkan, terutama bagi mahasiswa yang dikejar deadline sidang, dosen yang membutuhkan angka kredit, atau peneliti yang ingin memperbanyak portofolio. Namun, di balik janji tersebut tersembunyi praktik yang merugikan, seperti kurangnya seleksi kualitas artikel, lemahnya keabsahan ilmiah, hingga potensi pemalsuan identitas editorial. Inilah mengapa jurnal predator sering disebut sebagai ancaman serius bagi dunia akademik.
Ciri-ciri Jurnal Predator Cepat Publish
Untuk mengenali jurnal predator, penulis harus memahami tanda-tanda yang biasanya muncul dalam sistem publikasi mereka. Berikut adalah beberapa ciri yang dapat dijadikan acuan:
1. Proses Review Sangat Cepat
Jurnal predator biasanya menawarkan publikasi hanya dalam hitungan hari. Padahal, proses peer review yang benar memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, karena melibatkan evaluasi mendalam oleh para pakar di bidangnya.
2. Biaya Publikasi Tidak Transparan
Jurnal predator seringkali menyembunyikan biaya publikasi hingga artikel diterima. Setelah itu, penulis dipaksa membayar jumlah besar agar artikelnya dipublikasikan. Hal ini jelas berbeda dengan jurnal bereputasi yang sejak awal menjelaskan biaya publikasi secara terbuka.
3. Website yang Tidak Profesional
Banyak jurnal predator memiliki tampilan situs yang buruk, penuh kesalahan tata bahasa, serta mencantumkan informasi palsu mengenai dewan redaksi. Identitas editor kadang menggunakan nama akademisi ternama tanpa sepengetahuan mereka.
4. Indexing Palsu atau Tidak Jelas
Salah satu strategi jurnal predator adalah mengklaim sudah terindeks dalam database ternama seperti Scopus atau Web of Science. Namun, saat diperiksa lebih jauh, klaim tersebut seringkali palsu atau hanya mencantumkan database yang tidak diakui secara internasional.
5. Email Undangan Massal
Penulis sering menerima email undangan untuk submit artikel secara massal dari jurnal yang tidak dikenal. Email tersebut biasanya ditulis dengan bahasa yang berlebihan, penuh pujian, dan menawarkan publikasi instan.
Dengan mengenali ciri-ciri ini, penulis dapat lebih berhati-hati dalam memilih tempat publikasi.
Jenis-jenis Jurnal Predator Cepat Publish
Jurnal predator memiliki banyak variasi dalam modus operasinya. Setiap jenis biasanya menyasar target yang berbeda-beda, mulai dari mahasiswa hingga peneliti senior. Beberapa jenis jurnal predator yang sering ditemui antara lain:
1. Jurnal Predator Berbayar Langsung
Jenis pertama adalah jurnal predator yang langsung meminta pembayaran sebelum proses review dimulai. Biasanya, penulis diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang begitu artikelnya diterima secara instan. Jurnal ini tidak peduli pada kualitas tulisan, asalkan penulis membayar.
2. Jurnal dengan Janji Indexing
Banyak jurnal predator menjanjikan bahwa artikel akan terindeks Scopus atau Web of Science. Janji ini digunakan untuk menarik penulis yang membutuhkan publikasi untuk kepentingan akademik. Sayangnya, hasilnya sering mengecewakan karena janji tersebut tidak terbukti.
3. Jurnal Konferensi Palsu
Beberapa jurnal predator bekerja sama dengan konferensi palsu. Mereka mengadakan konferensi abal-abal hanya untuk mengumpulkan artikel, lalu langsung menerbitkannya dalam proceeding tanpa proses seleksi. Penulis yang tidak hati-hati akan terjebak membayar biaya konferensi sekaligus biaya publikasi.
4. Jurnal Open Access Abal-Abal
Tidak semua jurnal open access itu predator. Namun, ada sebagian yang memanfaatkan sistem ini untuk meraup keuntungan. Mereka mengaku sebagai jurnal open access, tetapi sebenarnya tidak memiliki sistem editorial yang valid. Artikel diterbitkan hanya demi uang, bukan demi penyebaran ilmu pengetahuan.
