Perkembangan publikasi ilmiah secara digital membuat penulis semakin mudah menemukan jurnal untuk tempat menerbitkan artikel penelitian. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga menimbulkan risiko baru, salah satunya adalah hijacked journal. Kondisi ini terjadi ketika pihak yang tidak berwenang menggunakan atau meniru identitas jurnal yang sebenarnya untuk membuat situs, menerima naskah, atau meminta pembayaran dari penulis.
Hijacked journal berbeda dari jurnal yang sekadar memiliki kualitas editorial rendah. Dalam kasus pengambilalihan identitas, pihak yang menjalankan situs dapat menggunakan nama jurnal, ISSN, logo, informasi penerbit, bahkan daftar artikel dari jurnal asli agar terlihat meyakinkan. Akibatnya, penulis yang tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut dapat mengira bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan pengelola jurnal yang sebenarnya.
Memahami modus pengambilalihan identitas jurnal penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan penulis lain yang melakukan publikasi ilmiah. Pemeriksaan sederhana terhadap domain, ISSN, penerbit, arsip artikel, kontak editorial, dan informasi pembayaran dapat membantu menemukan ketidaksesuaian sejak awal. Artikel ini membahas karakteristik hijacked journal, cara kerja situs palsu dalam meniru identitas jurnal, serta langkah pemeriksaan yang dapat dilakukan sebelum mengirim artikel atau membayar biaya publikasi.
Pengertian Hijacked Journal dalam Publikasi Ilmiah
Hijacked journal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika pihak tidak berwenang mengambil atau meniru identitas sebuah jurnal yang sebenarnya. Pihak tersebut dapat membuat website yang menggunakan nama jurnal asli atau nama yang sangat mirip sehingga calon penulis sulit membedakannya. Situs tersebut kemudian dapat digunakan untuk menerima submission, berkomunikasi dengan penulis, dan dalam beberapa kasus meminta biaya publikasi.
Pengambilalihan identitas dapat terjadi dengan memanfaatkan informasi yang memang tersedia secara publik. Nama jurnal, ISSN, judul artikel, nama editor, logo, dan informasi penerbit dapat ditemukan melalui berbagai sumber di internet. Informasi tersebut kemudian dapat disusun kembali pada situs lain sehingga terlihat seperti halaman resmi jurnal yang sebenarnya.
Hal yang membuat hijacked journal berbahaya adalah kemiripan identitasnya dengan jurnal asli. Penulis mungkin telah melakukan pencarian berdasarkan nama jurnal dan menemukan website yang terlihat sesuai dengan informasi yang mereka cari. Jika pemeriksaan hanya dilakukan berdasarkan nama atau tampilan website, penulis dapat mengirimkan naskah kepada pihak yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan jurnal tersebut.
Baca juga: Pendampingan Publikasi Ilmiah dari Naskah hingga Artikel Terbit
Perbedaan Hijacked Journal dengan Fake Journal
Hijacked journal dan fake journal memiliki keterkaitan, tetapi keduanya tidak selalu menggambarkan situasi yang sama. Fake journal umumnya merujuk pada jurnal yang identitas atau klaim penerbitannya bermasalah dan tidak sesuai dengan informasi yang dapat diverifikasi. Sementara itu, hijacked journal secara khusus berkaitan dengan penyalahgunaan atau peniruan identitas jurnal yang sebenarnya sudah ada.
Perbedaan tersebut penting karena jurnal asli yang identitasnya ditiru tetap dapat menjalankan aktivitas penerbitan secara normal melalui kanal resminya. Masalahnya terletak pada pihak lain yang membuat situs atau kanal komunikasi dengan mengatasnamakan jurnal tersebut. Karena itu, menemukan dua website dengan nama jurnal yang sama tidak langsung berarti jurnal aslinya bermasalah.
