Kesimpulan merupakan bagian penting dalam artikel jurnal ilmiah karena menjadi tempat penulis menyampaikan inti hasil penelitian secara ringkas dan terarah. Bagian ini membantu pembaca memahami jawaban atas tujuan penelitian tanpa harus mengulang seluruh uraian dalam bagian hasil dan pembahasan. Oleh karena itu, kesimpulan perlu disusun berdasarkan temuan yang benar-benar diperoleh selama proses penelitian.
Dalam penulisan artikel jurnal, kesimpulan tidak cukup hanya berisi rangkuman umum dari pembahasan. Penulis perlu memastikan bahwa setiap pernyataan memiliki hubungan yang jelas dengan data, hasil analisis, dan rumusan masalah. Kesimpulan yang terlalu luas atau tidak sesuai dengan temuan dapat menimbulkan pertanyaan dari reviewer mengenai ketepatan interpretasi penelitian.
Menyusun kesimpulan artikel jurnal ilmiah membutuhkan ketelitian dalam memilih informasi yang paling penting. Penulis harus mampu membedakan antara hasil penelitian, interpretasi, implikasi, dan rekomendasi. Dengan susunan yang tepat, kesimpulan dapat memperlihatkan kontribusi penelitian sekaligus menjaga agar pernyataan yang disampaikan tetap sesuai dengan bukti yang tersedia.
Pengertian Kesimpulan dalam Artikel Jurnal Ilmiah
Kesimpulan dalam artikel jurnal ilmiah merupakan bagian yang menyampaikan jawaban utama terhadap tujuan atau pertanyaan penelitian berdasarkan hasil yang telah diperoleh. Bagian ini merangkum temuan penting dan menjelaskan makna hasil penelitian secara singkat. Kesimpulan juga membantu pembaca memahami kontribusi penelitian tanpa harus membaca kembali seluruh uraian analisis.
Berbeda dengan bagian pembahasan, kesimpulan tidak digunakan untuk menguraikan teori secara panjang atau memperkenalkan banyak informasi baru. Penulis perlu memilih temuan yang paling relevan dan menyusunnya menjadi pernyataan yang mudah dipahami. Setiap pernyataan harus memiliki dasar yang dapat ditemukan dalam hasil penelitian.
Kesimpulan yang baik tidak selalu harus panjang. Panjangnya perlu disesuaikan dengan kompleksitas penelitian dan ketentuan jurnal yang dituju. Hal terpenting adalah kemampuan penulis menyampaikan jawaban penelitian secara akurat, jelas, dan tidak melebihi batas bukti yang tersedia.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Hubungan Kesimpulan dengan Tujuan dan Rumusan Masalah
Kesimpulan harus memiliki hubungan langsung dengan tujuan dan rumusan masalah yang telah ditetapkan pada bagian pendahuluan. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa penelitian dilaksanakan untuk menjawab persoalan tertentu, bukan sekadar mengumpulkan dan menyajikan data. Karena itu, penulis perlu memeriksa kembali setiap tujuan penelitian sebelum menyusun kesimpulan.
Jika penelitian memiliki beberapa rumusan masalah, kesimpulan sebaiknya mencakup jawaban terhadap setiap pertanyaan utama. Penulis tidak harus menuliskan kembali rumusan masalah secara persis, tetapi isi kesimpulan perlu memperlihatkan bahwa seluruh tujuan telah ditanggapi. Apabila terdapat tujuan yang belum dapat dijawab, penulis tidak boleh membuat pernyataan seolah-olah persoalan tersebut sudah terselesaikan.
Kesesuaian antara tujuan dan kesimpulan dapat diperiksa melalui beberapa langkah berikut:
- Membaca kembali seluruh tujuan penelitian yang tercantum dalam pendahuluan.
- Mengidentifikasi hasil yang berkaitan langsung dengan setiap tujuan.
- Memastikan setiap tujuan memperoleh jawaban berdasarkan data.
