
Dalam dunia akademik dan penelitian, artikel ilmiah merupakan langkah penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Namun, tidak semua artikel dapat diterima dengan mudah oleh jurnal ilmiah. Banyak faktor yang menyebabkan artikel ditolak oleh penerbit jurnal. Memahami alasan di balik penolakan artikel ini dapat membantu penulis meningkatkan kualitas artikelnya dan memperbesar peluang diterima oleh jurnal yang dituju. Artikel ini akan membahas beberapa faktor utama yang menyebabkan artikel ditolak serta bagaimana menghindarinya.
Baca Juga : Manfaat DOI apa saja ?
Ketidaksesuaian dengan Ruang Lingkup Jurnal
Salah satu alasan utama artikel ditolak adalah ketidaksesuaian dengan ruang lingkup jurnal. Setiap jurnal memiliki fokus dan cakupan tertentu yang harus dipenuhi oleh artikel yang dikirimkan. Jika artikel tidak sesuai dengan bidang kajian jurnal, maka kemungkinan besar akan ditolak tanpa melalui proses review lebih lanjut.Untuk menghindari penolakan artikel ini, penulis harus memastikan bahwa jurnal yang dipilih memiliki fokus yang sesuai dengan topik penelitian mereka. Membaca pedoman jurnal dan edisi-edisi sebelumnya dapat membantu memahami jenis artikel yang biasanya diterima.
Plagiarisme dan Kurangnya Orisinalitas
Plagiarisme adalah salah satu penyebab utama artikel ditolak. Jurnal ilmiah sangat ketat dalam menilai orisinalitas karya yang dikirimkan. Jika ditemukan adanya duplikasi atau plagiarisme, baik disengaja maupun tidak, maka artikel akan ditolak tanpa pertimbangan lebih lanjut.Untuk menghindari penolakan karena plagiarisme, penulis harus selalu menulis dengan kata-kata sendiri dan memberikan kutipan yang tepat pada sumber yang digunakan. Menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme sebelum mengirimkan artikel juga sangat disarankan.
Struktur Artikel yang Tidak Sesuai
Artikel ilmiah memiliki struktur yang jelas, biasanya terdiri dari abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Jika artikel yang dikirimkan tidak mengikuti format yang telah ditetapkan oleh jurnal, maka kemungkinan besar akan ditolak.Untuk memastikan artikel memiliki struktur yang sesuai, penulis harus membaca dan mengikuti pedoman penulisan jurnal yang dituju. Memperhatikan format referensi yang diminta juga penting untuk menghindari kesalahan teknis yang dapat menyebabkan penolakan.
Bahasa dan Tata Bahasa yang Buruk
Bahasa yang buruk dan tata bahasa yang tidak sesuai sering menjadi alasan artikel ditolak. Jurnal ilmiah menuntut artikel yang ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan bebas dari kesalahan tata bahasa. Kesalahan dalam penggunaan istilah akademik atau gaya penulisan yang tidak formal dapat membuat artikel sulit dipahami oleh pembaca.Untuk menghindari penolakan artikel karena masalah bahasa, penulis disarankan untuk melakukan proofreading sebelum mengirimkan artikel. Menggunakan jasa penyunting bahasa atau meminta rekan sejawat untuk meninjau tulisan dapat membantu meningkatkan kualitas bahasa artikel.
Baca Juga : Apa Itu DOI?
Menulis artikel ilmiah yang diterima oleh jurnal bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan memahami faktor-faktor yang menyebabkan artikel ditolak, penulis dapat meningkatkan kualitas tulisannya. Memastikan bahwa artikel sesuai dengan ruang lingkup jurnal, memiliki metodologi yang kuat, bebas dari plagiarisme, serta ditulis dengan bahasa yang baik adalah beberapa langkah penting yang harus diperhatikan. Selain itu, memperhatikan struktur artikel, referensi yang digunakan, dan analisis data yang dilakukan juga akan meningkatkan peluang diterimanya artikel di jurnal ilmiah.Dengan mengikuti pedoman yang telah dijelaskan, penulis dapat mengurangi kemungkinan artikel ditolak dan meningkatkan kontribusi mereka dalam dunia akademik.
Daftar Pustaka:
- Pandawan. (2022). 5 Alasan Penolakan Artikel Jurnal Ilmiah. Diakses dari https://pandawan.id/5-alasan-penolakan-artikel-jurnal-ilmiah/
- Detak Publisher. (2022). Artikel Ditolak Jurnal? Ini Penyebabnya! Diakses dari https://detakpublisher.com/artikel-ditolak-jurnal/
Penulis : Anisa Okta Siti Kirani