Penulis perlu memastikan website mana yang benar-benar dikelola oleh penerbit jurnal. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan membandingkan informasi dari situs penerbit, halaman jurnal yang dirujuk oleh lembaga terkait, ISSN, arsip artikel, dan informasi kontak. Dengan membedakan jurnal asli dari situs yang meniru identitasnya, penulis dapat menghindari kesalahan saat melakukan submission atau pembayaran.
Modus Pengambilalihan Identitas Jurnal oleh Situs Palsu
Modus pengambilalihan identitas biasanya memanfaatkan informasi yang sudah tersedia di internet agar situs palsu terlihat seperti website jurnal yang sebenarnya. Pihak yang membuat situs dapat menyalin nama jurnal, logo, deskripsi, daftar editor, dan artikel yang sudah diterbitkan. Semakin banyak informasi yang ditiru, semakin sulit bagi calon penulis untuk mengenali perbedaannya hanya melalui tampilan.
Salah satu pola yang perlu diperhatikan adalah penggunaan domain yang berbeda dari kanal resmi jurnal. Nama domain dapat dibuat menyerupai domain asli dengan perubahan kecil pada susunan kata, tanda baca, atau ekstensi domain. Bagi penulis yang menemukan website tersebut melalui mesin pencari, perbedaan kecil ini mungkin tidak langsung terlihat.
Setelah situs dibuat, pengelola dapat memasang halaman submission dan informasi biaya publikasi. Mereka juga dapat menyediakan alamat email yang terlihat seperti kontak editorial agar komunikasi terasa resmi. Karena itu, pemeriksaan identitas tidak boleh berhenti pada halaman website, tetapi perlu mencocokkan informasi dengan sumber resmi yang berada di luar situs yang sedang diperiksa.
Cara Situs Palsu Meniru Identitas Jurnal Asli
Situs yang melakukan pengambilalihan identitas dapat menggunakan informasi publik dari jurnal asli untuk membangun tampilan yang serupa. Nama jurnal dan ISSN biasanya menjadi informasi yang paling mudah ditiru karena keduanya memang diperlukan untuk mengenali sebuah publikasi. Logo, deskripsi jurnal, nama editor, dan daftar artikel juga dapat digunakan untuk menciptakan kesan bahwa situs tersebut merupakan kanal resmi.
Penulis perlu memperhatikan bahwa informasi yang benar pada sebuah website tidak selalu berarti website tersebut resmi. Sebuah situs dapat menampilkan ISSN yang benar, nama editor yang benar, bahkan judul artikel yang benar, tetapi tetap bukan website yang dikelola oleh penerbit jurnal. Oleh sebab itu, pertanyaan penting bukan hanya apakah informasinya benar, tetapi apakah sumber yang menampilkan informasi tersebut memang memiliki kewenangan.
Alamat website menjadi salah satu bagian yang penting untuk dibandingkan. Penulis dapat mencari informasi mengenai website resmi melalui penerbit atau sumber yang telah dipercaya sebelumnya, kemudian membandingkan domainnya dengan situs yang menawarkan submission. Perbedaan domain tidak selalu menunjukkan penipuan, tetapi perubahan alamat sebaiknya memiliki penjelasan yang dapat diverifikasi.
Tanda-Tanda yang Perlu Diperiksa pada Hijacked Journal
Tidak semua perbedaan pada website berarti pengambilalihan identitas. Namun, beberapa tanda dapat menjadi alasan bagi penulis untuk melakukan pemeriksaan tambahan sebelum mengirimkan naskah. Pemeriksaan berikut dapat digunakan sebagai panduan awal untuk membandingkan website yang ditemukan dengan identitas jurnal asli.
- Nama jurnal sama, tetapi alamat domain berbeda dari website resmi yang dirujuk penerbit.
- Website baru menggunakan logo dan konten yang sangat mirip dengan jurnal asli.
- ISSN dicantumkan dengan benar, tetapi informasi penerbit atau kontak tidak sesuai.
