Dalam penelitian, tujuan penelitian menjadi dasar untuk menentukan arah kegiatan yang dilakukan. Tujuan menjelaskan hal yang ingin diketahui, dianalisis, atau dipahami oleh peneliti. Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, peneliti memperoleh temuan yang dapat digunakan untuk menjawab tujuan tersebut.
Hubungan temuan dan tujuan penelitian sangat penting dalam penyusunan pembahasan. Temuan menunjukkan hasil yang diperoleh dari data. Sementara itu, tujuan penelitian menunjukkan hasil yang ingin dicapai sejak awal. Keduanya perlu memiliki hubungan yang jelas agar pembahasan tidak keluar dari fokus penelitian.
Pembahasan yang baik tidak hanya mengulang hasil penelitian. Bagian ini perlu menjelaskan arti dari temuan yang diperoleh. Peneliti juga perlu menunjukkan hubungan temuan dengan tujuan, teori, dan penelitian terdahulu. Dengan cara tersebut, pembaca dapat memahami alasan sebuah temuan dianggap penting.
Pengertian Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah pernyataan yang menjelaskan hasil yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan biasanya dibuat berdasarkan rumusan masalah. Karena itu, tujuan memiliki peran penting dalam menentukan data yang perlu dikumpulkan dan cara data tersebut dianalisis.
Tujuan penelitian dapat memiliki bentuk yang berbeda. Ada penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh. Ada juga penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi tertentu. Penelitian kualitatif dapat bertujuan untuk memahami pengalaman, proses, atau makna dari sebuah fenomena.
Tujuan yang jelas akan membantu peneliti menjaga fokus penelitian. Peneliti dapat menentukan informasi yang benar-benar diperlukan. Data yang tidak berkaitan dengan tujuan juga dapat disaring sejak awal. Hal ini membuat proses penelitian menjadi lebih terarah.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Pengertian Temuan Penelitian
Temuan penelitian merupakan hasil yang diperoleh setelah data dikumpulkan dan dianalisis. Bentuk temuan dapat berbeda sesuai dengan metode penelitian. Penelitian kuantitatif biasanya menghasilkan angka, hubungan, perbedaan, atau pengaruh. Penelitian kualitatif dapat menghasilkan tema, kategori, pola, dan makna.
Temuan menjadi bukti yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Karena itu, temuan tidak seharusnya dipilih secara sembarangan. Peneliti perlu melihat apakah hasil yang ditemukan benar-benar berkaitan dengan fokus penelitian.
Temuan juga perlu dijelaskan dalam konteks yang tepat. Hasil penelitian tidak selalu dapat dipahami hanya dari angka atau kutipan data. Peneliti perlu menjelaskan arti hasil tersebut dan hubungannya dengan pertanyaan penelitian.
Hubungan Temuan dan Tujuan Penelitian
Hubungan temuan dan tujuan penelitian dapat dilihat dari fungsi masing-masing. Tujuan menjelaskan hal yang ingin dicapai. Temuan menunjukkan hasil yang diperoleh untuk mencapai tujuan tersebut. Pembahasan kemudian menjelaskan hubungan antara keduanya.
Sebagai contoh, sebuah penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media digital terhadap motivasi belajar siswa. Temuan penelitian kemudian menunjukkan adanya perubahan pada motivasi belajar setelah penggunaan media tersebut. Hasil tersebut dapat menjadi dasar untuk membahas tujuan penelitian.
Hubungan tersebut harus terlihat secara jelas dalam pembahasan. Peneliti tidak cukup hanya menyebutkan hasil analisis. Peneliti perlu menjelaskan bagaimana hasil tersebut menjawab tujuan yang telah dibuat sebelumnya.
Cara Menghubungkan Tujuan dengan Temuan
Sebelum menulis pembahasan, peneliti dapat membuat pemetaan sederhana. Pemetaan ini membantu melihat hubungan antara tujuan dan temuan. Cara tersebut juga dapat mengurangi risiko adanya tujuan yang belum terjawab.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
- Tuliskan semua tujuan penelitian.Pisahkan setiap tujuan agar lebih mudah diperiksa. Jika terdapat tiga tujuan, buat tiga bagian yang berbeda.
- Cari temuan yang sesuai.Hubungkan setiap tujuan dengan hasil penelitian yang relevan. Gunakan temuan yang benar-benar menjawab tujuan tersebut.
- Periksa kesesuaian data.Pastikan temuan berasal dari data yang telah dianalisis. Hindari membuat hubungan yang tidak didukung oleh hasil penelitian.
