Tata Bahasa pada Hasil dan Pembahasan

Studi Literatur Eksplorasi

Dalam dunia akademik, terutama dalam penulisan karya ilmiah, bagian hasil dan pembahasan memainkan peran penting dalam menyampaikan temuan penelitian secara sistematis dan analitis. Namun, penting pula untuk menyadari bahwa kekuatan penyampaian dalam bagian ini sangat bergantung pada ketepatan tata bahasa yang digunakan. Penggunaan tata bahasa yang baik dan benar bukan hanya meningkatkan kejelasan informasi, tetapi juga menambah kredibilitas dan profesionalisme tulisan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana tata bahasa diterapkan pada bagian hasil dan pembahasan dalam karya ilmiah, termasuk jenis kalimat, waktu, struktur, dan aspek kebahasaan lainnya.

Baca jugaTata Bahasa pada Metode

Pentingnya Tata Bahasa dalam Bagian Hasil dan Pembahasan

Tata bahasa bukan sekadar aturan yang mengikat penulisan, melainkan alat utama untuk menyampaikan gagasan secara logis dan terstruktur. Dalam bagian hasil dan pembahasan, penulis dituntut untuk menyajikan data dan kemudian menganalisisnya. Ketepatan penggunaan tata bahasa akan menentukan seberapa efektif dan efisien informasi tersebut dipahami oleh pembaca.

Tanpa tata bahasa yang tepat, hasil penelitian bisa disalahartikan atau dianggap tidak valid karena ambigu. Oleh karena itu, pemahaman tentang bagaimana memilih bentuk kalimat, jenis kata kerja, hingga penanda hubungan antar ide sangatlah penting dalam bagian ini.

Penggunaan Kalimat Pasif dan Aktif

Dalam bagian hasil dan pembahasan, baik kalimat pasif maupun aktif memiliki tempat masing-masing, tergantung pada fokus penulisan.

  1. Kalimat Pasif

Kalimat pasif sering digunakan dalam penyampaian hasil untuk menekankan tindakan atau proses yang terjadi, bukan pelakunya. Misalnya:

  • “Data dikumpulkan melalui observasi langsung.”
  • “Uji validitas dilakukan menggunakan Pearson Product Moment.”

Kalimat semacam ini cocok digunakan saat peneliti ingin menjaga objektivitas, dengan menekankan proses dan hasil ketimbang siapa yang melakukannya.

  1. Kalimat Aktif

Sebaliknya, kalimat aktif banyak digunakan dalam pembahasan untuk menekankan peran peneliti dalam menafsirkan atau mengkaji data. Contohnya:

  • “Peneliti menemukan bahwa variabel X berpengaruh terhadap Y.”
  • “Kami membandingkan hasil penelitian ini dengan studi sebelumnya.”

Kalimat aktif memberikan kesan bahwa penulis aktif terlibat dalam proses analisis, dan hal ini menunjukkan tanggung jawab ilmiah terhadap kesimpulan yang diambil.

Konsistensi Waktu (Tense) dalam Penulisan

Konsistensi dalam penggunaan waktu atau tense sangat penting agar tulisan tidak membingungkan. Secara umum, berikut pola yang disarankan untuk bagian hasil dan pembahasan:

  1. Hasil – Menggunakan Past Tense

Pada bagian hasil, karena berbicara mengenai temuan yang sudah terjadi, maka waktu yang digunakan umumnya lampau.

Contoh:

  • “Sebanyak 70% responden menyatakan puas terhadap pelayanan.”
  • “Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara variabel A dan B.”

Past tense digunakan karena data yang dibahas telah dikumpulkan dan dianalisis.

  1. Pembahasan – Bisa Menggunakan Present Tense

Dalam pembahasan, penggunaan present tense dibolehkan, terutama saat menjelaskan makna temuan dalam konteks teori atau literatur yang masih relevan hingga saat ini.

Contoh:

  • “Temuan ini mendukung teori Maslow mengenai kebutuhan dasar.”
  • “Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan.”

