
Dalam dunia akademik, kutipan memegang peranan penting dalam menunjukkan dasar pemikiran, argumen, serta integritas ilmiah penulis. Salah satu format kutipan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia adalah APA Style (American Psychological Association). Gaya kutipan ini umumnya digunakan dalam karya ilmiah di bidang ilmu sosial dan psikologi, namun telah meluas ke berbagai disiplin ilmu lainnya. Memahami kutipan APA Style tidak hanya membantu penulis menghindari plagiarisme, tetapi juga memperkuat kredibilitas karya yang dibuat.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang cara menerapkan kutipan APA Style dalam tulisan ilmiah, termasuk contoh praktis dan pentingnya konsistensi dalam penggunaan gaya ini. Selain itu, artikel ini juga akan menjelaskan manfaat penggunaan APA Style serta bagaimana menyusun daftar pustaka yang sesuai.
Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung dalam Penulisan Akademik
Apa Itu Kutipan APA Style?
APA Style adalah format penulisan kutipan yang dikembangkan oleh American Psychological Association. Gaya ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1929 dan terus diperbarui sesuai perkembangan zaman. Tujuan utamanya adalah memberikan standar yang konsisten dalam penulisan akademik, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami dan menelusuri sumber informasi yang digunakan oleh penulis.
Format APA mengharuskan setiap kutipan di dalam teks (in-text citation) mencantumkan nama belakang penulis dan tahun terbit. Jika penulis mengutip langsung dari sumber, maka nomor halaman juga wajib disertakan. Di bagian akhir tulisan, penulis harus menyusun daftar pustaka lengkap dengan format khusus APA.
Cara Menulis Kutipan dalam Teks
Penulisan kutipan dalam teks dengan gaya APA cukup sederhana. Jika hanya merujuk pada ide atau informasi umum dari sumber, cukup tulis nama belakang penulis dan tahun publikasi. Misalnya:
Menurut Sugiyono (2019), metode penelitian kuantitatif lebih cocok untuk data yang dapat diukur secara statistik.
Jika kutipan langsung digunakan, maka nomor halaman harus dicantumkan:
“Penelitian kualitatif berfokus pada makna daripada angka” (Moleong, 2007, hlm. 25).
Kutipan ini harus disisipkan secara natural dalam alur kalimat, bukan sebagai sisipan yang berdiri sendiri. Penulis juga perlu menyesuaikan kutipan dengan konteks pembahasan agar tidak terkesan dipaksakan.
Kutipan Langsung dan Tidak Langsung dalam APA Style
Kutipan langsung adalah kutipan yang diambil secara kata per kata dari sumber asli. APA Style mengharuskan kutipan langsung yang kurang dari 40 kata ditulis di dalam teks dan diberi tanda kutip. Sedangkan kutipan lebih dari 40 kata harus ditulis sebagai blok kutipan (block quotation) tanpa tanda kutip dan diberi indentasi.
Sebaliknya, kutipan tidak langsung dilakukan dengan parafrase, yaitu menuliskan kembali ide orang lain dengan kata-kata sendiri. Ini lebih fleksibel dan sering direkomendasikan dalam penulisan ilmiah karena menunjukkan pemahaman penulis terhadap materi.
Contoh kutipan tidak langsung:
Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak berperan penting dalam kesuksesan akademik mereka (Bronfenbrenner, 1979).
Penggunaan kutipan tidak langsung menghindarkan penulis dari terlalu banyak mengambil kalimat utuh dari sumber, sehingga tulisan menjadi lebih orisinal.
Menyusun Daftar Pustaka dengan APA Style
Bagian akhir karya ilmiah harus mencantumkan semua sumber yang dikutip dalam bentuk daftar pustaka atau referensi. APA Style memiliki aturan format yang sangat spesifik:
Nama penulis ditulis dengan urutan nama belakang diikuti inisial nama depan. Tahun terbit diletakkan dalam tanda kurung setelah nama penulis. Judul buku ditulis miring (italic), hanya huruf pertama pada judul yang memakai huruf kapital, kecuali nama diri. Nama penerbit diletakkan setelah judul.