5. Jurnal dengan Nama Mirip Jurnal Bereputasi
Jenis terakhir adalah jurnal predator yang meniru nama jurnal bereputasi. Mereka menambahkan satu atau dua kata agar terlihat mirip dengan jurnal asli. Penulis yang kurang teliti sering terkecoh karena mengira jurnal tersebut bereputasi tinggi.
Dampak Publikasi di Jurnal Predator
Publikasi di jurnal predator memiliki konsekuensi serius bagi penulis. Bukan hanya menyangkut reputasi pribadi, tetapi juga kredibilitas institusi.
1. Kerugian Akademik
Artikel yang terbit di jurnal predator tidak akan dihitung sebagai karya ilmiah bereputasi. Banyak kampus dan lembaga penelitian menolak mengakui publikasi di jurnal predator. Hal ini tentu merugikan penulis yang berharap mendapat poin akademik.
2. Kerugian Finansial
Biaya publikasi di jurnal predator seringkali sangat tinggi, bahkan melebihi jurnal bereputasi. Uang yang sudah dibayarkan sulit dikembalikan, meskipun penulis merasa tertipu.
3. Kerusakan Reputasi Ilmiah
Penulis yang karyanya banyak terbit di jurnal predator bisa dianggap tidak kredibel. Hal ini berdampak jangka panjang, terutama bagi dosen atau peneliti yang ingin membangun reputasi akademik.
4. Ilmu Pengetahuan yang Tercemar
Karena tidak melalui peer review yang ketat, artikel yang diterbitkan bisa saja mengandung data palsu, metodologi lemah, atau kesimpulan salah. Jika artikel tersebut dikutip, maka bisa menyesatkan perkembangan ilmu pengetahuan.
Mengapa Banyak Orang Tergiur Publikasi Cepat?
Meski risiko jurnal predator jelas, banyak orang tetap tergiur dengan janji publikasi cepat. Ada beberapa alasan utama yang melatarbelakangi fenomena ini.
Pertama, adanya tuntutan akademik yang sangat tinggi. Mahasiswa pascasarjana sering diwajibkan memiliki artikel di jurnal internasional sebagai syarat kelulusan. Begitu juga dosen yang membutuhkan publikasi untuk naik jabatan fungsional. Kedua, faktor waktu yang sempit membuat mereka mencari jalan pintas. Ketiga, kurangnya literasi mengenai perbedaan jurnal predator dan jurnal bereputasi membuat banyak orang salah langkah.
Cara Menghindari Jurnal Predator Cepat Publish
Agar tidak terjebak, penulis harus memiliki strategi dalam memilih jurnal. Berikut adalah beberapa langkah penting:
- Periksa Indexing dengan Seksama: Jangan mudah percaya dengan klaim indexing. Selalu cek langsung di situs resmi Scopus, Web of Science, atau database terpercaya lainnya.
- Lihat Profil Editor: Pastikan dewan redaksi berisi akademisi yang benar-benar memiliki rekam jejak ilmiah. Jika ada nama yang mencurigakan, coba cari profilnya di Google Scholar atau ResearchGate.
- Teliti Situs Web Jurnal: Website jurnal bereputasi biasanya rapi, profesional, dan informatif. Jika website penuh kesalahan tata bahasa dan tampak asal-asalan, maka patut dicurigai.
- Cek Kecepatan Review: Proses peer review yang wajar membutuhkan waktu. Jika jurnal menjanjikan publikasi dalam 3 hari atau seminggu, kemungkinan besar itu jurnal predator.
- Konsultasi dengan Senior atau Kolega: Jangan ragu bertanya kepada dosen, rekan peneliti, atau pustakawan tentang reputasi jurnal. Pengalaman mereka bisa menjadi rujukan yang berharga.
Baca juga: Predatory Journal Checklist: Panduan Lengkap untuk Menghindari Jurnal Pemangsa
Penutup
Jurnal predator cepat publish memang tampak menawarkan solusi instan di tengah tekanan akademik. Namun, publikasi di jurnal semacam itu membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


