Desain Penelitian Studi Literatur: Konsep, Jenis, dan Langkah-Langkah Pelaksanaannya

Desain Zero Carbon Buildings untuk Arsitektur Hijau

Dalam dunia akademik dan penelitian ilmiah, pemahaman terhadap desain penelitian menjadi hal yang sangat penting. Desain penelitian merupakan rencana atau strategi yang digunakan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu jenis desain penelitian yang banyak digunakan, terutama dalam bidang ilmu sosial, pendidikan, dan kesehatan, adalah studi literatur. Studi literatur memiliki keunikan tersendiri karena tidak berfokus pada pengumpulan data lapangan, tetapi lebih pada analisis, sintesis, dan evaluasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang sudah ada.

Desain penelitian studi literatur digunakan untuk memahami fenomena, konsep, atau teori melalui kajian mendalam terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu. Dengan metode ini, peneliti dapat mengidentifikasi celah penelitian, menemukan tren-temuan baru, serta menyusun dasar teoritis yang kuat bagi penelitian lanjutan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap desain penelitian studi literatur tidak hanya penting bagi mahasiswa dan akademisi, tetapi juga bagi praktisi yang ingin membangun keputusan berbasis bukti ilmiah.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai konsep dasar, tujuan, jenis-jenis, langkah-langkah pelaksanaan, serta kelebihan dan kelemahan desain penelitian studi literatur.

Baca juga: studi literatur dan studi lapangan

Konsep Dasar Desain Penelitian Studi Literatur

Secara konseptual, studi literatur dapat diartikan sebagai metode penelitian yang menggunakan sumber-sumber tertulis sebagai objek utama pengumpulan data. Sumber tersebut dapat berupa buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, disertasi, artikel ilmiah, maupun dokumen akademik lainnya. Fokus utama studi literatur adalah untuk mengidentifikasi pola, tren, serta kesenjangan pengetahuan dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Dalam desain penelitian, studi literatur bertindak sebagai dasar untuk membangun teori dan mengarahkan peneliti dalam merumuskan hipotesis. Desain ini juga menjadi bagian penting dalam proses penelitian empiris karena membantu memahami kerangka teoretis dan metodologis yang sudah digunakan oleh peneliti terdahulu. Dengan demikian, desain studi literatur tidak hanya sekadar membaca sumber, tetapi juga melibatkan proses analisis kritis dan sintesis informasi untuk membentuk pemahaman baru yang bermakna.

Salah satu karakteristik utama dari desain penelitian studi literatur adalah sifatnya yang sistematis, objektif, dan terarah. Peneliti harus mampu mengorganisasi informasi dari berbagai sumber dengan metode yang logis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Tujuan Penelitian Studi Literatur

Tujuan utama dari penelitian studi literatur adalah untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu topik melalui analisis terhadap karya ilmiah yang telah ada. Namun, secara lebih spesifik, studi literatur memiliki beberapa tujuan penting yang saling berkaitan.

Pertama, studi literatur bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami teori-teori yang relevan dengan topik penelitian. Dalam hal ini, peneliti menggali berbagai pendekatan konseptual yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya untuk memperkuat dasar teoritis.

Kedua, penelitian ini berfungsi untuk menemukan kesenjangan penelitian (research gap). Dengan menelaah berbagai hasil penelitian terdahulu, peneliti dapat mengetahui aspek mana yang belum banyak dibahas, metode apa yang kurang efektif, serta arah baru yang perlu dikembangkan.

Ketiga, studi literatur juga bertujuan menyusun sintesis pengetahuan agar dapat digunakan sebagai referensi atau pijakan dalam penelitian empiris. Melalui sintesis tersebut, peneliti dapat menyajikan pandangan yang lebih utuh tentang perkembangan suatu topik dan implikasinya bagi ilmu pengetahuan maupun praktik profesional.

Karakteristik Desain Penelitian Studi Literatur

Desain penelitian studi literatur memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari jenis penelitian lain.