- Menghapus pernyataan yang tidak berhubungan dengan pertanyaan penelitian.
- Memeriksa apakah kesimpulan sudah menggambarkan hasil utama secara utuh.
Pemeriksaan tersebut membantu penulis menghindari kesimpulan yang terlalu umum. Selain itu, langkah ini dapat mengurangi kemungkinan reviewer menemukan ketidaksesuaian antara tujuan, hasil, dan pernyataan akhir artikel.
Mengidentifikasi Temuan Utama sebelum Menulis Kesimpulan
Sebelum menulis kesimpulan, penulis perlu menentukan temuan utama yang paling penting. Temuan utama merupakan hasil yang secara langsung menjawab tujuan penelitian dan memiliki dukungan dari proses analisis. Tidak semua informasi dalam bagian hasil harus dimasukkan karena kesimpulan memiliki ruang yang lebih terbatas.
Penentuan temuan utama dapat dilakukan dengan meninjau kembali hasil analisis dan pembahasan. Penulis perlu memperhatikan pola, hubungan, perbedaan, atau kecenderungan yang muncul dari data. Informasi yang hanya bersifat tambahan sebaiknya tidak mendapat porsi yang sama dengan temuan yang menjadi inti penelitian.
Beberapa hal berikut dapat digunakan sebagai pertimbangan:
- Relevansi terhadap tujuan: temuan harus berkaitan langsung dengan pertanyaan yang ingin dijawab.
- Dukungan data: pernyataan harus didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data.
- Konsistensi hasil: temuan perlu diperiksa agar tidak bertentangan dengan hasil lain yang telah dilaporkan.
- Nilai penelitian: temuan yang memberikan jawaban penting terhadap masalah penelitian perlu mendapat perhatian utama.
- Batas penelitian: hasil harus dipahami sesuai dengan ruang lingkup dan kondisi penelitian.
Setelah temuan utama ditentukan, penulis dapat menyusunnya berdasarkan urutan tujuan penelitian atau tingkat kepentingannya. Cara tersebut membuat kesimpulan lebih terarah dan membantu pembaca mengikuti alur jawaban yang disampaikan.
Cara Menyusun Kesimpulan Berdasarkan Hasil Penelitian
Kesimpulan artikel jurnal ilmiah perlu disusun melalui proses pemilihan dan pengolahan informasi, bukan dengan menyalin bagian pembahasan. Penulis harus mengubah uraian hasil yang panjang menjadi pernyataan ringkas tanpa menghilangkan makna utama. Proses ini membutuhkan pemahaman terhadap keseluruhan hasil penelitian.
Langkah pertama adalah membaca kembali bagian hasil untuk menemukan jawaban yang paling kuat. Selanjutnya, penulis perlu menghubungkan hasil tersebut dengan tujuan penelitian. Setelah hubungan itu jelas, temuan dapat dirumuskan menjadi beberapa pernyataan yang saling berkaitan.
Urutan penyusunan kesimpulan dapat dilakukan sebagai berikut:
- Mulai dengan pernyataan yang menggambarkan jawaban utama penelitian.
- Jelaskan temuan penting yang mendukung jawaban tersebut.
- Hubungkan temuan dengan tujuan atau rumusan masalah.
- Sampaikan makna hasil secara proporsional.
- Tambahkan implikasi atau rekomendasi jika memang diperlukan dan diizinkan oleh pedoman jurnal.
Setiap pernyataan perlu diperiksa kembali agar tidak memunculkan informasi baru. Jika suatu klaim tidak ditemukan dalam bagian hasil atau pembahasan, penulis perlu mempertimbangkan untuk menghapus atau memperbaikinya. Dengan demikian, kesimpulan tetap menjadi bagian yang konsisten dengan keseluruhan isi artikel.
