Fast Track Dalam Proses Peer Review Jurnal Ilmiah

Call for Papers: Panduan Lengkap dan Manfaatnya bagi Peneliti dan Akademisi

Fast track dalam proses peer review merupakan sebuah mekanisme percepatan penilaian naskah ilmiah agar dapat diterbitkan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan proses reguler. Mekanisme ini semakin populer terutama di era percepatan produksi pengetahuan, ketika peneliti membutuhkan publikasi cepat untuk berbagai kepentingan akademik, seperti kenaikan pangkat, penyelesaian studi, atau percepatan diseminasi hasil penelitian. Dalam konteks persaingan global, fast track sering dianggap sebagai solusi untuk memperlancar arus informasi ilmiah, terutama yang bersifat mendesak atau memiliki implikasi penting bagi masyarakat luas.

Pada dasarnya, fast track tidak bertujuan mengurangi ketelitian atau kualitas penilaian ilmiah. Justru, proses ini dirancang agar penilaian tetap berkualitas tinggi, tetapi dilakukan dengan alur administrasi yang lebih cepat, reviewer yang disiplin waktu, serta proses komunikasi editorial yang efisien. Namun, banyak kalangan yang salah memahami fast track seolah-olah sebagai jalur pintas untuk menghindari kontrol mutu akademik. Pandangan ini tidak sepenuhnya tepat karena jurnal yang kredibel tetap mempertahankan standar penilaian ketat, sekalipun jalurnya dipercepat. Oleh karena itu, penting memahami struktur, mekanisme, manfaat, tantangan, serta jenis-jenis fast track untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran strategisnya dalam publikasi ilmiah modern.

Baca juga: fast track journal review cepat

Konsep Fast Track dalam Peer Review

Konsep fast track merujuk pada penyederhanaan dan percepatan alur editorial tanpa mengurangi kualitas evaluasi ilmiah. Penyederhanaan ini dilakukan melalui pemotongan waktu administrasi, seperti seleksi awal naskah, pemilihan reviewer, hingga pengambilan keputusan editorial. Dalam konteks pengelolaan jurnal yang profesional, fast track dilakukan dengan menetapkan komitmen waktu yang sangat ketat bagi reviewer dan editor agar proses tidak mengalami keterlambatan seperti yang umum terjadi pada sistem reguler.

Fast track biasanya diterapkan pada naskah yang memiliki urgensi tinggi. Misalnya, penelitian terkait kebencanaan, epidemiologi penyakit baru, inovasi teknologi strategis, serta temuan ilmiah yang berpotensi segera dimanfaatkan secara praktis. Namun, tidak jarang fast track juga dipilih oleh penulis untuk kepentingan administratif seperti syarat kelulusan mahasiswa program magister atau doktor, sehingga menyediakan jalur khusus yang memungkinkan publikasi dilakukan dalam waktu relatif singkat. Dengan demikian, fast track tidak hanya memiliki dimensi ilmiah, tetapi juga dimensi administratif yang mempengaruhi dinamika publikasi ilmiah.

Jenis-Jenis Fast Track dalam Peer Review

Fast Track Berbasis Urgensi Ilmiah

Jenis fast track ini diterapkan pada naskah yang memiliki relevansi mendesak bagi masyarakat atau dunia sains secara luas. Misalnya, penelitian tentang penyebaran penyakit baru memerlukan publikasi cepat agar peneliti lain dapat segera melakukan langkah lanjutan. Dalam beberapa kasus, jurnal memberikan prioritas khusus terhadap naskah yang dapat mempengaruhi kebijakan publik sehingga percepatan menjadi keharusan etis. Dengan demikian, urgensi ilmiah menjadi salah satu dasar kuat penerapan fast track.

Fast track berbasis urgensi ilmiah biasanya melibatkan reviewer yang benar-benar kompeten dan memiliki tingkat respons cepat. Editor memilih reviewer yang tidak hanya ahli, tetapi juga bersedia memberikan penilaian dalam waktu yang sangat singkat. Proses ini memungkinkan naskah memperoleh kesempatan untuk segera menyebar sebagai bagian dari informasi publik yang membantu pengambilan keputusan ilmiah.

