Studi literatur merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian ilmiah yang menjadi dasar dalam memahami, membandingkan, dan menganalisis berbagai teori serta temuan terdahulu. Menurut John W. Creswell, seorang tokoh terkenal dalam metodologi penelitian, studi literatur tidak hanya berfungsi sebagai pengumpulan informasi, tetapi juga sebagai proses konseptualisasi yang membantu peneliti menemukan celah penelitian (research gap), memperkuat kerangka teori, dan memperjelas arah riset yang akan dilakukan. Artikel ini akan membahas konsep studi literatur menurut Creswell, mulai dari pengertian, fungsi, langkah-langkah, hingga jenis dan manfaatnya dalam penelitian.
Baca juga: Bedanya Studi Literatur dan Studi Pustaka
Pengertian Studi Literatur Menurut Creswell
Menurut Creswell, studi literatur merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi, meninjau, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian yang relevan dengan topik tertentu. Dalam pandangannya, studi literatur bukan sekadar membaca buku atau jurnal, melainkan kegiatan ilmiah untuk membangun pemahaman teoretis yang mendalam tentang fenomena yang diteliti.
Creswell menegaskan bahwa studi literatur memiliki dua tujuan utama: pertama, memberikan dasar konseptual bagi penelitian yang sedang dikembangkan, dan kedua, menunjukkan posisi penelitian baru di antara penelitian sebelumnya. Dengan demikian, studi literatur tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga analitis dan kritis. Seorang peneliti harus mampu membandingkan temuan yang berbeda, menemukan kesenjangan (gap), dan mengembangkan argumen yang logis mengenai kontribusi penelitiannya terhadap ilmu pengetahuan.
Fungsi Studi Literatur dalam Penelitian Menurut Creswell
Studi literatur memiliki berbagai fungsi penting yang menjadi landasan dalam setiap tahapan penelitian. Menurut Creswell, setidaknya terdapat beberapa fungsi utama yang harus dipahami oleh peneliti, yaitu:
1. Menyusun kerangka teori penelitian
Studi literatur membantu peneliti dalam membangun kerangka teori yang menjadi dasar konseptual penelitian. Dengan menelaah teori-teori yang telah ada, peneliti dapat menentukan variabel yang relevan dan hubungan antar variabel dalam konteks penelitian.
2. Mengidentifikasi kesenjangan penelitian
Melalui studi literatur, peneliti dapat menemukan celah atau area yang belum banyak diteliti oleh peneliti sebelumnya. Kesenjangan inilah yang nantinya akan menjadi peluang untuk mengembangkan penelitian baru yang lebih orisinal dan bermakna.
3. Menghindari duplikasi penelitian
Creswell menekankan pentingnya studi literatur agar peneliti tidak mengulang penelitian yang sama tanpa memberikan kontribusi baru. Dengan memahami hasil penelitian terdahulu, peneliti dapat memperluas atau memperdalam topik yang sudah ada.
4. Menentukan arah dan metodologi penelitian
Dari hasil kajian literatur, peneliti dapat menentukan pendekatan metodologis yang paling sesuai dengan topik dan tujuan penelitian. Ini termasuk pemilihan jenis penelitian (kualitatif, kuantitatif, atau campuran), teknik pengumpulan data, serta cara analisis yang tepat.
5. Menyusun argumentasi ilmiah yang kuat
Creswell juga menekankan bahwa studi literatur membantu peneliti dalam membangun argumen yang logis dan ilmiah. Dengan referensi yang relevan dan kuat, peneliti dapat memperkuat validitas dan kredibilitas hasil penelitian.
Setiap fungsi ini saling berkaitan dan berkontribusi terhadap keberhasilan penelitian, terutama dalam membentuk kerangka pemikiran yang kokoh dan relevan dengan permasalahan yang diangkat.
Langkah-langkah Studi Literatur Menurut Creswell
Creswell memberikan panduan sistematis dalam melakukan studi literatur agar prosesnya lebih terarah dan efektif. Berikut adalah langkah-langkah yang dijelaskan oleh Creswell:
1. Menentukan topik penelitian
Langkah awal adalah menentukan topik atau isu utama yang ingin diteliti. Topik ini harus relevan, menarik, dan memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Mencari dan mengumpulkan sumber literatur
Peneliti harus mengumpulkan berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku akademik, laporan penelitian, dan disertasi yang relevan dengan topik. Creswell menekankan pentingnya menggunakan sumber yang kredibel dan mutakhir agar informasi yang diperoleh valid dan sesuai konteks terkini.
3. Membaca dan mengevaluasi literatur
Tahap berikutnya adalah membaca secara kritis setiap literatur yang telah dikumpulkan. Peneliti harus mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dari setiap penelitian terdahulu, serta menemukan persamaan dan perbedaan antar penelitian.