- Tentukan hal yang perlu dibahas.Setelah menemukan hubungan, tentukan arti dari temuan tersebut. Pertimbangkan juga teori dan penelitian terdahulu yang dapat membantu menjelaskannya.
- Susun pembahasan secara berurutan.Gunakan urutan yang mudah diikuti oleh pembaca. Salah satu pilihan adalah membahas temuan sesuai urutan tujuan penelitian.
Pemetaan tersebut membuat proses penulisan menjadi lebih sederhana. Peneliti tidak perlu menebak arah pembahasan ketika mulai menulis. Setiap bagian sudah memiliki tujuan yang jelas.
Menentukan Arah Pembahasan dari Temuan
Temuan penelitian dapat menjadi titik awal untuk menentukan arah pembahasan. Namun, pembahasan tetap perlu mengacu pada tujuan penelitian. Artinya, peneliti tidak perlu membahas semua hasil dengan tingkat kedalaman yang sama.
Temuan yang berkaitan langsung dengan tujuan utama perlu mendapat perhatian lebih besar. Temuan tambahan dapat dibahas jika memang membantu menjelaskan hasil utama. Jika sebuah data tidak memiliki hubungan dengan tujuan, peneliti dapat mempertimbangkan untuk tidak memasukkannya dalam pembahasan utama.
Arah pembahasan dapat ditentukan dengan melihat beberapa kondisi berikut.
- Temuan sesuai dengan tujuan penelitian. Pembahasan dapat menjelaskan alasan yang mendukung hasil tersebut.
- Temuan berbeda dari dugaan awal. Pembahasan dapat menjelaskan kemungkinan penyebab perbedaan tersebut.
- Temuan menunjukkan pola baru. Pembahasan dapat menjelaskan karakteristik dan makna pola tersebut.
- Temuan tidak berkaitan dengan tujuan. Data tersebut perlu dipertimbangkan kembali sebelum dimasukkan ke pembahasan.
Dengan cara ini, pembahasan tidak berubah menjadi kumpulan hasil yang panjang. Setiap bagian memiliki hubungan dengan tujuan penelitian.
Hubungan dengan Rumusan Masalah
Rumusan masalah dan tujuan penelitian memiliki hubungan yang sangat dekat. Rumusan masalah berisi pertanyaan yang ingin dijawab. Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Temuan penelitian kemudian memberikan bahan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena itu, peneliti dapat menggunakan rumusan masalah sebagai alat pemeriksaan. Jika sebuah temuan tidak membantu menjawab rumusan masalah, peneliti perlu melihat kembali relevansinya.
Alur penelitian dapat dipahami melalui urutan berikut:
Rumusan masalah → Tujuan penelitian → Pengumpulan data → Analisis data → Temuan → Pembahasan → Kesimpulan
Urutan tersebut membantu menjaga penelitian tetap konsisten. Perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya. Oleh karena itu, peneliti perlu memeriksa hubungan setiap bagian sebelum penelitian diselesaikan.
Menggunakan Teori dalam Pembahasan
Teori membantu peneliti menjelaskan temuan secara lebih mendalam. Temuan menunjukkan apa yang terjadi berdasarkan data. Teori membantu menjelaskan bagaimana hasil tersebut dapat dipahami.
Penggunaan teori dalam pembahasan tidak berarti setiap temuan harus dipaksakan agar sesuai dengan teori. Hasil penelitian dapat mendukung teori. Namun, hasil penelitian juga dapat menunjukkan perbedaan. Perbedaan tersebut tetap dapat dibahas selama memiliki dasar yang jelas.
Peneliti dapat menggunakan teori dengan beberapa cara.
- Membandingkan temuan dengan konsep dalam teori.
- Menjelaskan bagian temuan yang sesuai dengan teori.
- Menjelaskan bagian temuan yang berbeda.
- Mencari faktor yang mungkin menjelaskan perbedaan.
- Menjelaskan makna temuan berdasarkan teori yang digunakan.
Cara tersebut membuat pembahasan menjadi lebih analitis. Peneliti tidak hanya menyebutkan teori. Peneliti juga menunjukkan fungsi teori dalam memahami hasil penelitian.
Menghubungkan Temuan dengan Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu dapat digunakan untuk memberikan konteks terhadap temuan. Peneliti dapat membandingkan hasil penelitian dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Perbandingan ini membantu pembaca melihat posisi penelitian yang sedang dibahas.