Fast Track Berbasis Layanan Berbayar

Beberapa jurnal, terutama jurnal komersial atau jurnal privat, menyediakan layanan fast track berbayar sebagai bagian dari layanan premium. Dalam layanan ini, penulis membayar sejumlah biaya untuk menjamin percepatan proses penilaian tanpa menjamin penerimaan naskah. Sistem seperti ini sering menjadi kontroversi, tetapi tetap legal selama tidak menjanjikan kelulusan dan tetap mempertahankan mekanisme penilaian ilmiah yang ketat. Secara umum, layanan berbayar tidak mempengaruhi isi penilaian, melainkan hanya mempersingkat waktu tunggu penulis.

Meskipun demikian, fast track berbayar membutuhkan transparansi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan peneliti. Jurnal yang kredibel biasanya menjelaskan bahwa biaya tersebut hanya untuk mempercepat proses, bukan untuk membeli penerimaan atau mengurangi kualitas review. Karena itu, jurnal memilih reviewer yang khusus menangani fast track agar tidak mengganggu proses reguler. Dengan demikian, layanan berbayar tetap bisa dipandang etis selama transparan, adil, dan tidak merusak integritas akademik.

Fast Track Berdasarkan Perjanjian Institusional

Jenis fast track ini muncul ketika jurnal memiliki kerja sama dengan lembaga tertentu, seperti universitas, lembaga penelitian, atau organisasi ilmiah. Dalam kerja sama tersebut, jurnal menyediakan jalur percepatan untuk naskah dari institusi mitra tanpa mengurangi standar kualitas publikasi. Kerja sama semacam ini biasanya memfasilitasi percepatan diseminasi penelitian yang dianggap strategis bagi kedua belah pihak.

Fast track berdasarkan perjanjian institusional sering mencakup penyesuaian jadwal review, penugasan reviewer khusus, serta pengurangan waktu proses editorial. Jurnal menyediakan jaminan bahwa naskah akan diproses dalam rentang waktu yang telah disepakati dengan institusi pengirim. Dengan cara ini, kerja sama dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi dari institusi yang terlibat sekaligus memberikan keuntungan reputasi bagi jurnal.

Alur Proses Fast Track

Alur fast track dimulai dari pengajuan naskah oleh penulis. Ketika naskah diterima melalui jalur fast track, editor akan melakukan penyaringan awal dalam waktu jauh lebih cepat daripada jalur reguler. Penyaringan ini mencakup penilaian kelayakan topik, kesesuaian format jurnal, dan novelty penelitian. Proses biasanya dilakukan dalam hitungan jam atau beberapa hari, tergantung kebijakan jurnal.

Setelah lolos penyaringan awal, editor memilih reviewer yang memiliki rekam jejak respons cepat dan kompetensi relevan. Reviewer kemudian diminta menyelesaikan review dalam waktu singkat, misalnya tujuh hari atau bahkan tiga hari pada kasus mendesak. Proses komunikasi dilakukan lebih intensif, termasuk permintaan revisi minor atau mayor yang diberikan batas waktu ketat. Pada akhirnya editor membuat keputusan publikasi berdasarkan rekomendasi reviewer dan kesesuaian dengan standar jurnal.

Keuntungan Fast Track Bagi Penulis

Penulis mendapatkan beberapa keuntungan dari fast track. Pertama, penulis dapat memperoleh kepastian lebih cepat mengenai diterima atau ditolaknya naskah mereka, sehingga tidak perlu menunggu berbulan-bulan. Kepastian ini sangat penting dalam konteks akademik, misalnya sebagai syarat yudisium atau kelulusan. Kedua, penulis memperoleh kesempatan untuk segera menyebarkan hasil penelitiannya kepada komunitas ilmiah, terutama jika penelitian tersebut bersifat inovatif atau strategis.

Fast track juga mengurangi stres psikologis yang sering dialami penulis ketika menunggu penilaian dalam waktu lama. Dengan percepatan, penulis dapat segera melakukan revisi, memperbaiki kekurangan, dan mengajukan kembali naskah lain bila diperlukan. Selain itu, bagi peneliti yang mengejar target publikasi tertentu seperti semester akhir, fast track memberikan solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan administratif tanpa mengorbankan standar akademik.

