MJurnal Teknik: Peran, Jenis, dan Pentingnya dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuanenghindari Kesalahan Umum dalam Penulisan Ilmiah

Kata Kunci: kesalahan umum dalam penulisan ilmiah; struktur karya ilmiah; gaya bahasa akademik

Penulisan ilmiah merupakan bentuk komunikasi tertulis yang memiliki aturan dan sistematika tersendiri. Dalam praktiknya, banyak penulis, terutama mahasiswa atau peneliti pemula, melakukan kesalahan yang berulang dan sering kali mengurangi kualitas karya tulis yang dihasilkan. Kesalahan ini tidak hanya mencakup teknis penulisan, tetapi juga struktur, penggunaan bahasa, dan penyusunan referensi. Oleh karena itu, memahami kesalahan umum dalam penulisan ilmiah menjadi penting sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan sesuai standar akademik.

Kesalahan dalam Struktur dan Sistematika Penulisan

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian struktur tulisan dengan format penulisan ilmiah yang berlaku. Banyak penulis yang tidak mengikuti sistematika penulisan secara utuh seperti tidak menyertakan abstrak, pendahuluan yang tidak sistematis, atau kesimpulan yang kurang menggambarkan hasil dan temuan. Padahal, struktur dalam karya ilmiah seperti pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil, dan pembahasan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi secara terarah dan logis.

Selain itu, sering kali ditemukan ketidaksesuaian antara isi setiap bagian dengan fungsinya. Misalnya, pembahasan yang mencakup uraian metode, atau bagian hasil yang diisi dengan opini tanpa dukungan data. Ketidaktepatan ini membuat karya ilmiah menjadi sulit dipahami dan mengurangi nilai akademiknya. Struktur yang tidak konsisten seperti penggunaan penomoran bab yang berbeda-beda atau tidak adanya transisi antarbagian juga termasuk kesalahan yang patut dihindari.

Menurut Detik Edu, sistematika penulisan ilmiah seharusnya dirancang untuk mempermudah pembaca dalam mengikuti alur pemikiran penulis. Dengan mengikuti struktur yang benar, isi tulisan akan lebih mudah dipahami dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kesalahan dalam Bahasa dan Gaya Penulisan

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah harus bersifat formal, jelas, dan tidak ambigu. Salah satu kesalahan umum dalam penulisan ilmiah adalah penggunaan bahasa sehari-hari atau bahasa yang terlalu puitis. Karya ilmiah menuntut objektivitas dan kejelasan dalam penyampaian. Oleh karena itu, gaya bahasa harus sesuai dengan konteks akademik.

Kesalahan lain adalah penggunaan kalimat yang terlalu panjang dan kompleks tanpa kejelasan makna. Kalimat yang rumit justru menyulitkan pembaca untuk memahami maksud penulis. Penulisan yang baik memerlukan kalimat yang efisien dan padat makna. Penggunaan istilah teknis tanpa penjelasan, serta ejaan dan tanda baca yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), juga menjadi masalah umum dalam karya ilmiah.

Dalam jurnal Sainsteknopak Unhasy, disebutkan bahwa konsistensi dalam penggunaan istilah, bentuk kata, serta gaya penulisan sangat berpengaruh terhadap profesionalisme dan keterbacaan karya ilmiah. Kesalahan dalam gaya bahasa ini sering terjadi karena kurangnya latihan atau referensi yang digunakan dalam penulisan.

Kesalahan dalam Penggunaan Referensi dan Sitasi

Referensi adalah bagian penting dalam penulisan ilmiah karena menjadi dasar dari argumen dan temuan yang disampaikan. Namun, sering kali penulis melakukan kesalahan dalam mencantumkan sumber, baik dalam bentuk kutipan langsung maupun tidak langsung. Beberapa kesalahan yang sering ditemukan adalah tidak mencantumkan sumber saat mengutip pernyataan, menggunakan sumber yang tidak kredibel, atau menyusun daftar pustaka tidak sesuai dengan gaya penulisan yang ditentukan (seperti APA, MLA, atau Chicago).

Kesalahan ini bisa berakibat serius, seperti tuduhan plagiarisme atau pencemaran integritas akademik. Selain itu, kutipan yang tidak konsisten antara teks dan daftar pustaka juga menunjukkan kurangnya ketelitian dalam penulisan. Referensi yang terlalu sedikit atau hanya dari satu jenis sumber (misalnya hanya dari internet) juga mengurangi kedalaman dan validitas tulisan.Untuk menghindari kesalahan ini, penulis perlu memahami cara mengutip dan menyusun daftar pustaka yang sesuai. Menggunakan aplikasi pengelola referensi seperti Mendeley atau Zotero dapat membantu dalam mencatat dan menyusun kutipan secara sistematis.

Kesalahan dalam Penyajian Data dan Analisis

Kesalahan lainnya yang sering ditemukan dalam karya ilmiah adalah dalam penyajian data dan analisis. Data yang disajikan sering kali tidak lengkap, tidak sesuai dengan metode yang digunakan, atau tidak didukung oleh analisis yang memadai. Banyak penulis hanya menampilkan data dalam bentuk tabel atau grafik tanpa memberikan interpretasi atau pembahasan yang mendalam.

Selain itu, hasil analisis yang tidak didasarkan pada teori yang relevan atau tidak mengikuti kerangka metodologis juga merupakan kesalahan fatal. Penulis harus memastikan bahwa data yang digunakan valid dan dianalisis secara objektif. Penggunaan software statistik atau metode analisis kualitatif harus dijelaskan secara rinci agar pembaca dapat memahami proses dan validitas dari hasil yang diperoleh.Dalam banyak kasus, penulis juga kurang memperhatikan kesesuaian antara tujuan penelitian dan hasil yang dibahas. Hasil yang disajikan sering kali tidak menjawab rumusan masalah atau tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan di awal. Kesalahan ini mengindikasikan kurangnya perencanaan dalam proses penelitian dan penulisan.

NVivo Analisis: Panduan Lengkap untuk Penelitian Kualitatif

Kesimpulan

Kesalahan umum dalam penulisan ilmiah dapat terjadi pada berbagai aspek, mulai dari struktur, bahasa, penggunaan referensi, hingga penyajian data. Pemahaman yang baik tentang sistematika karya ilmiah, gaya bahasa akademik, serta teknik penyusunan referensi dapat membantu penulis menghasilkan tulisan yang bermutu dan sesuai standar akademik. Kesalahan-kesalahan tersebut harus dihindari agar karya ilmiah memiliki integritas, keterbacaan, dan kontribusi ilmiah yang jelas. Dengan memperhatikan detail dalam penulisan dan melakukan evaluasi terhadap karya secara menyeluruh, kualitas karya ilmiah akan semakin meningkat.

Daftar Pustaka

DetikEdu. (2021). 4 Kesalahan Umum Penulisan Karya Ilmiah dan Cara Penulisannya yang Benar. Diakses dari https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5584715/4-kesalahan-umum-penulisan-karya-ilmiah-dan-cara-penulisannya-yang-benar

Jurnal Sainsteknopak Unhasy. (2022). Kesalahan Penulisan Ilmiah dan Solusinya. Diakses dari https://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/SAINSTEKNOPAK/article/download/1938/1280/3372

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solusi Jurnal