Realitas sosial merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Setiap individu lahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu lingkungan sosial yang penuh dengan aturan, nilai, norma, serta interaksi antarindividu. Melalui interaksi inilah terbentuk realitas yang disepakati bersama, yang pada akhirnya memengaruhi cara berpikir, bersikap, hingga bertindak. Realitas sosial bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil konstruksi manusia yang terus menerus dibangun dan dipertahankan.
Dalam ilmu sosial, pembahasan mengenai realitas sosial sangat penting karena mampu menjelaskan bagaimana masyarakat bekerja, bagaimana hubungan antarmanusia terbentuk, serta bagaimana suatu sistem sosial berjalan. Pemahaman mendalam tentang realitas sosial juga membantu individu melihat dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas, bukan sekadar sebagai makhluk individual.
Baca juga: Pengalaman Subjek: Memahami Makna, Jenis, dan Penerapannya
Konsep Realitas Sosial
Realitas sosial dapat dipahami sebagai hasil konstruksi bersama dari interaksi sosial yang dilakukan manusia dalam kesehariannya. Setiap perilaku, percakapan, aturan, dan simbol yang ada di masyarakat membentuk gambaran tertentu mengenai dunia. Hal inilah yang kemudian disebut realitas sosial.
Sosiolog terkenal, Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, dalam bukunya The Social Construction of Reality, menjelaskan bahwa realitas sosial merupakan sesuatu yang dibangun secara kolektif melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Proses ini menekankan bahwa realitas bukanlah sesuatu yang netral dan sudah ada, melainkan selalu diproduksi ulang oleh manusia dalam interaksinya sehari-hari. Dengan kata lain, dunia sosial adalah hasil ciptaan manusia, namun ketika telah terbentuk, dunia itu bisa memengaruhi manusia seolah-olah menjadi sesuatu yang objektif.
Jenis-jenis Realitas Sosial
Realitas sosial memiliki beragam bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan perspektif sosiologi. Jenis-jenis realitas sosial ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana manusia hidup di tengah masyarakat. Setiap jenis realitas memiliki karakteristik tersendiri, yang apabila dipahami dengan baik, dapat membantu individu dalam memahami pola kehidupan sosial.
1. Realitas Subjektif
Realitas subjektif adalah realitas yang terbentuk dari pengalaman pribadi, perasaan, serta interpretasi individu terhadap dunia di sekitarnya. Misalnya, seseorang yang tumbuh dalam keluarga penuh kasih sayang akan memiliki pandangan bahwa dunia adalah tempat yang aman dan nyaman. Sebaliknya, individu yang hidup dalam lingkungan penuh konflik mungkin melihat dunia sebagai sesuatu yang keras dan penuh ancaman. Realitas subjektif ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman, dan pola interaksi masing-masing orang.
2. Realitas Objektif
Berbeda dengan realitas subjektif, realitas objektif adalah realitas yang diakui dan dipahami bersama oleh masyarakat. Realitas ini dianggap nyata karena disepakati oleh banyak orang, misalnya aturan hukum, nilai moral, atau simbol-simbol tertentu seperti uang. Uang pada dasarnya hanyalah kertas biasa, tetapi karena ada kesepakatan bersama bahwa uang memiliki nilai, maka ia diterima sebagai sesuatu yang nyata dalam kehidupan sosial. Realitas objektif menunjukkan bahwa keberadaan manusia tidak bisa dilepaskan dari konsensus sosial yang berlaku.
3. Realitas Simbolik
Jenis realitas sosial lainnya adalah realitas simbolik, yakni realitas yang terbentuk dari simbol-simbol yang dipakai manusia untuk berkomunikasi. Bahasa, tanda, atau isyarat tertentu adalah contoh simbol yang membentuk realitas. Sebagai contoh, warna putih sering dianggap sebagai lambang kesucian, sedangkan hitam sering dikaitkan dengan duka. Interpretasi terhadap simbol-simbol inilah yang menciptakan makna tertentu dan membentuk cara pandang manusia terhadap dunia. Realitas simbolik ini menjadi kunci dalam memahami budaya dan tradisi masyarakat.
Proses Terbentuknya Realitas Sosial
Realitas sosial tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan interaksi antarmanusia. Ada beberapa tahap penting yang menjelaskan bagaimana realitas sosial terbentuk, yaitu:
- Eksternalisasi: Proses ini terjadi ketika individu mengekspresikan gagasan, pikiran, atau tindakan ke dalam dunia sosial. Contohnya, ketika seseorang membuat aturan dalam kelompok, ia sedang mengeksternalisasikan ide agar bisa diterima orang lain.
- Objektivasi: Setelah suatu ide atau tindakan diterima dan disepakati oleh masyarakat, maka hal tersebut menjadi kenyataan objektif. Misalnya, aturan lalu lintas seperti lampu merah berarti berhenti adalah bentuk objektivasi yang diterima oleh seluruh masyarakat.
- Internalisasi: Tahap terakhir adalah internalisasi, di mana individu menerima realitas objektif sebagai sesuatu yang wajar dan menginternalisasikannya ke dalam kesadaran diri. Anak-anak yang sejak kecil diajarkan sopan santun, misalnya, akan menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari kepribadiannya.
