Penelitian menggunakan SmartPLS semakin populer di berbagai bidang ilmu sosial, bisnis, manajemen, dan pendidikan karena kemampuannya dalam menganalisis model kompleks dengan sampel relatif kecil. Software SmartPLS berbasis metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menawarkan fleksibilitas tinggi, terutama ketika data tidak memenuhi asumsi klasik statistik parametrik. Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang memilih metode ini, kebutuhan terhadap template skripsi yang sistematis dan mudah diikuti juga semakin besar. Artikel ini membahas cara menyusun template skripsi SmartPLS yang lengkap, mulai dari pendahuluan hingga kesimpulan, berikut jenis-jenis komponen analisisnya dan cara menuliskannya dalam format akademik yang baik.
Pendahuluan pada skripsi SmartPLS digunakan untuk memperkenalkan konteks penelitian, merumuskan masalah, serta menjelaskan alasan pemilihan metode PLS-SEM. Bab ini menjadi dasar bagi pembaca untuk memahami mengapa penelitian dilakukan dan apa kontribusi yang ingin diberikan oleh peneliti. Pada bagian pendahuluan, peneliti harus mampu menggambarkan secara jelas hubungan antarkonsep dan variabel yang nantinya akan dianalisis menggunakan SmartPLS.
Pendahuluan yang baik juga harus menyampaikan bukti atau fenomena empiris yang mendukung perlunya penelitian dilakukan. Penjelasan ini dapat berupa data statistik, fenomena umum, atau pernyataan para ahli yang relevan. Dengan memberikan landasan argumen yang kuat, pembaca akan memahami bahwa penelitian memang memiliki urgensi dan bukan sekadar pengulangan dari penelitian sebelumnya.
Selain itu, pendahuluan berfungsi sebagai peta awal yang memberi gambaran mengenai alur pemikiran peneliti. Pembaca dapat mengetahui arah penelitian, tujuan analisis, serta model yang akan diujikan menggunakan SmartPLS. Struktur yang sistematis dalam pendahuluan memudahkan peneliti menjelaskan mengapa metode PLS-SEM menjadi pendekatan terbaik dibandingkan metode lainnya.
Baca juga: SmartPLS untuk analisis hubungan variabel
Landasan Teori
Landasan teori menjadi bagian penting dalam template skripsi SmartPLS karena SmartPLS pada dasarnya digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel berdasarkan teori. Teori-teori yang dipilih harus relevan dengan variabel penelitian dan mampu menjelaskan hubungan yang dihipotesiskan. Tanpa landasan teori yang kuat, hubungan antarvariabel dalam model struktural akan dianggap tidak memiliki dasar ilmiah yang memadai.
Dalam penulisan landasan teori, peneliti harus menyampaikan definisi konseptual dari setiap variabel yang diteliti. Penjelasan ini terdiri dari sumber-sumber yang kredibel, seperti jurnal penelitian atau buku ilmiah. Selain itu, konsep teori juga perlu disusun dari sudut pandang para ahli yang berbeda untuk menunjukkan bahwa peneliti memahami perkembangan teori secara komprehensif.
Landasan teori juga harus memuat hubungan antarkonsep atau teoritical background yang mendasari pengembangan hipotesis. Penjelasan ini dapat ditulis dalam bentuk argumentasi yang logis dan berurutan. Dengan demikian, pembentukan hipotesis dalam penelitian berbasis SmartPLS menjadi kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Jenis-Jenis Variabel dalam SmartPLS
Dalam penelitian berbasis SmartPLS, terdapat beberapa jenis variabel yang digunakan untuk membangun model struktural. Pemahaman terhadap jenis variabel ini penting karena akan mempengaruhi cara perancangan model dan analisis dalam SmartPLS. Selain itu, jenis variabel menentukan indikator apa yang digunakan dan bagaimana hubungan antarvariabel diuji.
Variabel laten merupakan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung melainkan direpresentasikan oleh serangkaian indikator. Variabel ini biasanya mencakup konstruk abstrak seperti kepuasan, motivasi, minat, atau kualitas layanan. Dalam SmartPLS, variabel laten menjadi komponen utama dalam model karena analisis PLS-SEM dirancang untuk memproses konstruk yang kompleks dan sulit diukur.
Variabel manifest atau indikator merupakan pengukuran langsung yang digunakan untuk merepresentasikan variabel laten. Indikator dapat berupa item pertanyaan dari kuesioner, skor observasi, atau data numerik hasil pengukuran tertentu. Dalam SmartPLS, indikator akan dianalisis untuk menilai validitas dan reliabilitas variabel laten yang diwakilinya.
