Dalam dunia pendidikan, penelitian dan pengembangan atau yang dikenal dengan istilah Research and Development (R&D) memegang peranan penting dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang efektif. Salah satu instrumen yang banyak digunakan dalam penelitian pengembangan media pembelajaran adalah angket atau kuesioner. Angket menjadi alat utama untuk memperoleh data tentang kebutuhan, kelayakan, serta respon pengguna terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Tanpa adanya angket yang baik, peneliti akan kesulitan untuk mengukur sejauh mana produk pembelajaran tersebut dapat diterima dan digunakan secara efektif di lingkungan pendidikan.
Angket penelitian pengembangan media pembelajaran tidak hanya sekadar alat pengumpul data, melainkan juga sarana untuk memahami konteks pembelajaran secara mendalam. Melalui angket, peneliti dapat menilai pandangan peserta didik, pendidik, maupun ahli terhadap media yang dikembangkan. Dengan demikian, instrumen ini membantu peneliti menyempurnakan produk agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna dan tujuan pendidikan.
Selain itu, angket juga berfungsi sebagai bentuk evaluasi terhadap proses dan hasil pengembangan media. Dalam model pengembangan seperti ADDIE atau Borg & Gall, angket digunakan di beberapa tahap, mulai dari analisis kebutuhan hingga uji coba lapangan. Oleh karena itu, perancangan angket yang sistematis dan valid sangat penting agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi yang sesungguhnya.
Baca juga: analisis kebutuhan dalam penelitian pengembangan
Pengertian Angket Penelitian Pengembangan Media Pembelajaran
Angket penelitian pengembangan media pembelajaran adalah instrumen berupa daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari responden tentang aspek-aspek tertentu dalam pengembangan media pembelajaran. Pertanyaan dalam angket biasanya disusun secara terstruktur agar responden dapat memberikan jawaban yang relevan dan dapat diukur. Dalam konteks pengembangan media pembelajaran, angket sering digunakan untuk mengetahui kebutuhan pengguna, menguji kelayakan produk, serta menilai efektivitas media setelah digunakan.
Secara metodologis, angket memiliki peranan besar dalam memastikan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memiliki dasar empiris yang kuat. Melalui angket, peneliti dapat mengetahui apakah media tersebut benar-benar membantu proses belajar, menarik perhatian peserta didik, dan sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran. Data dari angket juga memberikan dasar bagi peneliti untuk melakukan revisi dan penyempurnaan terhadap produk sebelum diterapkan secara luas.
Dengan demikian, angket bukan hanya sekadar alat pengumpul data, tetapi juga menjadi jembatan antara peneliti dan pengguna. Kualitas media pembelajaran yang dihasilkan akan sangat bergantung pada sejauh mana angket mampu menangkap persepsi dan kebutuhan pengguna secara akurat.
Tujuan Penggunaan Angket dalam Penelitian Pengembangan
Tujuan utama penggunaan angket dalam penelitian pengembangan media pembelajaran adalah untuk memperoleh data yang objektif dan terukur dari para responden yang terlibat. Angket membantu peneliti mengetahui pendapat, pengalaman, serta tingkat kepuasan pengguna terhadap produk yang dikembangkan. Dengan data tersebut, peneliti dapat mengambil keputusan ilmiah tentang perlu tidaknya dilakukan revisi atau penyempurnaan terhadap media pembelajaran.
Selain itu, angket juga bertujuan untuk menilai aspek kelayakan media pembelajaran dari berbagai perspektif. Dalam penelitian pengembangan, kelayakan biasanya diukur dari empat aspek utama, yaitu aspek isi atau materi, aspek tampilan, aspek bahasa, dan aspek kemudahan penggunaan. Melalui angket, para ahli maupun pengguna dapat memberikan penilaian kuantitatif terhadap keempat aspek tersebut. Penilaian ini kemudian diolah secara statistik untuk menentukan tingkat kelayakan media.
Lebih jauh lagi, angket berfungsi untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran terhadap hasil belajar. Setelah media digunakan dalam proses pembelajaran, angket dapat diberikan kepada siswa untuk menilai sejauh mana media tersebut membantu mereka memahami materi, meningkatkan motivasi, dan membuat pembelajaran lebih menarik. Dengan demikian, angket berperan penting dalam mengevaluasi dampak nyata dari inovasi yang dikembangkan.
