Dunia akademik tidak terlepas dari aktivitas penelitian, publikasi ilmiah, serta penyebaran pengetahuan melalui jurnal. Namun, perkembangan teknologi digital dan kebutuhan akademisi untuk memperbanyak publikasi sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dari kondisi inilah muncul istilah jurnal predator dan jurnal bodong, dua fenomena yang kini menjadi perhatian serius kalangan peneliti, dosen, mahasiswa, hingga lembaga akademik.
Jurnal predator adalah jurnal yang mengklaim sebagai penerbit ilmiah tetapi sebenarnya hanya mengejar keuntungan finansial tanpa memperhatikan kualitas, validitas, dan etika publikasi. Sementara itu, jurnal bodong lebih ekstrem lagi karena sering kali benar-benar fiktif, tidak memiliki dewan editorial yang jelas, bahkan sekadar dibuat untuk menipu penulis. Artikel ini akan membahas secara panjang lebar apa itu jurnal predator dan bodong, jenis-jenisnya, ciri-cirinya, dampaknya bagi dunia akademik, serta upaya pencegahannya.
Baca juga: Perbedaan Jurnal Predator: Ciri, Jenis, dan Dampaknya dalam Dunia Akademik
Apa Itu Jurnal Predator?
Jurnal predator adalah istilah yang digunakan untuk menyebut penerbit atau jurnal ilmiah yang memanfaatkan kebutuhan peneliti untuk publikasi cepat, dengan menawarkan layanan publikasi berbayar tetapi tanpa proses seleksi dan peninjauan sejawat (peer review) yang memadai. Mereka biasanya mengklaim sebagai jurnal internasional, terindeks di basis data bereputasi, atau memiliki impact factor tinggi. Namun, pada kenyataannya semua klaim tersebut palsu atau dimanipulasi.
Konsep jurnal predator pertama kali populer setelah Jeffrey Beall, seorang pustakawan di University of Colorado, membuat daftar penerbit dan jurnal yang dianggap predator. Sejak saat itu, istilah ini menjadi semakin dikenal dan menjadi peringatan bagi akademisi agar berhati-hati dalam memilih wadah publikasi.
Apa Itu Jurnal Bodong?
Berbeda dengan jurnal predator yang masih benar-benar menerbitkan artikel meskipun tanpa mutu, jurnal bodong bahkan lebih parah. Jurnal bodong sering kali tidak memiliki infrastruktur penerbitan yang jelas. Situsnya bisa dibuat dengan desain seadanya, menggunakan domain gratis, serta tidak memiliki ISSN atau identitas resmi. Artikel yang masuk hanya dipublikasikan untuk formalitas, atau dalam beberapa kasus bahkan tidak pernah dipublikasikan sama sekali.
Motivasi utama jurnal bodong adalah menipu penulis agar membayar biaya publikasi. Sering kali mereka menggunakan nama yang mirip dengan jurnal bereputasi, misalnya dengan menambahkan kata international, global, atau advanced. Hal ini membuat penulis yang kurang waspada mudah terperangkap dan menyangka bahwa jurnal tersebut bereputasi.
Jenis-jenis Jurnal Predator
Untuk memahami lebih jauh, jurnal predator dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan cara kerja dan modus operandi mereka. Setiap jenis memiliki ciri khas tertentu yang perlu diketahui oleh peneliti.
1. Jurnal Predator Berbasis Biaya Publikasi
Jenis pertama adalah jurnal yang menekankan pada pembayaran. Jurnal ini umumnya akan menerima hampir semua artikel tanpa melalui seleksi, asalkan penulis membayar biaya tertentu. Mereka menargetkan peneliti yang sedang membutuhkan publikasi cepat untuk keperluan kenaikan jabatan atau syarat akademik. Walaupun artikel diterbitkan, kualitasnya jauh dari standar ilmiah.