Variabel eksogen adalah variabel yang menjadi penyebab dan tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam model. Variabel ini berfungsi sebagai input atau dasar untuk menguji pengaruh terhadap variabel lain. Sedangkan variabel endogen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh satu atau lebih variabel lain dalam model. Variabel ini menjadi fokus analisis utama karena peneliti ingin melihat bagaimana perubahan pada variabel eksogen memengaruhi variabel endogen.
Model Penelitian dalam SmartPLS
Model penelitian dalam SmartPLS biasanya terdiri dari dua bagian utama yaitu outer model dan inner model. Kedua model ini bekerja bersamaan untuk menjelaskan hubungan antara indikator dengan konstruk serta hubungan antarvariabel laten dalam model struktural. Pemahaman mendalam terhadap struktur model akan membantu peneliti merancang skripsi yang konsisten dengan teori.
Outer model atau model pengukuran digunakan untuk menunjukkan bagaimana indikator merefleksikan atau membentuk variabel laten. Untuk menulis bagian ini, peneliti harus menjelaskan apakah model yang digunakan merupakan model reflektif atau formatif. Model reflektif mengasumsikan bahwa variabel laten memengaruhi indikator, sedangkan model formatif menganggap indikator membentuk variabel laten. Penjelasan panjang mengenai alasan pemilihan model menjadi bagian penting dalam skripsi.
Inner model atau model struktural menjelaskan hubungan antarvariabel laten yang diuji melalui hipotesis. Dalam skripsi, penjelasan mengenai inner model harus mencakup landasan teori yang mendukung arah hubungan antarvariabel. Selain itu, peneliti perlu menunjukkan model konseptual dalam bentuk diagram yang menggambarkan arah panah dari konstruk eksogen ke endogen. SmartPLS menyediakan visualisasi model yang dapat digunakan pada bagian ini.
Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan bagian yang menjelaskan teknik, pendekatan, dan prosedur analisis menggunakan SmartPLS. Pada bagian ini, peneliti perlu menjelaskan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, instrumen penelitian, serta teknik analisis data. Penjelasan yang panjang dan detail penting agar pembaca memahami langkah-langkah ilmiah yang digunakan.
Jenis penelitian yang menggunakan SmartPLS umumnya bersifat kuantitatif dan eksplanatori karena bertujuan menjelaskan hubungan antarvariabel. Peneliti harus menjelaskan alasan pemilihan pendekatan kuantitatif serta relevansinya terhadap metode PLS-SEM. Selain itu, penjelasan mengenai kelebihan SmartPLS, seperti toleran terhadap multikolinearitas dan sampel kecil, dapat memperkuat argumen metodologis.
Teknik analisis data menggunakan SmartPLS harus dijelaskan secara berurutan mulai dari pengujian outer model hingga inner model. Tahapan ini mencakup uji validitas konvergen, validitas diskriminan, reliabilitas, serta pengujian hipotesis. Penulis juga harus menjelaskan alasan teknis mengapa setiap uji dilakukan, serta kriteria nilai yang dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Jenis-Jenis Pengujian dalam SmartPLS
Terdapat beberapa jenis pengujian utama dalam analisis SmartPLS yang wajib dijelaskan dalam skripsi.
Uji validitas konvergen dilakukan untuk melihat apakah indikator-indikator suatu variabel laten dapat menjelaskan variabel tersebut dengan baik. Peneliti biasanya melihat nilai loading factor dan nilai AVE sebagai dasar pengambilan keputusan. Penjelasan dalam skripsi harus mencakup alasan teoritis mengapa indikator-indikator tersebut dipertahankan atau dihapus.
Uji validitas diskriminan digunakan untuk mengetahui apakah suatu variabel laten benar-benar berbeda dari variabel laten lainnya. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai akar AVE dengan korelasi antarvariabel laten. Skripsi harus memuat argumentasi mengapa uji ini penting dalam memastikan bahwa variabel yang digunakan tidak saling bertumpuk secara konseptual.
Uji reliabilitas bertujuan menilai konsistensi internal indikator dalam merepresentasikan konstruk. Nilai yang biasanya dilihat adalah Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha. Dalam penjelasannya, peneliti harus menyampaikan mengapa reliabilitas penting dan apa implikasinya terhadap hasil penelitian jika nilai tidak memenuhi standar.