Jenis-Jenis Angket dalam Penelitian Pengembangan Media Pembelajaran
Dalam penelitian pengembangan media pembelajaran, terdapat beberapa jenis angket yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian. Setiap jenis angket memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, tergantung pada tahap penelitian dan jenis data yang ingin diperoleh.
- Angket Kebutuhan (Need Assessment Questionnaire)
Angket ini digunakan pada tahap awal penelitian pengembangan, yaitu saat peneliti ingin mengetahui kebutuhan pengguna terhadap media pembelajaran yang akan dikembangkan. Melalui angket kebutuhan, peneliti dapat mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran, kesulitan siswa, dan harapan guru terhadap media pembelajaran yang ideal. Misalnya, guru mungkin memerlukan media yang interaktif atau siswa menginginkan media yang lebih visual. Data dari angket kebutuhan membantu peneliti menentukan arah pengembangan produk.
- Angket Kelayakan (Feasibility Questionnaire)
Angket kelayakan biasanya diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Tujuannya adalah untuk menilai sejauh mana media pembelajaran memenuhi kriteria yang baik dari segi isi, tampilan, dan kebahasaan. Misalnya, ahli materi akan menilai ketepatan isi, kedalaman materi, dan kesesuaian dengan kurikulum, sementara ahli media akan menilai aspek desain, navigasi, dan interaktivitas. Hasil dari angket ini menjadi dasar bagi peneliti untuk memperbaiki dan menyempurnakan media sebelum diuji coba ke lapangan.
- Angket Respon Pengguna (User Response Questionnaire)
Angket ini digunakan setelah media diuji cobakan kepada siswa atau pengguna sesungguhnya. Tujuannya untuk mengetahui tanggapan pengguna terhadap media yang telah dikembangkan. Respon pengguna biasanya mencakup aspek daya tarik, kemudahan penggunaan, kejelasan materi, dan manfaat media dalam proses belajar. Melalui angket respon pengguna, peneliti dapat menilai apakah media tersebut efektif dan disukai oleh siswa.
- Angket Efektivitas (Effectiveness Questionnaire)
Jenis angket ini digunakan untuk mengukur seberapa efektif media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Pertanyaan dalam angket biasanya berkaitan dengan peningkatan pemahaman, motivasi, serta keterlibatan siswa dalam proses belajar. Data dari angket efektivitas sering dikombinasikan dengan hasil tes belajar untuk melihat konsistensi antara persepsi pengguna dan hasil belajar yang diperoleh.
- Angket Uji Coba Lapangan (Field Test Questionnaire)
Angket ini digunakan pada tahap akhir penelitian pengembangan, yaitu setelah media diuji coba dalam situasi pembelajaran yang sebenarnya. Melalui angket uji coba lapangan, peneliti memperoleh data empiris tentang penerapan media dalam skala luas. Responden biasanya terdiri dari siswa, guru, dan pihak sekolah. Hasilnya digunakan untuk menentukan apakah media layak diimplementasikan secara lebih luas.
Langkah-Langkah Penyusunan Angket Penelitian Pengembangan
Penyusunan angket tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Agar angket benar-benar menghasilkan data yang valid dan reliabel, diperlukan proses penyusunan yang sistematis. Berikut langkah-langkah penting dalam menyusun angket penelitian pengembangan media pembelajaran:
- Menentukan Tujuan Angket
Langkah pertama adalah menentukan tujuan utama angket, apakah untuk mengetahui kebutuhan pengguna, menilai kelayakan, atau mengukur efektivitas media. Tujuan yang jelas akan memandu peneliti dalam menyusun butir pertanyaan yang relevan dan fokus.
- Menetapkan Aspek dan Indikator
Setiap angket harus memiliki aspek dan indikator yang sesuai dengan variabel yang diukur. Misalnya, jika peneliti ingin menilai kelayakan media dari aspek tampilan, maka indikatornya dapat mencakup kejelasan warna, keterbacaan teks, dan tata letak gambar. Aspek dan indikator ini berfungsi sebagai acuan dalam merumuskan butir-butir pertanyaan.
- Menyusun Butir Pertanyaan
Butir pertanyaan disusun berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Pertanyaan dapat berbentuk pernyataan positif yang direspon dengan skala tertentu, misalnya skala Likert lima poin dari “sangat setuju” hingga “sangat tidak setuju.” Dalam penelitian pengembangan, butir pertanyaan sebaiknya dirumuskan dengan bahasa yang jelas, sederhana, dan tidak menimbulkan tafsir ganda.