Contoh:
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Untuk artikel jurnal:
Putra, Y. E. (2020). Peran media sosial dalam komunikasi organisasi. Jurnal Komunikasi Indonesia, 8(1), 45-60.Penting untuk memastikan bahwa setiap kutipan dalam teks memiliki rujukan di daftar pustaka, dan sebaliknya.
Kesalahan Umum dalam Penulisan Kutipan APA Style
Banyak penulis pemula yang melakukan kesalahan ketika menggunakan APA Style. Beberapa kesalahan umum antara lain:
- Tidak mencantumkan tahun terbit dalam kutipan.
- Salah menulis nama penulis atau menggunakan nama depan secara lengkap.
- Tidak mencantumkan nomor halaman untuk kutipan langsung.
- Format daftar pustaka tidak konsisten.
Kesalahan ini bisa berdampak serius, terutama dalam konteks akademik yang menjunjung tinggi kejujuran dan akurasi. Oleh karena itu, penting untuk mengecek ulang setiap kutipan dan referensi sebelum mengirimkan atau menerbitkan karya ilmiah.
Manfaat Menggunakan APA Style
Penggunaan kutipan APA Style yang benar memberikan berbagai manfaat. Pertama, gaya ini memudahkan pembaca untuk menelusuri sumber informasi yang digunakan penulis. Kedua, penggunaan APA Style menunjukkan profesionalisme dan kepatuhan terhadap standar akademik. Ketiga, APA Style memudahkan proses editorial atau review karena formatnya yang seragam dan sudah diakui secara internasional.
Di samping itu, dalam dunia pendidikan tinggi, penerapan APA Style sering kali menjadi syarat wajib dalam penulisan tugas akhir, skripsi, tesis, hingga disertasi. Dengan memahami dan menguasai APA Style sejak awal, penulis akan lebih siap menghadapi berbagai tuntutan akademik.
Perkembangan APA Style
Seiring waktu, APA Style terus mengalami perkembangan. Versi terbaru adalah APA 7th Edition yang memperbarui beberapa aturan sebelumnya, misalnya:
- Penulisan hingga 20 nama penulis pertama dalam daftar pustaka.
- Penggunaan spasi ganda tidak lagi diwajibkan setelah tanda titik.
- Penyesuaian dalam penulisan URL dan DOI.
Perubahan ini bertujuan untuk menyederhanakan proses penulisan dan menjawab kebutuhan penulis masa kini yang lebih sering merujuk sumber digital.

Baca Juga : Contoh Kutipan dalam Karya Ilmiah: Panduan Lengkap dan Praktis
Kesimpulan
Pemahaman tentang kutipan APA Style menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap penulis akademik. Dengan menulis kutipan secara benar dan konsisten, karya ilmiah menjadi lebih kuat secara argumentatif dan terhindar dari kesalahan etika seperti plagiarisme. Penulis juga perlu memahami perbedaan antara kutipan langsung dan tidak langsung, serta mampu menyusun daftar pustaka sesuai dengan pedoman APA.
Dengan berlatih secara konsisten dan merujuk pada pedoman resmi, penggunaan APA Style dapat menjadi kebiasaan yang baik dalam setiap penulisan ilmiah. Seiring meningkatnya tuntutan profesional dalam dunia akademik, menguasai gaya kutipan ini akan menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap penulis.
Daftar Pustaka
- Mind the Graph. “Panduan Format APA: Cara Mengutip dan Menyusun Daftar Pustaka.” Mind The Graph, 17 Maret 2023. https://mindthegraph.com/blog/id/apa-formatting-2/
- IDN Times. “Cara Pengutipan APA Style yang Tepat, Mahasiswa Wajib Tahu!” IDN Times, 28 November 2022. https://www.idntimes.com/life/career/dwi-wahyu-intani/cara-pengutipan-apa-style-c1c2
Penulis : Anisa Okta Siti Kirani