- Alamat email editorial menggunakan domain yang tidak berhubungan dengan penerbit.
- Informasi volume dan nomor jurnal tidak sesuai dengan arsip resmi.
- Artikel lama jurnal asli ditampilkan pada situs lain tanpa penjelasan yang jelas.
- Tautan menuju penerbit atau lembaga terkait tidak berfungsi atau mengarah ke halaman yang tidak relevan.
- Informasi biaya publikasi hanya muncul pada situs yang diduga bukan kanal resmi.
- Pengelola meminta pembayaran melalui rekening atau metode yang tidak tercantum pada sumber resmi.
- Website menawarkan proses penerbitan yang sangat cepat tanpa menjelaskan mekanisme editorial.
- Nama editor dicantumkan, tetapi informasi tersebut tidak ditemukan pada kanal resmi jurnal.
- Alamat kontak pada dua website berbeda tanpa penjelasan mengenai perubahan pengelola.
- Informasi indeksasi hanya tersedia pada situs yang sedang diperiksa dan tidak ditemukan pada database terkait.
- Penulis diarahkan untuk melakukan komunikasi atau pembayaran melalui kontak pribadi.
- Terdapat perbedaan metadata artikel antara website yang diperiksa dan arsip jurnal asli.
Tanda-tanda tersebut tidak seharusnya digunakan secara terpisah untuk memberikan kesimpulan. Penulis perlu mengumpulkan beberapa bukti dan membandingkannya dengan sumber resmi. Semakin banyak informasi penting yang tidak konsisten, semakin besar alasan untuk menunda submission atau pembayaran sampai identitas website dapat dipastikan.
Perbandingan Jurnal Asli dan Situs yang Diduga Hijacked
Pemeriksaan identitas akan lebih mudah jika penulis membandingkan informasi jurnal asli dengan situs yang ditemukan. Perbandingan sebaiknya dilakukan pada beberapa aspek sekaligus karena situs yang meniru identitas dapat menggunakan sebagian besar informasi yang benar.
| Aspek | Jurnal asli | Situs yang perlu dicurigai |
|---|---|---|
| Nama jurnal | Konsisten dengan sumber resmi | Sama atau sangat mirip dengan jurnal asli |
| ISSN | Sesuai dengan identitas jurnal | Bisa menggunakan ISSN jurnal asli |
| Domain | Dirujuk oleh penerbit atau sumber resmi | Memiliki perbedaan yang tidak jelas |
| Penerbit | Dapat diverifikasi | Informasi penerbit tidak konsisten |
| Editor | Sesuai dengan sumber resmi | Nama dapat disalin tetapi kontak berbeda |
| Arsip artikel | Terhubung dengan rekam publikasi resmi | Artikel dapat disalin ke situs lain |
| DOI | Metadata sesuai dengan artikel | Informasi dapat tidak lengkap atau tidak sesuai |
| Indeksasi | Dapat diverifikasi melalui sumber pengindeks | Hanya berupa klaim di website |
| Submission | Mengikuti kanal resmi | Mengarah ke situs atau email berbeda |
| Biaya | Dijelaskan oleh penerbit | Dapat diminta melalui kanal tidak resmi |
| Kontak | Konsisten dengan informasi resmi | Menggunakan email atau kontak berbeda |
| Kebijakan | Sesuai dengan kebijakan jurnal | Dapat berupa salinan dari situs asli |
| Riwayat website | Memiliki keterkaitan dengan penerbit | Domain atau situs tampak baru atau berbeda |
Tabel tersebut menunjukkan mengapa pemeriksaan identitas perlu dilakukan secara menyeluruh. Situs yang diduga hijacked dapat memiliki banyak informasi yang benar karena informasi tersebut berasal dari jurnal asli. Pembeda utamanya sering kali terletak pada hubungan antara website, penerbit, domain, kontak, dan kanal submission.
