Publikasi ilmiah merupakan salah satu pilar penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui jurnal akademik, hasil riset dapat tersebar ke khalayak luas, dipelajari, diuji ulang, serta dijadikan dasar pengembangan penelitian lanjutan. Sistem ini dibangun atas fondasi integritas, transparansi, dan kualitas. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, dunia akademik menghadapi ancaman serius dari fenomena yang dikenal sebagai jurnal predator dan publisher predator.
Publisher predator adalah penerbit jurnal ilmiah yang memanfaatkan kebutuhan akademisi untuk publikasi, dengan cara yang tidak etis. Mereka biasanya menawarkan proses penerimaan artikel yang sangat cepat, biaya publikasi tinggi, namun tidak memberikan peer-review yang memadai. Akibatnya, jurnal predator menjadi tempat beredarnya artikel-artikel berkualitas rendah, bahkan yang mengandung data palsu.
Artikel ini akan membahas secara panjang dan detail mengenai apa itu publisher predator, ciri-cirinya, daftar penerbit predator terkenal, serta dampak buruknya bagi dunia akademik.
Baca juga: Cara Cek Jurnal Predator
Apa Itu Publisher Jurnal Predator?
Secara sederhana, publisher predator adalah lembaga penerbit jurnal ilmiah yang menjalankan praktik publikasi tanpa mematuhi standar akademik. Mereka lebih mementingkan keuntungan finansial daripada kualitas ilmiah.
Beberapa ciri umum publisher predator antara lain:
- Proses penerimaan sangat cepat: Artikel bisa diterima hanya dalam beberapa hari, bahkan tanpa revisi.
- Tidak ada peer-review yang nyata: Artikel dipublikasikan begitu saja tanpa ditelaah secara kritis oleh pakar.
- Biaya publikasi tinggi: Penerbit mengenakan Article Processing Charge (APC) yang mahal, namun tidak sebanding dengan kualitas layanan.
- Indeksasi palsu: Publisher sering mengklaim jurnalnya terindeks Scopus, Web of Science, atau DOAJ padahal tidak benar.
- Spam undangan publikasi: Penulis sering menerima email massal yang berisi ajakan mengirim artikel.
- Editor tidak jelas: Nama editor dicatut tanpa izin, atau tidak memiliki latar belakang akademik yang sesuai.
- Website tidak profesional: Banyak kesalahan bahasa, struktur berantakan, dan tampilan seadanya.
- Nama jurnal menipu: Menggunakan nama yang mirip dengan jurnal ternama agar terlihat bereputasi.
Dengan pola seperti ini, publisher predator tidak hanya merugikan penulis tetapi juga merusak ekosistem akademik secara keseluruhan.
Mengapa Publisher Predator Berbahaya?
Fenomena jurnal predator tidak bisa dianggap remeh. Berikut beberapa dampak serius yang ditimbulkan:
- Merusak integritas akademik: Artikel bermutu rendah bisa tersebar luas tanpa filter ilmiah.
- Menyulitkan peneliti pemula: Mahasiswa dan dosen baru sering tertipu karena minim pengalaman.
- Membahayakan reputasi penulis: Publikasi di jurnal predator dapat menurunkan kredibilitas akademisi.
- Kerugian finansial: Penulis harus membayar biaya tinggi tanpa manfaat nyata.
- Menyebarkan misinformasi: Artikel yang tidak valid dapat menyesatkan masyarakat maupun praktisi.
Dengan kata lain, publisher predator bukan sekadar masalah kecil, melainkan ancaman serius bagi kualitas riset global.
Daftar Publisher Jurnal Predator
Berikut adalah daftar penerbit jurnal predator yang sudah dikenal luas di dunia akademik. Daftar ini bukan bertujuan untuk menjelekkan pihak tertentu, melainkan sebagai edukasi agar peneliti lebih berhati-hati.
1. OMICS International
OMICS berbasis di India dan dikenal sebagai salah satu publisher predator terbesar. Mereka mengelola ribuan jurnal open access. Pada tahun 2016, Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat menggugat OMICS karena praktik menipu, seperti mengklaim indeksasi palsu, menggunakan nama editor tanpa izin, dan memungut biaya tinggi. Banyak akademisi melaporkan bahwa artikel mereka diterima hanya dalam beberapa hari tanpa proses review.
2. Science Publishing Group (SciPG)
Publisher ini sering mengaku berasal dari Amerika Serikat. Mereka mengelola banyak jurnal dengan nama “American Journal of…” agar terlihat bereputasi. Artikel diterima dengan sangat cepat, dan penulis sering mendapat email spam. Meskipun mengaku internasional, banyak jurnal SciPG tidak masuk dalam indeks bereputasi.
