Mengutip jurnal ilmiah adalah salah satu keterampilan paling penting dalam dunia akademik. Ketepatan dan konsistensi sitasi tidak hanya menunjukkan penghargaan terhadap karya peneliti lain, tetapi juga memperkuat argumen dan kredibilitas tulisan Anda. Artikel ini membahas secara mendetail cara mengutip dari jurnal, mulai dari pengertian dasar, manfaat, gaya sitasi populer, langkah praktis, hingga tips menghindari kesalahan umum. Dengan panduan ini, diharapkan pembaca dapat menyusun kutipan dengan tepat, sehingga karya ilmiah menjadi lebih profesional dan bebas plagiarisme.
Baca Juga : Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung dalam Penulisan Ilmiah
Pengertian Sitasi Jurnal
Sitasi jurnal adalah proses mencantumkan referensi jurnal ilmiah yang Anda gunakan sebagai sumber data, teori, atau pendukung argumen. Informasi penting yang harus tercantum meliputi nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor terbit, halaman, dan DOI atau URL jika ada. Sitasi berfungsi sebagai jejak akademik yang memungkinkan pembaca menelusuri kembali sumber asli, memverifikasi data, serta melanjutkan penelitian lebih lanjut.
Manfaat Sitasi Jurnal
Mengutip dengan benar menawarkan sejumlah manfaat signifikan. Pertama, sitasi mencegah plagiarisme. Dengan menandai bagian mana yang diambil dari penulis lain, Anda menjaga orisinalitas tulisan. Kedua, sitasi meningkatkan kredibilitas. Dukungan teori dan data dari jurnal bereputasi membuat argumen Anda lebih meyakinkan. Ketiga, sitasi memudahkan verifikasi. Pembaca dapat langsung mengakses sumber asli untuk memeriksa konteks kutipan atau mengeksplorasi topik lebih jauh. Keempat, sitasi membangun jejaring ilmu pengetahuan. Dengan mengutip berbagai penelitian, Anda menunjukkan hubungan antara studi yang berbeda, membuka peluang kolaborasi dan inovasi. Terakhir, sitasi mematuhi etika akademik. Ketaatan terhadap pedoman sitasi menunjukkan integritas dan profesionalisme penulis.
Gaya Sitasi Jurnal
Tiga gaya sitasi jurnal yang sering digunakan meliputi APA, MLA, dan Chicago Author-Date. Masing-masing memiliki aturan tersendiri untuk format kutipan dalam teks dan penyusunan daftar pustaka. Pilih satu gaya dan terapkan secara konsisten sesuai pedoman institusi atau jurnal tujuan.
Gaya APA
Gaya APA (American Psychological Association) populer di bidang psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial. Pada kutipan dalam teks, tuliskan nama belakang penulis dan tahun terbit, misalnya (Smith & Brown, 2020). Untuk kutipan langsung, tambahkan nomor halaman, misalnya (Smith & Brown, 2020, hlm. 45). Di daftar pustaka, formatnya: nama belakang dan inisial penulis, tahun dalam kurung, judul artikel tanpa tanda kutip, nama jurnal miring, volume (nomor), halaman, dan DOI. Contoh:
Smith, J. A., & Brown, L. M. (2020). The impact of social media on student engagement. Journal of Educational Research, 45(3), 123–135.
Gaya APA menekankan kemudahan menemukan karya berdasarkan tahun publikasi, sehingga pembaca langsung tahu seberapa terkini penelitian yang dikutip.
Gaya MLA
Gaya MLA (Modern Language Association) banyak dipakai dalam bidang humaniora dan sastra. Kutipan dalam teks menyertakan nama penulis dan nomor halaman tanpa koma, misalnya (Smith and Brown 127). Di daftar pustaka, tulis nama depan dan belakang penulis, judul artikel dalam tanda kutip, nama jurnal miring, volume, nomor terbit, tahun, dan halaman. Contoh:
Smith, John A., and Laura M. Brown. “The Impact of Social Media on Student Engagement.” Journal of Educational Research, vol. 45, no. 3, 2020, pp. 123–35.
MLA menonjolkan kesederhanaan dan cocok untuk penulisan yang menekankan narasi dan analisis teks.
Gaya Chicago
Gaya Chicago Author-Date menggabungkan kemudahan APA dengan detail publikasi ala Chicago. Kutipan dalam teks mirip APA: (Smith and Brown 2020, 127), sedangkan daftar pustaka mencantumkan nama penulis, tahun, judul artikel dalam tanda kutip, nama jurnal miring, volume (nomor), halaman, dan DOI. Contoh:
Smith, John A., and Laura M. Brown. 2020. “The Impact of Social Media on Student Engagement.” Journal of Educational Research 45 (3): 123–35
Chicago memberikan fleksibilitas bagi penulis sosiologi, sejarah, dan ilmu sosial yang membutuhkan konteks publikasi lengkap.