Memeriksa Domain dan Website Resmi Jurnal
Domain menjadi salah satu elemen yang penting ketika memeriksa kemungkinan hijacked journal. Penulis sebaiknya tidak hanya mengetik nama jurnal pada mesin pencari dan langsung memilih hasil teratas. Hasil pencarian dapat menampilkan berbagai halaman yang memiliki nama serupa, sehingga sumber yang muncul perlu diperiksa sebelum digunakan untuk submission.
Cari tahu website jurnal melalui sumber yang memiliki hubungan jelas dengan penerbit atau organisasi pengelola. Jika jurnal diterbitkan oleh universitas, asosiasi, atau penerbit tertentu, periksa apakah institusi tersebut mencantumkan tautan menuju jurnal. Informasi dari sumber tersebut dapat digunakan sebagai pembanding terhadap website yang ditemukan melalui pencarian umum.
Perubahan domain juga tidak selalu berarti website tersebut palsu. Jurnal dapat berpindah platform atau melakukan migrasi website karena perubahan sistem penerbitan. Namun, perubahan tersebut seharusnya dapat dikonfirmasi melalui sumber resmi, sehingga penulis tidak perlu menebak-nebak website mana yang benar.
Memeriksa ISSN Tanpa Hanya Mengandalkan Nomor
ISSN merupakan bagian penting dari identitas publikasi serial dan dapat membantu penulis membedakan jurnal yang memiliki nama serupa. Namun, dalam kasus pengambilalihan identitas, nomor ISSN jurnal asli dapat saja ditampilkan pada situs yang tidak dikelola oleh jurnal tersebut. Karena itu, mencocokkan angka ISSN saja belum cukup.
Penulis perlu melihat hubungan antara ISSN, judul jurnal, penerbit, dan informasi lain yang tercantum pada sumber registrasi. Jika semua informasi tersebut sesuai, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke website dan kontak resmi. Sebaliknya, jika ISSN benar tetapi nama penerbit atau website berbeda tanpa penjelasan, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Pendekatan ini membantu penulis memahami fungsi ISSN secara tepat. ISSN berguna sebagai salah satu identitas jurnal, tetapi bukan bukti bahwa setiap website yang menggunakan nomor tersebut merupakan website resmi. Dalam pemeriksaan hijacked journal, yang perlu dipastikan adalah hubungan antara identitas jurnal dan pihak yang mengelola website.
Memastikan Kontak Editorial Berasal dari Sumber Resmi
Kontak editorial sering menjadi titik yang dimanfaatkan oleh situs yang meniru identitas jurnal. Email dapat dibuat dengan nama jurnal atau menggunakan alamat yang terlihat profesional, tetapi alamat tersebut belum tentu dikelola oleh penerbit. Karena itu, penulis sebaiknya mencari kontak dari sumber resmi yang dapat diverifikasi secara terpisah.
Bandingkan alamat email pada website yang digunakan untuk submission dengan alamat yang tercantum pada sumber penerbit atau halaman resmi jurnal. Perhatikan pula apakah alamat tersebut menggunakan domain yang konsisten. Jika terdapat perbedaan, jangan langsung melakukan pembayaran sebelum mendapatkan penjelasan yang dapat diverifikasi.
Komunikasi melalui email juga perlu diperiksa dari isi pesannya. Permintaan pembayaran, instruksi pengiriman artikel, dan informasi editorial sebaiknya sesuai dengan kebijakan yang tercantum pada website resmi. Jika isi pesan berbeda jauh dari prosedur resmi, penulis dapat menghentikan sementara proses dan melakukan verifikasi melalui kanal lain.
Memeriksa Arsip dan Riwayat Publikasi
Arsip jurnal memberikan informasi penting untuk membandingkan situs yang diduga melakukan pengambilalihan identitas. Penulis dapat memilih beberapa artikel dari tahun berbeda dan membandingkan judul, nama penulis, volume, nomor, halaman, DOI, serta tanggal publikasinya. Jika situs kedua menampilkan artikel yang sama, periksa apakah metadata tersebut benar-benar mengarah ke jurnal dan penerbit yang sama.