Manfaat Fast Track Bagi Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah yang menawarkan fast track memperoleh keuntungan reputasional. Mereka dianggap responsif, adaptif, dan mampu mengikuti dinamika perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal yang memiliki fast track biasanya dicari oleh peneliti yang membutuhkan publikasi cepat, sehingga dapat meningkatkan jumlah pengiriman naskah. Peningkatan ini akan memperluas ruang seleksi jurnal untuk memilih karya terbaik sehingga kualitas keseluruhan jurnal dapat terangkat.

Selain itu, fast track dapat meningkatkan interaksi jurnal dengan komunitas ilmiah melalui publikasi yang lebih cepat dan relevan. Jurnal dapat lebih sering menerbitkan karya-karya yang memiliki dampak tinggi, terutama yang bersifat mendesak. Mekanisme ini membuat jurnal tetap kompetitif, terutama di tengah banyaknya jurnal internasional yang menawarkan layanan serupa. Dengan demikian, fast track berkontribusi pada daya saing jurnal dalam ekosistem publikasi ilmiah global.

Tantangan dan Risiko Fast Track

Salah satu tantangan utama fast track adalah memastikan kualitas review tetap tinggi meskipun waktunya dipersingkat. Tidak semua reviewer dapat bekerja cepat tanpa mengurangi kedalaman analisis mereka. Jika reviewer terburu-buru, ada risiko ketidaktelitian yang dapat memengaruhi mutu penilaian. Karena itu, jurnal harus memilih reviewer yang benar-benar terbiasa bekerja intensif dan terlatih dalam memberikan penilaian cepat.

Risiko lainnya adalah munculnya persepsi negatif dari penulis atau publik bahwa fast track adalah jalur “instan” menuju publikasi. Persepsi ini dapat merusak reputasi jurnal jika tidak diimbangi dengan transparansi dan standar penilaian ketat. Selain itu, fast track juga menuntut tenaga editorial bekerja lebih cepat, yang dapat meningkatkan beban kerja dan kemungkinan kesalahan administratif. Dengan demikian, mekanisme fast track harus dijalankan secara profesional agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi semua pihak.

Poin-Poin Penting dalam Implementasi Fast Track

Penyaringan Awal yang Ketat

Jurnal yang menerapkan fast track harus memastikan bahwa naskah yang masuk benar-benar layak dan memiliki kontribusi signifikan. Penyaringan awal harus dilakukan secara cepat namun teliti agar tidak ada naskah berkualitas rendah yang masuk ke jalur percepatan. Proses ini membutuhkan editor berpengalaman yang terbiasa menilai kualitas naskah hanya dari abstrak, pendahuluan, dan temuan utama. Ketrampilan ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas fast track.

Pemilihan Reviewer yang Tepat

Reviewer fast track harus dipilih berdasarkan kecepatan respons, rekam jejak keilmuan, serta komitmen terhadap tenggat waktu. Reviewer yang tidak disiplin dapat menghambat seluruh proses fast track sehingga menghilangkan tujuan utama percepatan. Karena itu, jurnal biasanya memiliki daftar reviewer khusus yang memang bersedia menangani naskah fast track. Komunikasi intensif menjadi bagian penting dari alur kerja reviewer dalam fast track.

Komunikasi Editorial yang Efisien

Fast track menuntut sistem komunikasi yang cepat antara editor, reviewer, dan penulis. Setiap tahapan harus dilakukan tanpa penundaan, mulai dari pengiriman naskah, pemberian hasil review, hingga revisi penulis. Editor harus sigap dalam memberikan keputusan akhir setelah menerima rekomendasi reviewer. Dengan demikian, seluruh proses dapat berjalan lancar tanpa hambatan administratif.

Baca juga: fast track publikasi artikel ilmiah

Kesimpulan

Fast track proses peer review merupakan inovasi penting dalam dunia publikasi ilmiah modern yang memungkinkan percepatan diseminasi pengetahuan tanpa mengorbankan kualitas. Mekanisme ini membantu penulis mendapatkan kepastian lebih cepat, mempercepat proses akademik, dan mendukung penyebaran hasil penelitian yang mendesak. Di sisi lain, jurnal juga memperoleh keuntungan reputasi dan dapat lebih responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi AdminSolusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan

osted in BlogTagged Edit

Solusi Jurnal