Langkah-Langkah Mengutip dari Jurnal
Untuk memudahkan proses sitasi, ikuti langkah-langkah berikut:
- Kumpulkan Detail Sumber: Dapatkan judul lengkap artikel, nama penulis, tahun terbit, nama jurnal, volume, nomor terbit, halaman, dan DOI atau URL.
- Tentukan Gaya Sitasi: Pilih APA, MLA, atau Chicago sesuai pedoman. Pelajari aturan kutipan dalam teks dan format daftar pustaka.
- Masukkan Kutipan di Teks: Saat menulis, sisipkan sitasi sesuai format yang dipilih—parafrase dengan (penulis, tahun) atau kutipan langsung dengan nomor halaman.
- Gunakan Software Manajemen Referensi: Aplikasi seperti Zotero atau EndNote otomatis memformat kutipan dan daftar pustaka, serta memudahkan pengaturan koleksi jurnal.
- Verifikasi Konsistensi: Pastikan setiap kutipan dalam teks muncul di daftar pustaka dan sebaliknya. Periksa ejaan nama penulis, tahun, dan tanda baca.
- Perbarui Daftar Pustaka: Saat selesai menulis, susun daftar pustaka berdasarkan abjad nama belakang penulis, dengan rincian sesuai format gaya yang dipakai.
Tips dan Trik
Beberapa tips agar sitasi berjalan lancar: pastikan konsistensi gaya sitasi di seluruh dokumen. Prioritaskan penggunaan DOI karena lebih stabil daripada URL. Aktifkan plugin “Cite While You Write” di Word untuk otomatisasi sitasi. Untuk kutipan langsung singkat, gunakan kurang dari 40 kata (APA) atau kurang dari empat baris (MLA) untuk menghindari blok kutipan. Pelajari pedoman terbaru gaya sitasi, karena setiap edisi bisa mengalami perubahan format. Terakhir, simpan backup daftar referensi dalam format RIS atau BibTeX untuk memudahkan migrasi antar software.
Praktik Penerapan Sitasi
Dalam praktik, mulailah dengan memilih artikel jurnal yang relevan dengan topik penelitian Anda. Baca keseluruhan artikel sebelum membuat catatan kutipan. Tandai bagian penting yang ingin dikutip dan segera catat detail lengkapnya. Jika menulis di Microsoft Word, gunakan menu referensi untuk menambahkan sitasi sesuai gaya yang dipilih. Setelah kutipan selesai, periksa kembali format di teks dan daftar pustaka.
Langkah Sederhana dalam Paragraf
- Buka jurnal online dan salin judul lengkap artikel.
- Catat nama penulis dan tahun terbit di kertas atau aplikasi catatan.
- Temukan nomor volume, nomor terbit, dan halaman.
- Salin DOI atau URL dan simpan.
- Saat menulis, sisipkan sitasi di akhir paragraf.
- Gunakan manajemen referensi untuk daftar pustaka otomatis.
Kesalahan Umum dan Cara Mengatasinya
Beberapa kesalahan kerap muncul, seperti lupa mencantumkan nomor halaman pada kutipan langsung, inkonsistensi italik pada judul jurnal, atau urutan abjad yang keliru. Atasi dengan langkah berikut: lakukan pemeriksaan akhir menggunakan fitur “Bibliography Review” di manajemen referensi. Periksa manual setiap entri daftar pustaka terhadap pedoman resmi. Gunakan mode “Track Changes” untuk melihat modifikasi sitasi. Jika menggunakan URL, pastikan memasukkan tanggal akses. Dan jika memakai gaya Chicago, periksa apakah semua detail penerbit tercantum sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Aturan Penulisan Kutipan dalam Karya Ilmiah: Panduan Lengkap dan Praktis
Kesimpulan
Menguasai cara mengutip dari jurnal adalah fondasi penulisan akademik yang kredibel. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menyusun kutipan dengan mudah dalam langkah sederhana. Latihan konsisten dan pemeriksaan detail akan memperkuat kualitas tulisan serta memudahkan pembaca memverifikasi sumber.
Daftar Pustaka
- Sevima. “Inilah 5 Cara Mengutip dari Jurnal yang Umum Digunakan.” Sevima, diakses 22 April 2025, https://sevima.com/inilah-5-cara-mengutip-dari-jurnal-yang-umum-digunakan/
- Green Publisher. “Cara Mengutip yang Benar dari Jurnal, Skripsi, Buku, dan Website.” Green Publisher Blog, diakses 22 April 2025, https://greenpublisher.id/blog/cara-mengutip-yang-benar-dari-jurnal-skripsi-buku-dan-website/
Penulis : Anisa Okta Siti Kirani