Perhatikan juga urutan volume dan nomor. Jurnal yang dikelola secara konsisten biasanya mempunyai pola penerbitan yang dapat ditelusuri melalui edisi sebelumnya. Jika situs yang ditemukan memiliki arsip yang tampak lengkap tetapi tidak memiliki hubungan yang jelas dengan penerbit atau sumber resmi, penulis perlu melakukan pemeriksaan tambahan.
Artikel yang ditampilkan pada situs palsu dapat berasal dari jurnal asli sehingga isinya memang benar. Inilah alasan mengapa pemeriksaan isi artikel saja tidak cukup untuk memastikan keaslian website. Penulis perlu memeriksa sumber asal artikel dan hubungan antara arsip tersebut dengan penerbit jurnal.
Memverifikasi Informasi Indeksasi
Klaim indeksasi sering digunakan untuk membuat sebuah website jurnal terlihat memiliki reputasi tertentu. Penulis sebaiknya mencari nama jurnal atau ISSN secara langsung pada database yang disebutkan. Jika jurnal mengklaim terindeks tetapi informasi tersebut tidak dapat ditemukan pada sumber resmi, jangan menjadikan klaim website sebagai dasar untuk melakukan pembayaran atau submission.
Pemeriksaan juga perlu mempertimbangkan periode dan status indeksasi. Informasi mengenai pengindeksan dapat berubah, sehingga data lama atau tangkapan layar tidak selalu menggambarkan kondisi terbaru. Untuk kebutuhan akademik, gunakan informasi yang dapat diverifikasi pada sumber yang relevan dengan periode publikasi yang dibutuhkan.
Jika website palsu menggunakan informasi indeksasi jurnal asli, penulis mungkin menemukan bahwa nama jurnal memang tercantum dalam database. Kondisi tersebut justru menunjukkan pentingnya memeriksa website atau sumber resmi jurnal, bukan hanya mencari nama jurnal pada database. Tujuannya adalah memastikan bahwa artikel yang dikirim benar-benar masuk melalui kanal penerbit yang sah.
Memeriksa Biaya dan Instruksi Pembayaran
Situs yang melakukan pengambilalihan identitas dapat menggunakan informasi biaya yang dibuat menyerupai kebijakan jurnal asli. Karena itu, penulis sebaiknya membandingkan nominal, waktu pembayaran, rekening, dan metode pembayaran dengan informasi yang tersedia pada sumber resmi. Perbedaan kecil sekalipun perlu diklarifikasi jika berkaitan dengan transaksi.
Jangan melakukan pembayaran hanya karena seseorang mengaku sebagai editor atau administrator jurnal. Pastikan instruksi pembayaran berasal dari kanal resmi dan sesuai dengan kebijakan publikasi. Jika diminta membayar melalui rekening pribadi atau metode yang tidak pernah disebutkan pada informasi resmi jurnal, penulis sebaiknya melakukan verifikasi tambahan.
Bukti pembayaran juga perlu disimpan jika transaksi memang dilakukan setelah identitas jurnal dipastikan. Simpan invoice, email, halaman biaya, dan komunikasi yang relevan sebagai dokumentasi. Dokumentasi tersebut dapat membantu apabila terjadi perbedaan informasi antara penulis dan pengelola jurnal pada tahap berikutnya.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Situs yang Diduga Hijacked
Jika menemukan dua website dengan identitas jurnal yang sama, jangan langsung mengirim artikel ke salah satunya. Bandingkan domain, penerbit, kontak, arsip, ISSN, kebijakan, dan sumber yang merujuk ke website tersebut. Pemeriksaan silang akan membantu menentukan website mana yang memiliki hubungan yang dapat diverifikasi dengan jurnal.