Menyesuaikan Kesimpulan dengan Jenis Penelitian
Cara menyusun kesimpulan dapat berbeda berdasarkan pendekatan dan jenis penelitian. Penelitian kuantitatif biasanya menekankan hasil pengukuran, hubungan antarvariabel, perbedaan kelompok, atau hasil pengujian hipotesis. Sementara itu, penelitian kualitatif lebih banyak menyampaikan pola, tema, pengalaman, dan makna yang diperoleh dari data.
Dalam penelitian kuantitatif, penulis perlu menjelaskan hasil berdasarkan analisis statistik yang telah dilakukan. Jika hasil pengujian menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel, kesimpulan harus menggunakan istilah yang sesuai dengan jenis analisis tersebut. Penulis tidak boleh mengubah hubungan statistik menjadi klaim sebab-akibat apabila desain penelitian tidak mendukung kesimpulan kausal.
Pada penelitian kualitatif, kesimpulan perlu mencerminkan tema atau makna utama yang ditemukan melalui proses analisis. Penulis dapat menjelaskan pola pengalaman partisipan atau kondisi yang muncul dalam konteks penelitian. Namun, temuan tersebut tidak boleh digeneralisasikan secara berlebihan kepada seluruh kelompok yang memiliki karakteristik serupa.
Penelitian pengembangan, eksperimen, dan studi kasus juga memiliki karakteristik kesimpulan masing-masing. Penelitian pengembangan dapat menekankan hasil pengujian produk, sedangkan studi kasus perlu memperhatikan batas konteks yang diteliti. Penyesuaian ini membuat kesimpulan lebih akurat dan sesuai dengan metode yang digunakan.
Menghindari Pengulangan Hasil dan Pembahasan
Salah satu kesalahan dalam menulis kesimpulan adalah mengulang seluruh hasil penelitian dengan susunan kalimat yang hampir sama. Kesimpulan seharusnya tidak menjadi salinan ringkas dari setiap tabel, grafik, atau uraian pembahasan. Penulis perlu memilih informasi yang benar-benar penting untuk menjawab tujuan penelitian.
Pengulangan dapat dikurangi dengan mengubah penyajian angka dan informasi menjadi pernyataan yang menggambarkan makna temuan. Sebagai contoh, jika bagian hasil telah menyajikan nilai statistik secara lengkap, kesimpulan cukup menyampaikan hasil utama yang relevan. Angka tertentu tetap dapat dicantumkan apabila diperlukan untuk memperjelas jawaban penelitian.
Penulis juga perlu menghindari pengulangan teori dan kutipan penelitian terdahulu secara berlebihan. Penjelasan mengenai teori dan perbandingan dengan penelitian sebelumnya sebaiknya ditempatkan dalam bagian pembahasan. Kesimpulan lebih tepat digunakan untuk menegaskan jawaban penelitian berdasarkan hasil yang telah dianalisis.
Menjaga Ketepatan Klaim dalam Kesimpulan
Ketepatan klaim menjadi salah satu aspek yang sering diperhatikan reviewer. Pernyataan dalam kesimpulan harus sesuai dengan kekuatan data dan metode penelitian. Penulis perlu menghindari penggunaan kalimat yang memberikan kesan bahwa hasil penelitian berlaku untuk semua situasi apabila penelitian hanya dilakukan pada kelompok atau lokasi tertentu.
Klaim yang terlalu luas dapat muncul ketika penulis mengabaikan keterbatasan sampel, waktu, instrumen, atau konteks penelitian. Misalnya, hasil penelitian pada satu sekolah tidak secara otomatis membuktikan bahwa kondisi yang sama terjadi pada seluruh sekolah. Pernyataan perlu dibatasi sesuai dengan karakteristik objek yang diteliti.
Beberapa hal yang perlu diperiksa untuk menjaga ketepatan klaim antara lain:
- Kesesuaian pernyataan dengan hasil analisis.
- Kecocokan istilah dengan pendekatan penelitian.
- Batas populasi, sampel, dan lokasi penelitian.
- Kekuatan bukti yang mendukung interpretasi.