Penggunaan present tense menandakan bahwa diskusi tersebut masih berlaku dan bernilai saat ini.

Keterpaduan Antarkalimat dan Paragraf

Kohesi dan koherensi adalah prinsip utama dalam menyusun bagian hasil dan pembahasan. Penggunaan konjungsi dan penanda wacana secara tepat sangat diperlukan agar transisi antar kalimat dan paragraf menjadi halus dan mudah diikuti pembaca.

Beberapa penanda keterpaduan yang sering digunakan:

  • Penambahan: selain itu, juga, dan, serta
  • Pertentangan: namun, meskipun demikian, akan tetapi
  • Sebab-akibat: karena itu, akibatnya, oleh karena itu
  • Perbandingan: dibandingkan dengan, sementara itu
  • Penekanan: penting untuk dicatat, hal ini menunjukkan bahwa

Contoh penerapan:

“Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif meningkatkan motivasi siswa. Selain itu, strategi ini juga berdampak pada peningkatan hasil belajar secara signifikan.”

Kalimat di atas memperlihatkan bagaimana keterpaduan dijaga melalui konjungsi “selain itu” yang menghubungkan dua ide berkaitan.

Pemilihan Kata yang Tepat dan Objektif

Kata-kata yang digunakan dalam bagian hasil dan pembahasan harus bersifat ilmiah, objektif, dan bebas dari emosi atau opini pribadi. Kata-kata seperti “menariknya”, “hebat”, “luar biasa” harus dihindari karena mengandung muatan subjektif yang tidak sesuai dengan karakter karya ilmiah.

Pilihan kata yang disarankan:

  • “menunjukkan”
  • “mencerminkan”
  • “memperkuat”
  • “sejalan dengan”
  • “berbeda dari”
  • “tidak mendukung”

Contoh kalimat yang tepat:

  • “Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa iklim sekolah mempengaruhi motivasi belajar.”

Penggunaan kata-kata tersebut menegaskan posisi data secara netral dan profesional.

Struktur Kalimat yang Efisien dan Jelas

Penulisan ilmiah menuntut kalimat yang padat dan tidak bertele-tele. Kalimat panjang yang tidak terstruktur bisa menyebabkan pembaca kehilangan fokus. Oleh karena itu, penting untuk membatasi jumlah informasi dalam satu kalimat dan menggunakan tanda baca secara tepat.

Ciri kalimat efektif dalam bagian hasil dan pembahasan:

  1. Tidak terlalu panjang (maksimal 20–25 kata).
  2. Menghindari anak kalimat yang bertumpuk.
  3. Menempatkan subjek dan predikat dengan jelas.
  4. Menghindari ambiguitas.

Contoh kalimat yang tidak efektif:

“Peneliti yang melakukan pengumpulan data melalui wawancara dengan beberapa responden dan kemudian melakukan analisis terhadap data yang sudah dikumpulkan menemukan bahwa mayoritas dari mereka yang diwawancarai merasa bahwa strategi yang digunakan belum cukup efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.”

Contoh kalimat yang sudah diperbaiki:

“Melalui wawancara, peneliti menemukan bahwa sebagian besar responden merasa strategi yang digunakan belum efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.”

Penyesuaian Bahasa dengan Data Statistik

Dalam bagian hasil, data statistik sering kali ditampilkan. Oleh karena itu, penyesuaian tata bahasa terhadap data numerik menjadi penting agar penyampaian informasi tidak rancu.

Contoh penyesuaian kalimat berdasarkan statistik:

  • “Sebanyak 80% responden menyatakan setuju terhadap pernyataan tersebut.”
  • “Rata-rata nilai siswa meningkat sebesar 15 poin setelah intervensi dilakukan.”
  • “Analisis regresi menunjukkan koefisien sebesar 0,65 dengan nilai signifikansi 0,001.”

Dalam hal ini, angka digunakan untuk memperkuat informasi, bukan sekadar pelengkap. Maka, struktur kalimat harus tetap logis dan menjelaskan data tersebut secara akurat.

