Dalam dunia akademik, publikasi ilmiah memiliki peran penting sebagai tolok ukur kredibilitas seorang peneliti. Namun, maraknya fenomena jurnal predator justru mencoreng integritas penelitian, terutama dalam bidang ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan, bisnis, hingga pembangunan nasional. Jurnal predator adalah jurnal yang hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tanpa memperhatikan standar kualitas ilmiah, etika publikasi, maupun proses telaah sejawat (peer review) yang benar.
Keberadaan jurnal predator dalam bidang ekonomi sangat berbahaya karena dapat menyesatkan pembaca, menghasilkan data palsu atau menyesatkan, serta menurunkan kualitas diskursus akademik. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang jurnal predator di bidang ekonomi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, dampak, hingga strategi untuk menghindarinya.
Baca juga: Jurnal Predator Bidang Hukum: Ancaman bagi Dunia Akademik
Pengertian Jurnal Predator dalam Bidang Ekonomi
Jurnal predator adalah publikasi yang mengeksploitasi kebutuhan akademisi untuk menerbitkan karya ilmiah dengan cepat, terutama karena adanya tuntutan karier, kenaikan jabatan, atau persyaratan akademik lainnya. Di bidang ekonomi, jurnal predator sering kali menyajikan artikel dengan topik-topik populer seperti keuangan digital, pembangunan berkelanjutan, ekonomi makro, hingga kebijakan moneter. Namun, di balik itu, kualitas editorialnya rendah dan proses publikasinya tidak memenuhi standar ilmiah.
Para penulis yang tidak kritis atau terburu-buru mengejar jumlah publikasi sering menjadi korban. Mereka terjebak dalam janji “publikasi cepat” tanpa memeriksa kredibilitas penerbit. Akibatnya, artikel yang seharusnya memberikan kontribusi pada pengetahuan ekonomi malah justru mengaburkan fakta ilmiah.
Ciri-ciri Jurnal Predator di Bidang Ekonomi
Untuk memahami bahaya jurnal predator, penting mengetahui ciri-ciri yang sering muncul. Setiap ciri perlu diperhatikan dengan seksama agar peneliti tidak salah memilih tempat publikasi.
1. Proses Review Sangat Cepat
Sebuah jurnal akademik biasanya memerlukan waktu berbulan-bulan untuk meninjau sebuah artikel. Namun, jurnal predator dapat menjanjikan publikasi dalam hitungan hari atau minggu. Kecepatan ini menandakan tidak adanya proses telaah sejawat yang serius.
2. Biaya Publikasi Tidak Transparan
Jurnal predator sering kali menarik biaya tinggi dari penulis dengan alasan “article processing charge” (APC). Namun, biaya tersebut tidak sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan.
3. Editor dan Reviewer Tidak Jelas
Salah satu tanda kuat adalah daftar dewan editorial yang meragukan. Nama-nama yang tercantum sering kali tidak memiliki latar belakang di bidang ekonomi atau bahkan fiktif.
4. Isi Artikel Berkualitas Rendah
Artikel yang dimuat biasanya mengandung banyak kesalahan tata bahasa, tidak konsisten, dan kurang referensi. Bahkan, ada jurnal predator yang menerima artikel tanpa melakukan perbaikan sama sekali.
5. Indexing Palsu
Banyak jurnal predator mengklaim sudah terindeks di database bereputasi seperti Scopus atau Web of Science. Namun, kenyataannya hanya terdaftar di indeks abal-abal yang tidak diakui komunitas ilmiah.
Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, peneliti bidang ekonomi diharapkan lebih hati-hati sebelum memilih jurnal sebagai wadah publikasi
Jenis-jenis Jurnal Predator dalam Bidang Ekonomi
Fenomena jurnal predator hadir dalam berbagai bentuk. Setiap jenis memiliki modus operandi berbeda yang ditujukan untuk menarik penulis agar mengirimkan artikel. Pada bagian ini, akan dijelaskan beberapa jenis jurnal predator yang kerap ditemukan dalam bidang ekonomi.
1. Jurnal Predator dengan Janji Publikasi Cepat
Jenis ini menawarkan publikasi dalam waktu yang sangat singkat, bahkan kurang dari dua minggu. Bagi akademisi yang sedang mengejar deadline, tawaran ini tampak menggiurkan. Namun, artikel yang diterbitkan hampir pasti tidak melewati proses peer review yang benar.
2. Jurnal Predator dengan “Editor Bayangan”
Beberapa jurnal mencantumkan nama-nama akademisi terkenal sebagai editor, padahal nama tersebut dicatut tanpa izin. Dengan mencatut nama, mereka berusaha meyakinkan penulis bahwa jurnal tersebut memiliki kredibilitas tinggi.
3. Jurnal Predator Bertarif Tinggi
Jenis ini mematok biaya publikasi yang sangat mahal, namun tidak memberikan pelayanan yang sesuai. Tidak jarang penulis baru sadar bahwa jurnal tersebut predator setelah membayar biaya publikasi, tetapi tidak ada tindak lanjut.