2. Jurnal Predator dengan Indeks Palsu
Jenis kedua adalah jurnal yang memanipulasi data mengenai indeksasi. Mereka mengklaim terindeks di Scopus, Web of Science, atau DOAJ, padahal tidak benar. Bahkan ada yang membuat indeks palsu sendiri untuk meyakinkan penulis. Peneliti yang kurang teliti biasanya terjebak karena hanya melihat klaim indeksasi di situs jurnal tanpa melakukan verifikasi.
3. Jurnal Predator yang Meniru Nama Jurnal Bereputasi
Jenis ketiga adalah jurnal predator yang memakai nama hampir mirip dengan jurnal ternama. Misalnya, jika ada jurnal bereputasi bernama International Journal of Education Research, maka jurnal predator bisa membuat versi bodong dengan nama Global International Journal of Educational Research. Strategi ini membuat penulis mudah terkecoh, terutama jika sedang terburu-buru mencari wadah publikasi.
4. Jurnal Predator Konferensi Ilmiah
Ada pula jurnal predator yang bekerja sama dengan penyelenggara konferensi abal-abal. Mereka mengadakan seminar atau konferensi dengan biaya mahal, lalu menjanjikan publikasi di jurnal internasional. Faktanya, jurnal tersebut tidak bereputasi, atau bahkan termasuk predator. Banyak peneliti akhirnya kecewa karena artikel mereka tidak bisa diakui secara akademis.
Jenis-jenis Jurnal Bodong
Selain jurnal predator, jurnal bodong juga memiliki beberapa jenis berdasarkan modus penipuannya. Mengetahui hal ini penting agar penulis dapat menghindarinya.
1. Jurnal Bodong Tanpa ISSN
Jenis pertama adalah jurnal yang tidak memiliki ISSN (International Standard Serial Number). ISSN adalah identitas resmi sebuah publikasi berkala. Jika sebuah jurnal tidak mencantumkan ISSN atau menggunakan nomor palsu, maka jurnal tersebut dapat dipastikan bodong. Penulis yang tidak mengecek detail ini rentan tertipu karena menganggap semua situs jurnal sama sahihnya.
2. Jurnal Bodong dengan Dewan Editorial Fiktif
Jenis kedua adalah jurnal yang mencantumkan dewan editorial tetapi nama-namanya fiktif. Ada juga yang mencantumkan nama profesor atau akademisi terkenal tanpa izin dari yang bersangkutan. Cara ini digunakan untuk memberikan kesan kredibel, padahal sebenarnya palsu. Penulis yang awam bisa terkecoh dengan daftar nama panjang tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.
3. Jurnal Bodong dengan Situs Abal-Abal
Jenis ketiga adalah jurnal dengan situs seadanya, biasanya menggunakan domain gratisan atau hosting murah. Tampilan websitenya tidak profesional, banyak tautan yang tidak berfungsi, dan informasi yang disajikan sangat minim. Meskipun demikian, mereka tetap menawarkan publikasi cepat dengan biaya tertentu.
4. Jurnal Bodong Penipu Murni
Jenis keempat adalah yang paling berbahaya, yaitu jurnal bodong yang benar-benar tidak menerbitkan artikel sama sekali. Mereka hanya meminta pembayaran dari penulis, lalu hilang begitu saja tanpa memberikan bukti publikasi. Beberapa di antaranya bahkan menghapus situs setelah menerima banyak pembayaran dari korban.
Ciri-ciri Jurnal Predator dan Bodong
Mengetahui ciri-ciri jurnal predator dan bodong menjadi hal penting bagi akademisi. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Proses review sangat cepat, bahkan hanya 1–2 hari setelah pengiriman naskah.
- Biaya publikasi tinggi tanpa penjelasan rinci penggunaan dana.
- Klaim indeksasi palsu atau mencantumkan logo lembaga pengindeks tanpa izin.
- Alamat kantor tidak jelas, sering kali hanya berupa email gratisan.