Penggunaan Rujukan dan Perbandingan dalam Pembahasan

Bagian pembahasan tidak hanya menyatakan apa yang ditemukan, tetapi juga menjelaskan mengapa hal itu terjadi dan bagaimana hasil tersebut berkaitan dengan teori atau penelitian sebelumnya.

Dalam menulis pembahasan, tata bahasa harus mendukung:

  1. Kesesuaian dengan teori: gunakan ungkapan seperti “sejalan dengan”, “mendukung”, “berdasarkan”.
  2. Perbedaan dengan studi sebelumnya: gunakan “berbeda dari”, “bertentangan dengan”, “tidak mendukung”.
  3. Interpretasi hasil: gunakan “menunjukkan bahwa”, “mengindikasikan”, “mengimplikasikan”.

Contoh kalimat:

“Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Vygotsky tentang peran interaksi sosial dalam pembelajaran.”

“Berbeda dengan temuan Widodo (2020), penelitian ini tidak menemukan pengaruh yang signifikan antara variabel X dan Y.”

Penggunaan struktur kalimat seperti ini menunjukkan bahwa penulis mampu menempatkan temuannya dalam konteks ilmiah yang lebih luas.

Hindari Kesalahan Umum dalam Tata Bahasa

Untuk menjaga integritas ilmiah bagian hasil dan pembahasan, penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan berikut:

Beberapa kesalahan yang sering ditemukan:

  • Penggunaan kata ganti yang ambigu, seperti “ini”, “tersebut” tanpa jelas merujuk pada apa.
  • Kalimat terlalu pasif atau tidak jelas subjeknya.
  • Penggunaan istilah informal atau tidak akademik.
  • Kata sambung yang digunakan tidak tepat.

Contoh kesalahan:

“Dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa…”

Kalimat tersebut salah secara gramatikal karena frasa “dari hasil analisis” tidak boleh menjadi subjek. Kalimat yang benar:

“Hasil analisis menunjukkan bahwa…”

Kesimpulan dan Implikasi dalam Kalimat yang Tegas

Pada akhir pembahasan, sering kali penulis menarik kesimpulan parsial dari temuan. Kalimat yang digunakan di sini harus bersifat afirmatif dan tidak mengambang. Tata bahasa yang digunakan harus menunjukkan bahwa penulis yakin dengan temuannya, meskipun tetap objektif.

Contoh kalimat:

  • “Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa.”
  • “Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya peran guru dalam merancang aktivitas kolaboratif di kelas.”

Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan akhir dari argumen logis yang dibangun selama pembahasan.

Penyesuaian Gaya Bahasa dengan Jenis Penelitian

Jenis penelitian mempengaruhi gaya penulisan dalam bagian hasil dan pembahasan. Tata bahasa dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan tertentu, terutama dalam gaya naratif dan cara penyajian data.

Untuk Penelitian Kuantitatif:

  • Bahasa lebih teknis dan langsung.
  • Banyak menggunakan istilah statistik dan angka.
  • Kalimat singkat dan padat.

Contoh:

“Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,05).”

Untuk Penelitian Kualitatif:

  • Bahasa lebih naratif dan deskriptif.
  • Mengutip langsung pernyataan partisipan.
  • Kalimat lebih panjang namun harus tetap terstruktur.

Contoh:

“Seorang informan menyatakan bahwa ‘interaksi dengan guru sangat membantu memahami materi yang sulit’.”

Gaya bahasa ini harus disesuaikan tanpa kehilangan kohesivitas dan kejelasan pesan.

Baca juga: Tata Bahasa pada Pendahuluan

Penutup: Menjaga Integritas Ilmiah melalui Tata Bahasa

Tata bahasa dalam bagian hasil dan pembahasan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga integritas ilmiah. Dengan penggunaan kalimat yang tepat, penanda hubungan yang jelas, dan struktur yang logis, pembaca akan lebih mudah memahami dan menerima temuan yang disampaikan.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solusi Jurnal