Publikasi artikel jurnal membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek akademik, mulai dari kualitas penelitian, ketepatan metode, penyajian data, hingga orisinalitas naskah. Salah satu tahap penting yang sebaiknya dilakukan sebelum manuskrip dikirim kepada penerbit adalah pemeriksaan plagiarism. Langkah ini membantu penulis mengetahui apakah terdapat kemiripan dengan karya ilmiah atau sumber lain yang dapat menimbulkan persoalan dalam proses editorial.
Cara cek plagiarism artikel jurnal tidak hanya berkaitan dengan mencari persentase kemiripan. Penulis juga perlu memahami bagian mana yang terdeteksi memiliki kemiripan, dari mana sumber tersebut berasal, serta apakah kemiripan tersebut memang merupakan masalah atau masih dapat diterima secara akademik. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara tepat, penulis dapat memperbaiki manuskrip sebelum masuk ke tahap penilaian editor dan reviewer.
Pemeriksaan sejak awal juga memberikan manfaat bagi kualitas tulisan secara keseluruhan. Penulis dapat menemukan kutipan yang belum diberi atribusi dengan benar, parafrase yang terlalu dekat dengan sumber, maupun bagian naskah yang secara tidak sengaja menggunakan formulasi dari publikasi sebelumnya. Karena itu, pemeriksaan plagiarism sebaiknya dipandang sebagai bagian dari proses penyuntingan akademik, bukan sekadar prosedur administratif sebelum mengirim artikel.
Mengapa Pemeriksaan Plagiarism Penting Sebelum Publikasi?
Plagiarism merupakan salah satu persoalan yang berkaitan langsung dengan integritas akademik dan etika publikasi ilmiah. Sebuah manuskrip dapat memiliki kemiripan dengan sumber lain karena kutipan, istilah teknis, metode, atau bagian referensi, tetapi kemiripan tersebut tidak selalu berarti terjadi plagiarism. Oleh sebab itu, penulis perlu melakukan pemeriksaan secara kritis dan tidak hanya berfokus pada angka persentase yang ditampilkan oleh perangkat lunak.
Dalam proses editorial, penerbit atau jurnal dapat menggunakan perangkat pemeriksa kemiripan untuk membantu mengevaluasi naskah yang masuk. Jika ditemukan kemiripan yang dianggap bermasalah, editor dapat meminta penjelasan atau perbaikan sebelum manuskrip dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pemeriksaan mandiri sebelum pengiriman membuat penulis memiliki kesempatan untuk mengoreksi persoalan tersebut terlebih dahulu.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Perbedaan Plagiarism dan Similarity
Similarity dan plagiarism merupakan dua istilah yang sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna berbeda. Similarity menunjukkan adanya kesamaan teks antara manuskrip dengan dokumen lain yang ditemukan oleh sistem pemeriksaan, sedangkan plagiarism berkaitan dengan penggunaan gagasan, data, atau tulisan pihak lain tanpa pengakuan yang semestinya. Karena itu, laporan similarity perlu dibaca dan ditafsirkan berdasarkan konteks.
Persentase similarity yang tinggi tidak otomatis membuktikan adanya plagiarism, sebagaimana persentase yang rendah juga tidak selalu menjamin sebuah manuskrip bebas dari persoalan etika. Misalnya, daftar pustaka, judul penelitian, istilah metodologis, dan kutipan langsung dapat menghasilkan kemiripan yang sebenarnya wajar. Penulis tetap perlu memeriksa sumber yang ditandai agar dapat menentukan apakah bagian tersebut perlu diperbaiki.
Menyiapkan Manuskrip Sebelum Pemeriksaan
Sebelum melakukan pemeriksaan, manuskrip sebaiknya berada dalam kondisi yang relatif final. Pastikan seluruh bagian artikel, mulai dari abstrak hingga daftar pustaka, sudah tersedia sehingga hasil pemeriksaan dapat menggambarkan kondisi naskah secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan terhadap draf yang masih banyak berubah dapat membuat penulis harus melakukan pengecekan berulang kali.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengunggah manuskrip antara lain:
- Pastikan teks sudah melalui penyuntingan bahasa.
- Periksa kembali kutipan langsung dan tidak langsung.
- Pastikan setiap sumber yang digunakan sudah dicantumkan.
- Periksa konsistensi sitasi dengan daftar pustaka.
- Pastikan bagian yang diambil dari penelitian sebelumnya telah dijelaskan secara tepat.
- Gunakan format dokumen yang dapat dibaca oleh perangkat pemeriksa.
- Simpan versi manuskrip yang diperiksa agar perubahan dapat dilacak.