- Konsistensi antara kesimpulan dan keterbatasan penelitian.
Penulis juga perlu memperhatikan penggunaan kata seperti membuktikan, menyebabkan, selalu, dan seluruh. Kata-kata tersebut memiliki makna yang kuat sehingga tidak boleh digunakan tanpa dukungan metodologis yang memadai. Pemilihan istilah yang lebih proporsional akan membuat kesimpulan terdengar lebih akademis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menulis Implikasi dan Rekomendasi secara Proporsional
Kesimpulan terkadang dilengkapi dengan implikasi dan rekomendasi yang berkaitan dengan hasil penelitian. Implikasi menjelaskan arti atau kontribusi temuan, sedangkan rekomendasi menyampaikan saran yang dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil tersebut. Keduanya perlu disusun secara hati-hati agar tidak melampaui ruang lingkup penelitian.
Implikasi teoretis dapat menjelaskan hubungan temuan dengan konsep atau teori yang digunakan. Sementara itu, implikasi praktis dapat menunjukkan kemungkinan pemanfaatan hasil oleh pihak tertentu. Penulis sebaiknya menyebutkan sasaran yang relevan dan menjelaskan alasan hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi pihak tersebut.
Rekomendasi juga harus memiliki dasar yang jelas. Jika penelitian menemukan kendala dalam penerapan suatu metode pembelajaran, rekomendasi dapat diarahkan pada perbaikan metode atau pelaksanaan evaluasi. Saran yang tidak berkaitan dengan hasil penelitian sebaiknya tidak dimasukkan karena dapat membuat kesimpulan kehilangan fokus.
Tidak semua jurnal mengharuskan implikasi dan rekomendasi berada dalam bagian kesimpulan. Beberapa jurnal menyediakan bagian tersendiri atau meminta penulis menyampaikannya secara singkat. Oleh sebab itu, penulis perlu mengikuti pedoman jurnal sebelum menentukan susunan akhir bagian tersebut.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penulisan Kesimpulan
Kesimpulan yang kurang tepat dapat mengurangi kualitas artikel meskipun bagian hasil dan pembahasan telah disusun dengan baik. Kesalahan sering muncul karena penulis terlalu berfokus pada rangkuman, tetapi kurang memperhatikan hubungan antara temuan dan tujuan penelitian. Beberapa kesalahan juga terjadi akibat penggunaan klaim yang tidak didukung oleh data.
Kesalahan yang perlu dihindari meliputi:
- Memasukkan hasil baru yang belum dijelaskan dalam bagian hasil.
- Mengulang seluruh pembahasan tanpa memberikan jawaban yang jelas.
- Menyampaikan klaim yang lebih luas daripada cakupan penelitian.
- Menambahkan rekomendasi yang tidak berkaitan dengan temuan.
- Menggunakan istilah sebab-akibat tanpa dukungan desain penelitian.
- Mengabaikan salah satu tujuan penelitian.
- Menyampaikan pernyataan yang bertentangan dengan hasil analisis.
Kesalahan tersebut dapat diperbaiki dengan membaca kembali artikel secara menyeluruh. Penulis perlu membandingkan kesimpulan dengan pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan. Pemeriksaan ini membantu memastikan bahwa seluruh bagian memiliki hubungan yang konsisten.
Cara Memperbaiki Kesimpulan setelah Mendapat Komentar Reviewer
Reviewer dapat meminta penulis memperjelas kesimpulan karena pernyataan yang disampaikan dianggap terlalu umum, tidak menjawab tujuan penelitian, atau belum didukung oleh hasil. Komentar tersebut perlu dipahami sebagai masukan untuk meningkatkan ketepatan penyajian artikel. Penulis sebaiknya tidak langsung menambahkan kalimat baru tanpa memeriksa sumber masalahnya.