Pengembangan Hipotesis
Pengembangan hipotesis dalam skripsi SmartPLS tidak hanya sekadar menyatakan dugaan hubungan antarvariabel, tetapi juga harus disertai dengan argumentasi logis. Peneliti harus menjelaskan dasar teori setiap hubungan yang diuji, mengutip pendapat ahli, serta merangkum hasil penelitian sebelumnya. Argumentasi ini membantu memastikan bahwa hipotesis tidak muncul secara acak.
Hipotesis juga perlu ditulis secara jelas dan konsisten dengan model penelitian. Penjelasan mengenai arah hubungan harus mengikuti model struktural yang ditampilkan. Jika terdapat mediasi atau moderasi, peneliti harus memberikan penjelasan tambahan mengenai bagaimana variabel tersebut bekerja memengaruhi hubungan antarvariabel lainnya.
Selain itu, hipotesis harus mampu menjelaskan kontribusi teoretis dan praktis dari penelitian. Dengan demikian, skripsi berbasis SmartPLS menjadi kuat tidak hanya secara metodologis, tetapi juga dalam memberikan makna terhadap dunia nyata dan dunia akademik.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian pada skripsi SmartPLS biasanya terdiri dari hasil outer model dan inner model. Pada bagian ini, peneliti harus menyampaikan interpretasi hasil yang tidak hanya berupa angka, tetapi juga penjelasan makna dari angka tersebut. Semakin detail penjelasan yang diberikan, semakin mudah pembaca memahami implikasi hasil analisis.
Pada outer model, penjelasan mengenai loading factor, nilai AVE, reliabilitas, serta validitas diskriminan harus disampaikan secara deskriptif. Peneliti harus menafsirkan apakah indikator dianggap layak atau tidak berdasarkan kriteria tertentu. Bagian ini tidak hanya menjelaskan hasil, tetapi menunjukkan kemampuan peneliti dalam memahami konsep validitas dan reliabilitas.
Pada inner model, peneliti harus menjelaskan nilai koefisien jalur, nilai t-statistic, serta signifikansi pengaruh antarvariabel. Penjelasan harus mencakup apakah hipotesis diterima atau ditolak berdasarkan hasil bootstrapping. Selain itu, skripsi harus membahas nilai R-square untuk menjelaskan seberapa besar variabel eksogen memengaruhi variabel endogen dalam model.
Pembahasan
Bagian pembahasan menjadi ruang bagi peneliti untuk menghubungkan hasil penelitian dengan teori dan penelitian sebelumnya. Pembahasan harus menjelaskan apakah hasil konsisten atau bertentangan dengan studi terdahulu, serta apa faktor yang mungkin menyebabkan perbedaan tersebut. Penjelasan panjang diperlukan untuk menunjukkan kedalaman analisis ilmiah.
Pembahasan juga harus memberikan interpretasi atas temuan-temuan utama dalam konteks penelitian. Jika ditemukan pengaruh signifikan, peneliti perlu menjelaskan apa implikasinya terhadap teori maupun praktik. Jika pengaruh tidak signifikan, peneliti harus mencari kemungkinan penyebab dan memberikan penjelasan logis berdasarkan konteks penelitian.
Selain itu, peneliti harus mengaitkan pembahasan dengan tujuan penelitian dan hipotesis. Penjelasan mengenai kontribusi penelitian harus disampaikan secara jelas untuk memperlihatkan bahwa penelitian memiliki nilai tambah dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun solusi praktis.
Baca juga: Cara membuat model penelitian di SmartPLS
Kesimpulan
Kesimpulan dalam skripsi SmartPLS tidak hanya merangkum hasil penelitian, tetapi juga menegaskan kontribusi penelitian terhadap teori dan praktik. Peneliti harus memastikan bahwa kesimpulan menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah disampaikan di pendahuluan. Penjelasan ini harus ditulis secara ringkas namun tetap mencerminkan esensi penelitian.
Kesimpulan juga harus menyampaikan implikasi dari temuan penelitian, baik untuk akademisi maupun praktisi. Dengan demikian, hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kebijakan, teori, atau penelitian lanjutan. Peneliti perlu menyampaikan secara jelas bagaimana penelitian memberikan manfaat dan kontribusi.
Terakhir, kesimpulan harus mencantumkan keterbatasan penelitian serta saran untuk penelitian selanjutnya. Bagian ini penting untuk menunjukkan bahwa peneliti memahami batasan dari pendekatan SmartPLS dan membuka peluang bagi penelitian yang lebih komprehensif di masa depan.