Pertama, penelitian ini berbasis pada sumber sekunder, artinya data tidak dikumpulkan secara langsung dari lapangan, melainkan dari hasil penelitian sebelumnya. Oleh sebab itu, keakuratan dan validitas penelitian sangat bergantung pada kualitas sumber yang digunakan.

Kedua, studi literatur bersifat analitis dan sintetik. Peneliti tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga menilai, membandingkan, dan mengintegrasikan berbagai hasil penelitian untuk menemukan kesimpulan baru yang lebih komprehensif.

Ketiga, desain ini menekankan pada sistematika penelusuran dan dokumentasi. Setiap tahapan pengumpulan sumber, analisis, hingga penyajian hasil dilakukan secara terstruktur dan dapat ditelusuri kembali oleh peneliti lain. Dengan demikian, desain penelitian studi literatur dapat dianggap sebagai bentuk penelitian ilmiah yang tetap memenuhi prinsip objektivitas dan validitas metodologis.

Jenis-Jenis Studi Literatur

Dalam praktik akademik, terdapat beberapa jenis studi literatur yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan fokus penelitian. Setiap jenis memiliki karakteristik dan prosedur analisis yang berbeda.

  1. Narrative Review

Narrative review merupakan jenis studi literatur yang bersifat deskriptif dan biasanya digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai suatu topik penelitian. Jenis ini sering digunakan dalam tahap awal penelitian untuk memahami konteks dan teori dasar.

Dalam narrative review, peneliti mengumpulkan berbagai sumber literatur dan menyusunnya dalam bentuk narasi yang menjelaskan perkembangan ide, teori, atau temuan ilmiah. Kelebihan pendekatan ini adalah fleksibilitasnya, karena peneliti dapat memilih sumber-sumber yang relevan secara tematik tanpa batasan metodologis yang terlalu kaku. Namun, kelemahannya terletak pada potensi subjektivitas karena seleksi dan interpretasi sumber sangat bergantung pada peneliti.

  1. Systematic Literature Review (SLR)

Systematic Literature Review merupakan jenis studi literatur yang paling populer dan banyak digunakan dalam penelitian ilmiah modern. Jenis ini bersifat sistematis, transparan, dan berbasis pada prosedur metodologis yang ketat.

Dalam SLR, peneliti menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas untuk menyeleksi sumber literatur. Proses pencarian dilakukan melalui basis data ilmiah seperti Scopus, PubMed, atau Google Scholar dengan kata kunci tertentu. Setiap sumber yang terpilih kemudian dievaluasi secara kritis dan disintesis menggunakan pendekatan tematik atau meta-analisis.

Kelebihan utama SLR adalah kemampuannya menghasilkan kesimpulan yang komprehensif dan objektif karena didasarkan pada bukti empiris yang tervalidasi. Namun, kelemahannya adalah memerlukan waktu yang lama dan kemampuan metodologis yang kuat.

  1. Integrative Review

Integrative review merupakan jenis studi literatur yang menggabungkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk membentuk pemahaman menyeluruh tentang suatu topik. Jenis ini sering digunakan dalam bidang ilmu sosial dan kesehatan karena dapat mengaitkan temuan empiris dengan teori konseptual.

Dalam praktiknya, peneliti menganalisis berbagai sumber dengan pendekatan lintas metode dan mengidentifikasi hubungan antar variabel yang mungkin tidak terlihat dalam penelitian tunggal. Kelebihan pendekatan ini adalah fleksibilitas dan kedalamannya dalam menghasilkan insight baru, namun memerlukan kemampuan sintesis yang tinggi agar tidak terjadi bias interpretasi.

  1. Scoping Review

Scoping review digunakan untuk memetakan cakupan literatur yang ada terkait suatu topik penelitian. Tujuannya bukan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang sangat spesifik, melainkan untuk memahami sejauh mana penelitian telah dilakukan dan area mana yang masih terbuka untuk eksplorasi lebih lanjut.

Jenis ini sangat berguna untuk menilai kelayakan penelitian lanjutan atau mengidentifikasi kebutuhan kebijakan berbasis bukti. Keunggulannya terletak pada kemampuannya memberikan peta komprehensif tentang suatu bidang pengetahuan, sedangkan kelemahannya adalah hasilnya sering kali bersifat eksploratif dan tidak terlalu mendalam.