Langkah perbaikan dapat dimulai dengan mengidentifikasi bagian kesimpulan yang dipermasalahkan. Setelah itu, penulis perlu meninjau kembali hasil analisis dan memastikan apakah pernyataan yang dibuat sudah sesuai. Jika terdapat klaim yang terlalu luas, kalimat tersebut perlu dipersempit agar sesuai dengan cakupan penelitian.
Dalam menanggapi komentar reviewer, penulis dapat melakukan beberapa tindakan berikut:
- Membaca komentar secara teliti untuk memahami bagian yang perlu diperbaiki.
- Menentukan temuan yang paling relevan dengan tujuan penelitian.
- Menghapus pernyataan yang tidak memiliki dukungan data.
- Memperjelas jawaban terhadap setiap rumusan masalah.
- Memeriksa kembali hubungan antara kesimpulan dan pembahasan.
- Menjelaskan perubahan yang dilakukan dalam dokumen tanggapan reviewer.
Jawaban kepada reviewer sebaiknya disampaikan secara sopan, spesifik, dan profesional. Penulis dapat menjelaskan bahwa kesimpulan telah direvisi dengan memperjelas hubungan antara temuan utama dan tujuan penelitian. Jika penulis tidak mengikuti suatu saran, alasan akademisnya perlu disampaikan berdasarkan metode, data, atau ketentuan penelitian.
Memeriksa Konsistensi Kesimpulan dengan Seluruh Isi Artikel
Sebelum artikel dikirimkan, penulis perlu memeriksa kesesuaian kesimpulan dengan seluruh bagian naskah. Pemeriksaan ini penting karena perubahan pada hasil atau pembahasan dapat memengaruhi pernyataan akhir. Kesimpulan yang tidak diperbarui setelah revisi dapat menimbulkan ketidaksesuaian dalam artikel.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan membandingkan beberapa bagian utama. Tujuan penelitian dalam pendahuluan harus memperoleh jawaban dalam kesimpulan, sedangkan metode perlu mendukung jenis klaim yang disampaikan. Hasil dan pembahasan juga harus memuat bukti yang menjadi dasar setiap pernyataan akhir.
Penulis dapat menggunakan daftar pemeriksaan sederhana sebelum mengirimkan artikel:
- Apakah kesimpulan menjawab tujuan penelitian?
- Apakah seluruh pernyataan didukung oleh hasil?
- Apakah tidak ada data atau temuan baru yang dimasukkan?
- Apakah klaim sudah sesuai dengan metode penelitian?
- Apakah implikasi dan rekomendasi berkaitan dengan temuan?
- Apakah kesimpulan mengikuti pedoman jurnal?
Jika seluruh pertanyaan tersebut telah diperiksa, penulis dapat menilai apakah bagian kesimpulan sudah cukup konsisten. Pemeriksaan akhir juga membantu menemukan kalimat yang berulang, tidak jelas, atau terlalu panjang. Dengan demikian, bagian kesimpulan dapat disampaikan secara lebih efektif.
Baca juga: Cara Memperbaiki Abstrak Jurnal agar Selaras dengan Tujuan dan Hasil Penelitian
Kesimpulan
Kesimpulan artikel jurnal ilmiah perlu disusun berdasarkan temuan yang benar-benar diperoleh melalui proses penelitian. Bagian ini harus menjawab tujuan atau rumusan masalah, menegaskan hasil utama, serta menjelaskan makna temuan secara proporsional. Penulis juga perlu menyesuaikan bentuk kesimpulan dengan pendekatan penelitian agar setiap klaim memiliki dasar metodologis yang tepat.
Untuk menghasilkan kesimpulan yang baik, penulis perlu menghindari pengulangan pembahasan, klaim berlebihan, dan rekomendasi yang tidak berkaitan dengan hasil. Pemeriksaan konsistensi antara pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan juga penting dilakukan sebelum artikel dikirimkan. Dengan penyusunan yang terarah, kesimpulan dapat memperkuat kualitas artikel jurnal dan menunjukkan kontribusi penelitian secara jelas.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

