Literatur Review: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Panduan Menyusunnya

Literatur Review: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Panduan Menyusunnya

Dalam dunia penelitian, baik di bidang ilmu sosial, pendidikan, ekonomi, maupun sains, keberadaan literature review atau tinjauan pustaka memegang peranan penting. Literature review bukan sekadar kumpulan kutipan dari berbagai buku atau jurnal, melainkan sebuah analisis kritis yang menghubungkan penelitian terdahulu dengan penelitian yang sedang dilakukan. Melalui literature review, peneliti dapat menemukan celah penelitian, memperkuat argumen, serta menyusun dasar teoritis yang kokoh.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian literature review, fungsi, manfaat, jenis-jenisnya, hingga langkah-langkah menyusun literature review yang baik. Dengan penjelasan yang detail, diharapkan pembaca—khususnya mahasiswa, akademisi, maupun peneliti pemula—dapat memahami konsep literature review secara menyeluruh.

Baca juga: Analisis Data: Konsep, Jenis, Tahapan, dan Penerapannya

Pengertian Literatur Review

Literature review adalah proses meninjau, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai karya ilmiah terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Literatur yang ditinjau bisa berupa jurnal, buku, laporan penelitian, artikel ilmiah, atau dokumen resmi lain yang berkaitan dengan masalah penelitian. Tujuan utamanya adalah untuk melihat bagaimana pengetahuan berkembang pada bidang tertentu, apa yang telah diteliti sebelumnya, dan apa yang masih perlu dikaji lebih lanjut.

Literature review juga dapat dipandang sebagai peta konseptual. Melalui proses ini, peneliti mengetahui posisi penelitiannya dalam lanskap akademik. Dengan demikian, tinjauan pustaka bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi yang memastikan penelitian dilakukan secara ilmiah, sistematis, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Fungsi Literatur Review

Literature review memiliki berbagai fungsi penting dalam penelitian. Berikut penjelasan beberapa di antaranya:

1. Memberikan Landasan Teoretis

Literature review berfungsi sebagai dasar pijakan teori. Dengan mempelajari teori-teori sebelumnya, peneliti dapat menentukan perspektif teoretis yang akan digunakan. Misalnya, dalam penelitian tentang motivasi belajar siswa, teori motivasi dari Maslow atau Self-Determination Theory bisa dipakai sebagai landasan.

2. Mengidentifikasi Celah Penelitian

Melalui kajian literatur, peneliti dapat menemukan kekosongan penelitian atau area yang belum banyak dikaji. Celah inilah yang menjadi peluang untuk penelitian baru, sehingga penelitian yang dilakukan tidak mengulang hal yang sama, tetapi memberi kontribusi berbeda.

3. Memperkuat Argumen Penelitian

Literature review memungkinkan peneliti menyusun argumen yang lebih kokoh. Dengan mengutip hasil penelitian terdahulu, klaim peneliti menjadi lebih valid. Hal ini juga menunjukkan bahwa penelitian tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi berlandaskan bukti akademik.

4. Menentukan Metode Penelitian

Tinjauan pustaka juga dapat membantu dalam pemilihan metode penelitian. Misalnya, jika sebagian besar penelitian terdahulu menggunakan metode kualitatif, peneliti bisa mencoba pendekatan kuantitatif untuk melihat perbandingan hasilnya.

Manfaat Literatur Review

Selain fungsi, literature review juga memiliki sejumlah manfaat nyata:

  • Membantu peneliti memahami peta penelitian pada bidang tertentu.
  • Menghindari terjadinya duplikasi penelitian yang tidak perlu.
  • Memberikan ide segar untuk penelitian yang inovatif.
  • Menjadi dasar dalam menyusun kerangka berpikir penelitian.
  • Membantu meningkatkan kualitas akademik karena penelitian yang dilakukan lebih terarah.

Dengan kata lain, literature review adalah jembatan yang menghubungkan pengetahuan lama dengan penelitian baru.

Jenis-jenis Literatur Review

Literature review memiliki beberapa jenis, yang masing-masing digunakan sesuai dengan tujuan penelitian. Berikut uraian panjang mengenai jenis-jenisnya:

1. Narrative Review

Narrative review adalah jenis tinjauan pustaka yang paling umum. Bentuk ini menyajikan ringkasan dari penelitian terdahulu dalam bentuk uraian naratif tanpa mengikuti prosedur yang sangat ketat. Narrative review biasanya digunakan pada tahap awal penelitian untuk memberikan gambaran umum mengenai topik tertentu. Misalnya, dalam meneliti gaya kepemimpinan, narrative review akan membahas berbagai teori kepemimpinan dan penelitian terkait secara menyeluruh.

2. Systematic Review

Systematic review merupakan tinjauan pustaka yang dilakukan dengan metode sistematis, terstruktur, dan menggunakan prosedur tertentu. Biasanya systematic review digunakan pada penelitian kesehatan, kedokteran, atau psikologi. Peneliti mengumpulkan literatur dengan kriteria yang jelas, melakukan seleksi, lalu menganalisis data yang ada. Tujuannya adalah memberikan kesimpulan yang lebih objektif dan valid mengenai topik tertentu.