Langkah-Langkah Penelitian Studi Literatur

Pelaksanaan penelitian studi literatur memerlukan tahapan yang sistematis agar hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Berikut langkah-langkah umum yang perlu dilakukan oleh peneliti:

  1. Menentukan Topik dan Tujuan Penelitian

Langkah pertama adalah menentukan topik penelitian yang jelas serta tujuan yang ingin dicapai. Topik sebaiknya relevan dengan bidang keilmuan peneliti dan memiliki cukup banyak sumber literatur yang tersedia. Tujuan penelitian harus dinyatakan secara eksplisit, apakah untuk mengeksplorasi teori, meninjau kebijakan, atau mengidentifikasi kesenjangan penelitian.

  1. Menyusun Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan penelitian menjadi panduan utama dalam proses pencarian literatur. Pertanyaan yang baik harus spesifik, relevan, dan dapat dijawab melalui analisis dokumen. Misalnya, dalam bidang pendidikan, pertanyaannya bisa berupa: “Bagaimana efektivitas pembelajaran berbasis digital dalam meningkatkan motivasi belajar siswa?”

  1. Menentukan Kriteria Pemilihan Sumber

Dalam penelitian studi literatur, tidak semua sumber dapat digunakan. Peneliti harus menentukan kriteria inklusi (sumber yang dimasukkan) dan eksklusi (sumber yang dikeluarkan). Misalnya, hanya menggunakan jurnal dengan reputasi tertentu, terbit dalam rentang waktu lima tahun terakhir, atau relevan dengan topik yang diteliti.

  1. Mengumpulkan dan Meninjau Literatur

Tahap ini melibatkan pencarian literatur melalui database ilmiah seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Peneliti kemudian menyeleksi hasil pencarian berdasarkan relevansi dan kualitasnya. Setiap artikel yang dipilih harus dibaca dengan cermat untuk memahami konteks, metodologi, dan hasil penelitiannya.

  1. Menganalisis dan Mensintesis Data

Analisis dalam studi literatur dilakukan dengan cara mengelompokkan hasil penelitian berdasarkan tema, teori, atau metode. Sintesis dilakukan untuk menggabungkan berbagai temuan menjadi satu kesimpulan yang bermakna. Proses ini membutuhkan kemampuan berpikir kritis agar peneliti dapat menilai kekuatan dan kelemahan setiap penelitian.

  1. Menyusun Laporan atau Artikel Ilmiah

Tahap akhir adalah menyusun hasil penelitian dalam bentuk laporan atau artikel ilmiah. Struktur penulisan biasanya mencakup pendahuluan, metode penelusuran literatur, hasil analisis, pembahasan, dan kesimpulan. Laporan harus disusun secara logis, konsisten, dan disertai kutipan yang sesuai dengan standar akademik.

Kelebihan dan Kekurangan Desain Penelitian Studi Literatur

Seperti halnya metode penelitian lain, studi literatur memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Kelebihannya antara lain adalah efisiensi waktu dan biaya, karena peneliti tidak perlu melakukan pengumpulan data lapangan. Selain itu, desain ini mampu memberikan pemahaman komprehensif tentang teori dan hasil penelitian yang sudah ada. Studi literatur juga membantu mengidentifikasi tren dan arah baru dalam bidang ilmu tertentu.

Namun, kelemahannya adalah bergantung pada kualitas sumber yang tersedia. Jika sumber literatur terbatas atau tidak mutakhir, maka hasil penelitian akan kurang representatif. Selain itu, interpretasi peneliti dapat bersifat subjektif jika tidak menggunakan prosedur seleksi dan analisis yang ketat. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk menjaga transparansi dan objektivitas dalam setiap tahap penelitian.

Baca juga: studi literatur dalam jurnal

Kesimpulan

Desain penelitian studi literatur merupakan pendekatan ilmiah yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui analisis terhadap sumber-sumber tertulis yang relevan, penelitian ini mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai teori, metode, dan hasil penelitian yang telah ada.

Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

Solusi Jurnal