4. Jurnal Predator dengan Indeks Abal-Abal
Jurnal ini mengklaim terindeks dalam database internasional, padahal hanya terdaftar di situs yang tidak bereputasi. Dengan cara ini, mereka menipu penulis yang awam soal pentingnya reputasi pengindeks.
5. Jurnal Predator Kolaboratif
Beberapa jurnal predator bahkan bekerja sama dengan konferensi predator. Peneliti di bidang ekonomi sering diundang mengikuti konferensi, lalu diminta mengirimkan artikel yang kemudian langsung diterbitkan di jurnal predator.
Dengan memahami jenis-jenis jurnal predator ini, peneliti bisa lebih kritis dalam memeriksa kredibilitas publikasi yang ditawarkan.
Dampak Jurnal Predator terhadap Dunia Akademik Ekonomi
Jurnal predator bukan sekadar masalah administratif, tetapi memiliki dampak besar bagi perkembangan ilmu ekonomi. Dampaknya terasa pada peneliti, institusi, hingga masyarakat luas.
- Merusak Kredibilitas Peneliti: Penulis yang terjebak dalam jurnal predator akan kehilangan reputasi. Karya mereka dianggap tidak valid dan bahkan bisa berdampak negatif pada karier akademik.
- Menurunkan Kualitas Penelitian Ekonomi: Artikel yang diterbitkan di jurnal predator sering kali tidak melalui validasi data, sehingga bisa menimbulkan kesalahan dalam pengambilan kebijakan.
- Membodohi Masyarakat: Penelitian ekonomi yang tidak valid bisa menyesatkan pengambil keputusan, pelaku bisnis, maupun masyarakat umum yang membaca hasil publikasi tersebut.
- Mencoreng Reputasi Institusi: Universitas atau lembaga riset yang dosennya sering mempublikasikan karya di jurnal predator akan dipandang rendah secara internasional.
Dengan kata lain, jurnal predator adalah ancaman serius bagi kualitas penelitian di bidang ekonomi.
Alasan Peneliti Ekonomi Terjebak Jurnal Predator
Meskipun sudah banyak informasi mengenai jurnal predator, masih banyak peneliti yang terjebak. Beberapa faktor utama yang menyebabkan hal ini antara lain:
- Tekanan Publikasi: Dosen dan mahasiswa tingkat akhir sering dituntut untuk memiliki publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan atau kenaikan jabatan. Tekanan ini membuat mereka mencari jalan pintas.
- Kurangnya Literasi Publikasi: Tidak semua peneliti memiliki pemahaman tentang standar jurnal bereputasi. Ketidaktahuan ini dimanfaatkan oleh penerbit predator.
- Janji Publikasi Cepat: Dalam kondisi mendesak, peneliti lebih memilih publikasi instan meskipun mengorbankan kualitas.
- Kurangnya Bimbingan Akademik: Banyak penulis pemula tidak mendapat arahan dari dosen pembimbing atau senior mengenai cara memilih jurnal yang kredibel.
Faktor-faktor ini menjadi pintu masuk bagi jurnal predator untuk menjebak penulis di bidang ekonomi.
Cara Menghindari Jurnal Predator Bidang Ekonomi
Jurnal kredibel biasanya mencantumkan informasi detail tentang proses peer review. Jika tidak ada informasi atau review terlalu cepat, sebaiknya dihindari.
Proses peer review yang transparan biasanya melibatkan umpan balik substansial dari reviewer. Jika jurnal hanya memberikan jawaban singkat atau langsung menerima naskah tanpa koreksi, itu indikasi kuat sebagai jurnal predator.
4. Bandingkan dengan Jurnal Bereputasi
Lihat tampilan situs, kualitas artikel, hingga gaya penulisan. Jurnal predator biasanya memiliki kualitas web dan tata bahasa yang buruk.
Selain itu, penulis bisa membandingkan artikel yang dimuat dengan jurnal lain yang sudah jelas bereputasi. Perbedaan kualitas konten dan tata kelola akan terlihat jelas saat dilakukan perbandingan yang teliti.
5. Konsultasi dengan Senior
Peneliti pemula sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dosen atau kolega berpengalaman sebelum mengirimkan artikel. Masukan dari mereka akan membantu menghindari kesalahan fatal dalam memilih jurnal.
Diskusi dengan senior juga bisa membuka akses pada daftar jurnal bereputasi yang biasanya sudah diketahui oleh kalangan akademisi. Dengan begitu, penulis tidak hanya terhindar dari predator, tetapi juga diarahkan ke jalur publikasi yang lebih kredibel.
Baca juga: Jurnal Predator Bidang Kesehatan: Ancaman bagi Integritas Ilmiah dan Praktik Medis
Kesimpulan
Fenomena jurnal predator dalam bidang ekonomi merupakan ancaman serius yang tidak boleh diabaikan. Meskipun menawarkan publikasi cepat, jurnal predator justru menurunkan kualitas penelitian, merusak kredibilitas penulis, serta menyesatkan masyarakat.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