3. Meta-Analysis

Meta-analysis adalah jenis literature review yang lebih lanjut dari systematic review. Pada meta-analysis, peneliti tidak hanya merangkum penelitian terdahulu, tetapi juga mengolah data kuantitatif dari berbagai penelitian untuk mendapatkan hasil statistik yang lebih kuat. Misalnya, untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran tertentu, peneliti dapat menggabungkan hasil penelitian dari banyak studi, lalu dianalisis secara statistik.

4. Scoping Review

Scoping review digunakan untuk memberikan gambaran luas tentang literatur yang ada tanpa harus masuk ke detail analisis mendalam. Jenis ini cocok digunakan jika topik penelitian masih baru dan belum banyak diteliti. Dengan scoping review, peneliti bisa memetakan topik penelitian untuk mengetahui arah penelitian yang lebih spesifik.

5. Critical Review

Critical review bertujuan untuk tidak hanya merangkum, tetapi juga mengevaluasi literatur secara kritis. Dalam jenis ini, peneliti harus menganalisis kelemahan, kelebihan, dan celah dari penelitian terdahulu. Critical review menuntut kemampuan analisis yang mendalam sehingga menghasilkan kesimpulan yang lebih reflektif.

Literatur Review: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Panduan Menyusunnya

Langkah-langkah Menyusun Literatur Review

Menyusun literature review membutuhkan proses yang sistematis. Berikut langkah-langkah penting yang biasanya dilakukan:

1. Menentukan Topik

Langkah pertama adalah menentukan topik penelitian yang jelas. Topik harus spesifik agar literatur yang dikaji relevan dan tidak terlalu luas. Misalnya, alih-alih meneliti “pendidikan”, peneliti bisa mempersempitnya menjadi “pengaruh metode pembelajaran berbasis teknologi terhadap motivasi belajar siswa SMP”.

2. Mencari Sumber Literatur

Setelah topik ditentukan, peneliti perlu mencari sumber literatur yang relevan. Sumber bisa berupa jurnal internasional, jurnal nasional, buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, hingga dokumen resmi. Akses ke database seperti Scopus, ScienceDirect, atau Google Scholar sangat membantu dalam menemukan literatur berkualitas.

3. Membaca dan Memahami Literatur

Peneliti harus membaca literatur dengan teliti, bukan hanya sekadar mencatat judul dan penulis. Pemahaman mendalam terhadap isi penelitian sangat penting agar bisa dilakukan analisis kritis. Pada tahap ini, catatan penting seperti tujuan penelitian, metode, temuan, dan kesimpulan perlu dicatat.

4. Mengelompokkan Literatur

Literatur yang sudah dikumpulkan sebaiknya dikelompokkan berdasarkan tema, metode, atau hasil penelitian. Dengan begitu, peneliti lebih mudah melihat pola, perbedaan, atau persamaan antar penelitian.

5. Menyusun Kerangka

Setelah literatur dikelompokkan, langkah berikutnya adalah menyusun kerangka tinjauan pustaka. Kerangka ini berfungsi sebagai panduan agar penulisan lebih sistematis dan tidak melebar ke luar topik.

6. Menulis Literatur Review

Pada tahap ini, peneliti mulai menulis dengan memperhatikan alur yang logis. Tinjauan pustaka harus disusun dalam bentuk narasi yang runtut, bukan sekadar daftar kutipan. Analisis, perbandingan, dan sintesis hasil penelitian terdahulu sangat penting agar literature review lebih bermakna.

7. Menyimpulkan

Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan dari literature review. Kesimpulan ini biasanya berupa celah penelitian atau alasan mengapa penelitian baru perlu dilakukan. Dengan demikian, literature review menjadi penghubung antara penelitian lama dan penelitian yang sedang dikerjakan.

Tantangan dalam Menyusun Literatur Review

Meskipun terlihat sederhana, banyak peneliti pemula mengalami kesulitan dalam menyusun literature review. Tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  • Keterbatasan sumber: Tidak semua literatur mudah diakses, terutama jurnal internasional berbayar.
  • Kesulitan menganalisis: Membaca banyak penelitian tidak cukup; peneliti harus bisa mengkritisi dan membandingkan.
  • Bahasa akademik: Sebagian besar sumber berbahasa Inggris atau bahasa asing lain, sehingga memerlukan kemampuan bahasa yang baik.
  • Plagiarisme: Tinjauan pustaka rawan terjebak pada plagiasi jika hanya menyalin kutipan tanpa analisis kritis.
Baca juga: Hasil Penelitian

Kesimpulan

Literature review merupakan komponen vital dalam penelitian ilmiah. Ia berfungsi sebagai landasan teoretis, alat untuk menemukan celah penelitian, sarana memperkuat argumen, serta panduan dalam menentukan metode.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

Solusi Jurnal