
Dalam era digital, internet menjadi sumber informasi yang tak terbatas bagi penulis ilmiah, mahasiswa, dan profesional. Kutipan dari sumber internet merupakan praktik wajib untuk mengakui kontribusi penulis asli dan memudahkan pembaca menelusuri ulang informasi. Teknik kutipan dari sumber internet harus memadukan aspek legal, etika, dan format sitasi yang sesuai gaya penulisan akademik. Tanpa penerapan yang tepat, kutipan daring dapat menimbulkan masalah plagiarisme, ketidaktepatan referensi, dan hilangnya kredibilitas karya tulis.
Internet menyajikan berbagai jenis sumber: artikel berita, blog, jurnal open access, dokumen pemerintah, hingga media sosial. Setiap jenis memerlukan pendekatan kutipan yang spesifik. Artikel ini menguraikan aspek hukum dan etika, format dan gaya sitasi yang umum dipakai, metode menyusun daftar pustaka daring, serta tantangan dan solusi dalam penggunaan kutipan internet sebagai bahan penulisan.
Baca Juga : Panduan Lengkap Kutipan dengan Banyak Penulis dalam Penulisan Akademik
Aspek Hukum dan Etika Kutipan Daring
Penggunaan materi daring menuntut kepatuhan pada hak cipta dan lisensi. Banyak konten di internet dilindungi hak cipta meski tersedia gratis. Penulis harus memahami lisensi Creative Commons, public domain, atau fair use sebelum mengutip atau menampilkan kutipan yang panjang. Etika akademik menuntut kutipan langsung dibatasi sekitar 10–15% dari total teks dan disertai penjelasan atau parafrase untuk menghindari plagiarisme.
Selain hak cipta, etika penulisan melibatkan akurasi penyebutan URL dan tanggal akses. Karena konten daring bersifat dinamis, tanggal akses membantu pembaca menemukan versi yang dikutip. Gaya APA, misalnya, merekomendasikan mencantumkan “Diakses tanggal Bulan Tahun, dari URL” pada daftar pustaka untuk sumber daring tanpa DOI. Tanpa catatan akses, sumber dapat berubah atau dihapus, sehingga informasi asli sulit diverifikasi.
Praktik etika lain adalah menghindari memuat tautan rusak. Penulis dapat menggunakan layanan archiving seperti WebCite atau Internet Archive untuk menyimpan snapshot halaman sebelum mengutip. Hal ini tidak hanya melindungi karya dari link rot, tetapi juga menjadi bukti ketersediaan sumber pada saat penulisan.
Format dan Gaya Kutipan dari Internet
Beberapa gaya sitasi utama, seperti APA, MLA, dan Chicago Manual of Style (CMS), memiliki aturan tersendiri untuk kutipan internet. Artikel DeepublishStore menjelaskan bahwa gaya MLA mencantumkan nama penulis (jika ada), judul halaman dalam tanda kutip, nama situs miring, URL, dan tanggal akses dalam format: NamaPenulis. “Judul Halaman.” Nama Situs, penerbit (jika tersedia), tanggal publikasi, URL . Contoh: Irukawa Elisa. “Cara Mudah Menulis Sumber Gambar Dari Internet.” Penerbit Deepublish, 9 Maret 2023,
Gaya APA menekankan tahun publikasi setelah nama penulis, judul halaman dicetak miring, dan diakhiri dengan URL. Untuk sumber tanpa penulis, judul dipindahkan ke posisi penulis, seperti: Judul Halaman. (Tahun). Diakses dari URL . Contoh: Cara Menulis Kutipan dari Internet. (2023). Diakses dari
Sementara CMS menyediakan dua sistem: Author-Date (mirip APA) dan Notes-Bibliography yang menggunakan catatan kaki. Pada Notes-Biblio, kutipan internet pertama kali menjadi catatan kaki lengkap, misalnya: 1. NamaPenulis, “Judul Halaman,” Situs, tanggal publikasi, URL. Dalam daftar bibliografi, formatnya menyerupai catatan kaki tanpa nomor.
Metode Penyusunan Daftar Pustaka Online
Pembuatan daftar pustaka daring membutuhkan informasi lengkap dari setiap sumber. Data minimal mencakup nama penulis (jika ada), judul halaman, judul situs, tanggal publikasi atau pembaruan, tanggal akses, dan URL. Urutan elemen tergantung gaya sitasi yang dipakai.
Untuk mempermudah manajemen referensi, penulis dapat memanfaatkan perangkat lunak seperti Zotero, Mendeley, atau EndNote. Dengan plug-in browser, metadata halaman otomatis ditangkap dan dikonversi ke format sitasi. Namun, karena beberapa halaman tidak menyediakan metadata lengkap (misalnya tanggal publikasi), verifikasi manual tetap diperlukan.
Penulis juga disarankan menyimpan salinan offline setiap halaman daring sebelum kutipan dilakukan. Salinan ini dapat berupa PDF atau screenshot, disimpan bersama naskah untuk keperluan review. Bila perlu, sertakan petunjuk penyimpanan lokal dalam metadata referensi untuk memudahkan editor atau penguji mengakses bukti kutipan.