Jika hasil penelitian memiliki kesamaan, peneliti dapat menjelaskan faktor yang mungkin mendukung kesamaan tersebut. Jika hasilnya berbeda, peneliti dapat membahas kemungkinan penyebabnya. Perbedaan dapat berkaitan dengan metode, lokasi, waktu, karakteristik responden, atau kondisi objek penelitian.
Penelitian terdahulu sebaiknya dipilih secara relevan. Tidak semua sumber yang ditemukan harus dimasukkan ke dalam pembahasan. Sumber yang digunakan sebaiknya memiliki hubungan dengan tujuan dan temuan utama.
Dengan cara tersebut, penelitian terdahulu tidak hanya menjadi daftar referensi. Sumber tersebut dapat membantu memperkuat analisis terhadap temuan penelitian.
Menyusun Urutan Pembahasan
Urutan pembahasan dapat memengaruhi kemudahan pembaca dalam memahami penelitian. Pembahasan yang berpindah secara tiba-tiba dapat membuat hubungan antarbagian menjadi kurang jelas. Karena itu, peneliti perlu membuat urutan yang logis.
Salah satu cara yang mudah digunakan adalah mengikuti urutan tujuan penelitian. Tujuan pertama dibahas terlebih dahulu. Setelah selesai, pembahasan dilanjutkan dengan tujuan berikutnya.
Pola tersebut dapat dibuat seperti berikut:
- Tujuan penelitian pertama
- Temuan yang berkaitan
- Penjelasan hasil
- Hubungan dengan teori
- Hubungan dengan penelitian terdahulu
- Makna temuan
- Tujuan penelitian kedua
- Temuan yang berkaitan
- Penjelasan hasil
- Hubungan dengan teori
- Hubungan dengan penelitian terdahulu
- Makna temuan
Pola tersebut tidak bersifat wajib. Penelitian dengan banyak tema dapat menggunakan urutan berdasarkan tema. Hal yang paling penting adalah setiap bagian tetap memiliki hubungan dengan tujuan penelitian.
Perbedaan pada Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Bentuk temuan dapat berbeda antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Perbedaan ini juga memengaruhi cara peneliti menyusun pembahasan. Namun, prinsip dasarnya tetap sama, yaitu temuan harus digunakan untuk menjawab tujuan penelitian.
Pada penelitian kuantitatif, temuan dapat berupa hasil uji statistik. Peneliti dapat membahas hubungan, pengaruh, perbedaan, atau kecenderungan yang ditemukan. Pembahasan kemudian dapat dikaitkan dengan teori dan penelitian terdahulu.
Pada penelitian kualitatif, temuan dapat berupa tema dan pola dari data lapangan. Peneliti dapat membahas pengalaman, proses, makna, atau hubungan antar tema. Konteks penelitian juga menjadi bagian penting dalam memahami hasil.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.
| Aspek | Kuantitatif | Kualitatif |
|---|---|---|
| Bentuk temuan | Angka dan hasil statistik | Tema dan pola |
| Data utama | Data numerik | Data naratif |
| Fokus pembahasan | Hubungan atau pengaruh | Makna dan pengalaman |
| Dasar interpretasi | Statistik dan teori | Data dan teori |
| Hubungan dengan tujuan | Hasil analisis menjawab tujuan | Tema dan interpretasi menjawab tujuan |
Meskipun bentuknya berbeda, kedua pendekatan tersebut membutuhkan alur yang konsisten. Temuan tetap harus dikaitkan dengan tujuan. Pembahasan juga tetap harus menjelaskan arti dari hasil yang ditemukan.
Kesalahan dalam Menulis Pembahasan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah hanya mengulang hasil penelitian. Peneliti menyebutkan angka atau data yang sudah dijelaskan sebelumnya. Namun, peneliti tidak memberikan penjelasan mengenai arti hasil tersebut.
Kesalahan lain adalah memasukkan terlalu banyak informasi yang tidak berkaitan dengan tujuan. Data yang banyak tidak selalu membuat pembahasan menjadi lebih baik. Justru, informasi yang terlalu banyak dapat membuat fokus penelitian menjadi kabur.
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan teori secara berlebihan. Peneliti terkadang memasukkan banyak teori tanpa menjelaskan hubungannya dengan temuan. Akibatnya, pembahasan terasa seperti kumpulan definisi.
Untuk menghindari masalah tersebut, peneliti dapat menggunakan pola sederhana:
Temuan → Penjelasan → Teori → Penelitian terdahulu → Makna
Pola tersebut membantu peneliti mengembangkan pembahasan secara bertahap. Pembaca juga lebih mudah mengikuti alasan yang digunakan untuk menjelaskan sebuah hasil.