Tahap persiapan tersebut membantu menghasilkan laporan yang lebih mudah dianalisis. Jika dokumen masih berisi banyak catatan pribadi, teks sementara, atau bagian yang belum selesai, hasil similarity dapat menjadi kurang representatif terhadap manuskrip final.
Memilih Alat untuk Cek Plagiarism Artikel Jurnal
Pemilihan perangkat merupakan bagian penting dalam cara cek plagiarism artikel jurnal. Tidak semua alat pemeriksa memiliki basis data, algoritma, cakupan dokumen, dan metode penghitungan yang sama. Karena itu, hasil dari satu perangkat belum tentu identik dengan hasil dari perangkat lain.
Penulis dapat mempertimbangkan beberapa karakteristik berikut ketika memilih alat pemeriksaan:
- Cakupan basis data akademik dan publikasi ilmiah.
- Kemampuan menemukan kemiripan dari sumber daring.
- Kemampuan mendeteksi kemiripan dalam beberapa bahasa.
- Ketersediaan laporan sumber yang terdeteksi.
- Kemampuan mengecualikan daftar pustaka atau kutipan.
- Kemudahan membaca laporan hasil pemeriksaan.
- Kebijakan privasi terhadap manuskrip yang diunggah.
- Reputasi perangkat dalam lingkungan akademik.
Untuk artikel yang akan dikirim ke jurnal tertentu, penulis juga sebaiknya memperhatikan kebijakan jurnal mengenai pemeriksaan similarity. Beberapa jurnal memiliki batas atau prosedur internal tertentu, sehingga angka yang dianggap aman di satu jurnal belum tentu berlaku pada jurnal lain. Tidak ada satu angka universal yang dapat digunakan untuk menyatakan sebuah manuskrip pasti bebas dari persoalan plagiarism.
Langkah-Langkah Cara Cek Plagiarism Artikel Jurnal
Setelah manuskrip siap dan alat pemeriksaan telah dipilih, pemeriksaan dapat dilakukan secara sistematis. Tujuannya bukan sekadar memperoleh angka similarity, tetapi memahami bagian yang menghasilkan kemiripan dan menentukan tindakan perbaikannya. Proses ini membutuhkan sedikit ketelitian karena perangkat lunak hanya memberikan hasil deteksi, sedangkan keputusan akademiknya tetap berada pada penulis dan editor.
Langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Siapkan versi manuskrip yang akan dikirim.
Gunakan dokumen yang paling mendekati versi final. Hindari menggunakan draf lama karena hasil pemeriksaan dapat berbeda setelah terjadi perubahan isi.
- Unggah manuskrip ke perangkat pemeriksa.
Pastikan dokumen yang dipilih adalah file yang benar dan tidak mengandung informasi yang seharusnya tidak disertakan. Perhatikan pula kebijakan penyimpanan dokumen dari layanan yang digunakan.
- Jalankan pemeriksaan similarity.
Tunggu hingga sistem selesai membandingkan teks dengan sumber yang tersedia pada basis datanya. Lama pemeriksaan dapat berbeda bergantung pada ukuran dokumen dan kemampuan sistem.
- Periksa persentase kemiripan.
Angka similarity dapat digunakan sebagai gambaran awal, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya dasar penilaian. Laporan sumber dan bagian teks yang ditandai jauh lebih penting untuk dianalisis.
- Identifikasi sumber dengan kemiripan terbesar.
Perhatikan apakah sumber tersebut merupakan artikel ilmiah, buku, halaman web, karya penulis sendiri, atau sumber lain. Jenis sumber akan memengaruhi cara memperbaiki bagian yang terdeteksi.
- Baca konteks setiap kemiripan.
Periksa kalimat sebelum dan sesudah bagian yang ditandai. Dengan demikian, penulis dapat mengetahui apakah kemiripan berasal dari kutipan yang benar, istilah teknis, atau penggunaan teks yang terlalu dekat dengan sumber.
- Perbaiki bagian yang bermasalah.
Gunakan parafrase yang benar, tambahkan sitasi, atau ubah struktur penjelasan jika diperlukan. Jika sebuah bagian memang merupakan kutipan langsung, pastikan format kutipannya sesuai dengan pedoman jurnal.
- Jalankan pemeriksaan ulang.
Setelah melakukan perubahan yang cukup signifikan, pemeriksaan dapat dilakukan kembali untuk memastikan revisi telah mengurangi kemiripan yang tidak diperlukan.
Cara Membaca Laporan Similarity
Laporan similarity sebaiknya dibaca secara keseluruhan, bukan hanya melihat angka yang tercantum pada bagian atas laporan. Sistem biasanya memberikan penanda pada teks dan menunjukkan sumber yang memiliki kemiripan. Penulis perlu menghubungkan kedua informasi tersebut untuk mengetahui penyebab kemiripan.