Tantangan dan Solusi dalam Mengutip Sumber Internet
Satu tantangan utama adalah konten dinamis: artikel yang diperbarui secara berkala kehilangan kesesuaian dengan kutipan asli. Solusi teknis meliputi penggunaan URL yang bersifat permanen (permalink) atau DOI (Digital Object Identifier) jika tersedia. Bila permalink tidak ada, gunakan parameter timestamp pada URL bila memungkinkan.
Link rot—ketika URL tidak lagi berfungsi—merusak integritas daftar pustaka. Penulis dapat membuat backup melalui layanan archiving seperti archive.org dan mencantumkan URL arsip sebagai alternatif. Hal ini memastikan pembaca dapat mengakses konten meski sumber primer hilang.
Verifikasi sumber juga menjadi tantangan, terutama media sosial atau blog pribadi. Penulis harus menilai kredibilitas situs: periksa afiliasi, reputasi penulis, dan apakah konten telah melalui proses editorial. Bila ragu, cari sumber alternatif dari institusi atau jurnal yang lebih terpercaya.
Bahasa dan format yang beragam pada halaman daring menuntut fleksibilitas dalam menyesuaikan kutipan. Misalnya, halaman multi-bahasa memerlukan penggunaan judul asli dengan terjemahan dalam kurung. Penulis harus menyertakan keterangan bahasa jika berbeda dari bahasa utama naskah.
Strategi Pengelolaan Kutipan Internet yang Efektif
Dalam praktik penulisan ilmiah modern, strategi pengelolaan kutipan sumber internet yang efektif sangat penting untuk menjaga konsistensi dan akurasi referensi. Pertama, buatlah daftar tipe konten daring yang digunakan, misalnya artikel jurnal open access, blog, video, podcast, atau posting media sosial. Setiap kategori konten memerlukan metadata spesifik, seperti nama pembuat konten, tanggal unggah, dan format file.
Kedua, siapkan template sitasi manual untuk masing-masing jenis sumber secara terpisah. Dengan template, penulis dapat langsung memasukkan elemen kunci—nama penulis atau akun, judul halaman atau media, tanggal publikasi, dan URL—tanpa lupa satu pun detail penting. Template juga berguna saat melakukan penelusuran ulang sumber untuk verifikasi atau pembaruan kutipan.
Ketiga, terapkan sistem versi atau snapshot untuk setiap sumber yang dinamis. Misalnya, jika mengutip video atau artikel yang sering diperbarui, simpan salinan lokal (PDF, screenshot, atau unduhan video) dan tandai versi pada metadata. Hal ini memudahkan penelusuran kembali ke konten asli saat ada perbedaan antara saat penulisan dan saat review.
Keempat, manfaatkan fitur tag dan folder dalam perangkat manajemen referensi seperti Zotero atau Mendeley untuk mengelompokkan kutipan berdasar topik, bab, atau proyek. Folder khusus untuk kutipan internet membantu memisahkan kutipan dari sumber cetak, meminimalkan kekeliruan format, dan mempercepat proses editing akhir.
Kelima, tetapkan prosedur validasi sumber sebelum kutipan dimasukkan ke naskah. Verifikasi kredibilitas situs, cek tanggal publikasi, dan pastikan tidak ada tanda plagiarisme terselubung. Bila diperlukan, cocokkan informasi dengan sumber primer atau data resmi dari lembaga terpercaya.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, penulis dapat menavigasi kerumitan kutipan internet dengan lebih terstruktur dan profesional.
Baca Juga : Teknik Kutipan dari Sumber Internet: Panduan Lengkap
Kesimpulan
Kutipan dari sumber internet merupakan keterampilan penting dalam penulisan ilmiah modern. Penulis harus mengintegrasikan aspek hukum, etika, dan format sitasi yang tepat agar referensi daring tetap kredibel dan mudah diverifikasi. Dengan memahami perbedaan gaya sitasi, memanfaatkan perangkat manajemen referensi, dan menghadapi tantangan konten dinamis, link rot, serta verifikasi kredibilitas, naskah akademik dapat menampilkan kutipan daring yang rapi, akurat, dan profesional.
Daftar Pustaka
- Cara Menulis Kutipan dari Internet. (2023). Penerbit Deepublish. Diakses dari https://penerbitdeepublish.com/cara-menulis-kutipan-dari-internet/
- Irukawa Elisa. “Cara Mudah Menulis Sumber Gambar Dari Internet.” Penerbit Deepublish, 9 Maret 2023. Diakses dari https://deepublishstore.com/blog/cara-menulis-kutipan-dari-internet/?srsltid=AfmBOop-1_aFY-wgN4g-VwBav5AtmYKyBmr38nuKu3B-Kv6mGPqldElI
Penulis : Anisa Okta Siti Kirani
Baca Juga : 