Ketiga tahap ini menunjukkan bahwa realitas sosial merupakan hasil dialektika yang terus berlangsung antara manusia dan masyarakat. Realitas dibentuk, dilembagakan, lalu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Realitas Sosial
Realitas sosial yang ada dalam masyarakat tidak bisa dilepaskan dari sejumlah faktor yang memengaruhinya. Faktor-faktor ini saling terkait satu sama lain dan membentuk keseluruhan struktur sosial. Beberapa faktor penting tersebut antara lain:
1. Budaya
Budaya memiliki peran dominan dalam membentuk realitas sosial karena berisi nilai, norma, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Misalnya, masyarakat Indonesia yang dikenal menjunjung tinggi budaya gotong royong menjadikan nilai kebersamaan sebagai bagian dari realitas sosialnya.
2. Ekonomi
Kondisi ekonomi suatu masyarakat turut membentuk realitas sosial. Masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi cenderung memiliki pola konsumsi dan gaya hidup berbeda dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Perbedaan ini menciptakan realitas sosial yang unik di masing-masing kelompok.
3. Politik
Sistem politik yang berlaku dalam suatu negara akan memengaruhi bagaimana masyarakat memahami otoritas, kekuasaan, serta aturan yang ada. Kehidupan masyarakat dalam sistem demokrasi tentu berbeda dengan masyarakat yang hidup di bawah sistem otoriter.
4. Agama
Agama berperan besar dalam membentuk keyakinan, nilai moral, dan perilaku individu. Kepercayaan terhadap ajaran agama tertentu dapat menjadi realitas sosial yang kuat, misalnya dalam ritual, perayaan, maupun aturan sosial yang berbasis agama.
5. Teknologi
Perkembangan teknologi juga mengubah realitas sosial masyarakat. Kehadiran media sosial, misalnya, membuat orang membangun realitas baru yang disebut sebagai realitas virtual. Dunia maya kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan tidak bisa dipisahkan dari dunia nyata.

Bentuk-bentuk Realitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari
Dalam kehidupan sehari-hari, realitas sosial hadir dalam berbagai bentuk yang bisa diamati dengan jelas. Beberapa di antaranya adalah:
- Interaksi Sosial: Setiap kali manusia berkomunikasi atau berinteraksi, mereka sedang membangun realitas sosial. Percakapan sederhana sekalipun memiliki makna dan membentuk gambaran tertentu tentang hubungan sosial.
- Norma dan Aturan: Norma adalah bentuk realitas sosial yang mengatur perilaku manusia. Misalnya, norma berpakaian yang sopan di tempat umum mencerminkan realitas sosial yang berlaku di masyarakat tertentu
- Institusi Sosial: Lembaga seperti keluarga, sekolah, atau pemerintahan adalah bentuk nyata dari realitas sosial yang sudah dilembagakan. Masing-masing institusi memiliki aturan dan peran tertentu dalam menjaga keteraturan masyarakat.
- Simbol dan Bahasa: Bahasa, tanda, dan simbol lain adalah alat utama pembentuk realitas sosial. Melalui bahasa, manusia menafsirkan dunia dan memberi makna pada pengalaman hidupnya.
Peran Realitas Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Realitas sosial memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi dasar bagi interaksi dan keteraturan sosial. Ada beberapa peran utama realitas sosial, antara lain:
- Menciptakan Identitas: Realitas sosial membantu individu membentuk identitas diri. Misalnya, identitas sebagai orang Jawa, Muslim, atau pelajar adalah hasil dari konstruksi sosial yang diakui masyarakat.
- Menjaga Keteraturan: Dengan adanya norma, aturan, dan nilai, realitas sosial menjaga keteraturan dalam masyarakat. Tanpa adanya kesepakatan sosial, kehidupan manusia akan kacau dan sulit teratur.
- Membentuk Solidaritas: Realitas sosial yang dibangun bersama menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas. Contohnya, tradisi gotong royong membuat masyarakat merasa terhubung satu sama lain.
- Mendorong Perubahan Sosial: Realitas sosial juga bisa menjadi pendorong perubahan ketika masyarakat mulai mempertanyakan aturan atau nilai yang ada. Gerakan sosial, misalnya, sering lahir dari kesadaran akan perlunya realitas baru yang lebih adil.
Tantangan dalam Memahami Realitas Sosial
Meskipun realitas sosial penting, ada tantangan besar dalam memahaminya. Salah satunya adalah sifat realitas yang dinamis, sehingga selalu berubah seiring perkembangan zaman. Apa yang dianggap benar pada masa lalu bisa jadi tidak relevan lagi pada masa kini.
Selain itu, globalisasi dan perkembangan teknologi mempercepat terbentuknya realitas baru. Munculnya realitas virtual melalui media sosial, misalnya, membuat individu hidup di dua dunia sekaligus: dunia nyata dan dunia maya. Hal ini kadang menimbulkan kesenjangan antara persepsi individu dengan realitas objektif di masyarakat.
Tantangan lainnya adalah adanya perbedaan interpretasi antarindividu. Setiap orang bisa menafsirkan realitas dengan cara berbeda sesuai latar belakang budaya, agama, maupun pengalaman hidupnya. Perbedaan ini seringkali memunculkan konflik sosial yang sulit dihindari.
Baca juga: Fenomena Sosial: Memahami Perubahan dan Dinamika dalam Kehidupan Masyarakat
Kesimpulan
Realitas sosial adalah hasil konstruksi bersama manusia yang lahir dari interaksi sehari-hari. Ia tidak hanya hadir sebagai sesuatu yang abstrak, tetapi juga nyata dalam bentuk norma, aturan, simbol, bahasa, hingga institusi sosial.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