Beberapa jenis kemiripan yang perlu diperhatikan adalah:
| Jenis kemiripan | Contoh | Tindakan |
|---|---|---|
| Kutipan langsung | Kalimat sumber digunakan secara persis | Pastikan format kutipan dan sitasi benar |
| Parafrase terlalu dekat | Struktur kalimat masih menyerupai sumber | Tulis ulang berdasarkan pemahaman sendiri dan cantumkan sumber |
| Istilah teknis | Istilah bidang tertentu muncul sama | Umumnya tidak perlu diubah jika memang merupakan istilah baku |
| Daftar pustaka | Judul dan informasi referensi terdeteksi | Dapat dikecualikan jika perangkat mendukung |
| Metode penelitian | Deskripsi prosedur menggunakan istilah umum | Evaluasi konteks dan sumber rujukan |
| Karya sebelumnya | Bagian dari penelitian atau publikasi penulis sendiri terdeteksi | Periksa kemungkinan self-plagiarism |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa tidak semua hasil deteksi harus dihapus atau ditulis ulang. Penulis perlu mempertahankan istilah ilmiah yang memang diperlukan dan memastikan penggunaan sumber tetap sesuai dengan prinsip akademik.
Menangani Parafrase yang Terlalu Mirip
Parafrase menjadi salah satu bagian yang sering menimbulkan persoalan dalam pemeriksaan similarity. Mengganti beberapa kata dengan sinonim tetapi mempertahankan struktur kalimat sumber pada dasarnya belum merupakan parafrase yang baik. Cara tersebut dapat membuat tulisan tetap memiliki kemiripan tinggi meskipun beberapa kosakatanya telah berubah.
Parafrase yang baik dilakukan dengan memahami gagasan dari sumber terlebih dahulu, kemudian menjelaskannya menggunakan struktur kalimat dan susunan pemikiran sendiri. Sumber tetap harus dicantumkan karena perubahan redaksi tidak mengubah fakta bahwa gagasan tersebut berasal dari pihak lain.
Beberapa prinsip yang dapat digunakan adalah:
- Baca sumber hingga memahami gagasan utamanya.
- Hindari menulis ulang kalimat sambil terus melihat teks asli.
- Susun penjelasan berdasarkan pemahaman sendiri.
- Pertahankan makna utama tanpa menambahkan klaim yang tidak terdapat dalam sumber.
- Cantumkan sitasi pada bagian yang menggunakan gagasan sumber.
- Bandingkan kembali hasil parafrase dengan sumber setelah selesai.
Pendekatan tersebut lebih aman daripada sekadar mengganti kata. Tujuan parafrase dalam karya ilmiah bukan membuat teks terlihat berbeda secara mekanis, melainkan menyampaikan informasi dari sumber dengan bahasa penulis sendiri secara akurat.
Memeriksa Kutipan dan Sitasi
Kutipan langsung memiliki aturan tersendiri sehingga tidak seharusnya diperlakukan sama seperti teks yang harus diparafrasekan. Jika penulis memang perlu menggunakan kalimat tertentu secara langsung, bagian tersebut harus diberikan atribusi yang sesuai berdasarkan gaya sitasi yang digunakan jurnal. Pemeriksaan plagiarism dapat membantu menemukan kutipan yang terlalu banyak atau belum ditandai dengan benar.
Penulis juga perlu memastikan hubungan antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka. Sumber yang disebut dalam pembahasan seharusnya dapat ditemukan pada daftar pustaka, sementara referensi yang tidak digunakan sebaiknya tidak dicantumkan secara sembarangan. Ketelitian pada bagian ini membantu memperkuat kredibilitas manuskrip sekaligus mengurangi potensi kesalahan akademik.
Memeriksa Self-Plagiarism
Pemeriksaan juga perlu mencakup kemungkinan self-plagiarism, terutama jika artikel dikembangkan dari penelitian, laporan, skripsi, tesis, konferensi, atau publikasi penulis sebelumnya. Penggunaan kembali teks milik sendiri tidak selalu otomatis dilarang, tetapi harus memperhatikan kebijakan jurnal dan konteks penggunaannya. Masalah dapat muncul ketika materi lama digunakan kembali tanpa pengungkapan yang memadai atau memberikan kesan seolah-olah merupakan hasil tulisan baru.
Penulis sebaiknya mengidentifikasi bagian manuskrip yang berasal dari karya sebelumnya dan menentukan apakah bagian tersebut perlu dikutip, diringkas, atau ditulis ulang. Jika penelitian sebelumnya telah dipublikasikan, hubungan antara karya lama dan manuskrip baru harus dijelaskan secara transparan apabila relevan. Transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga integritas publikasi.