Cara Memeriksa Kesesuaian Pembahasan
Setelah pembahasan selesai, peneliti perlu melakukan pemeriksaan ulang. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah setiap tujuan sudah dijawab. Selain itu, peneliti juga dapat melihat apakah terdapat bagian yang keluar dari fokus penelitian.
Beberapa pertanyaan berikut dapat digunakan sebagai pemeriksaan.
- Apakah setiap tujuan memiliki temuan yang sesuai?
- Apakah temuan dijelaskan dengan kalimat yang mudah dipahami?
- Apakah pembahasan menjelaskan arti hasil penelitian?
- Apakah teori digunakan pada bagian yang relevan?
- Apakah penelitian terdahulu benar-benar mendukung pembahasan?
- Apakah ada bagian yang keluar dari fokus penelitian?
- Apakah kesimpulan sesuai dengan temuan dan pembahasan?
Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan setelah seluruh artikel atau karya ilmiah selesai ditulis. Peneliti juga dapat memeriksa setiap paragraf secara terpisah. Jika sebuah paragraf tidak memiliki hubungan dengan tujuan atau temuan, paragraf tersebut perlu diperbaiki.
Pembahasan sebagai Penghubung Temuan dan Kesimpulan
Pembahasan menjadi penghubung antara temuan penelitian dan kesimpulan. Temuan menjelaskan hasil yang diperoleh dari data. Pembahasan memberikan interpretasi terhadap hasil tersebut. Kesimpulan kemudian merangkum jawaban yang diperoleh dari keseluruhan penelitian.
Hubungan tersebut membuat kesimpulan tidak muncul secara tiba-tiba. Setiap pernyataan dalam kesimpulan seharusnya memiliki dasar dari temuan dan pembahasan. Jika pembahasan sudah terarah, peneliti akan lebih mudah menyusun kesimpulan.
Peneliti juga perlu menghindari kesimpulan yang terlalu luas. Kesimpulan sebaiknya mengikuti data dan tujuan penelitian. Jangan membuat pernyataan yang melebihi hasil penelitian hanya agar tulisan terlihat lebih meyakinkan. Data tetap menjadi batas utama dalam menarik kesimpulan.
Menjaga Konsistensi dari Awal hingga Akhir
Konsistensi merupakan salah satu kunci dalam penulisan penelitian. Rumusan masalah, tujuan, temuan, pembahasan, dan kesimpulan harus memiliki hubungan yang jelas. Jika salah satu bagian tidak sesuai, alur penelitian dapat menjadi sulit dipahami.
Peneliti dapat melakukan pemeriksaan dari awal hingga akhir. Mulailah dari rumusan masalah, lalu periksa tujuan penelitian. Setelah itu, cocokkan tujuan dengan temuan dan pembahasan. Terakhir, pastikan kesimpulan benar-benar menjawab tujuan berdasarkan hasil yang diperoleh.
Hubungan yang konsisten membuat karya ilmiah menjadi lebih mudah dibaca. Pembaca tidak perlu mencari sendiri hubungan antara setiap bagian. Semua informasi sudah diarahkan menuju pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan sejak awal.
Baca juga: Temuan Penelitian dan Tujuan Penelitian agar Hasil Penelitian Tetap Terarah
Kesimpulan
Hubungan temuan dan tujuan penelitian menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembahasan. Tujuan menjelaskan hal yang ingin dicapai. Temuan menunjukkan hasil yang diperoleh dari proses penelitian. Pembahasan kemudian menjelaskan hubungan antara hasil tersebut dengan tujuan penelitian.
Peneliti dapat menjaga hubungan tersebut dengan memetakan tujuan dan temuan sebelum menulis pembahasan. Setiap temuan perlu dijelaskan berdasarkan maknanya. Teori dan penelitian terdahulu juga dapat digunakan untuk memperkuat interpretasi. Dengan cara ini, pembahasan menjadi lebih fokus dan tidak hanya mengulang hasil penelitian.
Pembahasan yang baik akan membantu pembaca memahami bagaimana penelitian menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan. Alurnya dapat dimulai dari masalah, tujuan, data, temuan, pembahasan, lalu kesimpulan. Jika setiap bagian saling terhubung, penelitian akan terlihat lebih runtut dan mudah dipahami.
Pada akhirnya, peneliti perlu melihat tujuan penelitian sebagai arah utama pembahasan. Temuan menjadi bukti yang digunakan untuk mencapai arah tersebut. Dengan menjaga hubungan keduanya, peneliti dapat menyusun pembahasan yang jelas, logis, dan sesuai dengan data yang diperoleh.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.