Penulis juga dapat mencari pengumuman dari penerbit atau jurnal mengenai website resmi dan kemungkinan adanya situs yang meniru identitas mereka. Informasi seperti ini dapat muncul pada halaman penerbit, pengumuman jurnal, atau kanal komunikasi resmi. Jika belum ada informasi, penulis dapat menghubungi penerbit menggunakan kontak yang diperoleh dari sumber independen.
Apabila identitas website belum dapat dipastikan, menunda submission merupakan langkah yang lebih aman daripada terburu-buru mengirimkan naskah. Penulis juga sebaiknya tidak melakukan pembayaran sampai pihak yang menerima pembayaran dapat diverifikasi. Dengan memberikan waktu untuk pemeriksaan, risiko menyerahkan naskah atau biaya kepada pihak yang tidak berwenang dapat dikurangi.
Pentingnya Pemeriksaan Berlapis Sebelum Submission
Kasus hijacked journal menunjukkan bahwa pemeriksaan satu informasi saja tidak cukup untuk memastikan keaslian kanal publikasi. Nama jurnal dapat benar, ISSN dapat benar, dan artikel yang ditampilkan juga dapat benar, tetapi website yang mengumpulkan informasi tersebut tetap dapat dikelola oleh pihak lain. Oleh sebab itu, penulis perlu menghubungkan beberapa identitas sekaligus.
Pemeriksaan berlapis dapat dimulai dari penerbit, kemudian dilanjutkan dengan website, domain, ISSN, editorial board, arsip artikel, DOI, indeksasi, dan kontak. Setiap unsur memberikan informasi yang berbeda sehingga hasil pemeriksaan menjadi lebih kuat ketika semuanya konsisten. Pendekatan ini juga membantu penulis menemukan bagian yang membutuhkan klarifikasi sebelum submission.
Kebiasaan melakukan verifikasi akan semakin penting ketika artikel digunakan untuk kebutuhan akademik formal. Persyaratan kampus, lembaga penelitian, atau institusi tempat penulis bekerja dapat meminta bukti tertentu mengenai jurnal dan status publikasinya. Karena itu, memastikan kanal submission benar sejak awal merupakan bagian dari pengelolaan publikasi yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Cara Cek Hijacked Journal dengan Membandingkan Informasi Situs dan Sumber Resmi
Kesimpulan
Hijacked journal merupakan kondisi ketika identitas jurnal yang sebenarnya digunakan atau ditiru oleh pihak yang tidak berwenang melalui situs atau kanal publikasi lain. Modusnya dapat memanfaatkan nama jurnal, ISSN, logo, artikel, editor, hingga informasi indeksasi yang memang berasal dari jurnal asli. Karena tampilan dan informasi situs palsu dapat dibuat sangat mirip, penulis perlu memeriksa hubungan antara website, domain, penerbit, kontak, arsip, dan sumber resmi sebelum mengirimkan artikel atau melakukan pembayaran.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara berlapis dan tidak hanya berdasarkan satu tanda. Pastikan website yang digunakan untuk submission benar-benar dirujuk oleh penerbit atau sumber resmi, verifikasi ISSN dan informasi indeksasi, cocokkan kontak editorial, serta periksa instruksi biaya dan pembayaran. Dengan melakukan verifikasi sebelum submission, penulis dapat lebih berhati-hati dalam menghadapi situs yang diduga meniru identitas jurnal dan menjaga agar proses publikasi tetap berjalan melalui kanal yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ikuti artikel Solusi Jurnal lainnya untuk menambah wawasan Anda seputar jurnal ilmiah. Jika membutuhkan bimbingan dan pendampingan hingga publikasi, Solusi Jurnal siap menjadi mitra terbaik Anda. Hubungi Admin Solusi Jurnal sekarang dan dapatkan layanan profesionalnya.