3. Scientific Research Publishing (SCIRP)
SCIRP berbasis di Tiongkok dan mengklaim sebagai penerbit open access internasional. Mereka memiliki ratusan jurnal, namun banyak di antaranya dikritik karena standar peer-review sangat rendah. Artikel berkualitas buruk bahkan pernah lolos tanpa perbaikan. SCIRP sering disebut sebagai salah satu publisher predator terbesar setelah OMICS.
4. MedCrave
MedCrave berbasis di Amerika Serikat, fokus pada bidang kesehatan, biologi, dan kedokteran. Mereka sering mengirim spam undangan publikasi dengan iming-iming proses cepat. Banyak akademisi mengeluh karena nama mereka dicatut sebagai editor tanpa izin.
5. Longdom Publishing
Publisher ini juga terkait dengan jaringan OMICS. Mereka mengelola jurnal di berbagai bidang ilmu dan aktif mengirim email spam. Publikasi mereka terkenal sangat cepat, hanya dalam hitungan hari.
6. Austin Publishing Group
Austin mengelola jurnal di bidang kesehatan dan sains. Kritik utama terhadap Austin adalah penggunaan nama editor tanpa izin serta kualitas peer-review yang sangat minim.
7. Hilaris Publisher
Masih terkait dengan OMICS, Hilaris dikenal dengan model bisnis yang sama: publikasi cepat, biaya tinggi, dan klaim indeksasi palsu.
8. WASET (World Academy of Science, Engineering and Technology)
WASET sering mengadakan konferensi ilmiah palsu. Mereka menjanjikan publikasi internasional, padahal jurnalnya tidak terindeks. Banyak peneliti tertipu karena konferensi WASET diiklankan besar-besaran.
9. Academic Journals
Berbasis di Afrika, Academic Journals mengelola banyak jurnal open access. Kritik utama terhadap mereka adalah lemahnya proses peer-review. Banyak artikel berkualitas buruk tetap diterima.
10. Bentham Open (kontroversial)
Bentham awalnya dianggap bereputasi, namun beberapa jurnalnya dituduh predator karena menerima artikel tanpa review yang memadai. Walau tidak semua jurnal Bentham bermasalah, reputasinya sempat tercoreng.
Karakteristik Umum Publisher Predator
Untuk memperkuat kewaspadaan, berikut adalah pola umum yang sering ditemukan di hampir semua publisher predator:
- Website dengan desain seadanya: Tampak murahan dan penuh kesalahan tata bahasa.
- Klaim berlebihan: Mengaku internasional, bereputasi tinggi, namun tanpa bukti indeksasi.
- Artikel diterbitkan dalam hitungan hari: Mustahil untuk proses peer-review serius.
- APC sangat tinggi: Biaya publikasi bisa mencapai ratusan hingga ribuan dolar.
- Spam email: Mengundang penulis atau mengajak menjadi editor secara massal.
- Nama jurnal meniru: Misalnya “International Journal of…” agar terlihat bergengsi.
Bagaimana Cara Menghindari Publisher Predator?
Agar tidak terjebak, penulis dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Cek indeksasi jurnal di Scopus, Web of Science, atau DOAJ secara langsung.
- Periksa kualitas artikel terdahulu: Jika kualitasnya buruk, patut dicurigai.
- Lihat daftar editor: Pastikan editor benar-benar akademisi dengan afiliasi jelas.
- Hindari email spamL: Jangan tergoda undangan publikasi instan.
- Konsultasi dengan kolega atau pembimbing sebelum mengirim artikel.
- Gunakan daftar referensi: Misalnya arsip Beall’s List sebagai rujukan tambahan.
Dampak Jangka Panjang Jika Publikasi di Jurnal Predator
Publikasi di jurnal predator bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga berdampak pada karier akademik:
- Artikel tidak diakui dalam penilaian akademik.
- Reputasi penulis tercoreng.
- Sulit melakukan penarikan artikel (retract) karena publisher predator tidak transparan.
- Institusi penulis ikut tercoreng reputasinya.
- Pengetahuan masyarakat bisa terdistorsi oleh artikel bermutu rendah.
Baca juga: Jurnal Predator Internasional: Fenomena, Jenis, Dampak, dan Strategi Pencegahan
Kesimpulan
Publisher jurnal predator adalah ancaman nyata bagi dunia akademik. Mereka memanfaatkan kebutuhan akademisi untuk publikasi cepat, namun mengorbankan integritas ilmiah.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