- Dewan editorial meragukan, bisa fiktif atau tidak relevan dengan bidang ilmu.
- Tata bahasa di situs buruk, menunjukkan tidak adanya profesionalisme.
- Nama jurnal terlalu umum, dengan tambahan kata internasional, global, atau universal.
Dampak Jurnal Predator dan Bodong
Masuknya jurnal predator dan bodong dalam dunia akademik membawa sejumlah dampak serius.
Pertama, merusak kredibilitas peneliti. Artikel yang dimuat di jurnal predator atau bodong sering kali tidak diakui oleh lembaga pendidikan atau pemberi beasiswa. Hal ini dapat menurunkan reputasi seorang penulis.
Kedua, merugikan institusi. Jika dosen atau mahasiswa sebuah universitas banyak mempublikasikan artikel di jurnal predator, maka akreditasi institusi dapat terancam. Universitas akan dinilai tidak selektif dalam menjaga kualitas penelitian.
Ketiga, mencemari literatur ilmiah. Artikel dari jurnal predator sering kali tidak melalui proses penyaringan yang benar, sehingga banyak beredar penelitian dengan kualitas buruk atau bahkan salah. Jika digunakan sebagai rujukan, maka bisa menyesatkan penelitian selanjutnya.
Mengapa Banyak Peneliti Terjebak?
Pertanyaan pentingnya adalah mengapa masih banyak peneliti yang terjebak dalam jurnal predator dan bodong. Ada beberapa alasan yang bisa dijelaskan.
Pertama, tekanan publikasi. Banyak akademisi harus memenuhi target publikasi untuk syarat kelulusan, kenaikan jabatan, atau hibah penelitian. Kondisi ini membuat mereka tergoda untuk memilih jalan pintas.
Kedua, kurangnya literasi informasi. Tidak semua peneliti memahami cara memverifikasi kredibilitas sebuah jurnal. Minimnya pengetahuan ini membuat mereka mudah percaya pada klaim palsu.
Ketiga, strategi licik penerbit. Jurnal predator dan bodong sering menggunakan email spam untuk mengundang penulis. Mereka juga menggunakan nama yang mirip jurnal bereputasi sehingga sulit dibedakan.
Cara Menghindari Jurnal Predator dan Bodong
Agar tidak terjebak, peneliti perlu memiliki strategi cerdas dalam memilih jurnal.
- Periksa indeksasi di situs resmi seperti Scopus, Web of Science, atau DOAJ. Jangan percaya hanya pada klaim situs jurnal.
- Cek ISSN melalui portal resmi ISSN.
- Perhatikan proses review. Jurnal yang profesional membutuhkan waktu minimal beberapa minggu.
- Cermati dewan editorial. Pastikan mereka adalah akademisi nyata dan aktif.
- Gunakan daftar resmi seperti SINTA (Indonesia) atau jurnal yang direkomendasikan lembaga riset.
Peran Pemerintah dan Institusi Akademik
Mengatasi masalah jurnal predator dan bodong tidak bisa hanya dilakukan oleh peneliti secara individu. Pemerintah dan institusi akademik memiliki peran penting.
Di Indonesia, misalnya, Kemendikbudristek melalui SINTA (Science and Technology Index) telah memberikan panduan jurnal yang terakreditasi. Institusi juga perlu memberikan pelatihan literasi publikasi bagi dosen dan mahasiswa agar tidak mudah terjebak.
Selain itu, komunitas akademik internasional perlu memperkuat sistem pengawasan, misalnya dengan menindak penerbit yang terbukti predator serta memperbarui daftar jurnal bereputasi secara berkala.
Baca juga: Jurnal Predator Berbahaya: Ancaman Tersembunyi dalam Dunia Akademik
Kesimpulan
Jurnal predator dan bodong adalah ancaman nyata bagi dunia akademik. Mereka memanfaatkan kebutuhan peneliti untuk publikasi cepat, tetapi tidak memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