Menentukan Apakah Manuskrip Sudah Siap Dikirim
Tidak ada satu persentase similarity yang dapat digunakan sebagai standar mutlak untuk semua jurnal. Setiap penerbit dapat memiliki kebijakan yang berbeda mengenai batas kemiripan, jenis sumber yang dikecualikan, serta cara editor menilai laporan. Karena itu, penulis sebaiknya membaca pedoman penulis atau publication ethics dari jurnal tujuan sebelum menentukan apakah manuskrip sudah siap dikirim.
Beberapa indikator yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan akhir adalah:
- Kemiripan yang terdeteksi telah diperiksa satu per satu.
- Kutipan langsung memiliki atribusi yang tepat.
- Parafrase tidak menyalin struktur sumber secara berlebihan.
- Semua gagasan yang berasal dari sumber telah diberikan sitasi.
- Penggunaan kembali karya sebelumnya telah diperiksa.
- Tidak terdapat bagian dari sumber lain yang digunakan tanpa pengakuan.
- Manuskrip telah mengikuti kebijakan jurnal tujuan.
Dengan pendekatan tersebut, keputusan untuk mengirim manuskrip tidak hanya didasarkan pada angka similarity. Penulis memiliki dasar yang lebih kuat untuk menyatakan bahwa naskah telah melalui pemeriksaan orisinalitas secara bertanggung jawab.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Cek Plagiarism
Salah satu kesalahan yang paling umum adalah menganggap angka similarity sebagai nilai tunggal yang menentukan kualitas etika sebuah artikel. Penulis terkadang langsung menghapus semua bagian yang terdeteksi tanpa membaca sumbernya, padahal sebagian kemiripan mungkin berasal dari istilah teknis atau kutipan yang sah. Sebaliknya, angka yang rendah juga tidak seharusnya membuat penulis berhenti melakukan pemeriksaan secara kritis.
Kesalahan lain adalah melakukan parafrase secara mekanis dengan mengganti kata menggunakan sinonim. Cara tersebut tidak selalu menghasilkan tulisan yang benar-benar mandiri dan dapat mempertahankan struktur sumber secara berlebihan. Pemeriksaan plagiarism seharusnya digunakan sebagai alat bantu untuk memperbaiki kualitas manuskrip, bukan sebagai permainan mengejar angka serendah mungkin.
Menjadikan Pemeriksaan Plagiarism sebagai Bagian dari Penyuntingan
Pemeriksaan plagiarism akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan proses penyuntingan akademik. Setelah hasil pemeriksaan diperoleh, penulis dapat menggunakan laporan tersebut untuk meninjau kembali cara mengutip, menyusun paragraf, menggunakan sumber, dan mengembangkan argumen. Dengan demikian, proses pemeriksaan memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar memenuhi persyaratan pengiriman manuskrip.
Pemeriksaan idealnya dilakukan sebelum tahap pengiriman, kemudian diikuti pemeriksaan akhir setelah revisi substansial selesai. Penulis juga perlu menyimpan versi manuskrip dan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari dokumentasi proses penulisan. Kebiasaan tersebut membuat proses publikasi menjadi lebih teratur dan membantu penulis menjelaskan perubahan apabila diperlukan.
Baca juga: Retract Jurnal dan Proses Penarikan Artikel yang Sudah Dipublikasikan
Kesimpulan
Cara cek plagiarism artikel jurnal sebelum mengirim manuskrip tidak cukup dilakukan dengan mengunggah dokumen lalu melihat persentase similarity. Penulis perlu membaca laporan secara menyeluruh, mengidentifikasi sumber kemiripan, membedakan kutipan yang sah dari penggunaan teks yang bermasalah, serta memperbaiki parafrase dan sitasi yang belum tepat. Pemeriksaan juga perlu mencakup kemungkinan self-plagiarism apabila manuskrip dikembangkan dari karya penulis sebelumnya.
Pada akhirnya, tujuan pemeriksaan bukan sekadar memperoleh angka similarity yang rendah, melainkan memastikan bahwa manuskrip memiliki integritas akademik dan menunjukkan kontribusi penulis secara jelas. Dengan melakukan pemeriksaan secara teliti sebelum pengiriman, penulis dapat mengurangi risiko persoalan etika sekaligus meningkatkan kesiapan artikel untuk masuk ke proses editorial. Pemeriksaan plagiarism yang dilakukan secara bertanggung jawab menjadi salah satu langkah penting menuju publikasi ilmiah yang kredibel dan transparan.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

