Dalam dunia akademik, ilmiah, maupun penerbitan, proses review dan revisi menjadi tahapan penting dalam memastikan kualitas, keakuratan, dan integritas dari sebuah karya tulis. Tanpa adanya proses ini, tulisan yang dihasilkan berpotensi mengandung kekeliruan, kurang tajam secara analisis, atau tidak sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Baik dalam penulisan artikel jurnal, buku, proposal penelitian, hingga skripsi, review dan revisi merupakan komponen yang tidak bisa dipisahkan dari proses penyusunan karya yang berkualitas.
Artikel ini akan menguraikan secara mendalam mengenai apa itu review dan revisi, tahap-tahap yang dilalui, jenis-jenis review, serta tips menghadapi proses revisi agar hasil akhir tulisan menjadi lebih sempurna dan layak dipublikasikan.
Baca juga: Menyusun Surat Pengantar
Pengertian Review dan Revisi
Sebelum membahas lebih jauh tentang tahapan dan strategi dalam proses review dan revisi, penting untuk memahami terlebih dahulu pengertian dasar dari keduanya.
Review adalah proses evaluasi atau penilaian terhadap suatu karya tulis oleh orang lain yang memiliki kompetensi di bidang yang sama atau terkait. Reviewer akan menilai berbagai aspek seperti orisinalitas, kelengkapan data, ketepatan metodologi, kualitas argumen, dan kejelasan penyampaian.
Sementara itu, revisi adalah tindakan perbaikan terhadap karya tulis berdasarkan masukan, koreksi, atau komentar yang diberikan selama proses review. Revisi bisa bersifat minor seperti perbaikan tata bahasa dan ejaan, atau mayor seperti perombakan struktur tulisan dan penambahan data pendukung.
Dengan kata lain, review berperan sebagai filter kualitas, sedangkan revisi adalah bentuk respon aktif dari penulis untuk menyempurnakan karyanya.
Tujuan Utama dari Proses Review dan Revisi
Setiap tahapan dalam review dan revisi memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh baik penulis maupun pihak yang terlibat dalam proses tersebut. Beberapa tujuan utamanya antara lain:
- Menjaga kualitas ilmiah: Melalui review, tulisan yang tidak memenuhi standar keilmuan dapat dikoreksi sebelum dipublikasikan.
- Meningkatkan akurasi isi: Reviewer dapat menunjukkan kesalahan data, kesalahan logika, atau inkonsistensi argumen yang perlu diperbaiki.
- Menjaga integritas akademik: Proses ini dapat mencegah plagiarisme dan memastikan sumber-sumber yang digunakan sahih dan relevan.
- Meningkatkan keterbacaan: Seringkali, penulis terjebak dalam jargon yang sulit dimengerti pembaca. Reviewer bisa membantu menyederhanakan penyampaian.
Jenis-jenis Review
Ada berbagai bentuk proses review yang diterapkan tergantung pada konteks penulisan dan lembaga yang melakukan evaluasi. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis review yang paling umum digunakan.
1. Review Sejawat (Peer Review)
Ini merupakan bentuk paling umum dalam dunia akademik, khususnya dalam publikasi jurnal ilmiah. Artikel yang dikirimkan akan ditinjau oleh para ahli atau akademisi lain di bidang yang sama. Mereka akan mengevaluasi kualitas metodologi, keaslian penelitian, dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan.
2. Blind Review
Blind review terdiri dari dua jenis, yaitu:
- Single Blind Review: Reviewer tahu siapa penulisnya, tapi penulis tidak tahu siapa reviewernya.
- Double Blind Review: Baik penulis maupun reviewer tidak saling mengetahui identitas satu sama lain. Hal ini dilakukan untuk menjaga objektivitas penilaian.
3. Open Review
Dalam jenis ini, baik reviewer maupun penulis saling mengetahui identitas masing-masing. Meski lebih transparan, metode ini bisa menimbulkan bias jika tidak dijalankan secara profesional.
4. Editorial Review
Dilakukan oleh editor atau tim editorial sebelum artikel diserahkan ke reviewer. Mereka akan memeriksa kesesuaian format, gaya penulisan, dan kelayakan awal sebelum artikel masuk ke tahap review sejawat.
Tahapan Umum dalam Proses Review
Setelah artikel dikirimkan ke jurnal, penerbit, atau lembaga, proses review biasanya mengikuti alur berikut ini:
- Seleksi Awal: Editor akan memeriksa kelengkapan administrasi, kesesuaian format, serta kesesuaian topik dengan cakupan jurnal atau penerbit. Jika lolos, artikel akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
- Penugasan Reviewer: Editor menunjuk satu atau lebih reviewer yang dianggap kompeten. Proses ini bisa memakan waktu, terutama jika jurnal bersifat internasional dan banyak artikel masuk.
- Proses Evaluasi oleh Reviewer: Reviewer akan membaca dan mengevaluasi secara mendalam. Mereka biasanya mengisi formulir penilaian dan memberikan komentar terperinci, serta rekomendasi apakah artikel diterima, perlu revisi, atau ditolak.