- Menentukan Skala Penilaian
Skala penilaian digunakan untuk mengukur jawaban responden secara kuantitatif. Skala yang paling umum digunakan adalah skala Likert, karena mudah dipahami dan dapat menggambarkan tingkat persetujuan terhadap pernyataan. Penggunaan skala ini membantu peneliti dalam menganalisis data secara statistik.
- Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum angket digunakan dalam penelitian, perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur dan memberikan hasil yang konsisten. Validitas dapat diuji melalui expert judgment (ahli), sedangkan reliabilitas diuji dengan metode statistik seperti Cronbach’s Alpha.
- Pelaksanaan dan Pengumpulan Data
Setelah angket dinyatakan valid dan reliabel, peneliti dapat membagikannya kepada responden sesuai dengan desain penelitian. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dan hasilnya kemudian dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan yang ilmiah.
Analisis Data Angket dalam Penelitian Pengembangan
Data yang diperoleh dari angket biasanya dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif, seperti menghitung rata-rata, persentase, dan standar deviasi. Hasil analisis ini digunakan untuk menentukan tingkat kelayakan atau efektivitas media pembelajaran. Misalnya, jika nilai rata-rata dari semua aspek penilaian berada di atas kategori “baik,” maka media dianggap layak digunakan.
Selain analisis deskriptif, peneliti juga dapat menggunakan analisis inferensial untuk menguji hipotesis tertentu. Misalnya, dengan uji-t untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kelompok yang menggunakan media dan yang tidak. Namun, analisis inferensial biasanya dilakukan jika penelitian pengembangan telah memasuki tahap uji efektivitas.
Interpretasi hasil angket sangat penting dalam penelitian pengembangan. Peneliti perlu menjelaskan secara rinci apa makna dari setiap hasil dan bagaimana temuan tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas media. Dengan analisis yang tepat, data dari angket dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang kelebihan dan kelemahan media pembelajaran.
Kelebihan dan Kelemahan Penggunaan Angket
Penggunaan angket dalam penelitian pengembangan media pembelajaran memiliki sejumlah kelebihan. Pertama, angket dapat menjangkau banyak responden dalam waktu relatif singkat. Hal ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh data yang luas dengan biaya dan tenaga yang efisien. Kedua, angket memberikan kesempatan bagi responden untuk menjawab secara jujur tanpa tekanan, karena mereka dapat mengisinya secara mandiri. Ketiga, hasil angket dapat dengan mudah diolah secara kuantitatif sehingga memudahkan analisis data.
Namun demikian, angket juga memiliki kelemahan. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya bias dalam jawaban responden. Ada kalanya responden tidak menjawab dengan jujur atau hanya sekadar mengisi tanpa memahami isi pertanyaan. Selain itu, angket tidak dapat menangkap perasaan atau pengalaman secara mendalam seperti wawancara. Oleh karena itu, dalam penelitian pengembangan, angket sering dipadukan dengan metode lain seperti wawancara atau observasi untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Peran Angket dalam Validasi Produk Media Pembelajaran
Dalam penelitian pengembangan, validasi produk merupakan tahap krusial yang menentukan kualitas akhir media pembelajaran. Angket digunakan sebagai alat utama dalam proses validasi, baik oleh ahli maupun pengguna. Melalui angket validasi, para ahli dapat memberikan penilaian objektif terhadap berbagai aspek media, seperti kesesuaian isi, tampilan, dan keefektifan desain.
Angket juga membantu peneliti dalam mendokumentasikan proses validasi secara sistematis. Setiap hasil penilaian ahli dan pengguna dapat dikumpulkan dan diolah untuk menentukan tingkat kelayakan produk. Jika hasil angket menunjukkan bahwa media masih memiliki kelemahan, maka peneliti perlu melakukan revisi hingga media dinyatakan layak untuk diuji coba di lapangan. Dengan demikian, angket menjadi komponen penting dalam memastikan bahwa produk akhir benar-benar memenuhi standar pendidikan yang diharapkan.
Baca juga: alur penelitian pengembangan
Kesimpulan
Angket penelitian pengembangan media pembelajaran merupakan instrumen penting dalam memperoleh data yang akurat, objektif, dan terukur. Melalui angket, peneliti dapat menilai kebutuhan pengguna, kelayakan produk, serta efektivitas media dalam meningkatkan proses belajar. Penyusunan angket yang baik memerlukan langkah-langkah sistematis mulai dari penentuan tujuan, perumusan indikator, penyusunan butir pertanyaan, hingga uji validitas dan reliabilitas.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.