4. Mengorganisasi dan mensintesis informasi
Setelah mengevaluasi, peneliti perlu mengelompokkan hasil bacaan berdasarkan tema, teori, atau metode penelitian. Proses sintesis ini bertujuan untuk menghubungkan berbagai ide dan hasil penelitian ke dalam satu kerangka yang terintegrasi.
5. Menulis tinjauan literatur
Langkah terakhir adalah menulis hasil studi literatur secara sistematis dan logis. Creswell menyarankan agar penulisan dilakukan dengan gaya naratif yang menunjukkan hubungan antar konsep, teori, dan temuan penelitian sebelumnya.
Melalui langkah-langkah ini, peneliti dapat menghasilkan kajian literatur yang komprehensif dan mendalam, yang menjadi fondasi kuat bagi penelitian yang sedang dilakukan.
Jenis-jenis Studi Literatur Menurut Creswell
Creswell membagi studi literatur ke dalam beberapa jenis berdasarkan tujuan dan pendekatan yang digunakan. Setiap jenis memiliki karakteristik tersendiri dan digunakan sesuai kebutuhan penelitian. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Studi literatur teoretis
Jenis ini berfokus pada kajian teori-teori yang relevan dengan topik penelitian. Tujuannya adalah untuk memahami landasan konseptual dan membangun kerangka teori yang akan digunakan dalam penelitian. Studi ini banyak digunakan dalam penelitian sosial dan humaniora.
2. Studi literatur empiris
Studi ini menelaah hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berbasis data empiris. Peneliti menganalisis bagaimana temuan terdahulu mendukung atau bertentangan dengan teori yang ada. Creswell menyebutnya penting untuk menemukan tren dan pola yang muncul dalam data penelitian sebelumnya.

3. Studi literatur metodologis
Jenis ini difokuskan pada analisis metode penelitian yang digunakan oleh peneliti terdahulu. Tujuannya adalah untuk menemukan pendekatan, teknik, atau alat analisis yang paling sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
4. Studi literatur konseptual
Jenis ini digunakan untuk membangun konsep baru berdasarkan integrasi teori dan temuan dari berbagai sumber. Creswell menekankan bahwa studi konseptual membantu peneliti mengembangkan model atau kerangka berpikir baru.
Keempat jenis studi literatur ini dapat digunakan secara terpisah atau dikombinasikan, tergantung pada kebutuhan dan kompleksitas penelitian.
Manfaat Studi Literatur dalam Perspektif Creswell
Studi literatur memiliki manfaat yang luas dalam konteks penelitian akademik. Menurut Creswell, manfaat utama dari studi literatur dapat dijelaskan dalam beberapa aspek berikut:
1. Memperkuat pemahaman teori
Dengan melakukan studi literatur, peneliti dapat memperluas dan memperdalam pemahaman terhadap teori yang relevan dengan topik penelitian. Ini memungkinkan peneliti melihat hubungan antar teori dan aplikasinya dalam konteks empiris.
2. Menunjukkan posisi penelitian
Creswell menyatakan bahwa studi literatur berfungsi untuk menempatkan penelitian baru dalam peta pengetahuan yang lebih luas. Dengan demikian, peneliti dapat menunjukkan bagaimana penelitiannya berkontribusi terhadap perkembangan ilmu.
3. Menyediakan landasan argumentasi ilmiah
Literatur yang kuat akan memperkuat argumentasi dalam penelitian. Setiap klaim, hipotesis, dan analisis akan memiliki dasar yang jelas dan didukung oleh penelitian terdahulu, sehingga meningkatkan kredibilitas karya ilmiah.
4. Menjadi panduan dalam penyusunan instrumen penelitian
Dari hasil kajian literatur, peneliti dapat mengembangkan instrumen seperti kuesioner atau pedoman wawancara yang relevan dengan variabel dan teori yang digunakan.
5. Membantu interpretasi hasil penelitian
Hasil penelitian akan lebih mudah dipahami dan dianalisis jika dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya. Studi literatur memberikan kerangka acuan untuk menafsirkan data secara lebih tepat dan bermakna.
Baca juga: Buku Metode Penelitian Studi Literatur: Panduan Lengkap Memahami Penelitian Berbasis Kajian Pustaka
Kesimpulan
Secara keseluruhan, studi literatur menurut Creswell merupakan proses ilmiah yang mendalam dan terarah, bukan sekadar kegiatan membaca.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai Jurnal Ilmiah. Bagi Anda yang memerlukan jasa bimbingan dan pendampingan jurnal ilmiah hingga publikasi, Solusi Jurnal menjadi pilihan terbaik untuk mempelajari dunia jurnal ilmiah dari awal. Hubungi Admin Solusi Jurnal segera, dan nikmati layanan terbaik yang kami tawarkan.