- Pengembalian Umpan Balik ke Penulis: Komentar dan saran dari reviewer dikirimkan ke penulis. Penulis diharapkan mempelajari dengan seksama dan mempersiapkan revisi.
- Penyerahan Ulang (Resubmission): Setelah revisi selesai, artikel dikirimkan kembali ke jurnal untuk dievaluasi ulang. Jika revisi dinilai memadai, artikel akan diterima dan diproses ke tahap publikasi.
Tahapan Revisi: Panduan Bagi Penulis
Revisi bukanlah sekadar memperbaiki kesalahan penulisan, tetapi juga mencerminkan kemauan penulis untuk meningkatkan kualitas karyanya. Berikut ini beberapa langkah penting dalam menjalani proses revisi.
1. Menganalisis Komentar Reviewer
Langkah awal adalah membaca dan memahami semua komentar. Jangan buru-buru merespons. Kelompokkan komentar menjadi:
- Komentar minor: seperti kesalahan ejaan, tata bahasa, atau gaya penulisan.
- Komentar mayor: berkaitan dengan logika argumen, metodologi, atau struktur tulisan.
2. Menyusun Daftar Perbaikan
Buatlah daftar poin-poin yang perlu direvisi, lengkap dengan halaman atau paragraf terkait. Ini akan mempermudah dalam menyusun versi revisi secara sistematis.
3. Merespons dengan Santun dan Jelas
Jika diminta membuat “response to reviewer”, sampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan, lalu jelaskan secara ringkas perubahan apa yang telah dilakukan. Jika ada komentar yang tidak bisa ditindaklanjuti, sertakan alasannya secara logis dan sopan.
4. Mengecek Kembali Revisi secara Keseluruhan
Jangan hanya fokus pada komentar reviewer. Baca ulang seluruh dokumen untuk memastikan kesesuaian dan koherensi isi tulisan setelah direvisi.
Tantangan dalam Proses Review dan Revisi
Proses review dan revisi seringkali menantang, baik secara emosional maupun teknis. Berikut ini beberapa tantangan umum yang sering dihadapi oleh penulis, disertai penjelasannya.
1. Kritik yang Terlalu Keras
Tidak semua reviewer memberikan komentar dengan bahasa yang halus. Kritik yang tajam atau kasar bisa membuat penulis merasa terintimidasi. Dalam situasi ini, penting untuk fokus pada isi komentar, bukan gaya penyampaiannya.
2. Komentar yang Bertentangan
Jika satu reviewer meminta revisi ke arah tertentu, sementara reviewer lain meminta hal yang bertentangan, penulis harus mengambil keputusan bijak: mengutamakan komentar yang paling relevan dan memberikan penjelasan logis jika tidak bisa memenuhi semua permintaan.
3. Deadline yang Ketat
Beberapa jurnal memberikan tenggat waktu singkat untuk revisi. Manajemen waktu yang baik sangat penting dalam kondisi seperti ini. Prioritaskan revisi mayor terlebih dahulu, lalu kerjakan revisi minor secara paralel.
4. Kebingungan dalam Menafsirkan Komentar
Ada kalanya komentar reviewer terlalu umum atau ambigu. Jika ini terjadi, penulis bisa menghubungi editor untuk meminta klarifikasi sebelum melakukan revisi.
Strategi Menghadapi Revisi agar Lebih Efektif
Agar proses revisi tidak terasa membebani, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh penulis:
- Bersikap Terbuka terhadap Kritik: Anggaplah komentar reviewer sebagai masukan yang membangun, bukan serangan pribadi. Sikap terbuka akan mempercepat proses belajar dan perbaikan.
- Dokumentasikan Perubahan: Simpan versi asli dan versi revisi dari dokumen. Gunakan fitur “track changes” jika diminta oleh jurnal. Ini akan memudahkan reviewer dalam menilai hasil revisi.
- Berkolaborasi Jika Perlu: Jika tulisan dibuat secara tim, lakukan pembagian tugas revisi. Diskusikan komentar bersama dan sepakati arah perubahan yang diambil.
- Jangan Menunda: Segera mulai revisi setelah menerima komentar. Penundaan hanya akan membuat beban semakin berat dan memperpanjang proses publikasi.
Peran Editor dalam Review dan Revisi
Editor bukan hanya perantara antara penulis dan reviewer. Peran mereka sangat penting dalam menjaga kualitas dan kelancaran proses. Beberapa peran editor antara lain:
- Menyaring naskah yang masuk dan menentukan kelayakan awal.
- Memilih reviewer yang tepat dan kompeten.
- Menafsirkan komentar reviewer dan memberi arahan kepada penulis.
- Mengambil keputusan akhir apakah artikel diterima atau ditolak.
Keberhasilan proses review dan revisi sangat dipengaruhi oleh profesionalisme dan ketepatan keputusan editor.
Baca juga: Memilih Jurnal yang Tepat
Penutup
Review dan revisi bukanlah momok yang harus ditakuti oleh penulis. Justru, proses ini merupakan bagian penting dalam membentuk budaya akademik yang sehat dan bertanggung jawab. Di balik setiap komentar tajam, tersembunyi peluang untuk berkembang. Di balik setiap revisi, ada harapan untuk menghasilkan karya yang lebih baik.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


